
Selesai sarapan di penginapan Laura memutuskan untuk mencari sebuah toko untuk dibeli dengan diikuti pelayan setianya Mia.
Sampai pandangan Laura tertuju kepada sebuah toko dua tingkat dijual. Membuat dia tertarik akhirnya ia berjalan menuju ke arah ruko itu. Di sana ia melihat seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu toko.
" Permisi madam, apa anda pemilik toko ini?" tanya Laura yang menyapa dengan ramah.
Melihat seseorang atau lebih tepatnya dua orang menghampirinya, pandangannya meneleliti dari atas sampai bawah langsung tertuju kepada salah satu wanita yang sepertinya sedang keadaan mengandung saat ini.
" Iya saya pemilik toko ini apa anda tertarik untuk membelinya?" tanya nya ramah.
Laura yang mendengarnya senang karena dirinya tidak harus mencari pemilik toko itu.
" Iya, apa boleh saya melihat dalamnya?" tanya Laura yang ingin melihat dalam toko.
" Tentu anda boleh melihatnya kebetulan saya baru membereskan barang-barang." ucap sang pemilik sambil membuka pintu toko.
Ketika masuk Laura melihat sekeliling ruangan yang masih bersih mungkin karena toko ini sepertinya baru saja akan dikosongkan.
" Saya suka berapa koin yang harus dibayar?" tanya Laura yang sudah membuat keputusan.
__ADS_1
Sang pemilik yang mendengarnya merasa senang, akhirnya ada juga yang mau membeli tokonya mengingat dirinya harus membayar pengobatan anaknya yang sedang sakit.
" Tentu, silahkan kita akan membicarakan harganya." ucapnya sambil tersenyum.
Setelah melaksanakan transaksi akhirnya toko ini menjadi milik Laura. Mungkin saat ini ia harus membeli barang-barang untuk toko dan peralatan rumah tangga untuk lantai duanya.
" Apa kau senang Laura?" tanya Mia yang sedari tadi berdiam diri dibelakang Laura.
Laura yang masih melihat sekeliling ruangan langsung membalikan badannya dan memeluk Mia dengan erat.
" Aku sangat senang, akhirnya aku bisa mewujudkan mimpiku." ucap Laura dengan mata berbinar-binar.
Mendengar majikannya bahagia membuat Mia merasa syukur. Karena sudah saatnya Majikannya mencari kebahagiaan tanpa terbelenggu keluarga dan kekaisaran.
" Oke. Ayo Mia." ucap Laura sambil menarik tangan Mia dengan perlahan.
...****************...
Di istana Ratu Valerie sedang berjalan di lorong menuju ruang kerja Kaisar Nathan. Dia berjalan dengan anggun meskipun saat ini ia harus dibantu oleh kedua Pelayan untuk membantu nya berjalan. Tapi tetap saja semua pelayan yang melewatinya langsung membungkuk kepadanya. Membuat Ratu Valerie merasa senang mengingat dulu. Dirinya tidak dihormati saat masih tinggal di kediaman Duke.
__ADS_1
Tapi sekarang setelah membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi seorang Ratu yang dicintai Kaisar. Semua orang langsung menghormatinya termasuk orang-orang yang pernah menghinanya.
Sepanjang berjalan Ratu Valerie selalu tersenyum ramah dengan dibantu oleh kedua Pelayan nya. Sampai akhirnya Ratu Valerie tiba di depan pintu ruang kerjanya. Di sana Ratu Valerie melihat Axton yang sedang berdiri tegap, entah kenapa setiap bertemu dengan Ksatria itu membuat Ratu Valerie merasa jengkel. Tapi ia harus memasang wajah ramah nya supaya tidak ada satupun orang mengetahui sifat buruknya.
" Salam Ratu Valerie." ucap Axton sambil membungkuk hormat di hadapan Ratu Valerie.
" Senang berjumpa dengan mu Axton, apa di dalam ada Yang Mulia?" tanya Ratu Valerie dengan suara ramah.
" Ada Ratu, Tapi sayangnya beliau tidak ingin ada satupun orang yang mengunjunginya untuk beberapa hari." ucap Axton.
Ratu Valerie yang mendengarnya mengepalkan tangannya marah.
" PASTI KAISAR MENGIJINKAN SAYA MASUK, TIDAK MUNGKIN SEORANG RATU YANG DICINTAI NYA MELARANG MASUK KE RUANG KERJANYA. SEKARANG KAU BISA MINGGIR AGAR AKU BISA MASUK DAN MEMINTA KAISAR UNTUK MENGHUKUM MU." ucap Ratu Valerie sambil berteriak.
Axton sama sekali tidak mengijinkan Ratu Valerie masuk, sampai tiba-tiba saja pintu ruang kerja terbuka dan menampakkan Kaisar yang sedang berdiri dengan auranya yang kuat.
" Ratu, kau telah membuat masalah untuk hari ini." ucap Nathan dengan datar.
Deg...
__ADS_1
Ratu Valerie yang mendengarnya terpaku karena tidak biasanya Kaisar Nathan memandangi nya dengan datar dan dingin.
Continue...