
Rasanya sakit sekali, baru kali ini aku merasakan rasa sakit yang benar-benar menyakitkan.
"Uhh.."
"Satomi, kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?"
Aku terbangun setelah pingsan karena mengalami sakit kepala yang luar biasa sakitnya, lalu aku melihat Elaina yang sangat khawatir padaku, dia bahkan memegang tangan kiri ku dengan kedua tangannya.
"Kurasa aku baik-baik saja, tapi apa yang terjadi? Dimana aku sekarang?"
"Kau berada di UKS sekarang, maaf Satomi.. aku membuatmu mengingat masa lalu yang menyakitkan itu!"
"Tidak masalah, sekarang aku akan pergi dan menemui Fisa"
"Tunggu! Apa kau yang sekarang.. sedang merasa kesepian?"
"Apa maksudmu?"
Saat hendak bangun dari kasur, Elaina mendadak memberikan pertanyaan yang membuatku bingung.
"Kau memang punya pacar, tapi kurasa kau tidak serius untuk berpacaran dengannya"
"Kau tidak tahu apapun.. aku pergi!"
"Aku sudah tahu tentang perasaanmu saat di perpustakaan, ternyata setelah kupikir-pikir.. kau hanya menganggap Fisa teman bukan? Rasa kosong, itu adalah perasaan ketika kau takut kehilangan teman pertama mu!"
"Aku tidak mengerti maksud perkataanmu, tapi aku mencintainya dan itu sudah jelas!"
"Yayaya.. awalnya memang seperti itu, untuk sekarang jalani saja kehidupan bersama teman yang kau anggap pacar itu!"
Aku harus sabar menanggapi Elaina yang seperti ini, karena perkataannya ada benarnya juga, pada akhirnya aku tidak mencintai Fisa lagi setelah berpacaran dengannya kurang lebih dua Minggu.
Penyebabnya sudah jelas, itu karena aku kembali mengingat beberapa masa lalu yang kulupakan. Aku pernah mengatakan kalau aku akan menikahi gadis berambut perak yang telah menolong dan tersenyum padaku saat itu.
Untuk sekarang aku tidak bisa mencintai Elaina, karena aku perlu memastikan perasaanku sekali lagi. Dan pada akhirnya, semuanya akan dimulai dari nol lagi.
"Elaina, berapa lama kau mencari ku? Kita bertemu secara tidak sengaja lagi disini.."
"Mungkin aku mulai penasaran denganmu ketika berumur 9 tahun, ya.. kau menyelamatkan ku saat itu!"
"Bagaimana jika kau salah orang?"
"Setelah beberapa cerita yang sangat mirip, kau masih mengira salah orang? Apa kau bodoh?"
"Elaina.. aku benci mengatakannya, tapi.. kau adalah cinta pertamaku, aku sangat tertolong pada saat itu dan pada akhirnya aku tanpa pikir panjang berteriak kalau aku akan menikahi dirimu saat kau sudah pergi sangat jauh"
Aku terpaksa jujur padanya untuk meningkatkan kepercayaannya, lagipula dari perkataan yang kudengar dari Elaina, aku sudah dianggap pembohong kelas kakap olehnya, jadi aku akan terus berusaha untuk jujur padanya.
"Apa-apaan itu? Ringan sekali kau mengatakannya!"
"Tapi.. aku jujur akan perasaanku dulu, aku yang sekarang ingin berterimakasih dengan benar padamu!"
"Huh.. sekarang kau sudah berpacaran dengan Fisa, ini salahku.. aku tidak menyadarinya saat di perpustakaan kemarin!"
Wajah Elaina memerah bahkan sampai mengisi bagian pipi, dahi dan telinganya juga. Aku yakin dia cukup malu untuk mengatakan hal itu, dan mungkin dia juga kesal.
Sekarang aku masih bingung dan penuh dilema dengan dua gadis, antara cinta pertama dan cinta baru.. mana yang harus kupilih, sekarang aku masih bingung untuk menjawab pertanyaan itu.
"Elaina, bagaimanapun kau memang cinta pertamaku.. tapi aku yang sekarang telah berpacaran dengan Fisa"
"Ya.. aku tahu itu! Sekarang pergilah!"
Ternyata dia lebih menunjukkan ekspresi kesal daripada malu, bahkan dia mengusirku tanpa ragu untuk keluar dari UKS.
"Terima kasih sudah menolongku saat itu, Elaina.. aku sangat tertolong!"
__ADS_1
Saat aku sedang berterimakasih padanya, gadis ini mendadak menundukkan dirinya.
"Ada apa.. Elaina?"
"Hiks.. hiks.. hiks.."
Dia menangis, ini membuatku bingung harus bertindak seperti apa.
"Kau.. jahat sekali sudah membuat seseorang.. menunggu selama beberapa tahun, dan sekarang kau.. sudah berpacaran dengan orang lain! Aku kesal.. dan juga sedih! Hiks.. hiks.."
Dia berbicara sambil menangis terisak-isak. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa sekarang, aku memang orang yang sangat buruk hingga membuat Elaina menangis.
"Aku akan jujur sekarang, lebih baik tunjukkan rambut perakmu yang indah itu.. aku ingin melihat warna rambut alami mu!"
"Hiks.. percuma saja, kau akan terus bersama Fisa bukan?"
"Dengar Elaina.. sesuai perkataanmu, aku yang sekarang tidak mencintai siapapun lagi"
"Tidak mencintai siapapun, itu hanya aku kan? Kau akan terus bermesraan dengan Fisa, kau sudah berciuman sangat banyak dengannya! Aku kesal dan sangat cemburu akan hal itu!"
Aku mengerti sekarang, perkataan orang yang pernah ku temui sehabis dari perpustakaan, dan dia juga pelaku dari orang yang melempar buku pada Elaina.
Elaina mendekati banyak lelaki untuk mencari diriku dan kurasa dia hampir menyerah hingga sempat berjanji pada lelaki itu kalau dia akan selalu bersama dengannya.
Tapi keadaan sekarang sudah berbeda, dia sudah bertemu denganku dan aku jadi penasaran tentang tindakan Elaina selanjutnya.
Dia berhenti menangis dan terlihat lebih tenang sekarang.
"Elaina.. jika aku putus dengan Fisa, apa kau masih mau menerimaku?"
"Jawab dulu dengan jujur, apa yang kau sukai dariku?"
"Aku menyukai rambut panjangmu yang lebat itu, aku ingin terus membelainya.. ditambah lagi jika itu berwarna perak yang sangat indah"
"Satomi, apa kau memiliki fetish rambut?"
"Kurasa tidak.. karena itu masih termasuk dalam tipe seperti tinggi badan, bentuk hidung dan lain sebagainya. Bukankah itu sama?"
"Apa kau.. tidak menyukai rambut pirang ku ini?"
"Aku tidak membencinya, tapi aku lebih menyukai jika kau memakai warna yang lebih alami!"
"Kalau begitu pertanyaan terakhir, jauh dari dalam hatimu.. apa kau masih mencintaiku?"
"Aku tidak tahu, tapi jika kau menyuruh untuk menjawab dengan jelas.. maka jawabannya adalah ya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk cinta pertamaku.."
"Siapa yang kau pilih diantara aku dan Fisa?"
Aku ingin menjawab tidak tahu dan sedang bingung sekarang, tapi aku yang sudah mengingat tentang Elaina beberapa tahun lalu, dia pasti selalu ingin aku memberikan jawaban yang pasti.
Aku bukan tidak memiliki pilihan lain lagi, ini memang keinginan dari hatiku yang terdalam. Dari awal aku ingin segera melupakan seorang gadis yang telah menolongku dulu, jadi aku mencoba untuk mendekati Lina dan hasilnya, dia malah membenciku.
Setelahnya Fisa datang dan memberitahukan banyak hal padaku, aku memang harus berterimakasih padanya karena telah membuat kehidupan sekolahku jadi lebih ringan, kupikir aku mencintainya secara tulus. Tapi setelah mengetahui kalau gadis yang ingin kulupakan berada disini, hatiku mendadak berpindah pada Elaina.
Fisa adalah orang kedua yang bisa membuat diriku serius, namun Elaina adalah orang pertama yang melakukannya. Saat dia diserang beruang, aku sudah mengingat kalau aku mendorongnya hingga terjatuh berbaring di rerumputan. Setelah memastikan kalau dia sudah terhindar dari tatapan beruang, aku yang sangat lemah dulu langsung serius maju menghadapinya.
Pada akhirnya aku tetap kalah dan membuat diriku sendiri terluka, bahkan aku membuat Elaina menangis dengan sangat keras, tapi karena tangisannya, ada sekelompok pemburu yang menyelamatkan kami dan beruang itupun langsung kabur.
Lalu aku dibawa oleh beberapa pemburu itu ke rumah sakit terdekat dan beruntung, aku tidak mengalami luka dalam, tapi bekas cakaran beruang itu akan terus berbekas di perutku.
Momen itu adalah saat pertama kali aku sangat serius dalam menghadapi sesuatu, dari dalam diriku mengatakan kalau aku harus melindunginya.
Sekarang aku harus bisa memilih antara Elaina atau Fisa.
"Sebelum ku jawab, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu!"
__ADS_1
"Apa itu?"
Aku langsung melepas baju yang kupakai dan memperlihatkan luka di perutku ini.
"Luka itu.. penyebabnya karena aku bukan?"
Elaina langsung melihat luka cakaran di tubuhku dengan serius dan tatapan yang tajam.
"Kalau kau sudah tahu, maka kau harus bertanggung jawab!"
"Apa maksudmu?"
"Teruslah bersamaku dari sekarang!"
"Aku mengerti, ya.. aku akan bertanggung jawab dengan senang hati! Mulai sekarang, kau harus bisa menjagaku dengan baik!"
"Tentu saja, Elaina.. pada akhirnya aku hanya mencintaimu seorang!"
"Aku akan mencoba untuk mempercayaimu kali ini, tapi bagaimana dengan Fisa? Apa kau akan putus dengannya?"
Jawabannya sudah jelas, aku masih penasaran dengan masa lalu ku sendiri dan memutuskan untuk memilih Elaina. Walaupun berbeda kelas, kami tetap bisa berhubungan seperti biasa.
"Ya.. aku akan mengajaknya putus siang ini!"
Dari dulu aku memang tidak terlalu peduli dengan perasaan orang lain, bahkan hingga sekarang. Aku juga tidak peduli lagi dengan perasaan Fisa dan yang terpenting, Elaina akan menjadi patokan untuk mengetahui masa lalu ku.
"Meragukan, kau perlu membuktikannya!"
"Tunggu saja siang nanti!"
"Tidak, aku ingin sekarang!"
Aku tidak mengerti maksudnya, tapi kurasa dia ingin aku melakukan hal yang pernah kulakukan pada Fisa.
"Kalau begitu.."
"Emmnn!!"
Aku langsung mendekatkan bibirku padanya sambil memegang bagian dagunya dengan tangan kiri ku. Berbeda dengan Fisa, Elaina masih terlihat melakukan penolakan terhadap tindakan yang mendadak ini.
"Sudah lepaskan! Kenapa kau mencium ku secara tiba-tiba? Aku jadi terkejut karenanya!"
Kami hanya berciuman selama beberapa detik dan setelahnya Elaina merasa malu karena tindakanku, tapi aku tidak akan meminta maaf padanya.
"Jadi, kau ingin aku membuktikan apa?"
"Itu.. tidak perlu lagi, karena.. ciuman tadi sudah cukup"
"Begitu ya.."
"Sekarang, pakai bajumu! Aku masih sangat khawatir dengan keadaanmu!"
"Yayaya.. aku akan melakukannya!"
"Jangan meniru gaya bicaraku!"
Begitulah obrolan yang panjang di dalam UKS berakhir, sekarang aku langsung memakai baju dan pergi keluar meninggalkan Elaina, tapi sebelum keluar.. aku akan memberitahu sesuatu pada Elaina.
"Untuk sekarang.. kita harus berhubungan secara diam-diam, lagipula kebanyakan orang sudah tahu hubunganku dengan Fisa. Dan yang terakhir, jangan ganggu aku untuk sekarang!"
Selesai mengatakannya, aku langsung keluar.
Ini semua kulakukan agar tidak ada orang yang curiga, sementara ini aku tidak boleh melibatkan Elaina dalam kasus Mr.X.
Aku akan memberantas Mr.X ini dalam waktu seminggu dan dalam waktu itu juga aku harus melindungi Fisa, walaupun dia akan membenciku setelah ini, tapi aku tetap harus melindunginya dari Mr.X untuk memenuhi tanggung jawabku.
__ADS_1