Ugly Husband

Ugly Husband
Bab 46


__ADS_3

Pulang dari Mal muka Fera merengut terus Chandra membawa belanjaannya dari belakang mobil. Mendaratkan bokongnya ke atas sofa empuk itu si wanita hamil.


Chandra meletakkan belanjaan di atas meja kecil kemudian ke dapur membuat susu hamil untuk istri tercinta sekaligus buat makan malam. Fera membongkar semua belanjaannya sambil memakai seperti model.


"Ini minum susunya, nanti malam mau masak apa?" Chandra berikan susu kepada Fera terus mengelus perut yang sudah membulat itu sambil menciumnya.


Fera meminum susu sambil lihat tas yang ia beli tadi. Tidak sabaran ia memakainya untuk jalan-jalan sama teman-temannya nanti.


"Apa saja asal masuk semua, oh ya, aku boleh minta sesuatu tidak?" Setelah habis meminum susu hamilnya, Fera melirik suaminya masih manja dengan perut bulat Fera.


"Apa?" sahut Chandra bersanding di atas perut istrinya.


"Tolong belikan es kelapa muda dong! Aku pengen minum," ucapnya menatap kedua manik warna hitam milik suaminya.


"Sudah malam minum es kelapa muda? Nanti kau..."


"Mau beli apa tidak??"


"Iya iya aku beli, tunggu ya..." Chandra bergegas memakai jaket dan menyalakan mobilnya.


"Eit tunggu tidak jadi, kalau kau pergi sendiri pasti ada ular betina melirik mu. Pesan pakai go-food saja." ucap Fera kemudian.


Chandra pun menghela napas istrinya benar posesif banget sampai semua tidak boleh. Fera mulai memesan menggunakan aplikasi go-food berbagai macam makanan yang tersedia. Sambil menunggu pesanan online datang, Chandra mulai sesuatu dulu di dapur.


"Chan, besok kau pakai ini saja," ucap Fera menyerahkan jenggot palsu modelnya panjang.


Chandra melirik sangat seram itu bulu - bulu panjang kayak santa Claus. "Sejak kapan kau beli itu? Kok aku tidak lihat kau beli ini?" tanya Chandra


"Ada lah aku beli kau sendiri saja tidak tahu kemana," jawab Fera.


"Tidak perlu begini saja sudah cakep, nanti tumbuh sendiri brewoknya," protes Chandra rasanya ngilu lihat bulu siapa itu di jadikan jenggot palsu di wajahnya.

__ADS_1


"Pokoknya dipakai aku jamin tidak ada yang melirik dirimu, ganteng atau tidaknya kau itu sudah ada yang punya. Ini permintaan anakmu, makanya aku beli." titah Fera tanpa ada alasan lagi untuk Chandra memprotes permintaan aneh dari wanita hamil 7 bulan ini.


"Ke kantor juga?" Chandra memastikan lagi, melihat bulu panjang bagai rambut seseorang.


"Ya dong! Pokoknya kemana pun di pakai jangan sampai kau melepasnya. Kalau tidak kau akan dapat hukuman lebih berat dari ini!" ancam Fera kembali melanjutkan obrak-abrik barang tersebut.


Tidak berapa lama kemudian pesanan mereka dari go-food pun datang. Chandra berdiri dan mulai membuka pintu. Tapi sebelum mengambil pesanan itu, Fera sudah memasangkan jenggot itu ke wajah suaminya. Antara ingin ketawa harus di tahan kan ini benar keterlaluan bagi istri menyebalkan.



Ketika membuka pintu pengantar makanan itu terkejut melihat wajah menyeramkan. Chandra sih biasa saja, berikan lembaran uang kepadanya kemudian segera mungkin pengantar makanan dari go-food kabur tergesa-gesa. Chandra mengerut, sedangkan Fera berdiri senyum rasa jailnya melihat suami di takuti oleh orang lain.


"Kau ini, lihat dia pun sampai takut lihat jenggot kau pasangkan itu. Lepas saja, bisa-bisa aku seorang penjahat." tegur Chandra memperingatkan pada istrinya.


"Eit... tidak boleh, sudah aku katakan ini permintaan anakmu. Kalau kau lepas tidur di bawah, soalnya aku ingin lihat wajah tidur ketika kau memakai jenggot itu. Soalnya aku kangen dengan berewok mu." ucap Fera bermanja - manja dengan suami tercintanya.


"Jadi kau lebih suka aku berewok daripada sekarang?" Chandra bertanya tentu Fera mengangguk kepala sangat cepat.


"Baiklah kalau itu mau mu, apa sih tidak untukmu." Di cubit nya hidung mungil istrinya itu


Esok paginya hari biasanya, kegiatan tidak lain adalah kantor. Sekarang Fera sibuk mengikuti mengurus Kafe Madura sementara Chandra tetap di perusahaannya sendiri. Namun untuk hari ini seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan pengelolaan tas dan percetakan tersebut memperhatikan penampilan atasannya sedikit berbeda. Apakah atasannya itu salah memakai kostum.


"Kenapa kalian melihat saya seperti itu?" Chandra bertanya kepada para karyawan yang ikut berdiri di depan lift.


"Hari ini bapak terlihat berbeda, bapak tidak salah kostum kan?" jawab seorang wanita mungkin bagian divisi lain.


"Kostum? Memang kenapa dengan kostum penampilan saya, cukup unik bukan?" ucap Chandra santai padahal dalam hati ia tidak pernah melakukan permintaan aneh dari istrinya itu.


Flashback sebelum berangkat kerja...


Pada pukul 06.45 pagi, Fera bangun menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya. Kemudian Chandra baru saja selesai mandi. Setelah itu Fera masuk ke kamar dan melihat penampilan suaminya memang selalu memakai pakaian yang rapi dan tampan. Entah pikiran darimana membuat hal ini sangat gila banget untuk mengerjai suami jelek ini.

__ADS_1


"Ada apa?" Chandra bertanya soalnya istrinya ini sedikit aneh sejak hamil.


"Aku tidak suka kau pakai baju ini, terlalu norak bagiku!" jawab Fera melangkah ke lemari baju dan mencari pakaian yang cocok untuk suaminya.


"Loh, memang kenapa? Hari ini aku ada meeting," ucap Chandra masih memperhatikan istrinya obrak-abrik lemari baju.


"Pakai ini!" Fera berikan baju kaus kusam yang sedikit berlubang - lubang itu, terus celana panjang model kain berkoyak-koyak. 


"Kau..."


"Pakai! Aku cuma ingin tahu reaksi orang kantormu setelah kau memakai baju ini. Apa yang akan mereka lihat dan menilai dirimu! Aku tidak peduli karena aku rasa ini memang cocok sebab zaman sekarang tidak ada namanya lagi ketulusan hati!" potong istrinya, menunggu suaminya mengganti baju yang ia pilih.


Mau tak mau Chandra menuruti segala permintaan aneh itu, tapi boleh juga sih penampilannya walau terlihat gembel menurutnya.


Flashback berakhir...


"Aneh saja sih, Pak. Tapi cocok kok pakaian bapak, tidak ada norak. Tetap ganteng," ucap karyawannya.


Ting!


Suara lift berdenting tanda pintu memberikan penumpang lain untuk masuk. Ketika pintu lift terbuka dan sosok yang akan di jumpai oleh Chandra itu adalah seorang pengusaha yang baru saja buka di gedung miliknya. Sebuah restoran Chinese food, karena Chandra masih belum mengenal siapa pemilik restoran itu yang katanya terbaik di kota metropolitan ini.


Chandra baru saja akan menyapa pada seorang lelaki yang mungkin usia setara dengannya. Tetapi lelaki itu tidak mengenal siapa Chandra sebenarnya dan malah mengeluarkan suara tidak pantas untuk di dengar oleh Chandra sendiri.


"Kenapa ada pengemis disini? Kemana sekuritinya sampai kelalaian mengizinkan pengemis masuk tanpa memeriksa? Kalau barang kalian menghilang siapa yang bertanggung jawab?" ucap lelaki itu dengan suara lantang dan sok berkuasa di gedung ini.


Para karyawan ada di tempat ingin menjelaskan kepada lelaki ini bahwa pengemis ini adalah pemilik perusahaan pengelolaan tas dan percetakan. Tapi tetap saja lelaki ini tidak percaya kalau pengemis ini adalah Chandra. Karena ia lihat pemilik gedung tidak pernah berpenampilan seperti ini.


"Mana mungkin dia, Pak Chandra! Bisa saja dia memakai nama samaran agar terkecok dengan suasana! Sudah bahwa dia pergi dari sini, aku tidak ingin restoran ku tercium bau tidak sedap karena pengemis ini!" usir lelaki itu dengan gaya sombongnya.


"Siapa yang kau sebut pengemis!" Suara yang sangat tegas dan menantang sekali. Tentu dong suasana di gedung semakin ricuh.

__ADS_1


Lelaki itu baru akan melangkah pergi dari tempat gedung itu menoleh. Tapi hal itu sangat di kejutkan oleh semua orang.


Plak!


__ADS_2