
Spesial Ekstra Part
Dua bulan telah berlalu dengan doa yang dipanjatkan oleh dua
pasang suami istri ini pun akhirnya diberi kesempatan untuk hamil lagi dari
keluarga kecilnya. Claudia akan mendapat adik baru dikandungan seorang wanita
berusia tiga puluh tahun itu. Dengan harapan dinanti pun membawa dunia semakin
berwarna.
Chandra baru saja pulang dari kantor kesibukan baginya tidak
membuat dua perempuan ada di rumah petak sederhana menunggu suara tawa dan
canda itu. Fera tidak merengek atau manja seperti pertama kali hamil anak
pertamanya.
Claudia lebih mengutamakan menjaga kondisi ibunya yang masih
sedang hamil muda masa proses tumbuhan pada perutnya. Bukan itu saja di rumah
sederhana ini kedua orang Fera dan Chandra pun ikut menginap untuk keramaian
agar Fera tidak mudah bosan.
"Aku pulang!" teriak Chandra sejak memiliki anak sikap
pria berewok itu semakin gemas berteriak seperti anak kecil.
Fera merasa syukur bahwa suaminya sangat menyayangi anak-anak
tidak pungkiri bahwa Claudia sangat dekat sekali dengannya. Walaupun dirinya
selalu dicueki dan diacuhkan oleh mereka berdua.
Chandra selalu membagi kasih untuk istri dan anak. Fera pun mendatangi suaminya dan meraih
tas kantor dari tangannya, sementara Chandra menggendong putri kecil yang
menggemaskan itu.
"Claudia, jangan buat papa kecapekan!" tegur Fera kepada
putrinya.
"Bagaimana keadaanmu, masih mual?" Sebaliknya Chandra
bertanya kesehatan istrinya.
"Sedikit, apa kamu sudah merasa lapar? Biar aku masak
sebentar," ucap Fera kemudian bertanya kepada Chandra.
”Tidak perlu, hari ini aku ingin mengajak Claudia dan kamu makan
di luar." Menolaknya dan sebaliknya dia mengajak keluarga kecil tersebut.
Fera menoleh dan mengernyit kedua alisnya walau wajah yang di
miliki nya masih tidak berubah masih cantik dan keras kepala, tetap tidak bisa
lepas adalah pria berewok itu.
"Kenapa tidak makan di rumah? Memang ada acara apa
diluar?" Fera mulai memikirkan hal negatif.
"Jangan prasangka buruk, kita sudah lama tidak makan diluar
sejak kehamilan Claudia. Dan aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu sekian
lama aku menahan agar semua tidak ada lagi salah paham di dalam keluarga kecil
kita nanti," ucap Chandra mengelus wajah istrinya.
__ADS_1
"Asyikk makan diluar! Nenek, Kakek, Papa ajak Claudia makan
di luar," teriak Claudia turun dari gendongan Chandra.
Chandra mendekati istrinya, sebenarnya wanita tiga puluh tahun itu
sudah melupakan kejadian lima tahun yang lalu tersebut tapi bagi Chandra itu
harus di selesaikan tidak ada lagi salah pahaman di antara mereka berdua.
"Tidak perlu diceritakan aku mengerti, anggap itu masa
lalumu. Kalau kamu ceritakan malah nanti luka itu semakin melebar," cicit
Fera pelan.
"Tapi aku sudah berjanji akan menceritakan kepadamu. Aku
tidak ingin karena hal ini kamu tertekan seperti kehamilan Claudia, dan setelah
itu pun ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Aku harap kamu menyukainya, jadi
jangan tunjukkan wajah sedih seperti itu kasihan adik di perut," terang
Chandra memegang wajah istrinya dan menatap lekat kedua mata hitam cokelat itu.
****
Pada akhirnya Chandra membawa Fera dan Claudia tempat pantai.
Pantai lestari adalah lokasi yang sejuk. Sekaligus makanan yang lezat diminati
oleh manusia lokal.
Fera senyum melihat putrinya mempunyai teman sebaya bermain
dengannya di sana sementara Chandra membawa minuman segar dan cemilan untuk
istrinya. Dibawah pohon sertai terik yang panas tidak membuat wanita hamil itu
mengeyel.
berbicara.
"Aku ingin menceritakan soal figur foto lima tahun yang lalu
permasalahan soal pertengkaran kita sebelumnya," lanjut Chandra mengupas
jeruk untuk istrinya.
"Terus?”
"Wanita yang ada di foto ketika masa kuliahku itu adalah
sahabat baikku, dia bernama angelica. Dia sama seperti kamu, memiliki sifat
yang keras dan baik namun manja hanya beda dari sifat itu adalah
kemandirian," Cerita Chandra
"Lalu,"
"Lalu, dia itu sudah pergi jauh, tidak akan kembali lagi.
Ketika hari kelulusan wisuda adalah foto terakhir sebagai
perpisahan darinya. Kejadian itu lebih kurang dia pergi selamanya membuat semua
orang shock akan dirinya. Dia meninggal saat untuk melanjutkan study di Jerman.
Dia mengalami kecelakaan tepat dimana mengatakan kepadaku "Terima
kasih," Padahal aku tidak tahu menahu walau pun ada luka ketika dia cepat
pergi meninggalkan kami semua," lanjut Chandra menceritakan di balik
wajahnya teringat wajah sahabatnya.
__ADS_1
"Jadi kamu sayang sama dia?" Fera bertanya tidak merasa
ada tergores dihatinya karena setiap luka masa lalu pasti akan kembali
berbekas.
"Ya, sayang. Tapi aku lebih sayang kamu. Karena kamu istriku
bukan dia. Maaf, kalau aku menyimpan semua darimu. Awalnya aku mengira kamu itu
angelica, tapi aku salah kamu bukan Angelica tapi Fera seorang wanita tanggung,
emosional, keras, dan manja," lirik Chandra sayup menatap wajah istrinya
yang berbeda.
"Benarkah? Jadi selama menikah kamu anggap aku itu Angelica?
Sahabat baik yang telah pergi itu?" Fera kembali mengulang pertanyaan itu.
Chandra mengangguk kepala tanpa sadar, "baiklah kalau begitu, CLAUDIA! AYO KITA
PULANG!" teriak Fera memanggil putrinya.
"Kamu mau kemana?" Chandra menahan istrinya angin pantai
mulai mengundang para pengunjung.
"Pulang! Katamu aku ini hanya bayangan Angelica! jadi untuk
apa aku disini, bukannya Fera itu nggak berarti untukmu?" jawabnya ketus.
"Bukan begitu, itu masa lalu sayang, kamu itu Fera yang aku
sayangi, cintai, kasihku, manjaku, kamu bukan bayangan Angelica, duduk dulu
jangan pulang.. Masih ada sesuatu yang lebih mengejutkan!" Chandra menahan
istrinya bersih kekeh untuk pulang dari tempat pantai itu.
Tapi Fera di kejutkan sesuatu dari seseorang, suaminya menunjukkan
sebuah kotak besar ya mungkin itu bukan kejadian seperti mimpi masa lalu.
"Maksudnya ini?"
"Hari ulang tahun pernikahan kita, dan putri kecil kita,
bagaimana kamu suka?" Chandra berikan tiket jalan-jalan ke Singapura.
"Yang benar?" Fera masih kurang yakin
"Benar," seru Chandra
"Berarti aku bisa bawa mantanku kan?" sorak Fera mulai
lagi
"Iya, boleh—eh bentar mantan? Maksud kamu?" Chandra
kembali sadar
"Iya mantan, aku boleh bawa mantanku ke Singapore kan?"
ulangnya lagi
Wajah Chandra berubah, "tidak boleh,"
"Kenapa? Adik mau ketemu mantan!"
Moment hubungan pernikahan mereka di dasarkan keharmonisan
berwarna Chandra menolak atas permintaan istrinya mengajak para mantan walau
kandungan dalam perut meminta untuk menemui mantan terindahnya tetap bagi
Chandra itu tidak efesien.
__ADS_1
[ SELESAI UNTUK SPESIAL PART ]
Untuk Cerita UGLY HUSBAND 2 Sedang Proses untuk mengetik ....Buat yang ingin baca bisa mampir di aplikasi orange wp. terima kasih :)