
Satu Minggu penuh pembelajaran yang membosankan, itulah yang kupikirkan ketika sudah memasuki hari libur lagi.
Kali ini aku hanya sendirian menghabiskan waktu di kamar, hanya saja.. aku merasa kalau kehidupan sekolah ini akan sangat berbeda jika tidak ada Fisa.
Fisa Campbell, dia memang pacarku yang sekarang. Aku mencintainya, itu adalah suatu hal yang sudah pasti. Namun, aku masih terkekang dengan masa lalu yang kualami ketika memikirkan tentang cinta.
Sepertinya aku masih penasaran tentang siapa gadis yang telah membantuku kabur saat sedang ketahuan mencuri beberapa roti, dia tidak membantu kabur, tapi dia membayar semua roti yang ku curi lalu tersenyum padaku setelahnya, aku bahkan masih mengingat senyumannya itu walaupun aku tidak mengingat wajahnya.
Saat itu aku masih berumur sekitar 12 tahun, jadi ingatan yang kumiliki masih banyak yang abu-abu, aku hanya bisa mengingat kalau dia adalah seorang gadis yang memiliki rambut perak yang sangat indah.
Aku hanya ingin tahu siapa gadis itu, kurasa dia adalah cinta pertamaku, aku ingin berterimakasih padanya dengan benar. Tapi bagaimanapun juga, aku sudah memiliki seorang pacar dan harus melupakannya.
^^^Satomi, maaf menghubungi mu tiba-tiba! Apa kau memiliki waktu sekarang?^^^
Ponselku bergetar di atas meja, jadi aku mengambilnya dan membaca pesan yang terkirim padaku. Ternyata itu adalah pesan dari Elaina.
Apa itu sangat penting? Aku tidak ingin membuat Fisa salah paham lagi
^^^Aku tidak tahu seberapa penting, tapi kurasa kau akan tahu ketika sudah bertemu nanti!^^^
Temui aku di Cafe dekat kelas 1-B!
^^^Dimengerti!^^^
Elaina memintaku untuk bertemu dan membicarakan sesuatu, jadi aku mengajaknya untuk datang ke cafe.
Aku belum mandi karena ini masih terlalu pagi, bahkan aku yakin Fisa belum bangun di jam seperti ini.
Lagipula hanya cafe di dekat kelas 1-B yang buka 24 jam, karena itulah aku mengajak Elaina untuk bertemu disana.
Dengan cepat aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke cafe yang dijanjikan.
"Satomi, kau terlambat!"
"Itu karena kau datang lebih awal!"
"Yayaya.. terserah saja!"
"Hmm.. jadi kenapa kau memanggilku?"
"Bukankah lebih baik kita masuk terlebih dahulu? Kau masih saja bodoh ya!"
"Ya.."
Elaina lebih dulu sampai dibandingkan aku, lalu kami berdua berbicara singkat dan masuk ke dalam setelahnya.
__ADS_1
"Apakah kalian pacaran? Cukup bayar satu poin saja untuk makan dan minum disini jika kalian berpacaran, anggap saja sebagai beberapa Minggu sebelum hari valentine!"
"Tid-"
"Ya! Kami sedang pacaran dan ingin merayakan hari jadian kami sekarang!"
"Baiklah.. tolong tunggu sampai pesanan spesialnya tiba!"
Pelayan datang menghampiri setelah kami melewati pintu masuk, sepertinya cafe ini sangat menjunjung tinggi kedisiplinan. Lalu dia menanyakan apakah aku dan Elaina sedang berpacaran, dan jika iya, maka kami hanya perlu membayar satu poin untuk makan maupun minum disini.
Aku tidak mengerti isi pikiran gadis yang bernama Elaina ini, dia malah menjawab "Ya!" dengan mudahnya. Kurasa dia adalah tipe orang yang berbanding terbalik dengan ku.
"Kuharap Fisa tidak tahu pertemuan kita ini"
"Tenang saja.. ini masih pukul empat pagi! Lagipula apakah kalian sudah berpacaran?"
"Aku sudah menembaknya dan kami juga sudah berciuman selama beberapa kali"
"Huh.. aku tidak punya waktu untuk mengurus hubungan kalian, aku disini hanya ingin bertanya satu hal padamu!"
"Tanyakan saja!"
"Apa dulu kau pernah bermain dengan seorang gadis di pedalaman? Seperti hutan atau semacamnya?"
"Tolong jangan tanyakan masa lalu ku! Aku tidak bisa mengingatnya!"
"Begini Satomi.. saat kecil dulu, aku pernah bermain dengan seorang bocah lelaki di hutan, kami terus asyik bermain hingga tidak menyadari kalau ada beruang sedang mengintai"
"Apa itu ada hubungannya denganku?"
"Kurasa iya, apalagi melihat sifatmu yang tidak bisa jujur itu.. kau sangat mirip dengannya!"
"Begitu ya.."
"Kau sangat mirip! Bahkan cara berbicaramu yang dingin juga semakin membuatku yakin kalau kau orangnya!"
"Itu hanya sekedar mirip, tolong jangan samakan denganku!"
Elaina terus keras kepala dan menganggap kalau aku adalah orang yang ditemuinya dulu, sedangkan aku sendiri masih tidak yakin dan tidak bisa mengingat masa lalu ku sama sekali.
"Kalau begitu, kuganti pertanyaannya.. apa kau pernah mencuri roti saat hendak menginjak masa remaja?"
"Apa katamu?!!"
"Kenapa kau begitu terkejut? Aku hanya bertanya hal biasa, kau bisa jawab ya atau tidak.. tapi dilihat dari perilaku mu sekarang, kau memang pernah melakukannya"
__ADS_1
Jika ada hal yang bersangkutan dengan masa lalu yang kualami, maka aku akan semakin penasaran dan ingin menguak apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Aku bahkan tidak mengingat ibuku sendiri, namun dari perkataan ayahku, dia berkata kalau ibuku sedang pergi ke tempat yang sangat jauh dan mungkin akan kembali suatu saat nanti. Dan dengan bodoh aku yang dulu malah mempercayai perkataannya.
Kepalaku mulai sakit ketika sudah membahas masa lalu yang sangat abu-abu ini, jadi aku tidak akan berlama-lama disini dan aku harus pergi secepatnya.
"Ya.. itu benar, aku pernah mencuri beberapa roti karena tersesat dari ayahku.. aku juga sangat kelaparan saat itu"
Dengan terpaksa aku harus menceritakan beberapa masa lalu yang kuingat, walaupun agak menyiksa, tapi aku harus melakukannya.
"Huh.. apa setelah itu ada seorang gadis yang membayar semua rotinya?"
"Bisa dibilang ya, dia juga tersenyum padaku setelah melakukannya.. tapi kenapa kau bisa tahu?"
"Satomi.. aku terus mencari lelaki yang telah menyelamatkanku dari serangan beruang, dia terlihat sangat keren ketika melindungi ku! Dan secara kebetulan aku bertemu dengannya lagi ketika sedang berada di pasar"
"Bisa aku bertanya satu hal?"
"Aku belum selesai!"
"Hanya satu, tolonglah!"
Sekarang aku harus memastikan apakah Elaina adalah orang yang telah membantu dan membayar roti yang kucuri, namun dari semua percakapan yang ada, semuanya sudah jelas.
"Apa kau mengecat rambutmu jadi pirang?"
"Aku baru saja melakukannya ketika masuk ke sekolah ini, tapi setelah mendengar pertanyaan mu.. aku jadi semakin yakin kalau kau memang orangnya, begitulah.. warna rambut asli ku adalah perak"
"Perak?!"
"Lagi-lagi kau terkejut, jadi tidak ada keraguan lagi.. sekarang aku sudah menemukan orangnya!"
Memang sudah jelas kalau dia orangnya, jadi Elaina adalah cinta pertamaku dan aku tanpa sengaja bertemu lagi dengannya disini. Hal ini membuatku bingung dan mendadak dilema apakah aku harus tetap bersama Fisa atau Elaina.
"Tunggu Elaina! Bisa kau ceritakan tentang apa yang terjadi saat beruang itu muncul?"
"Sederhana saja, beruang itu hendak menyerang kami berdua.. tapi, bocah ini mendorong hingga memaksaku untuk berbaring, dan setelah melihat aku yang terbaring beberapa detik.. dia langsung maju menghadapi beruang itu dan tak lama, dia langsung mendapatkan luka di bagian perutnya karena terkena cakaran beruang yang tajam itu"
Setelah mendengar Elaina berbicara, kepalaku mendadak sakit, bahkan sangat sakit dari biasanya, rasanya kepalaku ingin meledak. Aku lalu memegangi kepalaku dengan tangan kedua tanganku dan berteriak dengan keras.
"Arhhh!!!"
"Satomi.. kau kenapa?!"
"Ada apa? Kalian berdua?"
__ADS_1
"Satomi.. Satomi?!!!"
Tubuhku tidak dapat bergerak, perlahan pandanganku memudar dan tidak bisa lagi melihat keadaan sekitar. Aku juga mendengar suara beberapa orang yang mungkin terlihat khawatir padaku.