
POV (Fisa Campbell)
Tidak ada perilaku khusus yang akan kulakukan, itu karena waktu sudah ditentukan yaitu lima menit. Aku tidak bisa mengulur waktu karena hal ini, jadi aku hanya akan serius melempar bola-bola kecil ini ke dalam ring basket.
Suara sorak-sorai yang terdengar menggema agak menggangguku, tapi aku tetap bisa bermain dengan serius. Aku sengaja serius karena aku ingin paling tidak memenangkan satu pertandingan saja, jika aku bisa memenangkan ketiganya, maka reputasi Ling akan sangat menurun.
Namun aku tidak bisa melawannya, sekarang saja poinku jauh tertinggal, aku hanya memiliki 32 poin sedangkan Ling sudah mencapai 67 poin, sungguh perbedaan yang sangat jauh.
"Satu menit lagi! Perbedaan sudah terlihat jauh, apakah Fisa akan berhasil menyelip poinnya? Ataukah Ling sudah pasti mendapatkan kemenangan? Mari kita lihat bersama-sama!"
"Ling! Ling! Ling! Ling! Semangat!"
Hampir seisi gedung ini mendukung Ling, menurutku aku cukup menyedihkan karena tidak ada seseorang yang mendukung ku.
Waktu tersisa satu menit, aku hanya bisa memutuskan untuk bermain santai dengan mengambil lalu melempar bola dengan tangan kananku secara perlahan.
Sudah cukup, aku tertinggal sangat jauh, lebih baik aku menyerah saja.
"5.. 4.. 3.. 2.. 1.. waktu kalian habis! Pemenangnya adalah Linq Zhao, dengan perolehan 84 poin! Sedangkan Fisa hanya memperoleh 55 poin! Skor sementara adalah 1-0, Ling unggul sementara. Kalian berdua bisa beristirahat selama 15 menit untuk melanjutkan pertandingan selanjutnya!"
Suara tepuk tangan terdengar keras memenuhi seisi gedung, tapi aku tidak peduli dan berusaha untuk fokus terhadap Mr.X. Mungkin aku akan beristirahat untuk sekarang sambil memastikan keberadaan Satomi.
Waktu 15 menit tidak akan cukup untuk menguntit Satomi, dia adalah orang yang sulit untuk dicari karena sifat waspadanya yang selalu menempel. Pada akhirnya aku memutuskan untuk duduk di bangku gedung olahraga dan meminum sebotol air mineral.
"Jangan murung Fisa, kau sudah melakukannya dengan baik!"
"Satomi? Kenapa kau ada disini?!"
Aku terkejut bahkan hampir tersedak air karena kemunculan Satomi yang tiba-tiba, dia langsung duduk di sebelahku tanpa permisi.
"Aku sudah mendapatkan salinan dari catatan judi legal yang mereka lakukan, apa kau ingin melihatnya?"
"Ya.. aku ingin!"
Satomi lalu membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah foto kepadaku, lagi-lagi aku terkejut karena ada seseorang yang bertaruh 500 poin padaku, sedangkan yang lain bertaruh lebih banyak poin untuk Ling, bahkan aku melihat ada yang bertaruh sebesar 1.200 poin.
Hanya ada satu orang yang bertaruh padaku, aku sendiri tidak tahu siapa orangnya, tapi paling tidak aku akan berterimakasih padanya karena sudah memilihku.
"Kalau begitu aku pergi dulu, Fisa.. waktu istirahat tersisa 5 menit, aku juga ingin menjalankan rencana ku lagi"
"Ya, aku mempercayaimu.. berhati-hatilah!"
"Mr.X akan terungkap hari ini!"
Dia langsung pergi meninggalkanku dengan penuh keyakinan kalau Mr.X akan terkuak olehnya hari ini juga. Sekarang aku harus kembali fokus pada pertandingan kedua ku yaitu bola basket.
__ADS_1
"Waktu istirahat habis! Kalian berdua silahkan kembali ke lapangan basket untuk bermain basket!"
"Wuhuu!!!"
Suara tepuk tangan kembali berbunyi dengan keras, sepertinya mereka hanya mendukung Ling dan mengabaikan ku sepenuhnya.
Aku mendekat ke tengah lapangan dan melihat Ling yang berjalan ke arahku.
"Kau tidak memenuhi harapan ku, Fisa Campbell!"
"Oh benarkah? Apakah kau ingin aku serius bertanding?"
"Kau tadi sudah serius bertanding bukan? Jangan menyembunyikan kekalahan mu dengan alasan konyol!"
"Terserah kau saja, tapi biarkan aku memberitahu satu hal padamu sebelum bertanding.. jangan coba-coba untuk curang!"
"Apa maksudmu?!"
Ling terlihat kesal ketika aku menyuruhnya untuk bermain secara jujur. Padahal aku hanya berbasa-basi dengannya, tapi ketika melihat ekspresinya aku jadi yakin kalau dia tersinggung dengan perkataan ku.
"Pertandingan kedua adalah bola basket, kalian hanya akan menggunakan setengah lapangan.. dan untuk peraturannya hampir sama seperti permainan basket pada umumnya, kalian berdua bermain saling merebut bola lalu memasukkannya ke dalam ring, setiap bola yang masuk akan bernilai 1 poin! Siapa yang mendapatkan 10 poin lebih dulu akan menjadi pemenangnya, apakah kalian sudah siap?!"
"Ya!"
"Siap!"
"PRITTTT!!"
Suara peluit berbunyi lebih keras dari sebelumnya dan tak lama sebuah bola basket jatuh dari atas ke bagian tengah lapangan, sepertinya seseorang telah melemparnya dari atas.
Suara banyak orang yang bersorak pun lebih ramai kali ini, dan seperti biasa mereka hanya mendukung Ling.
Kami berdua sudah mulai bertanding, awalnya aku ingin menggunakan strategi menahan Ling agar tidak mencetak 10 poin dengan cepat, namun setelah melihat pertandingan sebelumnya, aku cukup yakin kalau Ling hanya bisa melakukan lemparan jauh dan dia tidak terlalu bisa memainkan teknik basket. Jadi sekarang aku akan bermain lebih agresif dan menahan bola lebih lama dalam pegangan ku.
Bola memantul tinggi dan tanpa pikir panjang aku langsung menghalangi Ling untuk mengambil bolanya. Lalu saat bola memantul untuk kedua kalinya, aku dengan cepat mengambilnya dan sesuai rencana, aku berhasil mendapatkannya.
Sekarang aku hanya perlu untuk bermain-main dengan Ling karena dia sebenarnya tidak terlalu pandai bermain basket, dia hanya bisa melempar bola ke dalam ring secara akurat, selain itu tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Sekarang juga adalah saat yang bagus untuk mengulur waktu.
"Linqzo, kenapa kau diam saja? Apa kau memakai banyak energi saat pertandingan pertama tadi? Apa itu terlalu melelahkan?"
"Lebih baik diam saja dan bermain dengan serius seperti katamu tadi!"
Dia tersinggung lagi dengan provokasi kecil dan langsung berlari ke arahku, dia berniat untuk merebut bola yang sudah kupantulkan berulang kali tapi aku dengan mudah menipunya lalu aku pun berlari ke arah ring basket dan melemparkan bolanya tepat di bagian tengah papan sehingga bola pun masuk ke dalam ring.
"PRIT!!"
__ADS_1
Peluit kecil berbunyi dan kali ini bola kembali turun dari atas. Aku juga dapat melihat kalau papan skor berubah dari 0-0 menjadi 1-0.
Tapi sangat disayangkan, aku tidak berhasil menahan Ling karena posisi ku yang agak jauh dengannya.
Kurasa ini seperti kecurangan, aku belum siap dan tak lama bola langsung turun ke lapangan. Jika ini memang termasuk peraturan, maka aku hanya akan berlari lebih cepat untuk menahan Ling.
Kali ini Ling mendapatkan bolanya dan benar saja, dia hanya perlu melangkah sedikit lalu melempar bola itu.
"PRIT!"
Bola masuk dengan mulus dan peluit kecil kembali berbunyi karenanya.
"Ling! Semangat!"
Bahkan ketika Ling berhasil mencetak skor, banyak orang yang langsung heboh karenanya, papan skor kali ini menunjukkan 1-1.
Sudah cukup, aku akan serius dan aku akan terus melakukan apa yang telah kupikirkan hingga akhirnya aku berhasil mendapatkan 9 poin. Ternyata melawan Ling dalam bermain basket sangatlah mudah, bahkan sangat mudah karena aku hanya perlu menahannya agar tidak mendapatkan bola.
Papan skor menunjukkan 9-2, aku hanya perlu mencetak satu poin lagi untuk menang. Kali ini bola kembali terjatuh tapi yang sekarang agak berbeda, bola jatuh tepat dihadapan Ling dan tentu saja aku langsung bingung. Bagaimana tidak, bola tepat diarahkan di depan Ling sehingga itu sangat menguntungkannya.
Sepertinya kecurangan benar-benar terjadi disini, namun aku tidak mempermasalahkannya karena aku masih bisa berlari dan menerjang Ling untuk mendapatkan bola yang jatuh itu.
Aku pun berlari dan melompat semampuku untuk meraih bola itu, tapi bukannya mendapatkan bola yang kuinginkan, aku hanya bisa menyundul bola basket ini dengan tengah kananku sehingga bola keluar lapangan, aku mendarat tepat dihadapan Ling.
"PRIT!"
Untuk yang kesekian kalinya, peluit kecil berbunyi, tapi sekarang berbeda karena wasit menganggap kalau aku melakukan pelanggaran.
Aku merasa hal yang kulakukan bukanlah pelanggaran, tapi karena Mr.X ikut campur dalam pertandingan ini, maka aku hanya bisa menganggapnya wajar, lagipula aku tinggal mencetak satu poin untuk menang.
Ling diberikan bola dan hak melempar karena pelanggaran yang kulakukan, sialnya lagi itu seperti pinalti dan kurasa dia akan memasukkannya dengan mudah.
Kedua tangan Ling memegang bola basket dengan penuh percaya diri, lalu dia mengayunkan kedua tangannya itu dan melempar bola yang dipegangnya.
Sungguh mengejutkan, bola yang dilempar oleh Ling memang terlihat mulus, tapi bola itu tidak masuk ke dalam ring. Lalu dengan cepat aku berlari ke arah bola dan berhasil mendapatkannya sebelum terjatuh.
"PRITTT!!!!!"
Aku mendapatkan satu poin lagi dengan melakukan hal yang sama saat pertama kali mendapatkan poin, peluit berbunyi dengan nyaring, kurasa ini adalah peluit besar.
Papan skor menunjukkan 10-2, tentu saja hasil ini sangat mengejutkan banyak orang. Bahkan aku yakin kalau beberapa dari mereka akan menganggapku curang walaupun yang curang sebenarnya adalah Ling.
"Memang mengejutkan, tapi itulah yang terjadi! Fisa Campbell memang telak atas Linq Zhao dengan perolehan 10-2, sekarang skor menjadi 1-1! Pertandingan selanjutnya adalah penentuan untuk menentukan pemenangnya, jadi kalian berdua bisa beristirahat selama 30 menit! Jangan lupa untuk nantikan panggilan dari kami nanti!"
Aku lelah dan langsung meninggalkan gedung olahraga, tapi kurasa aku masih bisa melakukan sprint dan berlari dengan cepat. Perasaan ku juga sangat senang karena bisa mengalahkan Ling, sekarang aku hanya perlu menang sekali lagi dan mungkin Satomi akan bangga denganku jika aku berhasil mengulur waktu dan mengalahkan Ling sekaligus.
__ADS_1
Ekspresi Ling saat ini, dia terlihat seperti sedang menahan malu dan aku juga dapat melihat ekspresi kesalnya setelah kalah dari ku. Tentu saja hal ini akan menguntungkan ku karena dari segi mental aku jauh lebih unggul dibandingkan dengannya.