Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 23: Mr.X


__ADS_3

"Aku juga minta maaf, padahal aku bisa menahannya sedikit.."


"Kubilang jangan memaksakan diri.. sudah beberapa kali aku menyuruhmu seperti ini!"


"Maaf.."


"Terserahlah!"


"Maaf.."


"Hmph!"


Fisa marah padaku sambil menyuruh untuk tidak memaksakan diri, sedangkan aku hanya bisa meminta maaf berulang kali.


Melihatnya seperti ini, rasanya dia menjadi sangat imut. Ya.. dia menjadi sangat imut ketika sedang marah, ditambah lagi dia sekarang merawat luka yang kualami dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian.


"Manis juga kau.."


"Eh..?!"


Tanpa sadar aku malah mengucapkan kata manis ketika sedang memikirkan betapa imutnya Fisa yang sekarang, tentu saja ini membuatnya terkejut. Sepertinya aku berpikir hal ini tidak buruk juga, karena aku telah berhasil membuat Fisa terkejut.


"Maaf.. aku hanya asal bicara!"


"Hmph! Kau pembohong.. lalu kenapa kau mencium ku saat di taman tadi? Jantungku hampir lepas karena tindakan mendadak seperti itu!"


"Maaf.. tapi itu karena aku yakin pengirim pesan misterius ini akan terus mengikuti dan mengawasi ku dari kejauhan, jadi aku bertindak seperti itu hanya untuk membuatnya kesal"


"Jadi begitu.. kau belum memiliki perasaan khusus padaku ya? Baru kali ini aku salah dalam membaca seseorang.."


"Aku tidak mengerti maksudmu"


"Tidak.. tidak apa-apa, lupakan saja!"


Aku tidak tahu penyebab suasana hatinya yang memburuk sekarang, kurasa ini terjadi begitu cepat dan aku hanya bisa mengira itu terjadi karena sifat labilnya. Tapi disisi lain aku merasa tidak seperti itu, sekarang aku masih tidak mengerti.


"Kau terus menghindari kopi karena kau membencinya bukan?"


Fisa mendadak mengalihkan topik.


"Bisa dibilang seperti itu.. aku hanya membenci semua makanan maupun minuman yang berbahan kafein, tapi tolong jangan tanyakan alasannya!"


"Ya.. kurasa tidak masalah jika kau tidak mau memberi tahu, tapi setidaknya aku sudah mengetahui hal yang kau benci"


"Begini Fisa.. kau akan dijodohkan ketika lulus nanti, apa itu benar?"


Kini aku yang berbalik mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku tidak tahu hal itu, aku serius! Aku juga sedikit kesal karena dia merasa sudah tahu semuanya padahal itu tidak benar sama sekali!"


"Begitu ya.."


"Huh.. akhirnya selesai juga!"


Puluhan menit sudah berlalu, akhirnya Fisa telah selesai merawat luka yang kualami. Sekarang bagian tubuhku ada yang ditutupi dengan perban, dan ada juga beberapa yang ditutup oleh kapas.

__ADS_1


"Terima kasih Fisa.. sekarang aku akan keluar dari kamarmu! Sekali lagi terima kasih karena telah merawat ku!"


Kurasa sekarang saat yang tepat untuk pergi, itu karena dia sudah merawat lukaku dan tidak ada hal lain lagi yang bisa dilakukan.


Saat hendak berdiri dan mengambil pakaianku, Fisa mendadak memeluk aku dari belakang dan tentu saja ini membuatku terkejut.


"Fisa.. ada apa? Berlama-lama disini akan menimbulkan kecurigaan.."


"Tetaplah di sini untuk sementara.. bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?"


"Ya, tapi aku sudah mengatakan semuanya.. jadi kurasa aku akan pergi!"


"Temani aku.. bodoh! Aku.. sangat kesepian ketika tidak bertemu denganmu"


Badanku menjadi panas ketika Fisa sedang memelukku, ditambah lagi dia yang sekarang terlihat sangat ingin dimanjakan olehku. Dia juga memintaku untuk menemaninya karena merasa kesepian.


"Dan juga.. aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, ini cukup penting!"


"Boleh saja.. akan akan berada disini lebih lama lagi"


"Hehe.."


Fisa tersenyum bahagia setelah aku mengatakan akan tetap berada di kamarnya. Dia memang imut dan manis, itu adalah satu hal yang tidak bisa diperdebatkan ketika Fisa sedang tersenyum.


"Bisa lepaskan sekarang? Aku merasa sesak"


"Maaf.. aku tidak bermaksud untuk menyakitimu!"


Dia lalu melepaskan pelukannya dengan cepat, dia juga terlihat sedikit kecewa saat aku menyuruhnya untuk melepaskannya.


"Tidak masalah.. jadi apa yang ingin kau bicarakan? Bukankah itu cukup penting?"


"Ya.. ini bermula ketika kau meninggalkanku"


Aku lalu kembali duduk di samping kasurnya dengan penampilan yang sama seperti sebelumnya, yaitu bertelanjang dada dengan celana pendek. Tidak ada waktu untuk mengambil seragam, Fisa akan menjadi murung ketika aku mendekat ke pakaian itu, aku sangat yakin.


"Kau masih menyalahkan ku atas kejadian yang tidak ku ketahui?"


"Bukan seperti itu, tapi saat di kelas tadi Beny datang padaku dan mengatakan sesuatu yang membuatku menjadi khawatir"


Jadi begitu, orang yang berada di balik layar kini sudah mulai menggerakkan beberapa anak buahnya. Tidak, bukan anak buah, tapi sesuatu seperti budak yang akan dibuang ketika mereka tidak berguna.


"Biar ku tebak.. dia mengatakan tentang pengeroyokan yang akan terjadi padaku, apakah itu benar?"


"Kau benar sekali.. tapi dia ada mengatakan satu hal lagi, Beny berkata kalau dia akan menghancurkan mu dan juga diriku. Tapi aku masih tidak mengerti maksud perkataannya, dan ini membuatku sangat khawatir dan takut.."


Memanfaatkan seseorang yang sedang terpuruk memang rencana terbaik, tapi ada celah dibalik rencana ini. Salah satu contoh mudahnya adalah jika ada pihak ketiga yang memberikan tawaran lebih menguntungkan, maka dengan cepat orang itu akan berubah pikiran lalu berpindah pada orang yang memberikan tawaran terbaik.


"Jadi bukan Beny ya? Dan dua orang di gedung olahraga kurasa juga bukan.. menurutmu siapa dalang dibalik semua ini?"


Aku lalu bertanya pada Fisa hanya untuk mendengarkan pendapatnya.


"Mungkin salah satu orang di gedung olahraga adalah dalangnya, karena aku teman SMP-nya dulu yang pernah ku tolak, lalu setelah itu aku mengalami bullying yang sangat keras karena sudah menolaknya"


Mendengar perkataan Fisa barusan, ternyata dia juga pernah mengalami masa lalu yang lumayan suram hanya karena menolak perasaan seseorang.

__ADS_1


"Untuk sekarang panggil saja dalang ini Mr.X"


"Maksudmu pelakunya bukan Balric?"


Kemampuan berpikir dan kemampuan analisis memang agak berbeda, salah satu perbedaan yang mencolok diantara keduanya adalah waktu.


Berpikir biasa hanya akan memerlukan waktu kurang dari tiga puluh detik, sedangkan untuk analisis bisa membutuhkan waktu lebih dari satu menit, dan semua itupun kembali lagi bergantung pada pola pikir orang tersebut.


"Ya.. aku bisa memperkirakan kalau Mr.X ini mengendalikan mereka semua dari belakang"


"Aku jadi tertarik jika kau berasumsi seperti itu, rasanya seperti detektif saja!"


"Tolong lupakan tentang detektif, ini masalah yang cukup serius.. bahkan aku sendiri mungkin tidak akan bisa melawannya tanpa persiapan!"


"Kau ada benarnya.. jika asal bertindak maka sudah pasti pelanggaran berat akan terjadi pada kita"


Kejadian seperti ini memang tidak bisa dianggap remeh, tapi sebenarnya aku akan sangat mudah mengetahui dalangnya jika mendapatkan beberapa informasi.


Aku tidak boleh memanfaatkan Fisa maupun Niko untuk urusan seperti ini, jadi aku harus melawan Mr.X ini sendiri dengan rencana yang akan ku siapkan dengan baik.


"Satomi.. jangan memaksakan diri! Kalau perlu bantuan bilang saja padaku.. karena kita adalah pasangan!"


Aku agak terkejut dengan perkataan Fisa yang seolah-olah bisa membaca isi pikiranku, sepertinya dia juga memiliki intuisi yang lumayan bagus. Ternyata menyembunyikan sesuatu darinya memang bukan ide yang bagus, aku harus bisa lebih terbuka pada Fisa.


"Maaf.. aku hanya perlu beberapa informasi untuk mengungkap dalangnya, tapi untuk sekarang banyak hal yang masih abu-abu.. jadi aku hanya terpikir untuk mencari informasi saja"


"Serahkan saja padaku! Saat Conceal sudah diaktifkan.. bahkan hewan setajam elang pun tidak akan bisa melihatku"


"Conceal?"


Aku sedikit dibuat bingung olehnya, tapi aku dapat mengerti kalau itu adalah nama yang dia berikan sendiri untuk kemampuannya.


Conceal, menutupi.. tersembunyi.. menyamar, tidak ada yang salah dengan penamaan itu dan kurasa semua orang bisa bebas menamai kemampuan mereka sendiri.


"Aku bisa menghilangkan hawa keberadaan ku sendiri, jadi mungkin aku bisa menguping beberapa pembicaraan para siswa untuk mendapatkan informasi"


"Dan kau yakin mereka tidak akan menyadari keberadaan mu?"


"Ya.. aku yakin!"


Fisa terlihat sangat meyakinkan dengan ekspresinya yang seperti itu, mungkin aku akan mempercayakan hal ini padanya. Tentu saja aku akan mengawasinya dari kejauhan untuk berjaga-jaga.


"Kalau begitu.. kita akan biarkan Mr.X sementara waktu, dan kau akan bertindak saat hari kelima nanti!"


"Jadi maksudmu Mr.X ini akan terungkap dengan cepat saat hari kelima nanti?"


"Ya.. bisa dibilang seperti itu, hari kelima adalah hari terakhir bagi siswa yang tidak mendapatkan pasangan.. dengan kata lain kita akan bisa melihat Mr.X bergerak"


Ini masih perkiraan ku, Mr.X akan bergerak saat hari kelima karena pada beberapa hari sebelumnya tidak ada pelajaran untuk siswa baru, itu adalah waktu yang sangat baik untuk mengamati dan menyusun rencana.


Mr.X merencanakan sesuatu yang sangat besar, tapi kurasa aku sudah sedikit menghancurkan rencana besar itu.


Untuk sekarang aku masih tidak mengetahui apa yang direncanakannya, namun melihat semua yang telah terjadi, aku jadi sangat yakin kalau Fisa ada hubungannya dengan mereka.


Sepertinya aku telah mendekati orang yang tepat dan semua kejadian ini sangat bagus untuk menguji kemampuanku.

__ADS_1


Walaupun merepotkan, aku harus melakukannya.


__ADS_2