Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 48


__ADS_3

Seperti yang sudah kuduga, banyak pihak kepolisian langsung datang beberapa jam kemudian setelah Smith menyerahkan dokumen penting itu. Hal ini juga membuat banyak siswa terkejut dan takut karena para polisi memakai perlengkapan yang sangat lengkap, dari helm pelindung, baju anti peluru, dan juga sebuah senjata yang dipegangnya.


"Ada apa ini?"


"Entah"


Saat ini aku sedang berada di taman bersama dengan Ollie, aku bertemu dengannya secara kebetulan sama seperti sebelumnya.


Para polisi sedang berjalan siaga dengan senjata di tangannya, aku yakin mereka semua akan menuju ke gudang dan berniat untuk menangkap ibuku sendiri.


"Bukankah gawat jika ada polisi menerobos masuk? Apakah ada kejahatan?"


"Jangan tanya aku, aku tidak tahu apapun!"


Walaupun nantinya Ollie akan mengetahuinya sendiri, aku tetap berbohong padanya, aku juga sudah siap kalau saja reputasi ku menurun karena hal ini.


"Para siswa! Tetap tenang dan jangan panik, kalian bukanlah target kami dan tolong bersikap koperatif dengan cara tidak menganggu hingga mengikuti kami!"


Suara salah seorang polisi yang sepertinya adalah pemimpin dari pasukan itu menenangkan para siswa yang terlihat takut dan panik.


"Satomi.. mau kemana kau? Kau bahkan belum mendengarkan apa yang ingin ku bicarakan!"


"Ollie, aku benci mengatakannya.. tapi, aku ada hubungannya dengan mereka"


"Hah?! Barusan kau bilang tidak tahu apapun! Jadi mana yang benar?!"


"..."


"Satomi! Aku tidak mengerti, tunggu aku!"


Aku langsung bangkit dari rerumputan dan berniat mendatangi salah seorang polisi yang menenangkan para siswa tadi, aku juga mengabaikan dan meninggalkan Ollie sepenuhnya.


Sebenarnya aku sudah menunggu datangnya pihak kepolisian sambil bersantai di taman seperti biasa, tapi Ollie tiba-tiba datang dan mengatakan kalau dia ingin membicarakan sesuatu denganku. Aku tidak peduli dan tidak tertarik dengan apa yang akan dibicarakannya karena aku yang sekarang hanya terpikir untuk menghadapi masalah yang benar-benar nyata.


"Permisi, maaf mengganggu.. target kalian adalah ibuku sendiri!"


"..?!!"


Layaknya menancapkan paku di peti mati, aku langsung mengatakan sesuatu yang benar-benar menembus kepada pimpinan polisi ini. Dia langsung menolehkan kepalanya ke arahku sambil memasang wajah terkejut.


"Kau berhubungan dengan kasus ini? Kalau begitu ikut kami ke kantor dan jelaskan semuanya disana!"


"Aku menolak, dari awal aku hanya ingin memberitahu padamu kalau kau harus segera menangkap ibuku.. jika tidak dia akan menjadi orang yang berbahaya"


Seperti yang sudah kupikirkan sebelumnya, ibuku pasti berpura-pura kalah dan terus memutar otak agar bisa lolos dari situasi terburuk. Aku sendiri ingin mencegahnya melakukan itu dan karena itulah aku berada disini dan berbicara pada pimpinan polisi sekarang.


"Apanya yang berbahaya?"

__ADS_1


Dengan wajah dingin dan penuh ketegasan dia bertanya kepadaku, aku yakin tidak semua orang bisa bertatapan dengannya karena dia memberikan tekanan yang kuat.


"Waktumu tersisa tiga menit, jika lebih dari itu maka pasukan mu hanya akan mendapat perintah mundur dari atasanmu. Semoga beruntung, Sir Andrew!"


Aku langsung pergi meninggalkan seorang pimpinan pasukan bernama Andrew ini, aku mengetahui namanya dari plat nama yang ada di bagian atas kantong. Dia tidak akan menahan dan memaksaku untuk datang ke kantor polisi karena dari beberapa percakapan singkat yang terjadi, dia langsung dapat menyimpulkan kalau aku hanya seseorang yang apatis dan menginginkan kebebasan.


Sekarang aku harus memastikan satu hal dan pergi mencari Fisa, tapi kurasa aku akan dengan mudah menemuinya karena sekarang hampir semua siswa dari seluruh angkatan berada di area kelas satu, penyebabnya juga sudah jelas.


Awalnya aku ingin bertemu dengan Elaina terlebih dahulu, sangat disayangkan kalau ternyata dia adalah atlet andalan kelas C jadi Elaina akan terus berlatih tanpa memperdulikan keadaan sekitar, mungkin dia berada di gedung olahraga sekarang.


"Yo, Satomi Adney! Bisa kita bicara?"


"Hmm.. siapa kau? Kau terlihat familiar.."


"Hahaha.. lucu sekali Satomi, kau bahkan melupakan teman sekelas mu sendiri! Gilang Darma Wijaya, panggil saja Wijaya.. salam kenal, tukang selingkuh!"


"Tukang selingkuh?"


Dia memang tidak berbahaya dan aku juga tidak menganggapnya sebagai ancaman. Aku baru ingat kalau dia adalah teman sekelas ku, orang yang berada di peringkat kedua dalam sistem pasangan, kalau tidak salah nama pasangannya adalah Cika Cuisine.


Kurasa dia berhubungan dengan Fisa karena dia menyebutku tukang selingkuh, aku sama sekali tidak marah karena apa yang dikatakannya setengah benar dan setengah salah.


"Maaf, aku tidak memiliki waktu sekara..-"


"Wah.. itu dia pelakunya! Dia seorang perempuan!"


Aku sedikit bingung tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah reputasi ku akan menurun dan dibenci satu sekolah? Ataukah semua akan baik-baik saja? Aku masih tidak mengerti, bahkan aku akan terlambat memberitahu Fisa dan Smith kalau pelakunya adalah ibuku sendiri.


"Kalau tidak salah, aku pernah melihatnya tampil di tayangan televisi.. namanya Leonhart, jadi seperti itu wajah aslinya.. aku benar-benar terkejut"


"Leonhart?!!"


Aku mendengar Wijaya menggumam dan mengatakan nama Leonhart, dia adalah artis televisi terkenal yang selalu memakai topeng, orang-orang mengenalinya melalui warna dan gaya rambutnya yang mencolok, jenis rambut berwarna merah dan gayanya yang berkuncir kuda.. semuanya pasti tahu kalau dia adalah artis ternama termasuk aku dan Wijaya.


"Kau juga terkejut? Tidak ku sangka!"


"Aku juga manusia.. kurasa terkejut termasuk sifat manusiawi"


"Kau ada benarnya juga, hahaha!"


Wijaya tertawa puas lalu kami berdua berjalan mengikuti artis ternama yang sedang diborgol ini menuju gerbang sekolah bersama dengan beberapa orang dan juga pihak kepolisian.


Sungguh, aku tidak menyangka kalau ibuku adalah artis yang sering muncul di televisi bahkan sangat populer karena topengnya itu, sekarang dia menampakkan wajahnya tanpa topeng dan tentu saja beberapa siswa yang menyadarinya langsung heboh.


"Tunggu! Leonhart? Bukankah dia sangat terkenal?"


"Dia bukan Leonhart! Dia hanya mirip dengan orang ini!"

__ADS_1


"Tidak, tidak.. aku yakin dia adalah Leonhart, tidak ada yang bisa mengikuti gaya rambutnya itu!"


Aku mendengar beberapa siswa yang sepertinya sedang berdebat dan saling memastikan apakah wanita itu adalah artis ternama itu.


Jadi ibuku memakai nama palsu dan menyembunyikan identitas aslinya, semuanya bisa dilakukan dengan mudah jika ada uang. Kurasa reputasi ku akan aman untuk sementara dan aku tidak terlambat untuk memberitahu Fisa juga Smith.


Begitulah, karena kehebohan ini banyak siswa yang mendekati ibuku dan mencoba untuk menerobos pasukan kepolisian yang sedang berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


"Tolong bersikap koperatif dan tunggu saja hasilnya nanti! Kalau kalian tidak mundur maka aku akan menembakkan gas air mata kepada kalian!"


Seperti biasa pimpinan pasukan yang bernama Andrew ini dengan tegas menyuruh para siswa untuk tetap tenang dan mengancam akan menembak gas air mata kalau tidak segera bubar. Beruntung karena tampang dan tatapan matanya bisa membuat banyak siswa takut hingga akhirnya mereka membubarkan diri mereka sendiri.


"Benar juga Satomi, karena sudah bubar.. bagaimana kalau kita bicara sesuatu di cafe?"


"Memangnya apa yang ingin dibicarakan?"


Entah kenapa hari ini ada beberapa orang yang ingin membicarakan sesuatu denganku. Aku tidak ingat kalau pernah berhubungan baik dengan mereka, tapi yang pasti sesuatu yang akan dibicarakan hanya akan membuang-buang waktu.


"Hahaha.. kau nampak seperti orang yang sibuk, kalau begitu aku akan membicarakannya langsung disini. Satomi, apakah aku boleh mengambil Fisa darimu?"


Aku mengerti sekarang, ternyata memang benar kalau Wijaya berhubungan dengan Fisa. Jadi karena itulah dia menyebutku tukang selingkuh.


"Jika Fisa sendiri senang bersama mu, maka itu tidak akan menjadi masalah"


"Kau tenang sekali ya, padahal aku berniat untuk berpacaran dengan mantanmu sendiri"


"Wijaya.. biarkan aku mengatakan satu hal padamu, kalian berdua terlihat cocok jadi tolong jaga dia dengan benar!"


"Tunggu, apa kau memperbolehkan ku mendapatkan Fisa?"


"Ya.. kurasa kau lebih baik dariku, sekarang kau harus bisa melindungi dan menjaganya dengan sepenuh hati. Ngomong-ngomong, apa kau tahu dimana Fisa sekarang?"


Dari pembicaraanku dengan Wijaya, aku dapat menyimpulkan kalau aku tidak mencintai Fisa sama sekali, bahkan aku merasa lega ketika ada seseorang yang jauh lebih baik ingin berpacaran dengannya. Dan satu hal lagi, aku tidak merasakan perasaan cemburu sama sekali.


"Fisa sedang bersedih sekarang, aku sudah berusaha untuk menghiburnya.. tapi rasanya sulit sekali karena dia hanya ingin melihatmu"


"Begitu ya? Sekarang bagaimana kalau begini? Jika kau bisa membuat Fisa tertawa saat dia sedang sedih.. maka aku tidak akan menganggu kalian berdua lagi dan aku juga akan menjauhi Fisa agar kau bisa selalu bersamanya"


"Usulan yang bagus, hahaha.. ya, boleh saja. Aku akan menerima tawaranmu!"


"Sepakat, kalau begitu kau hibur dan buat Fisa tertawa sekarang.. aku akan mengawasi dari kejauhan"


Berapa kemungkinan rencana ini berhasil? Aku yakin melebihi 80% karena Wijaya adalah orang yang humoris dan berhati lembut. Dia akan dengan mudah membuat Fisa tertawa dengan menunjukkan kekonyolannya.


Kuharap Fisa akan menganggap Wijaya orang yang menarik sama sepertiku dan dengan begitu hubungan mereka berdua akan semakin dekat.


Sekarang satu hal sudah teratasi, aku tidak perlu memberitahu Fisa kalau Mr.X adalah ibuku sendiri karena aku sudah tidak peduli dengan tanggapannya, entah itu merasa kesal ataupun tidak mempermasalahkannya sama sekali. Wijaya akan selalu bersama Fisa dan memang hanya itu pilihan terbaik yang bisa ku pilih.

__ADS_1


Sisanya hanya tentang Smith, aku akan menemuinya langsung dan mencoba untuk berbicara padanya.


__ADS_2