Ugly Husband

Ugly Husband
Bab 45


__ADS_3

Sudah tidak terasa masa kehamilan Fera telah menuju tujuh bulan. Hari demi hari telah terlewati oleh pasangan pengantin ini. Derita demi derita selalu datang oleh suaminya. Permasalahan datang tanpa rencana selalu mendatanginya.


Suasana mood istrinya yang hamil bisa membuat hidupnya 85℅ menahan amarah kesabaran dan ujian setiap sikap yang membuat menahan rasa malu kantor, kafe atau pertemuan klien.


Ada saja tingkah laku aneh dari Fera, kadang Chandra sangat tidak peka dengan keadaan istrinya ini menginginkan apa, permintaan aneh selalu harus menahan cemburu setiap bertemu dengan teman-teman yang tidak jelas itu.


"Chan, coba kau pakai baju ini?  sepertinya bagus," ucap Fera berikan baju daster terusan kepada suaminya.


"Please, Fera. Jangan berulang lagi! Sedendam apa dirimu padaku? Apa kau tidak malu apabila aku memakai baju ini?" protes Chandra sudah habis kesabarannya.


"Jadi kau tidak sayang sama aku dan juga kandunganku?" tanya Fera mwnunjukkan wajah manja.


Chandra merasa seperti kelinci percobaan demi anak dan istri ia rela menuruti semua permintaan istrinya ini. Asal tidak mengancam yang aneh. Ia pun meraih baju terusan itu dan mulai memakaikannya. Fera benar ketawa sampai menggoyangkan kakinya betapa lucu melihat suaminya memakai baju terusan tidak lupa wajahnya yang tanpa berewok lagi di hias sedemikian rupa.


"Maaf, kau itu kenapa sih mau saja menuruti semua kata-kata ku? Seharusnya kau menolak terus, ya sudah lepas aku buatkan makan siang untukmu." ucap Fera menghapus air matanya karena tertawa terus.


"Tidak perlu, kau di sini saja, aku yang masak. Sepertinya nyaman pakai baju begini. Kau ingin makan apa? Biar aku masakan." kata Chandra memeluk istrinya dari belakang, Fera bangga punya suami yang dulu sering mengatainya jelek.


Sekarang dia pria yang ramah, sabar, dan tidak jelek. Fera semakin sayang dan cinta kepada suaminya meskipun sering buat dirinya kesal karena banyak para wanita gatal mencoba mendekati suaminya.


"Aku ingin makan nasi goreng bistik ayam buatanmu porsi jumbo. Oh ya makan siang, temani aku ke mal seperti nya aku ingin membeli beberapa pakaian untuk stok baby kita nanti. Terus sesuatu barang aku incar apa kau tidak keberatan?" jawab Fera melirik suaminya yang sedang menyiapkan bahan untuk di masak.


"Untuk apa keberatan, tubuh kau sudah berisi dua seberat apa pun aku sanggup menggendong mu," gombal Chandra


"Aku serius, keberatan tidak kalau aku membawa paran mantanku ke rumah ini?" Nah Fera mulai lagi.

__ADS_1


Chandra sudah memasang silet tajam arah istrinya tidak hanya itu saja benda tajam berada di tangannya, Fera tertawa merasa lucu jika melihat suaminya cemburu.


"Aku hanya bercanda, tentu aku tidak akan mengajak mereka karena bagiku mereka bukan siapa-siapa lagi. Hanya satu orang yaitu suamiku yang jelek dan berewok tak tertolong itu. Selalu sabar menemaniku, menuruti semua permintaan konyolku sehingga sekarang dia tidak lepas dengan baju terusan itu. Betapa bahagia nya aku bertemu dengan pria sepertimu dan menerima diriku apa adanya. Terima kasih suami jelek," ungkap Fera memuji dan benar terbukti dia telah jatuh hati kepada suaminya.


"Terima kasih juga sudah hadir dan menerima cintamu itu untukku, aku juga bahagia bisa bertemu denganmu yang keras kepala, egois, pemarah, cemburu dan semua doa dan ujian untuk kita membina nya. Apalagi aku sudah tidak sabar melihat wajah mungil di rumah ini," balas Chandra mengelus-elus pipi istrinya semakin hari berisi dan bulat itu.


****


"Chan, ini bagus tidak?" Fera bertanya mengangkat sebuah tas yang di incarnya.


"Chan ..."


Fera celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya pikiran Fera berkecamuk cabang-cabang hal negatif, tas yang ia pegang tadi harus di letakkan tempat semula. Ia pun keluar dari toko tas itu kemudian melanjutkan keberadaan suaminya.


Kemana lagi itu suami jelek, awas kalau tercyduk ngobrol sama wanita gatal tak cubit pantatnya tidak bisa duduk sekalian.


Fera melewati seluruh tempat mal itu mencari suaminya, toilet pria yang sedang buang air kecil di posisi berdiri terkejut tiba-tiba seorang wanita muncul. Ternyata tidak keberadaan suaminya. Bukan minta maaf kepada yang lain malah mengomel tidak jelas kepada para pria itu.


Keberadaan Chandra ada di basemen ia kelupaan membawa tas milik istrinya, jika terjadi apa-apa tidak buat Fera mengomel ini itu. Ponselnya bergetar Chandra merogoh saku celananya itu dan melihat  layar ponsel.


Istri manja menelepon...


"Ya sayang."


"Kau itu ada di mana sih?! Mau selingkuh ya!"

__ADS_1


Suara seberang di ponsel Chandra memekakkan telinganya, tepat di depannya seorang wanita berbadan dua tengah berdiri suaranya sangat jelas lantang banget membuat yang lewat perhatikan dirinya.


"Aku tadi di basemen sebentar ambil tasmu yang tertinggal," jawab Chandra melangkah kakinya mendekati di mana posisi istrinya.


Fera merasa suarany semakin dekat dan menoleh ke kiri, ia mendecik kesal melangkah tergesa-gesa.


Plak!


"Ngapain ke basemen? Coba cari wanita gatal?" Pertanyaan demi pertanyaan dari mulut Fera. Chandra mengelus bahunya pedas sedap pukulan seorang wanita hamil.


"Mana mungkin aku selingkuh yang ada nanti istriku menghabisiku," kata Chandra memasukkan ponsel ke saku celananya.


Mereka kembali ke toko tas di mana Fera mengincar barang itu. Chandra membuntuti istrinya dengan senantiasa. Namun para penjaga di toko tas ini tidak konsentrasi melayani pelanggan tersebut. Karena mereka mencuri pandangan melirik di sebelah wanita hamil itu yaitu Chandra. Chandra menenteng tas belanjaan istrinya berupa sepatu, perlengkapan bayi, roti, donat dan sebagainya.


"Mbak ini ada model lain? Soalnya permatanya hilang satu." Fera menanyakan kepada wanita di depannya.


Disayang sekali wanita itu tidak merespons pertanyaan dari Fera, merasa dicueki sama penjaga ini ia pun melirik wanita itu senyum-senyum kepada suaminya. Sedangkan Chandra membalikkan wajahnya ketempat lain. Dikarenakan Fera sudah memantau setiap sirklus kegatelan di toko ini.


"Maaf ya mbak itu mata tolong di jauhkan percuma juga lirik pria yang sudah beristri tidak ada untungnya mencuri pandangan secara diam-diam, di suruh kerja bukan melirik pria beristri jauhkan harga tidak bermoral itu!" ucap Fera mengomel dan membuat wanita yang bagian tas bermerek itu terpaku diam. Bukan karena apa sih, soalnya Chandra juga membalikkan wajah ke tempat lain.


Tidak hanya bertiga saja semua orang yang ada di toko ini mendapat tontonan gratis yaitu ciuman mesra dari wanita hamil tidak tahu malu itu. Tidak mengenal tempat selalu saja kecerobohan Fera membuat yang lain gagal paham. Chandra sudah di buat berapa kali malu depan umum begini. Memang dia cakep tanpa berewok walau sudah tumbuh kecil di wajahnya.


"Ingat usiamu masih muda jangan jadi wanita kegatelan, lihat lelaki mana pun percuma. Kalau hasil tidak sempurna, kau lirik suamiku boleh saja tapi harus tahu sikap dan harga diri. Dia sudah beristri sekarang aku bunting anaknya. Jadi wanita itu tidak perlu menilai wajah tampan cukup lihat sisi gelapnya. Aku kasih tahu kekau bahwa suamiku ini tidak sempurna masih ada pria lebih sempurna. Jadi jangan pernah melirik siapa pun. Sekarang aku mau beli ini ada model lain?" Fera panjang lebar menceramahi wanita SPG itu.


"Ada kok, mbak, sebentar ya!" jawab wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu pergi dan Fera melihat-lihat lagi, sedangkan Chandra mengekori istrinya para pelanggan lainnya fokus dengan pembelanjaan mereka. Anggap kejadian tadi itu hanya mencari sensasi heboh di Mal.


__ADS_2