
Laura yang sedang bingung dengan ucapan Kaisar Nathan tadi. Tiba-tiba saja dibuat terkejut ketika seseorang membuka pintunya dengan keras.
BRAK....
" KUCING KU ADA LIMA." latah Laura secara refleks sebelum mengalihkan pandangannya ke orang yang dengan kejam nya membuat nya terkejut.
Sedangkan orang yang tadi membuka pintu kamar Selir tadi. Terlihat bingung mendengar ucapan Selir Laura barusan.
" Maaf, Selir tadi anda mengatakan apa?" tanya nya dengan tampang polos nya.
" Bukan, apa-apa." ucap Selir Laura sambil menggelengkan kepalanya.
Suasana ruangan terasa canggung sampai Laura membuka pembicaraan.
" Jadi ada urusan apa Mia menemuiku sampai dengan teganya membuka pintu kamar ku dengan keras. Untung saja aku tidak mempunyai penyakit jantung kalau iya mungkin saja nyawaku akan melayang." ucap Laura yang bertanya sekaligus menyindir Mia.
__ADS_1
Mia yang mendengar perkataan Selir Laura menundukkan kepalanya.
" Maaf Selir, ada sesuatu yang saya bicarakan karena menyangkut nyawa anda sendiri." ucap Mia yang masih menundukkan kepalanya.
Laura yang merasa bahwa Mia ingin membicarakan sesuatu yang penting langsung saja ia menutup pintu dan gorden dengan sihir nya. Membuat Mia yang melihatnya terkagum-kagum.
" Akhirnya anda bisa menggunakan sihir Selir Laura?" tanya Mia dengan wajah takjub.
Laura hanya merespon tawa pelan memang setelah ia memasuki raga ini. Dirinya baru mengetahui bahwa sebenarnya Selir Laura yang asli bisa menggunakan sihir. Tapi karena sejak kecil tidak pernah dapat pengajaran dengan baik. Akhirnya sampai sekarang Selir Laura tidak bisa menggunakan sihir. Untung saja sekarang Laura atau bisa disebut Naomi mempelajari tentang sihir melalui buku dan mempraktekkan sihir sederhana.
" Cepat Mia sekarang bukan saatnya untuk mengagumi kekuatan ku atau kecerdasan ku. Bukannya ada sesuatu yang penting ingin kau katakan Mia." ucap Laura yang terlampau percaya diri.
Mia yang mendengar perkataan percaya diri dari Majikannya hanya bisa tersenyum sekaligus bangga karena sekarang Selir Laura tidak takut untuk menampilkan wajahnya di kehidupan luar.
Setelah itu Mia menceritakan tentang dia mendengar semua percakapan antara Ratu Valerie dan Duke Salvaka sampai selesai.
__ADS_1
Laura yang mendengarnya terkejut ia tidak menyangka bahwa Duke Salvaka sangat jahat memperalat anaknya hanya demi sebuah tahta. Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa Ratu Valerie sangat takut kepada Duke Salvaka. bukannya seharusnya karena status lebih tinggi daripada Duke Salvaka membuat Ratu Valerie bisa melawannya dan memberikan hukuman atas mengancam nyawa Ratu dan calon pewaris.
" Mia bukannya Ratu Valerie bisa menghukum Duke Salvaka atas pengancaman nyawanya dan calon pewaris tahta?" tanya Laura yang bertanya kepada Mia sesuai apa yang ada di pikirannya.
" Saya tidak tahu, Selir. Tapi saya pernah mendengar bahwa Ratu Valerie sangat takut kepada Duke Salvaka karena sejak kecil ia sering mendapatkan kekerasan dari beliau, dan Ratu Valerie tidak ingin melawan Beliau karena menganggap hukuman yang selama ini dia dapatkan adalah dari kesalahannya sendiri." ucap Mia.
Laura yang mendengarnya terkejut sekaligus jijik bagaimana bisa seorang Ayah memperlakukan anaknya dengan kasar. Bahkan sampai mengancam anaknya sendiri.
Tapi orang seperti itu pasti banyak contohnya dirinya yang dulu dibuang ke panti asuhan saat usianya masih sekitar seminggu. Jadi selama ini ia sama sekali tidak mempercayai apa arti kasih sayang dari orang tua.
Laura turut prihatin menghadapi musibah yang menimpa Ratu Valerie, dan juga beruntung tidak memiliki Ayah seperti Ratu Valerie. Walaupun begitu ia tidak ingin merelakan nyawanya dan calon anaknya. Ia harus melakukan segala cara untuk melindungi calon anaknya meskipun rencananya beresiko.
" Mia, kita harus membuat rencana sebelum Ratu Valerie beraksi." ucap Laura dengan sorotan mata serius.
Continue...
__ADS_1