Ugly Husband

Ugly Husband
Bab 17


__ADS_3

Di kamar Fera menyalakan lagu di ponselnya sendiri yaitu penyanyi terkenal di Indonesia dan buat orang terkagum karena suaranya Judika  judulnya Jikalau Kau Cinta.


Efek ia sedang galau karena melihat kemesraan suaminya bersama seorang wanita tidak ia kenal. Kadang ia kesal pada dirinya sendiri kenapa malah memilih kabur dari kantor suaminya. Malu rasanya kalau di ingat kembali.


Chandra baru saja sampai di rumah membawa rantang kosong bawa pulang tidak sempat ia makan karena makanan yang di bawa istrinya jatuh semua. Ia terharu kalau istrinya datang untuk kejutan membawa makan siang.


Saat masuk Hana - Ibunya menghampiri putranya. Penuh pertanyaan di otaknya ingin menanyakan beberapa hal tentang istrinya pulang dengan muka merengut dan penuh air mata di wajahnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Fera?" Hana mulai bertanya tidak biasanya menantu bersikap seperti itu walau Hana tidak tau sifat manjanya.


"Tidak ada masalah apa-apa, kok, Ma. Hanya salah pahaman saja!" jawab Chandra tenang meletakkan rantang di atas meja makan.


"Ma, sudah biarkan mereka selesaikan dengan kepala dingin. Jangan ikut campur, mungkin saja Fera hanya salah paham." potong Herman bersuara menghentikan kepo si istrinya - Hana.


Chandra masuk ke kamar mengintip sosok wanita tengah posisi menyamping dalam tidur sambil mendengar lagu ponselnya sendiri. Ia kembali menutup pintu pelan-pelan takut membangunkan istrinya yang lagi merajuk.


Ia melangkah pelan tanpa bersuara mendekati ranjang di mana istrinya sedang tertidur dengan wajah berantakan sekali, hidung merah, mata sembab. Di elus pipinya Fera mengernyit terasa aneh dia pun membuka matanya di temukan sosok lelaki tengah menatapnya nanar.


"Masih marah?" Chandra bertanya, Fera tidak beri jawaban memilih untuk membalikkan badan tempat lain.


"Jangan marah lagi, aku tidak akan meninggalkanmu, orang yang aku cintai itu adalah istriku yang sedang di ambang cemburu," ucap Chandra membuka bajunya untuk membersihkan diri.


Fera yang pura-pura tidur membuka kedua matanya dan mematikan ponsel miliknya itu. Ia tau kalau suaminya sedang menyindir dirinya.


Lima belas menit kemudian Chandra keluar kamar mandi pakaian lengkap aroma sabun tercium oleh indera pekat pada hidung Fera. Dia kembali tidak bisa melepaskan paras wajah suaminya itu.


"Masih marah, hem? Jangan di cemburukan, aku tidak akan tergoda sama wanita mana pun tanpa seizin istriku." ucap Chandra senyum mencubit hidung istrinya.

__ADS_1


"Siapa juga yang marah!" balas Fera malu banget kalau ia memang sedang cemburu.


"Kalau tidak marah kenapa di tutupi mukanya. Terima kasih kau mau mengantar makan siang untukku, soal tadi siang itu hanya kecelakaan. Yang kau lihat tadi rambut Ibu Kesya tersangkut sama kancing baju aku pakai. Mungkin kancingnya terlalu genit sampai mau menggigit rambutnya yang panjang itu. Saat aku mengejarmu bukannya menangkapmu malahan tanganku harus kembali terluka karena mencium aspal berpasir." Chandra menjelaskan kejadian sebenarnya sambil mengobati luka di telapak tangannya.


"Tapi, aku senang kalau istri manjaku ini cemburu hanya karena hal sepele, kalau bisa setiap hari agar aku bisa melihat wajah gemasmu itu." lanjut Chandra selesai mengobati lukanya sendiri.


Fera membuka selimut yang dari tadi ia tutup wajahnya. Kemudian melirik di mana tangan yang terluka itu karena pengejaran tadi.


"Maaf," tutur Fera bersuara pelan.


Chandra menoleh senyum dan mengusap rambut istrinya penuh cinta dan kasih sayang.


"Tidak apa-apa, aku sudah memaafkanmu, kok," ucapnya lembut.


"Maaf aku sudah prasangka buruk tadi siang, habisnya wanita itu genit masa pakai acara sangkut di kancing bajumu!" merengut Fera menunduk malunya kalau sudah manja begini.


"Ya sudah bajunya di buang saja, yang boleh sangkut bajunya cuma istriku, kalau dia tetap masih genit kita pecat saja ya, jangan ngambek lagi, jelek kalau ngambek begini." seru Chandra mengusap-usap bibir manis istrinya.


"Ayo cepat turun, kita makan malam," ucap Chandra turun dari ranjangnya.


Fera membuka matanya bergeming dia di kerjai oleh suaminya sendiri betapa malu bukan main.


Cup!


Kecupan satu detik oleh Chandra sebagai tanda cinta untuk istrinya. Fera berkedip-kedip turun untuk membalas suaminya yang mulai jail dirinya. Tapi ia senang sudah bisa menyesuaikan  diri menerima suami jeleknya itu. Ternyata selain sabar dan penyayang, Chandra juga memiliki sifat humoris yang tau hanyalah Fera - istrinya sendiri.


****

__ADS_1


Makan malam sekeluarga seperti biasa tanpa ada obrolan apa pun di meja makan.


"Besok Mama dan Papa akan kembali ke desa, kalian berdua baik-baiklah di sini. Jangan ada masalah buat hubungan kalian retak hanya karena salah pahaman. Ingat Fera, kamu sudah dewasa umurmu sudah matang seharusnya memikirkan cara merawat suami dan menjadi istri yang sebenarnya buang semua sifat egoismu dan juga kanak-kanakan. Suatu hari nanti kamu akan merasakan sesungguhnya menjadi orang tua untuk anak-anak mu nantinya. Tidak selamanya orang tua menasehatimu terus menerus, suamimu juga butuh dorongan semangat dari istri, hidup ini hanya sekali seumur hidup, pernikahan juga jagalah baik-baik jangan sampai terjadi hal sepele di permasalahkan menjadi besar. Tidak ada untungnya yang menjadi malu adalah sifat diri kita sendiri, mulai sekarang ubah dan intropeksi dirimu," kata Hana panjang lebar menasehati Fera.


Fera menurut diam hanya bisa menyimak semua kata-kata dari ibu mertuanya. Bukan karena rasa itu tidak ia Terima tapi malah ia merasa sadar semua benar harus mengubah semuanya.


Setelah selesai makan malam, Fera mengangkat piring kotor. Ia yang akan mencuci piring karena sudah patut menyesuaikan diri menjadi istri yang benar-benar nyata.


Chandra menemani Ayahnya untuk berdiskusi membahas bisnis kerja, sementara Hana membersihkan meja makan. Setelah selesai mencuci semua piring kotor. Tidak ada lagi yang ia kerjakan seperti biasa masuk ke kamar.


"Kamu atur saja sebagaimana bisa jalankan, jika bisa istrimu juga harus tau pekerjaan yang kamu kelola. Biar dia tau bekerja dari nol itu bagaimana," saran Herman berikan petunjuk untuk putranya.


"Aku usahakan, agar dia beradaptasi dengan orang-orang luar," jawab Chandra.


Hana berikan minuman untuk suaminya sementara Chandra kembali masuk ke kamar menemukan istrinya tengah asyik bermain ponsel milik suaminya.


"Main game apa, hem?" Chandra mendekati istrinya


Fera tidak sedang bermain game, tapi mengecek ponsel suaminya tidak ada salahnya mengetahui privasi suami kesehariannya.


"Ini siapa?" tanya Fera menunjukkan foto di galeri suaminya. Seorang wanita cantik sangat dekat dengan suaminya.


Chandra tidak menjawab mengambil ponselnya kemudian menghapus foto yang masih tersimpan itu. Fera memperhatikan setiap lembar suaminya menghapus foto di ponselnya.


"Kok di hapus semua! Aku belum siap me--" Chandra memilih membungkam mulut istrinya. Fera tidak melanjutkan kata-kata karena ciuman kali ini beda bukan suaminya sebenarnya.


"Ayo tidur, mimpi indah," Lepas dari ciuman panas tadi Chandra membaringkan tubuhnya membelakangi Fera. Fera masih terheran dengan sikap suaminya berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Takut salah paham lagi ia pun memilih untuk kembali tidur saling membelakangi. Chandra memutar badannya menatap punggung rapuh istrinya telah tertidur.


Maaf aku belum bisa menceritakan kepadamu. Tapi kau adalah cinta yang sesungguhnya.


__ADS_2