Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 35


__ADS_3

Sekarang adalah hari pengumuman tentang pertanyaan yang diberikan oleh sekolah, aku berharap mendapat peringkat pertama agar membuat Fisa senang. Karena jika tidak, aku akan merasa sangat bersalah.


Sudah sekitar dua hari semenjak kejadian itu, kejadian yang tidak mungkin aku lupakan, bahkan aku masih mengingat bentuk tubuh Fisa yang sebenarnya. Aku jadi penasaran apakah dia akan terus menutupi dadanya sampai lulus nanti.


Dan sejak kejadian itu pula, aku dan Fisa yang biasanya saling mengirim pesan, kami tidak melakukannya lagi bahkan hingga hari ini.


Aku ingin membolos, itulah yang kupikirkan, tapi sayangnya itu tidak bisa dilakukan karena ini adalah sekolah asrama. Jadi dengan terpaksa aku harus bersiap-siap pergi ke kelas.


"Waktumu 10 menit! Segera bersiap-siap!"


"Ya.. bisa kau diam? Aku sudah tahu!"


Kesal dengan suara yang mengganggu, aku langsung membalas suruhan orang yang mengetuk pintu kamarku.


Dia bertugas untuk membangunkan ku, jadi kurasa tidak akan ada pengurangan poin jika aku membalasnya seperti itu.


Lalu dengan penuh keterpaksaan aku langsung bergegas mandi dan berpakaian, setelahnya aku langsung berjalan ke kelasku dan sampai disana dalam waktu kurang dari lima menit.


Suasana di kelas saat ini sudah dipenuhi oleh beberapa orang, aku juga melihat Fisa yang sedang duduk merenung, sepertinya dia masih merasa bersalah atas tindakannya waktu itu.


Aku mendekati Fisa dan menyapanya.


"Fisa, kau baik-baik saja?"


"Ya.. tapi seharusnya aku yang bertanya seperti itu, bagaimana keadaanmu? Apakah demam yang kau alami sudah sembuh?"


Kami berdua berbicara seperti biasanya seolah-olah kejadian pada hari Sabtu itu tidak pernah terjadi.


"Aku sudah pulih total, nih! Aku tidak berbohong kan?"


"Eh?!"


Aku dengan cepat menarik paksa telapak tangan Fisa dan menempelkannya pada dahi ku.


"Maaf Satomi! Atas tindakanku kemarin, bahkan aku tidak bisa menghubungimu karena perasaan bersalahku.. tapi.. kita tetap berpacaran bukan?"


Ternyata memang benar dia merasa bersalah, dia takut demamku menjadi lebih parah, dan disisi lain aku juga khawatir kalau demam yang kualami akan menular padanya.


"Tidak masalah.. aku juga minta maaf! Aku sedikit khawatir dengan kondisimu sekarang, kau tidak tertular kan?"


"Sekarang aku merasa baik-baik saja, jangan khawatir!"


"Begitu ya.."


Setelah perbincangan singkat, semua siswa langsung duduk dengan tertib karena Smith akan memasuki kelas ini. Dan seperti biasa, dia tetap berlagak seperti guru walaupun dia benci ketika dipanggil guru.


"Selamat pagi semuanya! Apa kabar? Kuharap kalian semua baik-baik saja! Sekarang adalah pelajaran pertama kita di kelas satu ini, dan untuk hasil jawaban kemarin silahkan lihat ponsel kalian sendiri, aku akan memberikan waktu lima menit untuk mengeceknya!"


"Baik!"


Para siswa kompak menjawab dengan keras lalu mereka memainkan ponsel mereka untuk melihat hasil jawaban atas pertanyaan yang diberikan pada hari kelima kemarin.


Aku sendiri juga langsung melihatnya dan sudah tidak terkejut dengan hasilnya.

__ADS_1


Hasil Ujian Menjawab Pertanyaan


1. Satomi Adney - Fisa Campbell


2. Charles Bark - Lina


3. Barry Danna - Ollie Siena


Sebenarnya cara untuk mendapatkan nilai yang baik adalah dengan cara mengamati apa yang sudah dilakukan oleh siswa beberapa hari belakangan ini, dan setelah itu siswa harus menuliskan kesimpulan yang didapatkan oleh mereka dan membuat kata-katanya menjadi menarik.


Aku langsung menyadari hal ini ketika berada di perpustakaan saat bersama dengan Elaina, ternyata dia juga bisa berguna secara tidak langsung.


Sekarang aku dan Fisa langsung mendapatkan tambahan 500 poin, ini tentu saja membuat teman sekelas ku memandangi kami berdua.


"Selalu saja mereka, aku jadi curiga dengan mereka!"


"Ya benar sekali, mereka sangat mencurigakan.. bahkan aku yakin mereka berbuat curang"


Aku sudah menduga hal ini, paling tidak ada beberapa orang di kelas yang tidak menerima hasilnya dan berujung mencurigai salah satu pasangan.


"Baik, waktu kalian habis.. simpan kembali ponsel kalian! Sekarang kita akan membahas tentang olahraga atletik, kalian hanya akan mempelajari teorinya Minggu ini.. untuk praktek akan dilakukan Minggu depan!"


"Ya.."


Para siswa menjawab dengan nada rendah, sepertinya mereka kecewa dengan pembelajaran yang akan diberikan.


"Sebagai awalan, mari kita mempelajari tentang lari.. itu karena di setiap permainan apapun, beberapa diantaranya pasti memerlukan lari. Seperti yang kalian ketahui, lari sangat berguna untuk menambah stamina dan beberapa hal lain yang tujuannya hampir sama yaitu menjaga ketahanan tubuh!"


Seperti inilah sistem poin, mereka takut poinnya akan dikurangi hanya karena tidak menyimak pembelajaran.


Pada akhirnya setelah pembelajaran yang membosankan, bel istirahat berbunyi dan menyuruh para siswa untuk segera datang ke ruang makan karena pemberitahuan penting.


"Ayo pergi!"


"Ya.."


Tanpa pikir panjang, aku langsung mengajak Fisa untuk pergi ke sana, tentu saja sambil berpegangan tangan.


"Satomi, terima kasih atas peringkat satunya!"


"Tidak masalah.. aku juga merasa lega karena bisa menempati peringkat teratas!"


Kami berbicara banyak hal diperjalanan yang singkat ini dan akhirnya kami berdua telah sampai di ruang makan.


"Perhatian kepada seluruh siswa, terima kasih atas kehadirannya yang lebih cepat! Namun kami ingin memberitahu sesuatu yang penting, mulai hari ini.. tidak ada lagi makanan gratis! Kalian semua akan membayar makanan yang disajikan menggunakan poin, sekian!"


Keributan terjadi setelah pengumuman itu, bahkan banyak sekali siswa yang terlihat enggan menerimanya, tapi bagaimanapun mereka protes, tetap saja mereka harus bayar makanan mereka menggunakan poin.


"Satomi, bagaimana ini?"


"Jangan dipikirkan.. kita memiliki banyak poin sekarang, kita juga harus bisa menghematnya!"


Tidak ada lagi kertas penomoran untuk memasuki ruang makan ini, namun kursi yang bertuliskan angka tetap ada. Sekarang aku dan Fisa langsung duduk lalu menunggu pelayan yang datang.

__ADS_1


"Untuk dua orang? Silahkan bayar 5 poin!"


"Hmm.. ya, aku akan membayarnya!"


"Terima kasih banyak, tolong tunggu pesanannya!"


Pelayan sudah datang, kami bahkan tidak bisa memilih menunya dan langsung disuruh membayar sebesar 5 poin, sepertinya menu makanan ini sudah disiapkan oleh pihak sekolah untuk menjaga pola makan sang siswa.


Tidak perlu waktu lama setelah membayar, pelayan kembali datang dengan menyajikan beberapa sandwich telur, ini seperti sandwich pada umumnya, tapi yang berbeda hanyalah bagian telurnya yang membuat ketebalan sandwich ini meningkat. Sedangkan untuk minumannya, mereka hanya menyajikan air putih biasa.


"Fisa, ada apa? Kau terlihat murung!"


"Aku.. tidak terlalu suka telur!"


"Tidak terlalu, kalau begitu paksakan saja untuk makan.. ini termasuk makanan penting yang harus kau makan!"


"Kau bisa memakannya untukku kan?"


"Aku menolak, kau harus memakannya bagaimanapun juga!"


"Itu benar, kau harus memakannya.. putri!"


Disaat sedang berbicara dengan Fisa, seorang laki-laki datang menyela pembicaraan, aku mengingat kalau dia adalah orang yang pernah ditolak oleh Fisa dahulu.


Fisa langsung menarik lenganku, itu berarti dia menyerahkan hal orang ini padaku.


"Kelas A memang hebat, tapi apa kau tidak merasa tertekan?"


"Kau tidak layak menjadi pacarnya! Sial.. aku benar-benar kesal denganmu, Satomi!"


"Aku tidak peduli, tapi bisakah kau menyingkir sekarang? Tidak sopan jika kau mengganggu orang yang sedang makan!"


Padahal aku belum berpikir apa-apa dan melawannya tanpa berpikir sedikitpun, tapi dia sudah terlihat kewalahan.


"Sialan, aku akan membuatmu menderita saat festival olahraga nanti!"


"..."


Dia langsung pergi setelah mengatakan hal yang tidak harus dia ucapkan. Jika dia hanya mengancam ku, maka itu tidak masalah. Tapi jika dia melibatkan Fisa, maka aku akan langsung serius melawannya.


Festival olahraga, kami para kelas E tidak diberitahu apapun tentang hal ini. Atau mungkin Smith lupa memberitahukannya mengingat dia yang sebenarnya tidak memiliki niat untuk menjadi guru.


"Satomi, aku menghabiskannya! Puji aku!"


"Ya.. kerja bagus, sayang!"


"Hehe.."


Sekarang aku dan Fisa sudah menghabiskan makanan yang disajikan, jadi kami berdua langsung keluar dari ruang makan setelahnya.


Pelajaran hari ini memang terasa membosankan karena Smith terus menjelaskan tentang lari bahkan melakukan tanya jawab pada beberapa siswa termasuk aku sendiri.


Lalu hari ini pun berakhir dengan berdamainya diriku dengan Fisa atas kejadian yang terjadi pada hari Sabtu.

__ADS_1


__ADS_2