Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 29: Hadapi Semuanya!


__ADS_3

"Satomi, mau berapa lama kau berada disini?"


Saat sedang menikmati hujan yang turun, aku melihat Niko yang mendekat padaku sambil memegangi payung.


"Entahlah.. mungkin sampai perasaan bersalahku hilang"


"Aku tidak menyangka kalau kau jadi sebodoh ini ketika memikirkan seorang gadis"


"Terserah kau saja"


"Kau sudah berada disini selama hampir setengah jam, itu sangat lama.. bahkan aku yakin kalau kau akan masuk angin dan mungkin saja mengalami demam"


"Aku tidak peduli, tinggalkan aku sendiri! Biarkan aku lebih lama sendiri.."


Aku jadi bodoh ketika berurusan dengan gadis, perkataan Niko itu sangat menggambarkan perbuatanku saat ini.


"Sebenarnya aku diminta oleh Fisa yang sedang menangis keras, dia memintaku untuk segera membawamu berteduh"


"Begitu ya?"


Ternyata aku tidak menyadari dan terus merenungkan kesalahanku selama hampir tiga puluh menit, dan hal ini malah membuat Fisa menjadi khawatir.


Dia masih khawatir padaku, padahal aku sudah berbuat hal jahat padanya dan aku juga terus membuatnya sedih.


Perasaan macam apa ini? Lagi-lagi perasaan yang kualami saat di gedung olahraga kembali muncul, aku ingin melihat Fisa sekarang, aku ingin memastikan kalau dia dalam keadaan baik-baik saja.


Tapi bagaimanapun aku harus tetap menahan diriku dan menjaga jarak darinya, aku hanya bisa mengamatinya dari kejauhan untuk sekarang.


"Niko.. mari kita berbagi payung!"


"Ya, tentu kawan!"


Pada akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti perkataan Niko dan memintanya untuk membagikan payungnya. Lalu kami berdua berjalan ditengah hujan deras menuju ke tempat yang tidak terkena air hujan.


"Astaga, sejak kapan kau jadi seperti ini?"


"Entahlah.."


"Padahal dulu kau sangat tenang saat berhadapan dengan siapapun, tapi kau yang sekarang malah seperti ini hanya karena seorang gadis"


"..."


Aku tidak bisa banyak bicara pada Niko karena aku sedang mewaspadainya, itu karena dia adalah kandidat Mr.X yang paling kuat.


"Terima kasih sudah membagi payungnya.. sekarang aku akan menghangatkan diriku!"


"Ya, sampai jumpa Satomi!"


"..."


Selesai mengucapkan salam perpisahan, Niko pergi meninggalkanku. Sekarang aku juga harus menghangatkan diriku, tapi rasanya ada yang aneh.


Ah.. benar juga, aku tidak merasakan keberadaan ponselku di kantong celanaku, padahal aku cukup khawatir jika itu terkena air dalam keadaan yang sangat lama, maka ponselnya bisa rusak.


Bahkan kemungkinan penguran poin bisa saja terjadi jika aku merusak fasilitas sekolah termasuk ponsel yang diberikan, aku memang jadi lebih bodoh sekarang.


Kalau tidak salah, aku baru saja mengingat saat ditengah jalan bersama Niko tadi, dia sempat mengayunkan tangannya beberapa kali. Tubuhku mati rasa pada saat itu, jadi kurasa aku tidak sadar jika dia mengambil ponsel dari kantong ku.


Aku yakin kalau Niko adalah pelaku yang mengambil ponsel dari kantongku, padahal aku sudah mempercayainya, tapi dia yang sekarang sudah mengkhianati ku. Alasan dan tujuannya mengambil ponselku masih tidak diketahui, kini masalah semakin bertambah ketika aku terus meremehkannya.


Sepertinya semua kejadian ini memang terhubung dengan Mr.X, aku juga sudah menyimpulkan satu hal yang cukup kuat dan mengetahui rencananya ketika melihat tindakan Niko tadi.

__ADS_1


Niko berbohong tentang Fisa yang khawatir padaku, padahal pada kenyataannya Fisa akan langsung datang sendiri jika dia khawatir.


Sekarang aku hanya bisa terpikir kalau rencana besar Mr.X terlalu sederhana, dia hanya ingin membuat Fisa hancur dan sengsara, dan langkah pertama yang ingin dia lakukan adalah merebut seseorang yang menjadi pasangannya, lalu menghancurkannya dan melakukan dropout terhadap pada aku dan Fisa.


Pada awalnya Mr.X ingin seorang suruhannya untuk menjadi pasangan Fisa, tapi dia sudah berpasangan denganku dan bahkan menempati peringkat pertama saat hasil pasangan diumumkan.


Tentu saja hal ini telah membuat rencananya berantakan, bahkan aku juga yakin kalau Mr.X menyusun ulang rencana besarnya dan melibatkan ku karena telah berhubungan dengan Fisa.


Jadi inilah penyebab kenapa aku bisa diincar oleh mereka, aku telah berpasangan dengan Fisa dan Mr.X ingin aku juga dikeluarkan setelah rencananya tidak berjalan dengan baik.


Pada akhirnya aku hanya bisa berteori liar karena kurangnya informasi, tapi kurasa apa yang kupikirkan ini tidak terlalu melenceng dari rencana sebenarnya.


"Satomi Adney.. kau kenapa? Basah kuyup seperti itu?"


"Aku hanya mandi hujan tadi"


"Astaga.. kau seperti anak-anak saja!"


Saat sedang duduk santai dan berpikir tentang Fisa dan rencana Mr.X, seorang guru yang kukenal bernama Smith Afton menegurku dan menanyakan tentang kondisiku yang basah kuyup, lalu dia ikut duduk di sampingku setelahnya.


"Smith.. maaf jika pertanyaanku agak aneh, tapi bisakah aku menanyakan sesuatu?"


"Tentu, selama aku bisa menjawabnya!"


"Antara bakat dan kemampuan, apakah keduanya harus disetarakan?"


"Pertanyaan mu lumayan berat, kalau begitu akan kujawab sesuai pemikiran ku.. jadi, bakat itu memang penting.. tapi kemampuan jauh lebih penting karena itu melibatkan tanggung jawab"


Setelah bertanya pada Smith, rasa penasaranku masih belum terjawab, singkatnya aku belum puas mendengar jawaban dari Smith.


"Hanya itu?"


"Tentu.. kau harus mencari jawabannya sendiri! Satomi.. sekarang biarkan aku yang balik bertanya!"


Smith berkata kalau aku harus bisa mencari jawabannya sendiri dan sekarang dia malah ingin bertanya padaku.


"Masalah apa saja yang telah kau hadapi sejak bersekolah disini?"


"Apa maksudmu?"


"Begini.. aku sudah tahu semuanya, jadi lebih baik jujur saja padaku!"


"..."


Aku benar-benar tidak mengerti perkataan Smith barusan, dia memintaku untuk jujur karena sudah mengetahui semua hal.


"Satomi.. menjadi incaran banyak orang rasanya sulit bukan? Biarkan aku membantumu kali ini!"


"Apa yang kau ketahui?"


"Semakin sedikit yang kau tahu, maka itu semakin baik.. tapi lebih baik ceritakan semua masalahmu agar lebih mudah"


"Baiklah.. aku akan menceritakannya"


"Kau sangat tenang seperti biasa"


Ini bukan masalah dia tahu segalanya atau tidak, tapi aku akan menceritakan semua yang ku alami pada Smith dan berharap agar dia bisa memberikan informasi yang berguna.


"Dengarkan baik-baik!"


"Tentu!"

__ADS_1


Aku menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Smith, pertama-tama aku menceritakan tentang beberapa kejadian yang ada di kelas, lalu kejadian aku yang menangkap pukulan dari seorang Ace, dan masih banyak lagi. Tentu saja aku menyiapkan cerita tentang Mr.X sebagai bagian akhirnya.


Guruku yang bernama Smith ini mendengarkan ceritaku dengan serius, dia bahkan tidak menyela perkataan ku sekalipun saat aku bercerita, itu memang menandakan kalau Smith ingin membantuku.


"Sudah kuduga, aku memang mengetahui semuanya"


"Lalu kenapa kau memintaku menceritakannya kalau sudah tahu?"


"Aku hanya ingin menguji dirimu, seperti apakah kau akan berbohong dan terus menutupi masalahnya?"


"Biar aku tanya sekali lagi.. dari mana kau tahu? Apa kau menguntit ku?"


"Apa boleh buat, ya.. itu benar.. aku selalu mengawasi mu dari kejauhan karena kau adalah orang yang paling tidak normal diantara semua siswa kelas satu"


Aku benar-benar tidak sadar dan selalu diawasi oleh Smith sejak bersekolah disini, rasanya privasi ku sedang tidak terjaga sekarang.


"Tidak normal?"


"Benar.. kau sangat tidak normal, keberadaan mu saja hampir menjadi ancaman bagi pihak sekolah.. jadi hanya aku seorang yang berpihak padamu!"


"Tunggu.. apa maksudnya?"


"Belum saatnya kau tahu itu.. lagipula aku cukup yakin kalau kau bisa mengatasi mereka semua"


"Tidak, aku masih terlalu lemah dan naif sekarang!"


"Itu karena kau selalu kabur dari masalah, dan juga mungkin kau harus menolong orang yang kau cintai karena dia sedang dalam masalah sekarang. Tapi sangat disayangkan aku tidak bisa membantumu kali ini, aku hanya akan membantumu ketika berurusan dengan pihak sekolah"


Mendengar perkataan Smith membuatku sangat khawatir pada Fisa, lagi-lagi mereka mengatakan hal yang sama ketika aku bercerita tentang masalahku dengan Fisa, mereka selalu berkata kalau aku mencintainya.


"Ada apa dengan Fisa?"


"Gudang sekolah, pukul sebelas pagi.. sekitar dua puluh menit lagi sebelum kejadian berlangsung, dan bagaimanapun.. tolong selamatkan dia!"


"Kalau bisa panggil semua sekutumu untuk datang ke sana, aku sangat yakin perkelahian besar akan terjadi disana"


"Dan kau sebagai guru tidak ingin menghentikannya?"


"Jangan sebut aku guru.. aku hanyalah seseorang yang ingin balas dendam kepada pendiri sekolah ini!"


"..."


"Semuanya busuk, aku tidak tahan lagi sekarang.. aku ingin segera memenuhi hasrat ku yang ingin balas dendam ini!"


"Bisa jelaskan secara singkat? Aku tidak mengerti!"


Aku agak terkejut saat melihat Smith yang menangis dan penuh dengan perasaan dendam sambil mengatakan hal seperti itu, semuanya jadi membingungkan sekarang.


"Maaf.. aku malah terbawa suasana! Aku akan menceritakannya lain kali, yang terpenting kau harus menyelamatkan orang yang kau cintai itu! Dan jangan lupa untuk menjaga dirimu agar tidak demam!"


"Hmm.. baik!"


Sekarang Smith langsung pergi tanpa menjelaskan apapun padaku, dia berkata kalau akan menceritakan masalahnya padaku nanti.


"Oh iya, satu hal lagi.. kita sudah menjadi sekutu dan kita berdua akan terus menghadapi setiap masalah yang akan terjadi!"


Sebelum pergi menjauh, dia berbalik dan memberitahukan kalau aku dan dirinya sudah jadi sekutu dan akan terus bekerja sama.


Masih ada sekitar 16 menit lagi sebelum kejadian berlangsung, jadi aku akan menghangatkan diriku terlebih dahulu dan pergi 5 menit sebelum kejadian.


Semuanya sudah menjadi masalah yang serius sekarang, aku masih tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya telah terjadi selama aku bersekolah disini.

__ADS_1


Rasanya mereka semua ingin melihat kemampuanku yang sebenarnya, baiklah.. aku akan serius untuk masalah kali ini dan menghadapi semuanya.


__ADS_2