
"Namaku Naomi Olivia senang berjumpa dengan mu." ucap Naomi sambil tersenyum senang.
Deg...
Entah mengapa melihat senyuman gadis kecil di depannya membuat jantung nya berdetak dengan kuat. Spontan Anak laki-laki itu memegang dadanya.
" Apa yang terjadi padaku, entah mengapa melihatnya tersenyum membuat jantung ku berdetak. Tapi sepertinya aku suka dengan debaran kali ini." batin nya.
" Hei...apa kau baik-baik saja?" tanya Naomi yang terheran-heran melihat Anak laki-laki itu menatapnya dengan intens.
Jujur saja hal itu membuat Naomi sedikit merasa tidak nyaman. Tapi sebagian hatinya ia merasa senang karena baru pertama kalinya ada seseorang yang memandangi nya dengan tatapan biasa. Tidak seperti kebanyakan orang yang menatapnya seperti dirinya memiliki dosa besar dan patut tidak boleh di dekati.
Padahal dia cuma seorang anak yang mengharapkan kasih sayang orang tuannya. Pernah sejak kecil ia bertanya-tanya dimana orang tua kandungnya. Apa mereka sama sekali tidak merindukannya.
Tanpa sadar memikirkan hal itu membuat Naomi meninttikan air matanya. Anak Laki-laki itu yang melihatnya dengan refleks menghapus jejak air mata Naomi.
Membuat Naomi yang melihatnya terpaku dan menatap mata merah itu dengan tatapan kagum.
__ADS_1
Anak laki-laki itu menyadari bahwa dia sedang di tatap oleh Gadis di depannya tanpa sadar tersenyum tipis. Ia merasa lucu melihat wajah Gadis kecil di hadapannya.
" Panggil aku Al dan kupastikan kita akan bertemu lagi, jadi." ucap nya yang bernama Al tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah gelang yang tersimpan di saku celananya.
Sebenarnya dia berniat memberikan gelang tersebut kepada Adiknya. Tapi sayangnya adiknya sudah pergi meninggalkannya dan juga dia sepertinya juga tertarik dengan Gadis kecil di hadapannya.
Sedangkan Naomi terharu melihat anak laki-laki yang baru saja bertemu memberikannya sebuah gelang yang cantik.
" Terima kasih Al, Naomi akan menjaganya selalu." ucap Naomi sambil tersenyum senang sambil memegang gelang yang terpasang cantik di tangannya.
Al yang mendengarnya merasa senang kemudian ia menarik Naomi ke dalam pelukannya.
" Iya..." ucap Naomi sambil merasakan pelukan hangat Al.
Sejak hari itu setiap harinya Naomi selalu menunggu Al di bawah pohon. Tapi sayangnya Naomi menunggu Al yang merupakan seseorang yang berarti dalam hidupnya tidak pernah menunjukkan wajah kembali.
Pas usia 17 tahun Naomi memutuskan untuk melupakan semuanya dan melanjutkan cita-cita nya sebagai Desainer.
__ADS_1
Flashback off....
Laura yang mengingat itu matanya seketika berkaca-kaca tidak lama kemudian ia pun menangis.
" HUAAA.... akhirnya kita bisa bertemu aku sudah hiks... menunggu mu....lama...tapi hiks mengapa kau tidak pernah menjemputku huaaa...." ucap Laura yang menangis sambil memeluk Kaisar Nathan.
Kaisar Nathan memeluk Laura dengan erat. Ia sama sekali tidak menduga bahwa firasatnya memang benar. Sejak awal memang Kaisar Nathan sudah merasa curiga dengan perubahan sifat Laura setelah kejadian tenggelam waktu itu. Sampai ia mulai menyadari bahwa Laura yang sama selalu berada di sisinya ternyata adalah seseorang yang merupakan cinta pertamanya Naomi Olivia.
Apalagi Laura dengan bodohnya memakai nama itu ketika kabur dari istana. Tentu saja Kaisar Nathan langsung menyadari hal itu. Apalagi kekuatan matanya yang bisa melihat dari kejauhan.
Kaisar Nathan melihat lagi Laura dan ternyata Wanita hamil itu sudah tertidur mungkin karena ia kelelahan karena menangis.
Kemudian Kaisar Nathan langsung menggendong Laura dan menaruhnya dengan perlahan di atas ranjang. Setelah itu Kaisar Nathan tiduran di samping Laura.
" Selamat tidur sayang cup..." ucap Nathan sambil mengecup dahi Laura.
Sebelum akhirnya Kaisar Nathan tidur di samping Laura sambil memeluk wanita itu.
__ADS_1
Continue...