Ugly Husband

Ugly Husband
SPESIAL EXTRA PART


__ADS_3

Spesial Ekstra Part


Dua bulan telah berlalu dengan doa yang dipanjatkan oleh dua


pasang suami istri ini pun akhirnya diberi kesempatan untuk hamil lagi dari


keluarga kecilnya. Claudia akan mendapat adik baru dikandungan seorang wanita


berusia tiga puluh tahun itu. Dengan harapan dinanti pun membawa dunia semakin


berwarna.


Chandra baru saja pulang dari kantor kesibukan baginya tidak


membuat dua perempuan ada di rumah petak sederhana menunggu suara tawa dan


canda itu. Fera tidak merengek atau manja seperti pertama kali hamil anak


pertamanya.


Claudia lebih mengutamakan menjaga kondisi ibunya yang masih


sedang hamil muda masa proses tumbuhan pada perutnya. Bukan itu saja di rumah


sederhana ini kedua orang Fera dan Chandra pun ikut menginap untuk keramaian


agar Fera tidak mudah bosan.


"Aku pulang!" teriak Chandra sejak memiliki anak sikap


pria berewok itu semakin gemas berteriak seperti anak kecil.


Fera merasa syukur bahwa suaminya sangat menyayangi anak-anak


tidak pungkiri bahwa Claudia sangat dekat sekali dengannya. Walaupun dirinya


selalu dicueki dan diacuhkan oleh mereka berdua.


Chandra selalu membagi kasih untuk istri dan  anak. Fera pun mendatangi suaminya dan meraih


tas kantor dari tangannya, sementara Chandra menggendong putri kecil yang


menggemaskan itu.


"Claudia, jangan buat papa kecapekan!" tegur Fera kepada


putrinya.


"Bagaimana keadaanmu, masih mual?" Sebaliknya Chandra


bertanya kesehatan istrinya.


"Sedikit, apa kamu sudah merasa lapar? Biar aku masak


sebentar," ucap Fera kemudian bertanya kepada Chandra.


”Tidak perlu, hari ini aku ingin mengajak Claudia dan kamu makan


di luar." Menolaknya dan sebaliknya dia mengajak keluarga kecil tersebut.


Fera menoleh dan mengernyit kedua alisnya walau wajah yang di


miliki nya masih tidak berubah masih cantik dan keras kepala, tetap tidak bisa


lepas adalah pria berewok itu.


"Kenapa tidak makan di rumah? Memang ada acara apa


diluar?" Fera mulai memikirkan hal negatif.


"Jangan prasangka buruk, kita sudah lama tidak makan diluar


sejak kehamilan Claudia. Dan aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu sekian


lama aku menahan agar semua tidak ada lagi salah paham di dalam keluarga kecil


kita nanti," ucap Chandra mengelus wajah istrinya.

__ADS_1


"Asyikk makan diluar! Nenek, Kakek, Papa ajak Claudia makan


di luar," teriak Claudia turun dari gendongan Chandra.


Chandra mendekati istrinya, sebenarnya wanita tiga puluh tahun itu


sudah melupakan kejadian lima tahun yang lalu tersebut tapi bagi Chandra itu


harus di selesaikan tidak ada lagi salah pahaman di antara mereka berdua.


"Tidak perlu diceritakan aku mengerti, anggap itu masa


lalumu. Kalau kamu ceritakan malah nanti luka itu semakin melebar," cicit


Fera pelan.


"Tapi aku sudah berjanji akan menceritakan kepadamu. Aku


tidak ingin karena hal ini kamu tertekan seperti kehamilan Claudia, dan setelah


itu pun ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Aku harap kamu menyukainya, jadi


jangan tunjukkan wajah sedih seperti itu kasihan adik di perut," terang


Chandra memegang wajah istrinya dan menatap lekat kedua mata hitam cokelat itu.


****


Pada akhirnya Chandra membawa Fera dan Claudia tempat pantai.


Pantai lestari adalah lokasi yang sejuk. Sekaligus makanan yang lezat diminati


oleh manusia lokal.


Fera senyum melihat putrinya mempunyai teman sebaya bermain


dengannya di sana sementara Chandra membawa minuman segar dan cemilan untuk


istrinya. Dibawah pohon sertai terik yang panas tidak membuat wanita hamil itu


mengeyel.


berbicara.


"Aku ingin menceritakan soal figur foto lima tahun yang lalu


permasalahan soal pertengkaran kita sebelumnya," lanjut Chandra mengupas


jeruk untuk istrinya.


"Terus?”


"Wanita yang ada di foto ketika masa kuliahku itu adalah


sahabat baikku, dia bernama angelica. Dia sama seperti kamu, memiliki sifat


yang keras dan baik namun manja hanya beda dari sifat itu adalah


kemandirian," Cerita Chandra


"Lalu,"


"Lalu, dia itu sudah pergi jauh, tidak akan kembali lagi.


Ketika  hari  kelulusan wisuda adalah foto terakhir sebagai


perpisahan darinya. Kejadian itu lebih kurang dia pergi selamanya membuat semua


orang shock akan dirinya. Dia meninggal saat untuk melanjutkan study di Jerman.


Dia mengalami kecelakaan tepat dimana mengatakan kepadaku "Terima


kasih," Padahal aku tidak tahu menahu walau pun ada luka ketika dia cepat


pergi meninggalkan kami semua," lanjut Chandra menceritakan di balik


wajahnya teringat wajah sahabatnya.

__ADS_1


"Jadi kamu sayang sama dia?" Fera bertanya tidak merasa


ada tergores dihatinya karena setiap luka masa lalu pasti akan kembali


berbekas.


"Ya, sayang. Tapi aku lebih sayang kamu. Karena kamu istriku


bukan dia. Maaf, kalau aku menyimpan semua darimu. Awalnya aku mengira kamu itu


angelica, tapi aku salah kamu bukan Angelica tapi Fera seorang wanita tanggung,


emosional, keras, dan manja," lirik Chandra sayup menatap wajah istrinya


yang berbeda.


"Benarkah? Jadi selama menikah kamu anggap aku itu Angelica?


Sahabat baik yang telah pergi itu?" Fera kembali mengulang pertanyaan itu.


Chandra mengangguk kepala tanpa sadar,  "baiklah kalau begitu, CLAUDIA! AYO KITA


PULANG!" teriak Fera memanggil putrinya.


"Kamu mau kemana?" Chandra menahan istrinya angin pantai


mulai mengundang para pengunjung.


"Pulang! Katamu aku ini hanya bayangan Angelica! jadi untuk


apa aku disini, bukannya Fera itu nggak berarti  untukmu?" jawabnya ketus.


"Bukan begitu, itu masa lalu sayang, kamu itu Fera yang aku


sayangi, cintai, kasihku, manjaku, kamu bukan bayangan Angelica, duduk dulu


jangan pulang.. Masih ada sesuatu yang lebih mengejutkan!" Chandra menahan


istrinya bersih kekeh untuk pulang dari tempat pantai itu.


Tapi Fera di kejutkan sesuatu dari seseorang, suaminya menunjukkan


sebuah kotak besar ya mungkin itu bukan kejadian seperti mimpi masa lalu.


"Maksudnya ini?"


"Hari ulang tahun pernikahan kita, dan putri kecil kita,


bagaimana kamu suka?" Chandra berikan tiket jalan-jalan ke Singapura.


"Yang benar?" Fera masih kurang yakin


"Benar," seru Chandra


"Berarti aku bisa bawa mantanku kan?" sorak Fera mulai


lagi


"Iya, boleh—eh bentar mantan? Maksud kamu?" Chandra


kembali sadar


"Iya mantan, aku boleh bawa mantanku ke Singapore kan?"


ulangnya lagi


Wajah Chandra berubah, "tidak boleh,"


"Kenapa? Adik mau ketemu mantan!"


Moment hubungan pernikahan mereka di dasarkan keharmonisan


berwarna Chandra menolak atas permintaan istrinya mengajak para mantan walau


kandungan dalam perut meminta untuk menemui mantan terindahnya tetap bagi


Chandra itu tidak efesien.

__ADS_1


[ SELESAI UNTUK SPESIAL PART ]


Untuk Cerita UGLY HUSBAND 2 Sedang Proses untuk mengetik ....Buat yang ingin baca bisa mampir di aplikasi orange wp. terima kasih :)


__ADS_2