
Semua orang yang berada di sana menjerit ketika melihat dengan kejamnya Kaisar Nathan memenggal kepala Selir Amber dengan pedangnya.
Para Selir yang melihatnya langsung menjauhkan diri karena ia tidak ingin bernasib sama dengan Selir Amber.
Ratu Valerie dibuat terkejut melihat aksi Kaisar Nathan barusan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa dampak perginya Selir Laura bisa sebesar ini.
" Yang Mulia anda tidak seharusnya melakukan hal ini. Bukannya anda sudah berjanji kepada saya bahwa anda tidak akan melakukan pembunuhan kepada Selir anda lagi." ucap Ratu Valerie yang mengungkapkan janji Kaisar Nathan kepadanya dulu.
Mengingat dulu Kaisar Nathan pernah membunuh seorang Selir dikarenakan dengan lancang nya memberikan obat perangsang kepada beliau. Tapi sayangnya ucapan Ratu Valerie sama sekali tidak dipedulikan oleh Kaisar Nathan.
Karena sekarang pandangannya menajam ke arah Ratu Valerie, dan dengan langkah perlahan Kaisar Nathan mendekat sambil tangannya memegang sebuah pedang yang sudah dilumuri oleh darah Selir Amber.
Ratu Valerie yang melihat bahwa Kaisar Nathan mendekat kearahnya langsung merentakan tangannya. Menyuruh Kaisar Nathan untuk memeluknya.
__ADS_1
Tapi sayangnya Kaisar Nathan sama sekali tidak memeluk nya malahan dengan gerakan cepat. Ia menempelkan pedangnya di leher sang Ratu.
Membuat orang yang berada di situ kembali dibuat terkejut melihat bagaimana Kaisar Nathan menempelkan pedangnya ke arah leher Ratu Valerie yang seperti akan membunuhnya. Padahal mereka tahu seberapa besar cinta Kaisar Nathan untuk Ratu Valerie.
Sedangkan Ratu Valerie dibuat tidak berkutik melihat bagaimana Kaisar Nathan menatapnya dengan tajam. Ratu Valerie dibuat terkejut melihat Suaminya menempelkan pedangnya ke lehernya. Jika dia maju selangkah pastinya Pedang itu akan melukai lehernya.
" Yang Mulia, mengapa anda melakukan hal ini kepada saya. Apa karena sekarang anda sudah tidak melupakan kisah cinta kita? Apa anda mencintai Selir Laura sampai tega hampir melukai saya dan anak kita?" tanya Ratu Valerie sambil mengeluarkan air matanya.
" Penghianat." ucap Nathan dengan aura yang tajam.
Kaisar Nathan cukup menikmati ekspresi Ratu Valerie dan dengan perlahan menjauhkan pedangnya dari leher Sang Ratu. Kemudian Kaisar Nathan membalikan badannya dan memandang semua orang dengan pandangan datar.
" SAYA PERINTAHKAN CARI SELIR LAURA DISELURUH PENJURU KEKAISARAN DAN BAWA DIA KEMBALI KE ISTANA. JANGAN KEMBALI JIKA BELUM MENDAPATKAN PETUNJUK APAPUN ATAU KEPALA KALIAN YANG AKAN MENJADI TARUHANNYA." perintah Nathan dengan suara lantang.
__ADS_1
" BAIK, YANG MULIA." ucap Para prajurit dengan serentak.
Setelah mengatakan hal itu Kaisar Nathan membalikan badannya dan berjalan. Meninggalkan Ratu Valerie yang sedang memandangnya dengan sendu.
" Yang Mulia." ucap Ratu Valerie dengan lirih.
Sedangkan Kaisar Nathan terus berjalan dengan aura yang masih belum hilang dari tubuhnya. Ia tahu pasti Selir Laura meninggalkan nya ada alasan sesuatu.
" Sepertinya aku harus menyelidiki nya, jika dugaan ku benar pasti ada hubungannya dengan Ratu Valerie." ucap Nathan yang sudah berada diruang kerjanya.
Kemudian pandangan Kaisar Nathan tiba-tiba saja menyendu mengingat apa yang baru saja dia ketahui tentang Ratu Valerie dan Duke Salvaka.
" Aku sama sekali tidak percaya bahwa Ratu Valerie memiliki sifat yang tersembunyi di dalamnya. dan kupastikan aku mencari tahu hal itu." ucap Nathan dengan pandangan tekat yang kuat
__ADS_1
Continue...