Transmigration Emperor'S Concubine

Transmigration Emperor'S Concubine
Gengsi Tinggi


__ADS_3

" Yang Mulia." semua pelayan dan Koki langsung membungkuk hormat di hadapan Kaisar Nathan.


Kaisar Nathan tidak mempedulikan keberadaan Pelayan dan Koki istana. Karena pandangannya tertuju kepada Laura yang sedang memandangi nya sambil mengendipkan matanya lucu.


" Sepertinya kau bersenang-senang di sini, Apa yang kau buat?" tanya Nathan sambil duduk di kursi samping Laura.


" Aku tadi membuat Sup jamur, Spaghetti,dan Tiramisu. Apa Nathan mau?" tanya Laura yang menawarkan masakannya kepada Kaisar Nathan.


Mereka yang berada di dapur langsung dibuat terkejut melihat kedekatan Kaisar dan salah satu Selirnya. Mengingat Sang Kaisar tidak pernah mempedulikan wanita selain Ratu Valerie. Tapi ternyata Kaisar sepertinya memiliki hubungan baik dengan Selir Laura. Apalagi mendengar bahwa Selir Laura memanggil Kaisar dengan embel nama.


Kaisar Nathan yang memandang masakan Laura dengan datar. Sebelum tangannya mengambil sepiring Spaghetti dan memasukkan nya ke dalam mulutnya.


Mata Kaisar Nathan seketika membulat ketika merasakan perpaduan saus tomat dan mie. Sebenarnya Kaisar Nathan tidak menyukai tomat. Tapi sepertinya masakan Laura bisa dijadikan pengecualian.


Melihat Kaisar Nathan memakan masakannya dengan lahap membuat tanpa sadar Laura tersenyum.


" Apa makanannya enak, Nathan?" tanya Laura sambil mendekatkan wajahnya di hadapan Kaisar Nathan.

__ADS_1


" Tidak." ucap Nathan yang sepertinya tidak mau mengakuinya sebelum kembali memakan masakan Laura.


Akhirnya mereka berdua makan malam di dapur tanpa mempedulikan seseorang yang sedang menunggu mereka berdua.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Ratu Valerie sedang makan malam di ruang makan sendirian. Sebenarnya ia sudah menunggu kedatangan Kaisar Nathan dan Selir Laura. Tetapi sayangnya kata seorang pelayan mereka berdua makan di dapur.


Membuat Ratu Valerie harus makan sendirian. Setelah itu Ratu Valerie memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.


Ketika berjalan di lorong tanpa sengaja pandangannya tertuju kepada sepasang manusia yang sedang bercanda di taman.


Kemudian Ratu Valerie memutuskan untuk mengumping pembicaraan mereka dengan cara menyembunyikan tubuhnya di dekat pilar yang berada di taman.


Ratu Valerie bisa mendengar suara tawa dari Selir Laura. Membuat Ratu Valerie bertanya-tanya mengapa Selir Laura tertawa.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan di taman istana Laura sedang meminta Kaisar Nathan untuk membakar jagung untuknya. Entah sepertinya baby nya ingin sekali mengerjai Ayahnya.


Setelah bujuk rayunya berhasil meluluhkan Kaisar Nathan untuk menuruti permintaan Ibu hamil itu.


Dan ternyata Kaisar Nathan sedikit kesulitan untuk membakar jagung hal itu membuat Laura melihatnya tertawa.


" Hahahaha.... anda begitu lucu Nathan" ucap Laura sambil tertawa lembut.


Melihat tawa Selir Laura membuat Kaisar Nathan tidak bisa memarahinya. Bahkan ia seperti memiliki ikatan kuat dengan calon anak yang di kandung Laura. Dia juga tidak keberatan untuk membuatkan jagung bakar keinginan Laura.


" Jangan banyak tertawa dan makanlah jagungnya." ucap Nathan sambil menyerahkan jagung ke Laura.


Laura dengan senang hati menerima jagung bakar pemberian Kaisar Nathan. Mereka menikmati malam dengan suasana sepi tidak seperti di ibu kota Kekaisaran yang sepertinya sedang ramai.


" Sepertinya mereka sedang bersuka cita menyambut festival Lampion, Apa anda tidak ingin ke sana Nathan." ucap Laura di sela-sela kunyahan.


Melihat cara makan Laura tidak membuat Kaisar Nathan risih melainkan merasa gemas. Karena pipi Laura yang gembul.

__ADS_1


" Tidak, karena Ratu Valerie....


Continue....


__ADS_2