Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Chapter 44


__ADS_3

" Tenang saja, kau akan mendapatkan gilirannya." ucap Nathan dengan matanya yang berubah merah pekat Crystal.


Setelah mengatakan hal itu Kaisar Nathan menjauhkan wajahnya dari Ratu Valerie. Sedangkan Ratu Valerie terkejut dengan mata yang terbuat lebar sebelum tatapannya memandang Kaisar Nathan dengan mata berkaca-kaca.


" Yang... Mulia hiks...." ucap Ratu Valerie sambil terisak.


Kaisar Nathan yang melihatnya langsung mengalihkan pandangannya. Ia belum atau tidak ingin terpengaruh oleh Ratu Valerie lagi sudah cukup 5 tahun saja dirinya di pengaruhi, atau lebih tepatnya 10 tahun terakhir ketika pertama kali bertemu dengannya.


" Aku menyesal bertemu denganmu." ucap Nathan dengan datar.


" PRAJURIT BAWA DI KETEMPAT AULA, DIA HARUS MENGAKUI PERBUATANNYA ATAS PENIPUAN TERHADAP KAISAR." ucap Nathan yang memerintahkan prajurit istana untuk menangkap Ratu Valerie.


Setelah mengatakan perintahnya langsung saja Kaisar Nathan membalikan badannya dan berjalan meninggalkan taman istana. Tanpa mempedulikan Ratu Valerie yang menangis meraung melihatnya.


...****************...


" Wah ini gaun yang sangat indah Nona." ucap seseorang yang ternyata adalah pelanggan pertama Laura yang memesan gaun pesta.



" Saya senang mendengarnya Lady." ucap Laura yang tersenyum puas melihat bahwa pelanggan nya menyukai hasil karyanya.


" Tentu saja aku menyukainya, apalagi gaun ini sama sekali tidak menggunakan korset ini memudahkan aku saat nanti berdansa di istana." ucapnya dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Laura yang mendengarnya hanya bisa tersenyum simpul melihat Lady tadi membayangkan berada di istana. Mungkin juga dia membayangkan dia akan berdansa dengan seorang Pangeran.


" Dia terlalu berharap seperti kisah dongeng saja." batin Laura sambil tersenyum.


" Baiklah Nona saya akan membayar sisa gaun kemarin, dan anda tenang saja saya akan merekomendasikan toko anda supaya semakin terkenal." ucapnya sambil tersenyum.


Laura yang mendengarnya kembali senang karena mungkin setelah ini dia akan mendapatkan lebih banyak pelanggan dan bisa membuatnya terkenal seperti dulu lagi.


" Saya mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati anda Lady." ucap Laura sambil sedikit menunduk kepalanya.


Lady tersebut yang mendengar ucapan terima kasih Laura tersenyum senang.


" Terima kasih kembali,semoga bayi di dalam kandungan mu sehat-sehat saja sampai melahirkan. Dimana suamimu?" tanya nya.


Memikirkan itu seketika wajah Laura langsung terlihat pucat. Membuat Lady tersebut yang melihatnya khawatir kemudian dia berusaha menyadarkan Laura.


" Apa anda baik-baik saja, sepertinya kau tampak tidak sehat?" tanya nya.


Membuat Laura langsung tersadar dari pikirannya dan menggelengkan kepalanya seolah mengatakan dia baik-baik saja. Lady tersebut yang melihatnya menggangguk kepalanya mengerti mungkin Nona ini tidak ingin memberi tahunya tentang siapa ayah bayinya.


" Mungkin saja Ayah bayinya sudah meninggal." batinnya yang berpikiran positif.


" Baiklah kalau begitu sepertinya aku harus pergi, sampai berjumpa lagi Nona." ucap Nya sambil meninggalkan toko.

__ADS_1


Laura yang melihatnya langsung bernafas lega setidaknya dirinya aman masih bisa pertahankan identitas nya.


" Huh....aku selamat." ucap Laura.


...****************...


Sedangkan di istana ruang aula terlihat ramai dengan perbincangan para bangsawan yang tiba-tiba saja mereka di panggil oleh Kaisar.


Tidak berapa lama setelahnya Kaisar Nathan datang dengan menggunakan pakaian Kaisar nya dengan jubah merah yang di sampirkan di sisi kiri bahunya dan mahkota di atas kepalanya. Dia duduk di Singgasana dengan gagahnya.


Semua para bangsawan langsung membungkuk hormat di hadapan Kaisar. Sampai sang Kaisar menyuruh mereka mengangkat kepalanya.


" Angkat kepala kalian." ucap Kaisar Nathan dengan dingin.


Membuat para bangsawan yang hadir langsung mengangkat kepala mereka. Kaisar Nathan berdiri dari atas Singgasana dan memandangi para bangsawan sebelum berbicara.


" SAYA MENGUMPULKAN KALIAN DI SINI DIKARENAKAN TERDAPAT DUA ORANG PENGHIANAT YANG TELAH MERUGIKAN KEKAISARAN, APA KALIAN INGIN TAHU SIAPA ORANGNYA?" ucap Nathan sambil bertanya kepada Para Bangsawan.


Sontak saja para bangsawan yang mendengar pertanyaan dari Kaisar Nathan menggelengkan kepala mereka. Karena mereka tidak tahu siapa orang tersebut.


Tapi satu yang pasti dipikiran mereka bahwa Kaisar Alardo Nathanio Carrington tidak akan memaafkan Penghianat itu.


Continue...

__ADS_1


__ADS_2