Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Side Story: Beny Heiko


__ADS_3

Semuanya hanyalah sampah-sampah yang berserakan, mereka tidak ada bedanya dengan kotoran yang siap dibuang kapan saja.


Aku meremehkan semua orang yang ada disini dan menganggapnya sampah, itu memang benar karena aku sangat yakin dengan diriku sendiri.


Sejak awal masuk sekolah ini, aku sudah bisa berkuasa dan berhasil memanipulasi pihak sekolah, aku berhasil membuat diriku bertukar posisi dengan Balric.


Balric menjadi kelas A dan aku berada di kelas E, untuk melakukan hal seperti itu ternyata lebih mudah dari perkiraan ku, aku hanya perlu menukar kertas hasil tes milikku sendiri dengan milik Balric, dan aku juga dengan mudahnya mengelabui para guru.


Awalnya aku ingin mencoba bertahan hidup dari segala keadaan terburuk, namun ketika aku memutuskan untuk tidak berpasangan, ternyata hukuman yang diberikan sangat tidak masuk akal.


Aku meremehkan hukuman dropout dan setelah mengetahui apa yang terjadi ketika di dropout, maka hal itu langsung membuatku putus asa dan langsung mengalami hal buruk yang baru saja ingin kujalani.


Aku jadi bingung ketika memikirkan apa yang harus kulakukan, ini semua salahku sendiri dan kupikir semuanya sudah berakhir.


Namun saat-saat terpuruk itu kembali menemukan titik terang, aku mendapat pesan di ponsel yang kumiliki dan pesan itu berisi suruhan untuk melakukan dropout terhadap siswa bernama Satomi Adney, dan dengan begitu maka aku bisa merebut pasangannya lalu berpasangan dengan Fisa.


Jika sudah seperti itu, maka Satomi lah yang akan di dropout menggantikan diriku. Orang yang mengirimiku pesan ini juga berkata kalau dia akan membantu semuanya, jadi kupikir semuanya akan berjalan dengan sangat lancar.


Lagi-lagi aku meremehkan murid bernama Satomi ini karena dia terasa sangat lemah bahkan tertidur dengan mudahnya saat di kelas, itu juga menandakan kalau dia memang lemah.


Padahal dari awal dia hampir menghancurkan rencana yang sudah kubuat, rencana itu adalah tentang Lina yang tidak ingin didekati oleh siapapun dan hanya ingin dekat dengan Charles.

__ADS_1


Aku membantu mereka berdua karena Charles adalah teman pertama ku dan kurasa dia cocok untuk jadi bahan percobaan, jadi aku memutuskan untuk membantu mereka dengan cara membuat keributan palsu.


Meremehkan Satomi ternyata memang kesalahan yang besar, dia dengan mudahnya mengetahui tentang rencana yang telah kususun ini dan hampir menghancurkannya. Tapi entah kenapa dia tidak lagi bertindak setelah guru yang bernama Smith ini datang dan benar-benar mengacaukan semuanya.


Aku memang tidak mengerti dan memutuskan untuk membiarkannya saja, karena kupikir dia juga takut setelah menantang aku dan Charles untuk berkelahi.


Hal yang kulakukan ketika mendapatkan pesan dari orang yang tidak kukenal ini adalah memastikan Satomi secara langsung, seberapa hebatnya hingga seseorang ingin dia dikeluarkan.


Setelah itu aku menyusun rencana yang mungkin akan menjadi rencana terbaik dan terpanjang selama hidupku, rencana itu diawali dengan meminta pengirim pesan untuk mencari informasi tentang siswa bernama Satomi dan Fisa.


Lalu disusul dengan aksi pengeroyokan yang pasukannya berisi dari suruhan pengirim pesan ini, aku yakin Satomi akan terluka dan ternyata memang benar, tubuhnya penuh luka saat aku tidak sengaja bertemu dengannya di kantor guru.


Dan untuk menghancurkan Satomi, aku perlu menghasut teman SMP nya dahulu agar bisa membantuku dalam mengalahkan Satomi, dari yang aku ketahui, teman Satomi yang bernama Niko ini selalu kalah ketika beradu dengannya, jadi kurasa ini ide yang bagus untuk membujuknya dengan iming-iming mengalahkan Satomi.


Semua sesuai rencana, Fisa dengan mudahnya mengikuti ajakan ku yang ingin membawanya ke gudang, dia juga tidak bertanya apapun, aku hanya bisa merasakan tatapan kosong penuh depresi dari wajah Fisa.


Kurasa aku memang yang terhebat disekolah ini, bahkan kali ini Niko mempermudah rencana ku dengan berhasil mengambil ponsel Satomi secara diam-diam.


Sekarang saatnya untuk eksekusi terakhir, aku menyuruh Fisa untuk bersembunyi terlebih dahulu, aku tidak mengikatnya atau apapun itu karena dia sudah hampir kehilangan jiwanya sendiri dan terus melakukan apa yang diperintahkan.


Namun baru beberapa menit sebelum rencana sebenarnya berjalan, Satomi membuka pintu gudang yang terkunci lalu bertegur sapa dengan Niko, wajahnya terlihat tenang sekali padahal aku yakin dia sangat takut.

__ADS_1


Ini juga membuatku terkejut karena aku mengira keributan di depan gudang adalah seorang Satomi yang sedang dihajar habis-habisan oleh mereka, tapi ternyata tidak, Satomi malah masuk kedalam dengan mudahnya tanpa terluka dan memar sedikitpun. Karena ini juga aku hanya bisa mengira ada beberapa orang yang telah membantu Satomi untuk mengalihkan perhatian mereka semua yang ada di luar.


Mungkin tidak ada salahnya jika aku tetap melanjutkan rencana ku dan berpura-pura merasakan kemenangan, tapi aku yang baru mengeluarkan beberapa kata langsung tertunduk ketika melihat gerakan mendadak yang sangat cepat dari Satomi.


Saat kuperhatikan lagi, ternyata dia berlari ke arahku dan memukul bagian ulu hatiku dan tentu saja ini membuat diriku langsung pingsan setelah menyadarinya. Dia sangat cepat, bahkan aku juga tidak memperkirakan tindakannya yang seperti ini.


Kini aku terbangun di ruang kesehatan dan langsung mengingat tentang kejadian di dalam gudang tadi, karena hal inilah aku kembali menjadi panik ketika si pengirim pesan tidak bisa lagi dihubungi, sepertinya aku telah dibuang olehnya karena sebelum itu, dia mengirimiku pesan dan mengatakan kalau aku tidak berguna.


Jadi sekarang aku memang harus menerima kenyataan, aku akan di dropout sore ini dan namaku akan dibunuh dalam masyarakat, bahkan semua orang yang kukenal dulu tidak akan mengakui ku lagi kali ini. Aku memang sudah harus bersiap untuk kemungkinan yang sudah pasti terjadi.


Dan pada akhirnya, aku tetap di dropout karena salah memilih lawan dan terlalu naif untuk mengikuti perkataan sang pengirim pesan yang bahkan tidak kukenali, Satomi sangat kuat. Sialan.. menurutku dia itu bukan manusia lagi, dia terasa seperti monster kecil yang mengerikan.


Aku bahkan di dropout dan ditertawakan hingga dihina oleh mereka yang menghadang di depan gerbang sekolah, tidak ada yang mendukung ku.


Tapi berbeda dengan Fisa, dia terlihat seperti mengkhawatirkan diriku, tapi Satomi sendiri wajahnya tetap tenang sambil menatapku yang tidak berdaya ini.


Mungkin akan lebih baik jika aku memberitahukan beberapa hal pada mereka berdua sebelum di dropout, jadi aku mendekati mereka dan mengatakan beberapa hal yang telah terjadi padaku secara singkat lalu mengucapkan salam perpisahan.


Setidaknya aku sudah berusaha dan sekarang saatnya untuk menjadi sampah masyarakat, sama seperti kebanyakan orang, tapi aku sendiri yang lebih parah.


Kini aku akan benar-benar bertahan hidup dengan keadaan terburuk.

__ADS_1


__ADS_2