Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 25: Aku Yang Terburuk


__ADS_3

Beny bukanlah Mr.X, aku sangat yakin akan hal ini, tapi untuk sekarang mereka semua terasa seperti menari di telapak tangannya.


Charles, Lina dan beberapa orang sedang dimanfaatkan dengan baik oleh Beny, walaupun dibalik semua itu masih ada seseorang yang mengendalikan Beny dibalik layar.


Tujuannya juga masih tidak diketahui, tapi aku sangat yakin kalau dia adalah orang dalam sekolah yang sebenarnya, dengan kata lain orang yang mengendalikan Beny adalah Mr.X sebenarnya.


Dia juga sangat bagus dalam bersosialisasi, jadi dia tidak akan ketahuan dengan mudah, dan juga kemampuan menyesuaikan dirinya sangat bagus.


Aku hanya perlu beberapa informasi untuk mengungkap dirinya, tapi mendapatkannya bukanlah hal yang mudah. Semua ada resikonya tersendiri dari semua tindakan yang akan kulakukan.


Sekarang sudah hari kelima, yang dimana ini adalah hari para siswa yang tidak mendapatkan pasangan akan langsung di dropout sore ini. Jadi waktu Mr.X tersisa tujuh jam lagi sebelum Beny di dropout.


"Sekarang duduklah di bangku kalian masing-masing! Aku akan menjelaskan tentang hari terakhir, hari yang akan menjadi hari terakhir kalian untuk bersenang-senang"


Smith memasuki kelas tanpa membawa apapun, dia tidak membawa tas dan hanya mengenakan pakaian guru seperti biasanya.


Dia langsung menyuruh para siswa untuk segera duduk lalu menjelaskan tentang hari kelima ini.


"Di hari kelima ini, kalian akan menjawab pertanyaan yang cukup mudah untuk mendapatkan tambahan poin.. sekarang silahkan lihat penjelasannya di ponsel kalian!"


"Baik!"


Setelah mengatakan itu, Smith langsung pergi keluar tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


"Huh.. selalu saja seperti ini"


"Tenang dulu, mari kita lihat pertanyaannya!"


Fisa mengeluh padaku tentang kejadian pagi yang terus terulang seperti ini, Smith selalu masuk kedalam kelas dalam beberapa menit lalu keluar setelahnya.


Saat melihat ponsel, aku mendapatkan notifikasi dan dengan cepat aku menekannya. Setelah itu aku mendapati penjelasan tentang hari kelima ini, menjawab pertanyaan yang mungkin cukup mudah bagi semua siswa, setiap jawaban akan diperiksa dan dinilai.


Pertanyaan yang diberikan adalah "Apa yang kamu ketahui tentang sekolah ini?". Hanya itu saja, tapi para pasangan harus menjawab tidak kurang dari 100 kata, jika kurang dari itu maka penambahan poin tidak akan terjadi.


Semua jawaban para pasangan akan dikumpulkan melalui perwakilan salah satunya saja, singkatnya aku dan Fisa hanya memerlukan salah satu ponsel kami untuk menjawab pertanyaan ini.


Peringkat pertama mendapat 500 poin, kedua 300 poin, dan ketiga 100 poin, lalu disusul peringkat ke-empat hingga terakhir sebesar 50 poin.


Dari semua penjelasan yang aku baca, semua siswa akan mendapatkan poin tambahan jika menjawab pertanyaan ini lebih dari 100 kata, lalu semua jawaban akan dinilai untuk memberikan peringkat satu sampai tiga kepada pasangan.


"Bagaimana menurutmu? Satomi?"


"Tidak ada masalah, kita hanya perlu menjawab melebihi seratus kata dan semuanya akan baik-baik saja"


"Tapi kita harus merangkai kata-kata nya agar mendapat nilai yang baik, aku ingin kita berada di peringkat ke satu dan mengambil 500 poin itu!"

__ADS_1


"Aku tidak yakin, untuk sekarang ayo kita mencari informasi!"


"Maksudmu mengungkap Mr.X?"


"Ya.. tapi tolong jangan bicara terlalu keras!"


"Maafkan aku!"


Fisa berbicara terlalu keras dan kurasa ini bukanlah hal yang baik.


"Fisa.. sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu"


Aku tahu Fisa sedang menyembunyikan sesuatu sekarang, jadi mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakannya.


"Apa itu?"


"Tidak enak jika bicara disini, mari kita berpindah tempat!"


"Emm.. ok!"


Aku langsung beranjak dari kursi dan pergi keluar, disusul dengan Fisa yang mengikutiku dari belakang.


"Kemana kita akan pergi?"


"Tidak jauh dari sini, kita hanya akan duduk di bangku taman"


Aku yang tiba-tiba mencium Fisa memang mengejutkan dirinya dan banyak orang, tapi aku harus melakukannya untuk membuat si pengirim pesan misterius merasa kesal.


Taman adalah tempat yang bagus untuk mencari informasi, dengan memanfaatkan pendengaran ku yang sangat baik, aku mungkin saja dapat mendengar beberapa percakapan siswa yang berhubungan Mr.X.


"Itu bukanlah masalah.."


"Hmph.. terserah kau saja!"


Fisa menggembungkan pipinya, itu menandakan kalau dia sedang kesal, menurutku dia memang imut ketika seperti ini.


Tidak perlu berjalan lebih lama, aku dan Fisa kini sudah sampai di taman, lalu kami berdua duduk di bangku tempat aku mencium Fisa kemarin.


"Kenapa kita duduk di tempat yang sama!?"


"Memangnya kenapa?"


"Tidak.. lupakan saja!"


Dia memalingkan wajahnya, aku sangat yakin kalau dia sedang tersipu malu karena mengingat kejadian itu.

__ADS_1


"Begini Fisa.. aku akan langsung ke intinya, sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?"


"Apa maksudmu?"


"Dengar.. aku belum mempercayaimu sepenuhnya, kurasa kau semakin mencurigakan"


Melihat aku yang berkata seperti ini, suasana hati Fisa langsung berubah total dari baik menjadi buruk secara drastis.


Aku melakukan ini untuk menjawab rasa penasaran ku sendiri. Saat Fisa tidak ada, aku selalu saja merasa kosong, jadi aku penasaran dan akan mencari jawabannya dengan cara yang agak kejam.


Langkah pertama aku akan membuatnya kesal dan sedikit membenciku, dia pasti akan menjauhiku setelahnya. Dan setelah itu aku ingin merasakan kekosongan yang kualami ketika dia jauh dari jangkauan ku.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau mencurigai ku sebagai Mr.X?!"


"Tidak.. bukan seperti itu, hanya saja.. kau menyembunyikan sesuatu dariku!"


"Kau tidak tahu apapun! Jadi kau mengajakku kesini hanya untuk membuatku kesal?!"


Fisa menaikkan nada bicaranya, tapi dia belum terlihat marah.


"Itu bukanlah masalah jika kau tidak mau memberitahuku, tapi aku yakin kalau Mr.X ini berhubungan denganmu"


"Tapi aku tidak tahu apapun! Kenapa malah mencurigai ku!"


"Aku tidak mencurigai mu, maaf saja.. tapi kita harus jaga jarak sekarang, kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Dan juga.. jangan bergantung padaku lagi!"


"Kenapa tiba-tiba?! Padahal aku tidak tahu apapun.. aku serius tidak mengetahuinya!"


Barulah kali ini Fisa merasa marah setelah aku mengucapkan kata yang terdengar seperti perpisahan.


"Mulai sekarang aku tidak peduli lagi denganmu.. jadi tolong jaga dirimu sendiri, Fisa Campbell!"


"Tu-tunggu!"


Aku benar-benar pergi setelah mengatakan itu, lalu samar-samar aku mendengar suara Fisa yang menyuruhku untuk menunggunya.


Tapi aku terpaksa melakukan ini dan berpura-pura tidak peduli lagi padanya, semuanya kulakukan untuk memastikan perasaanku sebenarnya terhadap Fisa.


Jika perasaan ini bersifat sementara, maka aku memang harus menjauhinya, tapi kalau perasaannya bersifat lama dan terus membekas, aku akan menembaknya dan menjadikannya pacarku.


Sebenarnya aku sudah merasakan perasaan ini ketika dia menyelamatkanku secara tidak langsung, Fisa dengan penuh perjuangan ingin membuatku yakin kalau Lina juga bersekongkol. Aku hanya sedikit mempercayainya pada saat itu, tapi kurasa dampaknya jadi sangat besar ketika dia jujur padaku.


Seperti kata ayahku dulu, kalau kau terus merasa kesepian ketika perempuan itu tidak ada dihadapan mu, maka sudah pasti kau sedang mencintainya. Itulah kata-katanya yang kuingat saat dia sedang membacakan ku dongeng malam.


Namun aku merasa kalau perasaan kosong dan perasaan kesepian itu berbeda, jadi aku harus memastikannya sekali lagi apakah aku memang benar-benar mencintainya.

__ADS_1


Mungkin Fisa akan membenciku setelah aku mengatakan hal itu, tapi aku tidak memiliki pilihan lain, hanya ini yang bisa kulakukan untuk menguji perasaanku sendiri.


Aku memang yang terburuk, padahal aku masih bisa mengujinya tanpa membuat Fisa sedih, tapi aku malah bertindak seperti itu dan aku sangat yakin kalau hal ini pasti membuatnya sedih.


__ADS_2