
Aku merasa seperti sedang diawasi, jumlahnya sangat banyak dan mungkin sekitar puluhan orang. Aku masih tidak tahu penyebab mereka mengawasi ku, tapi sepertinya mereka berniat untuk mencelakai ku.
Perjalanan ke kamarku sendiri untuk mengambil ponsel ternyata tidak bisa semulus yang aku kira. Sekarang aku akan diserang oleh puluhan orang ini yang sedang melihatku dari kejauhan.
Kupikir mereka hanya akan mengincar Fisa, tapi ternyata aku salah, mereka juga mengincar ku karena mereka tidak tahu batas kemampuan ku dan ingin mengujinya disini.
Setelahnya mereka akan mengancam Fisa untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan mungkin dia akan terpaksa melakukannya karena ingin menyelamatkanku.
Mungkin bagi sebagian orang akan merasa kalau ini adalah ide yang bagus, tapi kurasa ide ini sangat buruk karena mudah untuk ditebak.
Instingku mendadak aktif dengan sendirinya, seseorang mendekat ke arahku dan aku dapat dengan jelas merasakannya.
Aku hanya terpikir untuk mengikuti alur yang mereka buat dan menghancurkannya dari dalam, jadi aku sengaja berjalan ke tempat sepi dan mempermudah rencana mereka.
Tempat yang kudatangi adalah bagian belakang WC sekolah area kelas satu, tempat ini adalah tempat tersepi yang aku ketahui di sekolah. Lalu sesampainya disana aku langsung berpura-pura untuk buang air kecil dan keluar setelahnya.
Padahal ini baru sepersekian detik aku keluar dari ruangan ini, tapi sudah banyak orang yang mendatangi dan mengahadangku, saat kuhitung jumlahnya adalah 12 orang.
Mereka semua mendekat ke arahku, jadi aku hanya akan terus diam sampai memikirkan dan menganalisis kejadian ini dengan baik.
"Hei bung.. bermainlah dengan kami sebentar!"
Seseorang dari mereka mengajakku untuk bermain dengan mereka, sepertinya dia adalah pemimpin dari kumpulan orang ini.
"Aku sedang sibuk, tapi jika hanya sebentar.. boleh saja sesekali.. lagipula kalian pasti akan kalah!"
"Hahaha.. seberapa jauh kau meremehkan kami? Bocah kecil?!"
Aku ingin membuat mereka emosi tapi hal itu tidak bisa dilakukan karena mereka semua sudah meremehkan ku, apalagi saat ini mereka juga sedang menang jumlah.
Dua belas orang melawan satu orang, semuanya akan berpikir kalau lebih banyak memiliki jumlah orang akan diuntungkan, tapi serangan mereka belum tentu tepat sasaran karena mereka bisa saja menyerang teman mereka sendiri, aku hanya bisa memanfaatkan momen ini jika mereka berniat mencelakai ku.
Dari awal sudah jelas kalau mereka ingin berkelahi denganku, jadi aku harus membuat mereka semua kalah lalu kembali ke tujuan awalku yaitu mengambil ponsel dan mendatangi Fisa.
Sebenarnya aku bisa saja berlari dengan sangat kencang sekarang untuk menghindari mereka, namun itu sama saja seperti lari dari masalah, masalah itu akan terus datang dan terulang jika aku terus lari darinya.
Posisiku sangat tidak diuntungkan sekarang, jika aku melawan dan membuat mereka terluka, maka pengurangan poin akan terjadi. Dan jika aku diam saja dan tidak melawan, maka Fisa akan sangat khawatir dan aku tidak ingin melihatnya seperti itu, kuharap dia juga tidak mengetahui kejadian ini sekarang.
"Apa yang kalian inginkan?"
"Jika kau ingin selamat, maka berikan 800 poin kepada kami! Kalau menolak, kau tahu sendiri akibatnya kan.. bocah kecil?!"
"800 poin terlalu besar, bagaimana jika 8 poin?"
"Jangan bercanda!! 800 ya 800! Tidak ada tawar menawar disini!"
"Begitu ya.."
"Sial.. ekspresimu yang datar itu membuatku kesal! Oi kalian.. Serang dia!"
__ADS_1
Pemimpin kawanan ini mendadak marah dan menyuruh mereka untuk segera menyerangku, tapi aku sudah menduga hal ini dan mereka memang menyerang secara bersamaan.
Untuk sekarang ini adalah pertarungan sebelas orang melawan satu orang, sedangkan sang pemimpin hanya diam saja mengamati kejadian ini.
Tidak ada yang perlu dilakukan, aku hanya akan diam tanpa perlawanan dan membiarkan mereka memukuliku beberapa kali sebelum aku melawan balik.
"Ugh!"
Serangannya terlalu mononton, dia melayangkan tangannya ke mukaku dan aku hanya membiarkannya untuk sementara.
"Uh....!"
Kali ini mereka menendang perutku beberapa kali hingga membuatku jatuh tersungkur ke tanah, memang terasa sakit tapi ini tidak seberapa.
Setelah aku tersungkur, mereka semua menendangku dengan keras menggunakan kaki mereka.
Semuanya diam termasuk diriku sendiri, tapi mereka semua terlihat sedang menikmati aksi bully yang mereka lakukan.
Sudah sekitar beberapa menit mereka menginjakku dan akhirnya mereka sudah puas melakukannya, lalu mereka berhenti setelahnya.
Diserang secara bertubi-tubi tanpa melawan memang menyakitkan bagi sebagian orang, tapi hal ini tidak berlaku pada diriku, aku hanya merasakan sakit secara singkat lalu rasa sakit itu akan hilang perlahan.
Setelah mereka berhenti menyerang, aku sudah tidak merasakan sakit lagi, tapi tetap saja bekas pukulan dan tendangan mereka masih berbekas di tubuhku.
Mungkin tindakanku ini akan membuat Fisa khawatir, tapi aku tidak mempunyai pilihan lain, lagipula aku sudah merasa bersalah karena meninggalkannya sendirian, jadi aku sudah menuai apa yang kutanam.
"Ahh.. sakit sekali, tolong hentikan!"
Aku sengaja berpura-pura kesakitan dan mengikuti alur yang mereka buat.
"Bayar 800 poin maka akan kulepaskan kau untuk kali ini!"
"Tolong hentikan!"
"Berikan kami 800 poin..!"
Mereka masih bersikeras memintaku untuk memberikan 800 poin, mungkin ini sekarang saatnya untuk memberi mereka sedikit pelajaran. Aku tidak perlu menghajar mereka satu persatu, tapi aku hanya cukup memukul satu orang hingga pingsan.
Orang yang ingin kupukul adalah seorang pemimpin dari kawanan ini, dari yang kulihat sudah jelas kalau dia adalah orang terkuat diantara semuanya, badannya lebih besar dan jauh lebih kuat dibandingkan yang lain.
Jika aku bisa membuatnya kalah dengan telak, maka bawahan ini akan lari tanpa arah karena pemimpin mereka sudah tidak berdaya.
Hanya ada satu orang kuat disini yaitu sang pemimpin, sedangkan sisanya terasa sangat lemah dan itu dapat terlihat dari pergerakan dan cara menyerangnya.
Jadi rencanaku sekarang sangat sederhana, aku hanya perlu memukul bagian ulu hati sang pemimpin kawan ini dengan sangat keras. Aku harus sedikit serius untuk menambah kekuatan pukulan ku, karena jika aku menahan diri dia pasti tidak akan tumbang.
"Tertawalah sebelum masuk alam mimpi!"
Dengan cepat aku berlari ke arah sang pemimpin melewati bawahannya sambil mengayunkan tangan kananku ke bagian ulu hatinya.
__ADS_1
Tentu saja beberapa dari mereka tidak bisa mengimbangi kecepatan ku dan pada akhirnya mereka hanya menyaksikan diriku yang berlari ke arah pimpinan mereka.
"Bukkk!!!"
"Aghh..!"
Dia langsung tumbang bahkan tersungkur ke tanah secara tiba-tiba setelah aku memukulnya. Dan tak lama kemudian dia jatuh pingsan.
Aku sudah tidak peduli lagi dengan pengurangan poin, karena apa yang kulakukan dari awal memang sudah salah, jadi aku hanya perlu menjadi lebih baik secara perlahan.
Mereka juga bersalah karena sudah membuatku babak belur, begitupun denganku, aku juga salah karena membuat seseorang jatuh tak sadarkan diri.
Tapi aku sedikit kecewa disini, ternyata dia tidak sekuat yang aku kira, bahkan tidak memberikan perlawanan sama sekali.
Melihat pemimpin mereka jatuh pingsan dan tersungkur di tanah, mereka semua terlihat terkejut dan tidak mempercayai apa yang mereka lihat.
"Rahasiakan kejadian ini kalau kalian tidak ingin menjadi seperti dia! Aku juga akan merahasiakan kejadian ini.. jadi anggap saja ini tidak pernah terjadi!"
Aku memperingatkan mereka untuk merahasiakan kejadian yang terjadi ini dan sedikit mengancamnya, tujuannya agar masalah ini mereda untuk sementara.
"Lari saja.. dia terlalu kuat!!"
"Bahkan dia bisa membuat Owwen pingsan dalam satu pukulan! Larilah kalian!"
"Lari.. monster mengerikan ada disini!"
Mereka semua langsung berlari meninggalkan ku sambil membawa pimpinan yang kudengar bernama Owwen ini bersamanya.
Namun masalah belum berakhir, kejadian seperti ini mungkin saja akan terulang. Aku sendiri tidak masalah dengan ini, tapi aku hanya tidak ingin Fisa menjadi khawatir. Yang ingin kulakukan untuk sekarang adalah membuat mereka melupakan Fisa dan berpaling kepada ku.
Seragamku sangat kotor karena ulah mereka, tapi untuk sekarang aku hanya akan membersihkannya sedikit lalu mengambil ponselku di kamar.
Walaupun aku tidak merasakan sakit, tapi tubuhku tetap saja terluka dan ini pasti akan membuatnya khawatir, aku juga tidak bisa menutupinya jadi sekarang aku harus memberitahunya tentang kejadian ini.
Sekarang aku sudah berada di kamarku dan menemukan ponsel di bagian bawah bantal, mungkin karena inilah aku bisa melupakannya. Aku lalu membuka ponselku dan mengirimi Fisa pesan setelahnya.
Fisa, maaf lama! Tapi bisa kau temui aku sekarang?
Tidak lama kemudian Fisa membalas pesanku, sepertinya dia terus menggunakan ponselnya dan bisa menjawab pesanku dengan sangat cepat.
Astaga! Apa kau baik-baik saja? Bagaimana kondisimu sekarang? Aku sangat khawatir😭
Aku akan memberitahukannya saat kita bertemu nanti, jadi sekarang bisa temui aku di taman?
Ya, aku akan segera kesana!
Aku sendiri tidak tahu kenapa dia terlihat sangat khawatir, padahal aku belum menceritakan tentang apapun.
Ini membuatku curiga apakah seseorang di kelasku yang merencanakan hal ini, tapi kurasa dia boleh juga karena hampir membuatku serius.
__ADS_1