
POV (Smith Afton)
Sebenarnya aku berbohong pada Satomi, aku hanya mengetahui sedikit hal tentangnya, tapi paling tidak aku bisa memanfaatkannya untuk mengalahkan petinggi sekolah yang busuk ini.
Satomi Adney, dari awal aku sudah menganggapnya tidak normal, beberapa guru juga berpikir demikian setelah melihatnya bisa melawan puluhan orang saat di gudang tanpa terluka.
Kurasa Satomi adalah orang yang tepat untuk menurunkan bahkan bisa mengeluarkan para petinggi sekolah yang menyalahgunakan jabatannya.
Dia juga sedikit lucu menamai petinggi ini dengan sebutan Mr.X, namun masalahnya bukan itu, aku hanya akan membuat Satomi menyelinap masuk dan menyuruhnya untuk mengambil beberapa dokumen penting yang menjadi bukti pencucian uang yang telah dilakukan mereka.
Kuncinya ada di dokumen itu, jika aku bisa menyerahkannya pada pihak kepolisian, maka aku yang akan menang dan mereka akan ditangkap hingga dijebloskan ke penjara, dengan begitu aku menjadi sangat puas dan hasrat balas dendam ku akan terwujud.
Masalah utamanya adalah aku tidak tahu dimana mereka meletakkan dokumen itu, tapi aku yakin mereka menyimpannya di dalam ruangan yang sangat kecil, bahkan tikus pun akan kesulitan untuk menjangkaunya karena pengamanan yang sangat ketat, mereka benar-benar pintar dalam menyembunyikan sesuatu.
"Begitulah Satomi, aku ingin kau menyelinap masuk!"
Saat ini aku bersama dengan Satomi di dalam ruangan ku sendiri, dia tidak mengajak Fisa dan hanya sendirian kesini. Aku menceritakan apa yang aku ketahui padanya dan dia mendengarkannya dengan serius.
"Aku mengerti, tapi dimana tempatnya?"
"Sekarang itulah yang menjadi masalahnya, apa kau bisa menebaknya? Aku hanya bisa terpikir kalau dokumen rahasia akan disimpan di tempat yang penuh pengamanan ketat"
"Aku tidak tahu, tapi jika disuruh menebak.. satu-satunya jawaban yang kupikirkan adalah gudang, gudang yang menjadi tempat aku menyelamatkan Fisa"
"Ah benar juga, dimana Fisa? Kenapa kau tidak mengajaknya kesini?"
"Aku sudah mengajaknya.. tapi dia sendiri yang tidak mau ikut"
Sepertinya Satomi memiliki masalah dengan Fisa, sungguh masa muda.
"Hubungan kalian tidak sebaik yang aku kira, apakah hubungan kalian hanya bisa bertahan dalam beberapa Minggu?"
"Hebat juga kau bisa tahu Smith! Ya, itu benar.. kami sudah putus karena keegoisanku sendiri"
__ADS_1
"Aku juga tidak terlalu peduli dengan hubungan kalian, yang terpenting hanyalah letak dokumen dan kau harus mengambilnya.. jika kau berhasil maka aku bisa memenuhi apapun keinginanmu selama aku sanggup melakukannya"
Aku memang tidak tertarik dengan hubungan remaja karena aku sendiri sudah memiliki seorang istri, sekarang aku hanya akan membicarakan hal yang serius dengan Satomi. Walaupun begitu, aku sedikit penasaran alasan kenapa mereka bisa putus, tapi aku akan menanyakannya nanti setelah kasus ini selesai.
"Begini Smith, apakah kau terpikir kalau anak Mr.X bersekolah disini?"
"Anggap saja jika aku terpikir seperti itu, lalu bagaimana dengan kelasnya? Apakah dia siswa baru masuk ataukah sudah berada disini cukup lama?"
"Firasat ku mengatakan kalau dia berada di kelas 1, aku sangat yakin akan hal ini!"
"Kalau begitu, bisa kau tebak siapa orangnya?"
"Linq Zhao.. siswa kelas 1-B, dia berpasangan dengan Niko sebelumnya"
Sungguh tidak diduga dia menyebutkan nama siswa yang sama sekali tidak terpikir olehku. Kurasa itu cukup aneh karena namanya sangat berbeda, tapi jika pimpinan petinggi ini memalsukan identitasnya, maka itu sedikit masuk akal.
"Robert Downey, itu adalah nama pimpinan yang aku ketahui.. bukankah daerah asal mereka sudah berbeda?"
"Ceara Marianne.. tapi semuanya tidak masuk akal jika kau menyebut nama Linq Zhao!"
Sekarang semua hal menjadi sangat membingungkan ketika aku berdiskusi dengan Satomi, aku percaya dengan kemampuannya tapi aku sendiri malah bingung ketika dia buka suara.
"Bukan begitu, Ling adalah anak adopsi.. entah bagaimana dia menolak untuk mengganti namanya sendiri dan terus memaksa mereka berdua untuk tetap memakai nama Linq Zhao"
"Pemikiran mu memang sulit dipahami dan tidak masuk akal, tapi aku akan mencoba untuk mempercayaimu kali ini.. sekarang apa yang akan kau lakukan?"
Aku harus mempercayakan hal ini pada Satomi dan aku akan mengikuti setiap perkataannya, itu karena aku melihat ekspresinya yang sangat serius seolah-olah dia bisa menanganinya bahkan tanpa bantuan dariku.
"Duel, hanya ini pilihan terbaik.. Mr.X mengincar Fisa, jadi aku akan menyuruh Fisa untuk berduel dengan siswa kelas A.. aku sangat yakin kalau petinggi yang kau maksud itu akan bergerak saat duel dilakukan"
"Jadi aku harus mengumumkan duel yang akan Fisa jalani agar dia mengetahuinya lalu bergerak menjalankan rencana?"
"Diumumkan atau tidak, menurutku ini kurang penting.. karena hal terpenting yang kupikirkan adalah ketika Fisa berduel, Mr.X akan bergerak dengan mengganti beberapa peraturan dan sudah jelas kalau peraturan baru itu akan merugikan Fisa"
__ADS_1
"Aku mengerti sekarang.. dan peraturan yang kau maksud bisa saja berupa dropout ketika ada pihak yang kalah, jadi rencana mu adalah membuat Fisa berduel lalu kau diam-diam mencari informasi tentang dokumen yang ku maksud"
"Tepat sekali, sekarang hanya perlu satu langkah.. Smith, kau harus membuat Fisa berduel dengan Linq Zhao"
"Itu tidak masuk akal karena dia adalah kelas B, sedangkan untuk berduel hanya bisa melawan kelas A!"
Perintah yang sangat sulit, bahkan aku yakin kalau dia akan memintaku untuk menyamar menjadi petinggi lalu mengubah peraturan duel. Aku tidak keberatan jika harus menyamar mengingat ada salah seorang petinggi yang memiliki tinggi badan yang hampir sama denganku, tapi resiko yang didapatkan sangat besar jika aku ketahuan menyamar.
"Urusan itu, kau harus bisa mengubah peraturan tentang duel yang dulu hanya bisa melawan kelas A kini bisa melawan siswa dari kelas A dan B"
"Sudah kuduga kau akan menyuruhku untuk melakukannya, bukannya aku menolak.. maaf saja, tapi aku takut dengan resikonya jika ketahuan.. lagipula kau memintaku untuk menyamar menjadi salah satu dari mereka bukan?"
"Aku percaya pada ambisimu untuk balas dendam, jadi kurasa aku akan menyerahkannya padamu.. sampai nanti, Smith Afton!"
Dia langsung bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah pintu, tapi sebelum sempat menjangkaunya aku langsung menahan Satomi dengan berbicara hal yang mungkin akan membuatnya terdiam sesaat.
"Tunggu sebentar, Satomi Adney! Pacarmu yang baru, bukankah dia sedang dalam masalah? Apa kau yakin hanya fokus pada urusan Mr.X dan mengabaikannya?"
Benar saja, dia langsung menghentikan langkahnya sendiri dan tertawa kecil setelahnya.
"Haha.. aku tidak tahu darimana kau mengetahuinya, tapi tenang saja.. aku sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, aku juga sudah siap dengan kemungkinan itu!"
"BRAK!"
Pintu ruangan dibuka lalu tertutup dengan keras oleh Satomi. Sepertinya aku telah salah menilainya, dia hanyalah orang tidak normal yang selalu bebas hingga melepas beberapa beban ketika sedang fokus terhadap satu hal.
Padahal aku sedikit mengancam dan membuatnya terkejut ketika aku mengetahui kalau dia memiliki pacar baru yang sedang dalam masalah, tapi dia sama sekali tidak tergerak dan Satomi dengan ringannya mengatakan hal itu.
Bagaimanapun, aku harus bisa mempercayai dan melakukan apa yang disuruhnya demi membalas dendam ke petinggi busuk yang telah menghancurkan kehidupan sekolahku.
Sekarang aku harus bisa mengubah peraturan duel untuk memudahkan rencana Satomi. Aku memang tidak mengetahui rencana yang akan dibuatnya, tapi aku pasti akan mengetahuinya nanti jadi kurasa aku hanya perlu mengikuti alur yang dibuat olehnya.
Aku sangat mempercayainya, jadi kuharap dia tidak mengecewakanku dengan hasil rencana yang sudah dia pikirkan secara serius.
__ADS_1