Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 40


__ADS_3

POV (Harlow Elaina)


Sejak awal masuk sekolah ini, aku memiliki firasat kalau ada seorang anak laki-laki yang telah kucari selama beberapa tahun belakangan ini. Jadi oleh karena itu aku mendekati banyak lelaki untuk memastikannya.


Dia tidak ada di kelasku, aku sangat yakin, tapi pada akhirnya aku merasakan keberadaan yang kuat saat bertemu dengannya di perpustakaan. Dia membantuku mengambilkan buku yang tidak bisa kujangkau, lalu melindungi ku dari buku yang terbang entah dari mana asalnya.


Dia memang keren dan memancarkan aura misterius. Setelah berbicara banyak hal dengannya, aku jadi yakin kalau dia orangnya. Tapi saat aku hendak menanyakannya, seorang gadis datang dan mengatakan hal yang membuat dadaku menjadi sakit.


Jadi dia sudah mempunyai pacar, itulah yang kupikirkan. Ini membuat pikiranku menjadi sedikit kacau hingga akhirnya aku memutuskan untuk membicarakan tentang masa lalunya nanti.


Beberapa hari setelah kejadian itu, kurasa sekarang waktu yang tepat untuk membicarakannya, jadi aku langsung menelpon dan mengajaknya untuk pergi ke cafe yang buka 24 jam.


Setelah berbicara panjang lebar, ternyata memang benar kalau dialah orangnya. Satomi Adney, orang yang sudah melindungi ku dari keganasan beruang liar, bahkan dia mendapatkan luka di perutnya yang berbekas hingga sekarang.


Sepertinya Satomi mengalami amnesia yang mana setiap dia mengingat masa lalunya sendiri, dia pasti akan mengalami sakit kepala yang mungkin lumayan sakit untuk dirasakan, aku jadi merasa bersalah karena hal ini.


Aku memang orang yang licik, ketika aku tahu kalau Satomi menganggap ku adalah cinta pertamanya, aku langsung berlagak sedih seolah-olah menyuruhnya untuk putus dengan gadis itu, lalu tak disangka tipuan kecil bisa membuatnya berpaling dengan mudah.


Aku juga sengaja mengganti warna rambutku menjadi pirang karena itu adalah pertanda kalau aku hampir menyerah untuk mencarinya, tapi sekarang aku sudah menemukannya, jadi aku akan kembali memakai warna rambut alami ku ketika sudah berpacaran dengannya.


Sebaiknya lupakan dulu beberapa hal romantisnya, karena sekarang aku harus fokus pada festival olahraga yang akan dimulai dua Minggu lagi. Menurutku sendiri waktunya agak mepet, ditambah lagi selama beberapa hari kebelakang tidak ada latihan yang serius.


"Elaina, bisakah kau segera mengisi keahlian mu? Itu sangat diperlukan untuk festival olahraga nanti!"


"Ya.."


Guru wali kelas 1-C menegurku karena belum mengisi daftar keahlian dan dia menyuruhku untuk segera mengisinya. Aku hanya bisa menjawab singkat lalu pergi keluar kelas setelahnya.


Taman, sepertinya ini adalah tempat kesukaan Satomi karena dia selalu terlihat berbaring di rerumputan taman, dia hanya sendirian dan tidak ditemani oleh siapapun, jadi aku langsung mendekatinya tanpa pikir panjang.


"Satomi, apa yang kau lakukan disini?"


Selesai bertanya, aku langsung duduk disebelahnya.


"Tidak perlu ditanyakan lagi.. aku sedang bersantai menikmati kesejukan taman ini"


"Jadi bagaimana?"


"Apanya yang bagaimana?"


"Kau sudah putus dengan gadis itu bukan?"


"Berhati-hatilah Elaina, karena Fisa akan mengincar mu.. aku juga masih tidak tahu apa yang akan dia lakukan, jadi aku hanya bisa menyuruhmu untuk waspada!"

__ADS_1


"Tenang saja, aku yakin kau akan melindungi ku!"


Aku memang sedikit terkejut kalau gadis itu akan mengincar diriku, tapi kurasa aku masih bisa mengatasi dan membuatnya menyerah pada Satomi.


"Itupun kalau aku bisa, terlebih lagi kita berbeda kelas.. oh iya, aku berencana untuk naik ke kelas C agar bisa selalu menemui mu!"


"Seriusan?! Tapi bukankah itu terlalu sulit? Melawan dan berduel dengan seseorang di kelas A, mereka semua sangat kuat!"


Aku senang mendengarnya mengatakan hal itu, namun tetap saja berduel melawan kelas A itu menyulitkan.


"Aku berencana untuk naik ke kelas D lalu memenangkan festival olahraga, dengan begitu aku akan naik ke kelas C.. bagaimana menurutmu?"


"Aku tidak tahu, aku hanya bisa percaya pada kemampuanmu.. kuharap kau bisa melakukannya dalam dua Minggu"


"Serahkan padaku, Harlow Elaina.. aku memerlukan mu jadi aku akan berusaha!"


"Huh.. hentikan saja, kata-kata seperti itu tidak akan mempan padaku!"


"Tapi sebelum itu, bisakah kau membantuku berpikir?"


Kali ini Satomi yang berbaring langsung bangun dan ikut duduk di sebelahku. Dia memasang ekspresi serius dan hal ini membuatku sedikit ketakutan, dia menjadi menakutkan ketika memasang ekspresi itu.


"Otak otot mu tidak bisa bekerja dengan baik ya? Baiklah, aku akan membantumu!"


"Elaina, antara bakat dan kemampuan.. menurutmu mana yang lebih penting?"


"Aku berpikir kalau bakat itu penting, tapi menurutku kemampuan lebih penting karena itu adalah hasil usaha dan kerja keras seseorang. Orang berbakat akan dengan mudah mengasah kemampuannya, tapi orang yang bekerja keras perlu waktu lebih lama untuk kemampuan itu"


"Aku kurang mengerti, tapi terima kasih sudah menjawabnya.. kau sangat membantu!"


"Tidak masalah karena pertanyaan aneh dengan otak otot sepertimu akan sangat mudah untuk dijawab, sekarang biarkan aku yang bertanya.. apa yang kau tidak mengerti?"


"Lupakan saja! Aku hanya memerlukan pendapatmu untuk referensi nanti"


"Referensi? Terdengar mencurigakan, apa kau masih menyembunyikan sesuatu dariku?"


Memang aneh dan mencurigakan, itulah yang kupikirkan ketika mendengar kata referensi. Namun dari perkataannya, aku langsung paham kalau sepertinya Satomi menyembunyikan bakat dan kemampuannya sendiri. Semua menjadi sangat jelas ketika dia berkata hanya membutuhkan pendapatku sendiri tentang pertanyaannya.


"Sudah kubilang lupakan saja, semakin sedikit yang kau tahu.. maka itu semakin baik!"


"Ayolah beritahu apa yang kau sembunyikan! Kalau kau tidak mau maka aku tidak akan menunjukkan rambut perak ku lagi!"


Satomi menyukai warna rambut alami ku, jadi aku mengancamnya dengan itu agar dia memberitahukan apa yang dia sembunyikan.

__ADS_1


"Baik, akan ku beritahu.. tolong tunjukkan rambut perak itu nanti!"


"Jadi, apa rahasia mu?"


"Sebelum itu, kuharap kau tidak ikut campur masalah ini.. Elaina, sebenarnya aku tidak memiliki perasaan apapun, aku selalu kosong dan karena itulah aku yakin kalau aku sudah membunuh emosiku sendiri.. dan sekarang aku berharap seseorang bisa kembali menumbuhkan emosi di dalam diriku ini!"


"Aneh sekali, kau ingin seseorang melakukannya tapi kau tidak ingin aku ikut campur.. aku tidak mengerti!"


"Sudah kubilang bukan, semakin sedikit yang kau tahu maka semakin baik!"


Aku tidak mengerti, mungkin aku akan terus mengancamnya hingga mendapatkan penjelasan yang benar-benar jelas.


"Huh.. bisa jelaskan lebih lengkap? Atau kau tidak ingin aku menunjukkannya?"


"Maaf, tapi apa kau ingin terlibat dalam masalah yang kualami? Itu akan menjadi hal yang lumayan berat!"


"Ya, tentu saja.. memang memalukan untuk mengatakannya, tapi aku akan terus terlibat dengan orang yang kucintai.. jadi jangan menyembunyikan apapun dariku!"


Wajahku menjadi panas ketika selesai mengatakan itu, aku harus melakukannya untuk meyakinkan Satomi.


Setelahnya dia langsung menceritakannya dari awal, dimulai dari beberapa kejadian yang terjadi hingga menamai dalang dibalik kejadian itu dengan sebutan Mr.X.


Petunjuk yang ada terlalu sedikit, aku jadi ragu kalau dia bisa mengungkapnya dalam 3 hari, ditambah lagi Mr.X ini sudah berkuasa selama puluhan tahun.


Namun, aku akan mencoba untuk membantu Satomi dan membiarkan diriku sendiri terlibat dengan Mr.X. Walaupun aku sudah tahu dengan resikonya, aku tetap ingin membantu Satomi karena aku akan terus mengikutinya hingga lulus nanti.


"Jadi seperti itulah, maaf jika aku menyembunyikannya darimu.. aku hanya tidak ingin kau terlibat!"


"Aku mengerti sekarang, tolong jangan sungkan untuk meminta bantuan ku.. aku akan membantu sebisa mungkin!"


"Begitu ya? Aku sangat tertolong! Ah.. harinya sudah mulai panas dan waktu istirahat akan segera habis, jaga dirimu.. Elaina!"


"Ya.. sampai nanti, Satomi!"


Selesai mengucapkan salam perpisahan, aku dan Satomi lalu berpisah dan memutuskan untuk memasuki kelas masing-masing.


Ternyata Satomi adalah orang yang sangat kuat dan pintar, aku telah salah karena sudah meremehkannya. Aku langsung mempercayai ceritanya karena memang tidak ada kebohongan dari kata yang keluar melalui mulutnya.


Dia juga sempat mendadak populer karena berhasil menangkap pukulan dari seorang Ace sekolah, tapi sangat disayangkan kepopulerannya itu langsung ditutupi oleh Mr.X, aku sangat yakin kalau Mr.X adalah pelaku yang menutupi kepopuleran Satomi.


Tidak hanya itu, Satomi bahkan bisa menjadikan musuhnya dulu jadi sekutu yang sangat membantu ketika Mr.X menjalankan rencana.


Aku tidak habis pikir kenapa orang sepertinya bisa berada di kelas E, awalnya aku hanya bercanda dan berniat meremehkannya dengan menyebut Satomi monster, tapi dia malah benar-benar menjadi monster yang mengerikan.

__ADS_1


Sepertinya aku juga sangat hebat bisa menjadikan seorang monster mencintai diriku. Tapi jika aku mengkhianatinya, maka aku pasti akan langsung dijauhi dan dianggap musuh olehnya.


Jadi kupikir aku akan terus mencoba untuk mendapatkan kepercayaannya lalu hidup bersama di sekolah ini dalam keadaan senang maupun sedih.


__ADS_2