Ugly Husband

Ugly Husband
Bab 20


__ADS_3

Malam hari di terangi oleh sang rembulan yang besar dan bulat. Sepasang suami istri tengah memandang langit terang di depan jendela kamar mereka.


Chandra menyandarkan dagunya di atas kepala istrinya. Fera terus memeluk erat suaminya. Merasa bahagia telah menjadi milik seutuhnya.


"Kau tidak merasa lapar?" tanya Chandra mengecup rambut kepalanya berulang kali. Fera menggeleng kepala ia masih ingin posisi seperti ini. Memeluk suami penuh rasa cintanya.


"Ceritakan soal mantanmu." Fera mendongak kepalanya menatap suaminya.


"Masih penasaran soal kejadian tadi siang?" Fera mengangguk lalu bangun menjadi duduk di sampingnya dengan sandaran kepala di samping lehernya.


"Yang kau tumpahkan minuman itu adalah Shena Jenifer Winata. Dulu aku menjalin kisah cinta dengan selama dua tahun awalnya hubungan itu masih jarak jauh dengan kata lain LDR. Perjalan kisah cinta aku dan dia itu asal mula rukun saja, karena beberapa pekerjaan tidak bisa aku tinggalkan. Sebenarnya aku menyembunyikan identitasku kepadanya hanya mengetahui seberapa besar cinta dia kepadaku..."


Chandra mulai bercerita tentang kisah dirinya dengan mantan ada di foto galeri ponselnya. Fera menyimak setiap kata yang keluar dari suaminya ini.


"Kenapa kau tidak mengatakan sebenarnya bahwa kau itu memiliki segalanya?" Fera mulai memotong cerita suaminya.


"Dengarkan ceritaku, jangan kau potong mulu," seru Chandra gemas makin hari dengan sikap istrinya.


"Baiklah, lanjutkan aku akan sebagai pendengar yang baik," ucap Fera kembali posisi sandaran nya.


"Saat itu aku pulang dari dinas luar kota setelah menyelesaikan semua pekerjaan dengan permasalahan pajak dan surat-surat untuk mengirim barang -barang keluar negeri tersebut. Aku pun kembali pulang ke asal kota ini dan dengan matang - matang berikan kejutan kepadanya. Tapi yang aku dapatkan adalah cacian dari orang tuanya. Menghina diriku yang tidak memiliki apa pun. Memang aku sangat mencolok dengan penampilan. Rambut tidak pernah bermodel, kumis dan jenggot selalu saja di biarkan tanpa di cukur. Karena sudah rindu dengannya tidak sempat mencukur dan mengurus segala penampilan..."

__ADS_1


".... Dia datang menemuiku dengan satu kata yang sulit tidak bisa aku terima yaitu Putus. Kata " PUTUS" alasan tidak masuk akal bagiku, walau pun orang tuanya menginginkan putrinya bahagia segala materialistik. Tentu aku bisa melakukannya tapi setelah menikah. Hanya hubungan pacaran dan berikan segalanya percuma dan itu hanya untuk kesenangan diri sendiri. Sejak keputusan darinya meminta akhiri aku tidak bisa berbuat apa-apa mungkin dia memang bukan jodohku. Mungkin karena penampilanku yang jelek dan mencolok di mata orang tuanya terlihat tidak bisa membahagiakan putrinya, apa yang harus aku lakukan? Kawin lari? Tidak mungkin, karena itu tetap dampak kesalahan fatal."


Fera masih mendengar dengan sangat baik sehingga kedua matanya ingin kembali merapat.


"Terus,"


"Terus selama beberapa bulan kemudian menjalin sendiri dengan kesibukan pekerjaan kantor, kafe, semuanya dengan sendiri agar melupakannya. Tepat di bulan kelima Mama dan Papa memberitahukan  kepadaku bahwa mereka akan menjodohkanku dengan seorang putri dari sahabatnya. Awalnya aku tidak menanggapi dari cerita Mama bahwa putrinya ini tidak beda jauh dengan nasib yang aku jalani hanya saja sifatnya benar sangat keras kepala tidak suka di atur selalu berfoya-foya apalagi manja. Di perlihatkan fotonya kepadaku, aku mulai memikirkan tidak salahnya mencoba menerima perjodohan ini,"


"Ketika pertemuan di rumahnya ternyata di ceritakan oleh Mamaku memang benar. Putri dari sahabat mama benar sangat keras kepala, dari pandangan sisi gelap yang aku lihat sebenarnya penurut perlu di didik pelan-pelan. Entah karena perasaan apa ketika menikah dengannya rasa itu benar buat hasrat semakin dekat dan nyaman. Dan sejak itu pula aku melupakan semuanya kenangan pahit dari Shena dan mencoba mencintai istriku yang manja di ambang cemburu saat ini."


Selesai Chandra bercerita menunduk menatap istrinya tertidur sangat pulas dan tidak mendengar suara apa pun darinya. Tidak sadar oleh Chandra sendiri kalau cerita tentang mantannya seperti dogeng di dalam negeri.


Ia membaringkan kepalanya di atas bantal tidak lupa menyelimuti tubuhnya tanpa sehelai benang pun. Kecupan cinta untuk istrinya, ia pun ikut berbaring dan memeluknya.


Esok paginya Fera melebarkan kedua tangannya seluruh tubuhnya remuk mau patah rasanya. Di lirik jam ponselnya telah pukul sembilan pagi. Ia terperanjat kaget sudah waktunya jam kerja.


"Chan... bangun... Chandra... Bangun... Sudah terlambat! Kau tidak masuk kerja?" Fera mengguncangkan tubuh suaminya yang masih tertidur pulas itu.


Merasa tidak ada respon dari suaminya, ia pun segera turun dari ranjangnya. Terkejut kalau dirinya tidak memakai sehelai baju di tubuhnya.


"Mau kemana?" suara serak berat mengagetkan Fera.

__ADS_1


"Mau mandi, kau tidak lihat sekarang sudah jam sembilan lewat lima menit. Hari ini adalah waktu kerjaku, masa aku harus terlambat masuk tidak dapat gaji dari suami nantinya!" omel Fera.


"Terlambat juga tidak apa-apa, Kafe kan punyamu. Tidur lagi masuk siang saja," bisik Chandra manja membawa istrinya ikut Berbaring tidur kembali.


"Tidak bisa, Chan. Nanti rejeki kit--mmmpphffsst"


Chandra membungkam mulut cerewet istrinya ini, kalau pagi-pagi mengomel mulu ia butuh istirahat dan bermesraan dulu dengan istrinya yang manja ini. Kalau bisa isikan penghuni di rahimnya.


Fera tidak bisa apa-apa ciuman pagi dari suami buatnya memanas kembali. "Aahh... Chan..." Desahan lembut dari Fera membangkitkan semangat hasrat untuk lelaki brewok ini.


"Hmm..." lenguhnya masih mencumbu leher istrinya tapi jarinya masih memainkan bagian perut bawahnya.


"Aku mau man--di--aahh..." sulit Fera hindar suara desahan laknat bikin dirinya malu.


"Mandi sama-sama ya," Chandra membisik di telinga dengan gemas sambil menggigit pelan seakan bulu kecil miliknya mengenai daun telinga Fera sehingga ia menahan geli luar biasa.


"Aaahhh aahhh... Chan... geli..."


"Geli atau nikmat sih? Desahanmu manja banget," goda Chandra


"Iih apaan sih! Sudah dong!" di pukul dadanya pelan makin malu saja dibuatnya.

__ADS_1


Chandra gemas banget sama sikap malu istrinya. "Sudah lakukan semalaman masih juga malu... Makin cinta diriku tidak sabar aku dengar suara bayi di rumah ini!" serunya bangkit dari posisi tidur.


Fera terbengong dengan ucapan suaminya. Chandra keluar dari kamar mandi kemudian mendekati istrinya di angkat tubuh mungil itu yang masih bergeming. Tanpa ia sadar sekarang ia dan Chandra berada satu kamar mandi bersama.


__ADS_2