Ugly Husband

Ugly Husband
Bab 11


__ADS_3

Pukul 01.30 dini Fera terbangun karena merasa perutnya lapar gara-gara kemarin merajuk sama suami kalau tidak ketemu sama mantan pacarnya bernama Hendra sok cakepan itu. Mungkin dia tidak akan bangun di jam begini.


Buka pintu kamar dan keluar lampu ruang tengah masih terang terus layar notebook masih menyala sementara sosok terbaring dalam keadaan terduduk karena kelelahan mengerjakan tugas kantor. Fera mendekati dimana suaminya tengah keadaan tertidur posisi terduduk. Kacamata masih menenteng di pangkal hidung mancung nya.


Dia (Fera) berjongkok kemudian mematikan notebook setelah itu merapikan berkas pekerjaan kantor suaminya. Dia tidak mengerti soal kantoran tapi dari yang dia lihat sedikit ada beberapa penjualan sajian makanan restoran berbeda - beda. Di cuek'an tidak mengerti nama restoran.


Setelah itu giliran dia mendekati suaminya yang tidur begitu pulas dari dekat memang terlihat beda oleh Fera sendiri perlahan ia tarik gagang kacamata yang melekat di hidungnya. Takut mengganggu tidurnya, sedikit lagi terlepas kacamata minus itu.


Chandra bergerak merasa ganjal ada wajahnya Fera terpaku diam suaminya bangun membuka matanya karena buram penglihatan tersebut.


"Maaf aku ketiduran, kau pasti lapar ya? biar aku buatkan makan malam untukmu," Chandra bangun dari posisi duduknya sementara Fera masih berjongkok diam.


Dia menyusul ke dapur dan duduk di meja makan menunggu suaminya menyiapkan makanana untuk istrinya. Fera masih menatap punggung lebar suaminya yang tinggi, tegap, dan pekerja keras. Ia mengingat kejadian siang kemarin sudah keterlaluan menyalahkan suami.


Chandra selesai membuat nasi goreng telur untuk istrinya, Chandra tentu menemani Fera menghabiskan masakannya.


"Kenapa? Apa rasanya tidak enak? Tidak suka sama telur setengah matang?" Chandra bertanya dari tadi nasi goreng buatannya tidak di sentuh sama sekali.


Ia semakin khawatir kalau istrinya sakit atau bagaimana, kata ibu mertua Fera mudah sakit mag atau asam lambung jikalau terlambat makan.

__ADS_1


"Apa lambungmu bermasalah?" Chandra kembali bertanya mengecek tubuh istrinya berjaga-jaga jika memang dia sakit.


"Maaf,"


Chandra diam sejenak mendengar istrinya mengatakan sesuatu. "Ya?" sahut Chandra


"Aku bilang 'Maaf'," ulangnya lagi lirik


"Maaf untuk apa? Kau tidak bersalah kok, justru aku yang minta maaf lupa bangunkan dirimu," ucapnya mengelus rambutnya panjang hitam itu di selipkan ke daun telinganya


"Maaf kalau aku suka marah-marah tanpa alasan jelas, kau marah atas kejadian siang kemarin? Aku-- tidak bermaksud--"


"Jangan menyalahkan diri sendiri, aku memang jelek kok, buktinya aku menikah dengan istri manja sepertimu tidak membuatnya jauh dariku. Asal dia bahagia aku ikut bahagia, di makan lagi sayang kalau dingin tidak enak rasanya," potong Chandra berbicara kedua pipi Fera sudah memerah soalnya itu jari suaminya mengusap rambut kepalanya.


"Hem ... sepertinya tidak jadi, soalnya aku sudah bilang--"


"Loh, kok nggak jadi! Katanya mereka kangen sama aku! Bagaimana sih jadi suami-- maaf," lupa lagi tadi sudah minta maaf sekarang mau salahkan suami lagi.


Chandra senyum tipis senang banget kalau istrinya mulai bersikap manis, kalau bisa pun setiap hari tapi ia bakal rindu keras kepalanya.

__ADS_1


"Pokoknya mereka harus datang ke rumah, terus nanti kau tidur di kamar. Nanti malah bilang aku jadi istri nggak becus rawat suami!" lanjut Fera mengomel mengangkat piring ke tempat cuci.


"Sini biar aku yang cuci, kau kembali tidur sana," Chandra mengusir istrinya


"Biar aku yang cuci! Ini kan piring kotor bekas aku makan." Fera ingin coba cuci piring sendiri


"Tidak apa-apa nanti tanganmu kas-ar!"


Prak!


Piring tergelincir di tangan kedua duanya. Fera hampir jatuh tak seimbang karena menabrak kaki suaminya, Chandra menangkap tubuhnya, posisi yang sempurna Chandra memeluk Fera, jarak mereka dekat sangat dekat malahan.


Tinggal beberapa senti saja bibir mereka menyatu bersamaan, dua mata Fera tidak dapat berkedip karena mata milik suaminya benar buat dirinya terhipnotis. Embusan napas milik Chandra mengenai wajah Fera.


Lama kelamaan sentuhan kenyal bibir Fera terasa tidak asing, dia memejam kedua matanya tidak salahnya merasakan sentuhan bibir dari suami sendiri walau membuat dia terganggu akan bulu tebal milik suaminya.


Lembut dan hangat setiap bibir milik Fera dan Chandra. Chandra tidak akan buru-buru melakukan hubungan suami istri sampai istrinya menyetujui, ini hanya ciuman perkenalan mereka berdua. Chandra tidak bisa menahan hasrat dari bibir manis istrinya.


Hanya lima menit ciuman hangat dari mereka berdua, Chandra menjauh dari wajahnya melepaskan sentuhan bibir itu. Fera membuka kedua matanya dan merasa aneh pada dirinya dan malu sendiri, Chandra melongarkan pelukan tubuh ramping itu.

__ADS_1


Fera memilih masuk ke kamar saking malunya tidak tertolong pipinya memerah. Dapat di lihat mata kepala sendiri Chandra menatap punggung rapuh istrinya menghilang dari balik daun pintu.


Di kamar Fera mendekati meja rias kemudian menyentuh bibirnya sendiri. Hangat, dan... Tidak mungkin aku... ini benar gila!


__ADS_2