Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Side Story: Fisa Campbell


__ADS_3

Part 4: Aku Cemburu


_________________________________________


Siapa gadis itu? Aku tidak mengenalnya dan kurasa dia sangat akrab dengan Satomi, mereka bahkan saling berdekatan hanya untuk membaca sebuah buku.


Ternyata mengikutinya memang pilihan yang tepat, saat Satomi mengatakan sesuatu yang sangat kejam padaku, dia langsung pergi meninggalkanku, lalu aku dengan terpaksa mengaktifkan Conceal dan mengikutinya.


Padahal dia mengatakan ingin melindungi ku saat di ruang guru tadi, tapi sekarang dia dengan mudahnya meninggalkanku.


Ada yang aneh dengannya, dia seperti menyembunyikan sesuatu. Aku sangat yakin ketika melihat ekspresinya, cara bicaranya berbanding terbalik dengan apa yang dia inginkan.


Dia sebenarnya ingin aku tetap bersamanya, tapi entah kenapa sekarang dia berbuat seperti ini, aku juga masih tidak tahu rencana yang ingin dijalaninya hingga rela membuatku menjadi sedih.


Sudah beberapa kali aku melihat Satomi berjalan di tempat yang sama dan terus memutari tempat itu, bahkan aku hampir kehilangan jejaknya karena dia mendadak berbelok dan menginjak tempat yang berbeda.


Aku masih tidak tahu tujuannya kemana, tapi aku terus mengikutinya hingga akhirnya dia sampai di perpustakaan sekolah dan masuk kedalam.


Namun sepertinya aku harus mematikan Conceal karena tempat ini sangat rawan untuk orang yang memiliki insting tajam seperti Satomi.

__ADS_1


Saat menjelajahi kedalam perpustakaan ini, aku melihat seseorang laki-laki yang tidak kukenal sedang memegang buku yang lumayan besar, dia terlihat mencurigakan jadi aku mengikutinya dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan.


Sepertinya orang ini berniat melempar buku yang dipegangnya ke arah depan, aku masih tidak tahu dia ingin melempar ke siapa karena tempat ini tertutup oleh banyak rak buku.


Orang ini melempar buku yang dipegangnya dengan kekuatan penuh, aku yakin dia berniat untuk mencelakai seseorang.


"BUUKKK!!!"


Lalu bunyi tabrakan terdengar lumayan keras, tapi setelahnya muka lelaki ini terlihat kesal. Sepertinya dia tidak mengenai sasarannya dan ada seseorang yang melindungi sasaran itu.


"Elaina.. kau pengkhianat yang pantas dibasmi!"


Walaupun begitu, aku tetap mendengar perkataannya dengan jelas dan aku masih beruntung karena dia tidak mengetahui keberadaan ku.


Mungkin lebih baik untuk mengabaikannya saja dan fokus mencari Satomi, tapi baru saja aku bergerak maju sedikit, aku melihat Satomi dengan seorang gadis.


Tunggu.. bukankah lelaki mencurigakan tadi melempar ke arah yang sama dengan mereka, jadi dia berniat melemparnya ke arah gadis itu.


Namun lemparannya meleset, tidak, bukan meleset, Satomi melindungi gadis itu dan aku cukup yakin karena suara tabrakan yang kudengar tadi.

__ADS_1


Aku kesal, aku juga ingin dilindungi olehnya seperti itu. Dan sekarang dia malah berniat membaca buku bersama dengan gadis yang di lindunginya, ini membuatku menjadi tambah kesal.


Aku tidak tahan melihatnya bersama dengan gadis itu berlama-lama, jadi aku langsung melabraknya dan tentu saja ini membuat Satomi terkejut.


Lagi-lagi dia masih keras kepala dan terus menyuruhku untuk menjauhinya, aku sendiri memang tidak ingin seperti ini, tapi kurasa aku akan mengikuti rencana dan alur yang dia buat.


Aku langsung pergi keluar perpustakaan setelahnya sambil memikirkan tentang rencana yang ingin dia buat. Namun aku agak keliru, dia tidak membuat rencana apapun dan memang ingin membuatku sedih.


Aku benar-benar tidak mengerti ekspresi yang dia berikan, baru kali ini aku harus berpikir lebih keras untuk memahaminya, tapi rasanya percuma saja, Satomi terlalu sulit untuk ku hadapi.


Melihatnya yang seperti itu membuat aku menjadi sangat sedih, aku merasa seperti ada melakukan kesalahan padanya dan dia dengan mudahnya mendekati seorang gadis setelah aku berbuat kesalahan dalam pandangannya.


Mungkin gadis tadi bernama Elaina, seorang pengkhianat yang disebut oleh lelaki mencurigakan tadi. Aku tidak mengerti maksudnya tapi kurasa dia adalah tipe orang yang akan melakukan segalanya ketika sedang terpuruk.


Orang yang kucintai sedang marah padaku, bahkan dia mendekati gadis lain dan tentu saja hal ini membuatku menjadi sangat kesal. Aku ingin berduel dengannya, taruhannya tentu saja adalah Satomi itu sendiri.


Aku paham perasaan ini, aku bukan kesal, tapi ini perasaan yang jauh lebih dalam. Ya, itu benar, aku cemburu ketika melihatnya sangat dekat dengan gadis yang kuketahui bernama Elaina.


Aku cemburu dan sangat cemburu, tapi aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi dan membuatnya membenciku.

__ADS_1


Kondisi yang kualami sekarang kurasa agak buruk, karena aku sudah mengeluarkan air mata saat diperjalanan menuju kelasku sendiri.


__ADS_2