Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 38


__ADS_3

POV (Fisa Campbell)


Dua Minggu yang menyenangkan, ini awalan yang bagus karena aku bisa memiliki seorang pacar yang ku anggap sangat menarik.


Kami membicarakan banyak hal dan menghadapi beberapa masalah selama dua Minggu ini, aku sangat senang akan hal itu.


Tapi, aku masih meragukan ekspresinya yang tidak bisa ku baca sama sekali. Aku ingin bertanya secara langsung pada Satomi, tidak, itu tidak boleh dilakukan.


Sabtu pagi yang indah, aku langsung mandi ketika bangun tidur lalu berpakaian biasa karena ini adalah hari libur.


^^^Fisa, temui aku siang nanti di taman!^^^


Ponselku berbunyi dan saat kubuka ternyata itu adalah pesan dari pacarku, dia memintaku untuk menemuinya di taman saat siang hari.


Ya, aku akan menunggumu!


Aku membalas singkat pesan yang dikirim lalu menunggu siang hari datang.


Satomi, apa kau baru bangun?


^^^Ya.. aku bahkan belum mandi dan memilih untuk bersantai terlebih dahulu^^^


Aku akan datang saat pukul satu nanti!


^^^Ya..^^^


Janji pertemuan adalah pukul satu siang nanti, masih ada sekitar lima jam lagi sebelum waktunya.


Aku menghabiskan waktu dengan saling mengirimkan pesan pada Satomi walaupun dia selalu menjawabnya dengan singkat.


Aku ingin tahu, kenapa kau memanggilku untuk bertemu di taman?


^^^Kita akan membicarakannya disana karena ini adalah hal penting yang tidak boleh dilakukan ketika saling mengirim pesan^^^


Aku tidak mengerti, bisa jelaskan agar aku bisa memahaminya?


^^^Maaf.. tapi ini sulit untuk dijelaskan jika hanya melalui pesan saja^^^


Hmph.. apa boleh buat!


^^^Maaf!^^^


Selesai saling berkirim pesan, aku langsung pergi keluar karena merasa bosan di dalam kamar, aku juga berniat untuk mencari cemilan yang dapat dimakan.


Cemilan yang harganya hanya 2 poin, kurasa Satomi tidak akan mempermasalahkannya. Lalu aku membeli cemilan keripik kentang ini dan membawanya kembali ke kamarku.


Aku memakannya dengan santai sambil menunggu waktu menunjukkan pukul satu siang. Dan tanpa terasa, sudah sekitar 30 menit lagi sebelum pertemuan ku dengan pacarku, aku tidak sabar menunggu dan memutuskan untuk datang lebih awal darinya.


"Sudah kuduga, kau akan datang sebelum waktu yang dijanjikan"


"Eh..!?"

__ADS_1


Aku baru saja keluar kamar, tapi Satomi mengejutkanku dari balik tembok.


"Sekarang, apa yang ingin kau bicarakan?"


"Kita jalan santai terlebih dulu menuju taman, rasanya tidak baik jika berbicara disini"


"Baik.. aku akan mengikuti mu!"


Dia ingin berada di taman terlebih dahulu sebelum membicarakan sesuatu yang dianggap penting olehnya, aku bahkan tidak tahu dan tidak mengerti maksudnya.


Baru kali ini aku melihatnya yang tanpa ekspresi, wajahnya sangat datar kali ini. Walaupun begitu, sebenarnya beberapa hari ini wajahnya selalu datar dan tanpa ekspresi kepada semua orang, bahkan itu termasuk pacarnya sendiri.


Melihatnya seperti ini, aku tahu kalau ada yang aneh dengannya, itu sudah jelas. Mungkin sekarang saatnya aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.


"Apa kita akan duduk di bangku yang sama?"


"Tidak.. aku ingin berbaring di rerumputan ini"


"Kau saja yang berbaring, aku tidak bisa melakukannya!"


"Ya.. kau bisa duduk di sampingku!"


Kami berdua sudah sampai di taman dan Satomi langsung berbaring di area rumput yang terlihat indah ini. Sebenarnya aku juga ingin berbaring, tapi kulit ku tidak bisa menerimanya dan aku pasti akan merasa gatal setelah melakukan itu.


"Fisa.. aku langsung ke intinya saja"


Wajah Satomi yang datar kini terlihat serius, aku bahkan sempat takut untuk menatapnya beberapa detik, tapi aku memberanikan diriku untuk menatap matanya.


"Tunggu Satomi! Biarkan aku bertanya sesuatu terlebih dahulu, kenapa kau berjanji sesuatu pada orang yang sudah jahat padamu?!"


"Tenanglah, aku tidak akan bersusah payah mencari lalu membantunya, tapi jika aku kebetulan bertemu dengannya, maka tidak ada salahnya jika aku membantu!"


"Itu memang masuk akal, tapi aku bertanya alasannya.. kau belum menjawabnya!"


"Karena aku seorang pembohong! Apa kau sudah puas dengan itu?"


"Baiklah.. aku akan menerima jawabannya, sekarang biarkan aku bertanya sekali lagi.. kenapa sikapmu mendadak berubah? Apakah Mr.X terlalu sulit untuk diatasi?"


"Bukan itu.. tapi biarkan aku mengatakannya, Fisa.. kita putus!"


"Eh!? Apa maksudmu?"


Aku kalah, itulah yang kurasakan setelah dia mengatakan kata-kata yang langsung membuatku tidak berkutik lagi. Aku tidak mengerti, dia mendadak ingin putus denganku, padahal selama berpacaran kami tidak memiliki masalah sama sekali.


Air mataku mengalir tanpa kusadari, aku sudah tahu penyebabnya dan karena itulah aku merasa sangat sedih.


"Ya.. kita sama sekali tidak cocok, lagipula apa kau ingin terus mengikuti perbuatan buruk ku? Seorang putri sepertimu tidak cocok untuk berpacaran denganku yang sangat busuk ini!"


"..."


Aku hanya bisa terdiam dan aku juga bingung harus menjawab seperti apa. Ini salahku karena terlalu takut dalam menghadapi sesuatu, aku yakin dia menganggapku hanya sebuah beban. Dia tidak ingin mencolok dan mencari seseorang yang lebih berguna, aku tahu semuanya sekarang.

__ADS_1


"Fisa.. walaupun kita sudah putus, aku tetap melindungi mu sampai Mr.X benar-benar terkuak.. dan kita juga akan terus berpasangan!"


"Hiks! Kenapa.. jadi.. seperti ini?! Hiks!"


Sambil menangis, aku mengeluh dan menyalahkan diriku sendiri. Aku benar-benar hancur sekarang, orang yang sangat kucintai tiba-tiba mengajakku untuk mengakhiri hubungan yang baru saja dijalin beberapa Minggu ini.


"Satomi, apa kau yang sekarang.. merasa kesepian? Apa masa lalu yang kau lupakan itu sangat membuatmu merasa bersalah? Kau hanya merasa bersalah pada gadis berambut pirang itu bukan???!!!"


Aku berteriak sejadi-jadinya dan ini membuat banyak orang langsung melihat kearah kami berdua, aku juga tidak peduli dan aku masih belum kalah sekarang.


"Sudah kuduga, kau memang mengerikan.. ya, itu benar.. kurasa aku menghapus ingatan ku sendiri karena merasa bersalah"


Dari awal aku sudah tahu beberapa hal tentang Satomi, namun aku terus diam dan menunggu saat yang tepat untuk bertanya. Dia pembohong dan tidak bisa jujur pada seseorang selain ayahnya sendiri, aku tidak tahu seerat apa hubungan Satomi dengan ayahnya, tapi melihatnya yang seperti ini, aku yakin kalau dia merasa bersalah karena beberapa hal.


"Gadis berambut pirang itu, apakah dia cinta pertama mu?"


"Ya.. dia orang yang bisa membuatku serius untuk pertama kalinya"


Satomi tidak bisa berbohong lagi padaku, kurasa ini saat yang bagus untuk memberikan beberapa pertanyaan.


Aku sambil menahan emosiku bahkan air mataku sendiri untuk melakukannya, aku tetap berusaha tegar walaupun sangat menyakitkan ketika dia memintaku untuk putus.


"Masa lalu mu, aku tidak tahu seperti apa.. tapi itu sangat menyakitkan bukan? Kau tidak bisa mengeluarkan emosimu dan sekarang kau hanya bisa melihat emosi seseorang lalu menganggapnya sebagai emosimu!"


"Kau tahu banyak ya?"


"Itu karena kau meremehkan ku!"


"Maaf Fisa, bagaimanapun aku berusaha untuk mencintaimu.. tapi tetap saja aku tidak bisa, aku sudah mencintai Elaina sejak lama.. aku juga berusaha untuk melupakannya, tapi dia kembali muncul dan itu.. membuat perasaan didalam hatiku bergetar sangat kuat"


"Aku mengerti.. dan karena itulah kau tidak terangsang saat melihat dadaku"


"Biarkan aku memberi tahu salah satu rahasia ku, sebenarnya aku sudah membunuh perasaanku hingga emosiku sendiri.. aku bahkan tidak merasakan apapun terhadap sesuatu, rasanya sangat kosong"


Seharusnya dia tak perlu memberitahukan rahasia murahan itu, padahal aku sudah tahu dari awal ketika dia menyelamatkanku di gudang saat itu.


Aku melihat emosinya yang sedikit naik dan kupikir dia sedang serius menghadapi banyak orang itu, tapi ternyata dia hanya melampiaskan rasa bersalah dan rasa sakitnya pada banyak orang yang ada disana.


"Kalau begitu aku juga akan memberitahu satu rahasiaku padamu, sebenarnya aku tidak akan melepaskanmu kepada siapapun, aku ingin mengatakannya bersamaan saat itu.. tapi tanpa diduga kau bisa menahan dirimu"


Obsesi yang kumiliki terhadap Satomi sudah terlalu besar, aku tidak ingin dia diambil siapapun dan bagi siapa saja yang berusaha mendekatinya, maka aku akan mencelakainya dan mengancam untuk menjauhi Satomi.


Sasaran pertamaku adalah gadis berambut pirang itu, aku pasti akan menghabisinya dan membuat dirinya terkena dropout. Jika itu sudah terjadi, maka Satomi akan berpaling kembali padaku.


"Apa sekarang kita adalah musuh? Kau mengincar Elaina bukan?"


"Benar sekali, dan dengan begitu maka kau akan menjadi milikku!"


"Kuharap kau bisa memberikan perlawanan yang menarik.. sekarang kita masih berpasangan dan untuk bagian poin, pakai saja sepuasnya!"


"Aku tidak akan melakukannya, karena aku hanya mengincar gadis berambut pirang yang menjadi cinta pertama mu itu!"

__ADS_1


Aku benar-benar berbeda sekarang, jadi inilah yang terjadi ketika aku menghilangkan rasa takut yang kumiliki. Semuanya terasa begitu ringan hingga aku sangat yakin kalau aku bisa melakukan dropout terhadapnya dengan mudah.


Untuk urusan Mr.X, aku tidak peduli lagi karena Satomi sudah berjanji akan melindungi ku darinya. Jadi ini adalah kesempatan terbaik untuk berpikir dan menjalankan rencana ku.


__ADS_2