Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 46


__ADS_3

Ini agak kacau, tapi kurasa tidak akan menjadi masalah besar.


Aku berhadapan dengan orang yang kuyakini sebagai Mr.X, aku tidak tahu namanya tapi dia yang sekarang terlihat panik. Bahkan sangat panik karena ruangan rahasia tempatnya menguasai dan melihat seisi sekolah telah berhasil ku jebol.


Sangat banyak kamera dan layar monitor yang ada disini, lalu tempat duduk yang nyaman serta berbagai fasilitas mewah juga sangat terpampang dengan jelas disini.


"Sudah berakhir, serahkan dokumen yang miliki!"


"Tidak, tidak.. jangan! Kenapa kau bisa masuk?! Bagaimana caranya?"


"Haruskah aku menjawab kalau aku adalah hanya tersesat? Ah benar juga, itu terlalu mengada-ngada"


"Tolonglah! Aku akan melakukan apapun, jadi tolong jangan lakukan!"


"Hanya karena kau perempuan.. aku tidak akan menahan diri, kau paham kan?"


"Jangan.... tolong jangan apa-apakan aku!"


"Kalau begitu, jawab pertanyaanku.. apa kau adalah dalang dibalik banyak kejadian busuk di sekolah ini? Dan juga hentikan sandiwara mu! Itu sangat buruk bahkan seorang anak yang bodoh pun bisa mengetahuinya!"


Smith memang bercerita kalau kebanyakan dari petinggi itu adalah laki-laki, bahkan termasuk pemimpinnya adalah seorang lelaki.


Namun aku sudah merasakan kejanggalan kalau ada seseorang yang bertindak dibalik layar dan menggunakan para lelaki itu sebagai pelindung. Alasannya mudah saja karena para petinggi yang disebutkan oleh Smith hanya bertindak di saat-saat tertentu.


Mereka bisa saja langsung mengincar Fisa, tapi para petinggi ini hanya diam saja padahal banyak kesempatan emas yang mereka lewatkan. Ini semakin diperjelas ketika kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh banyak siswa yang tidak aku kenal.


"Y-Ya.. kau benar, aku sudah melakukan banyak hal buruk.. sekarang biarkan aku yang bertanya balik padamu, apa kau.. adalah Satomi Adney? Aku tidak menduga kau bisa mengalahkan semua penjaga, jalan satu-satunya yang bisa kau lalui untuk kesini hanyalah dengan cara paksa.. aku salah karena sudah meremehkan mu. Sepertinya aku akan merubah targetku, kau terlalu berbahaya untuk berada disini!"


Sudah kuduga wanita ini sangat licik, ekspresi paniknya langsung hilang seketika setelah beberapa detik aku bertanya. Dia langsung menjadi tenang setelahnya, aku menebak kalau dia akan bernegosiasi dengan ku.


"Entahlah, aku tidak tahu kau bicara apa.. sekarang serahkan saja barang bukti kebusukan mu itu!"


"Kau bahkan memberontak sekarang, anakku! Kau memang mirip dengan ayahmu apalagi saat sedang serius, seharusnya kau berterimakasih padaku karena akulah yang meluluskan mu! Satomi, kenapa kau menahan diri?"


"!!?"


Aku terkejut, bahkan sangat terkejut karena wanita ini berbicara hal yang tidak bisa aku mengerti. Aku memahami perkataannya, tapi kukira aku tidak memiliki ibu dan sekarang dia mengaku menjadi ibuku. Aku benar-benar tidak mengerti situasinya sekarang.


"Siapa kau tiba-tiba mengaku jadi ibuku? Aku bahkan tidak ingat kalau mempunyai ibu!"


"Wajar saja karena aku telah menghapus ingatanmu, semenjak insiden beruang itu.. aku menghabiskan banyak uang untuk biaya pengobatan mu, organ dalammu rusak dan aku tidak mengerti kenapa kau malah menjadi semakin kuat"


"Arghhh!!!"


Kepalaku menjadi sangat sakit ketika mendengar perkataan wanita ini, tapi beruntung aku masih bisa menahannya dan tubuhku tidak tumbang sama sekali.


"Lihatlah.. kau merasa kesakitan tapi kenapa tidak goyah sama sekali?"


"Hanya karena kau tahu kejadian itu, bukan berarti kau bisa langsung mengaku jadi ibuku!"


Aku meragukan perkataannya yang mengatakan kalau dia sudah menghapus ingatanku karena itu terlalu berlebihan, bahkan jika itu benar aku harus mencari tahu alasan kenapa dia melakukannya.


"Satomi, kau boleh melihat kartu identitas ini dan baca dengan benar!"


Wanita yang mengaku menjadi ibuku ini langsung menyerahkan sebuah kartu identitas dan aku pun menerimanya dengan tangan kiri ku, dia bukan orang baik jadi kurasa aku tidak perlu memakai tangan kanan.

__ADS_1


Aku memang sedikit terkejut ketika melihat namanya yang sama denganku.


"Frans Adney?"


"Apa kau percaya sekarang? Kalau aku adalah ibumu, jika kau mengira kartu ini palsu.. ya, aku tahu kau tidak sebodoh itu dalam berpikir"


Mr.X yang kucari adalah ibuku sendiri, tentu saja ini membuatku bingung dan terkejut.


"Aku ingin menceritakan banyak hal padamu, tapi sayang sekali aku tidak memiliki waktu untuk it..-"


"Kenapa kau mengincar Fisa?"


Aku langsung menyela perkataannya sebelum dia sempat menyelesaikannya, sampai kapanpun aku tidak akan mengakui kalau wanita ini adalah ibuku.


"Kau masih bertanya? Satomi, pikirkan sendiri.. bukankah dari awal kau sudah mencari tahu tentangku? Aku hanya menyiapkan panggung dan beberapa hiburan untukmu, tapi kenapa kau malah menahan diri?"


"Jangan bertanya balik! Bisa kau jawab dulu pertanyaanku?"


"Sederhana saja, saat aku tahu kalau Campbell bersekolah disini.. aku langsung berusaha untuk mengeluarkannya, tapi tidak kusangka kau datang menghancurkan rencana ku dan berpasangan dengannya"


"Kenapa?"


"Campbell Soft, perusahaan kedua terbesar di dunia.. siapa yang tidak tertarik? Aku akan membuat orang tuanya membayar ku agar namanya selamat dalam masyarakat saat dikeluarkan nanti!"


Wanita licik ini ternyata adalah penggila uang, aku jadi semakin yakin kalau aku tidak akan menganggap dia adalah ibuku.


Mendekati Fisa karena orang kaya, mendropout Fisa lalu memeras uang orang tuanya agar namanya tidak dibunuh.


Ketika sudah bayar maka pihak sekolah akan menutupi kabar tentang Fisa yang di dropout dan dengan begitu, nama Fisa tidak akan dibunuh.


Ternyata rencana Mr.X lumayan sederhana, semuanya hanya masalah uang, motifnya adalah uang dan dia terobsesi dengan uang.


"Aku mengerti dan sekarang aku akan menjawab pertanyaan yang kau berikan.. kenapa aku menahan diri? Itu karena aku merasa semuanya masih bisa kuatasi jika aku menahan diri"


"Kau itu hanya berlagak kuat, anakku.. suatu hari nanti fisikmu akan melemah dengan sendirinya karena luka organ dalam yang kau alami"


"Ku peringatkan kau kalau aku ini bukan anakmu!"


"Haha.. konyol sekali, kau sama konyolnya dengan ayahmu yang mati hanya karena kelelahan!"


Dia tertawa lumayan keras dan dia juga menyinggung tentang ayahku, tentu saja hal ini membuat diriku menjadi emosi. Sudah lama aku tidak marah, tapi kali ini aku benar-benar harus sabar walaupun dia menghina orang yang kusayangi.


"Kau tertawa karena kematian suami mu sendiri, aku mengerti situasi ini sekarang.. katakan saja apa yang kau inginkan! Aku tidak ingin berlama-lama disini"


Perencanaan yang kulakukan memang kurang matang karena sekarang aku harus mengikuti perkataan wanita biadap ini, alasannya karena dia masih memiliki kuasa dan dengan mudah akan melakukan apa yang di inginkan, dan itu bisa saja mengancam Fisa dan Elaina.


Wanita ini bahkan masih bisa berkuasa dan memerintah walaupun dia sedang berbicara serius denganku.


"Awalnya aku ingin mengincar Fisa, namun sekarang aku harus mengeluarkanmu terlebih dahulu.. kau sangat mengganggu dan tidak diperlukan, anakku! Aku menyesal karena telah membiarkanmu masuk ke sekolah ini!"


"Aku tidak tahu apa yang kau lakukan saat ujian masuk, satu hal yang pasti.. aku tidak peduli dengan itu, sekarang katakan saja apa yang kau inginkan?"


"Benar juga.. karena kau telah mengetahui rahasia ku, sekarang kau harus membuat Campbell di dropout dan dengan begitu aku akan membiarkanmu bersekolah dengan bebas disini.. aku juga akan mengembalikan kepopuleran mu, bagaimana? Tawaran yang bagus bukan?"


Jika ditanya seperti itu mungkin aku akan berteriak sambil berkata 'Itu tawaran terburuk yang pernah aku terima!'.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku tidak mau?"


"Kau yang dikeluarkan atau mengeluarkan Campbell, hanya dua pilihan itu yang bisa kau pilih!"


"Bagaimana jika aku membuatnya menjadi tiga?"


"Apa maksudmu?!"


"Linq Zhao.. bukankah dia adalah anak adopsi kebanggaan mu? Bahkan kau mengijinkannya untuk tetap memakai nama sesuai keinginannya, sekarang aku akan membuat pilihan ketiga! Lepaskan kedua pilihan itu atau anak kebanggaan mu akan di dropout!"


Seperti itulah, aku bersaudara dengan Ling walaupun kami baru mengenal baru-baru ini. Masalahnya bukan itu, sekarang aku harus mengurus Mr.X dan membuatnya menyesali perbuatannya.


"Kau!! Apa yang kau lakukan dan kenapa kau bisa tahu?!!"


Sudah kuduga dia akan marah ketika mendengar perkataan ku.


"Apa kau tahu peraturan baru duel yang sudah diumumkan? Seharusnya kau menyadari kalau ketahuan berbuat curang akan langsung dikeluarkan juga termasuk peraturan baru"


"Sejauh apa kau mengetahuinya? Dasar anak sialan!!!"


"Tenanglah, anak kesayanganmu itu berbuat curang saat pertandingan kedua.. lagipula aku sudah menyuruh seseorang untuk menyiapkan bukti kecurangan, ditambah lagi aku sudah merekam semua percakapan kita dari awal.. skak mat!"


Aku sudah menduga kalau Mr.X akan campur tangan dalam duel yang dilakukan, dia juga membuat judi legal saat pertandingan Ling untuk mendapatkan poin dari banyak siswa. Aku juga sudah menyiapkan rekaman sebelum memasuki ruangan ini, keadaan sekarang berbalik. Mr.X benar-benar terpojok.


Ditambah lagi..


"3.. 2.. 1!"


"Maaf lama, Satomi! Aku harus mengurus beberapa penjaga yang pingsan"


Smith langsung masuk kedalam dan meminta maaf padaku karena terlambat. Sepertinya semuanya hampir sesuai dengan rencana ku.


"Smith? Apa-apaan ini!!! Aku tidak akan menerima ini!! Tidak, tidak! Kenapa ini bisa terjadi?!"


Dalang dibalik banyak kejadian ini terlihat putus asa sekarang, dia memakai emosi yang tidak beraturan dan sangat mudah ditebak.


Aku tidak tahu apakah Smith akan membenciku setelah kejadian ini, karena orang yang mengendalikan para petinggi adalah ibuku sendiri.


"Rasanya aku tidak perlu datang kesini bukan? Kau bisa menyelesaikannya sendirian"


"Tidak juga, kedatanganmu cukup bagus untuk membuat mentalnya runtuh.. ambil dokumennya sekarang, Smith!"


"Ya, aku mengerti!"


Smith lalu bergerak mengamankan banyak dokumen Mr.X, tidak, mungkin Mrs.X. Dia saat ini terlihat pasrah dan putus asa melihat semua dokumen pentingnya diambil.


"Satomi, tolong jangan lakukan! Aku akan membebaskan kalian berdua, jadi tolong hentikan!"


Dia memohon padaku hingga hampir mengeluarkan air matanya.


"Perjanjian tadi hanya omong kosong, kau bisa mengeluarkanku jika kau mau.. itupun kalau kau masih berkuasa. Sekarang selamat tinggal, ibu terburuk!"


Smith sudah selesai mengumpulkan semua bukti kejahatannya lalu kami berdua pergi meninggalkan ruangan yang serba mewah ini.


Aku tidak peduli walaupun dia adalah ibu asliku, dia sudah menghina orang yang kusayangi dan itu benar-benar tak termaafkan.

__ADS_1


Sekarang dalam beberapa jam atau satu hari, polisi akan datang ke sekolah ini untuk menangkap ibuku sendiri. Reputasi ku mungkin juga akan memburuk ketika banyak siswa yang mengetahui kalau aku adalah anak dari wanita itu.


__ADS_2