
Jadi pada akhirnya aku tidak memiliki emosi apapun, sejauh apa aku berusaha untuk senang.. sejauh apa aku berusaha untuk marah.. dan sejauh apa aku berusaha untuk serius, semuanya hanya memiliki satu akhiran, yaitu perasaan kosong.
Aku hanyalah orang yang penasaran dengan masa laluku sendiri dan untuk mengetahuinya, aku rela mengorbankan apapun bahkan membuat banyak orang bersedih hingga menderita sekalipun.
Fisa Campbell, dia adalah orang yang bisa menumbuhkan sedikit emosi di dalam diriku ini, walaupun pada akhirnya semua kembali menjadi perasaan kosong. Lagipula sisi menyeramkan yang dia sembunyikan akhirnya kembali muncul, dia berkata akan menjadikan Elaina ancaman dan tentu saja hal ini membuatku sedikit waspada padanya.
Gadis berambut asli warna perak ini adalah cinta pertamaku dan memang sudah jelas ketika mengetahui perasaanku sendiri, jika ada seseorang berniat mencelakainya, aku pasti akan melindunginya.
Namun untuk bagian perasaan terdalam, aku sendiri tidak tahu apakah aku benar-benar mencintai Elaina atau tidak, itu karena aku sudah lama membunuh perasaanku sendiri hingga pada akhirnya aku hanya selalu mendapatkan perasaan kosong.
Aku membunuh emosiku sendiri, itu memang benar karena rasa bersalahku yang sangat besar ketika ayahku meninggal. Aku terus berusaha untuk tidak peduli dan tidak bereaksi terhadap suatu kejadian hingga benar-benar tidak memiliki emosi lagi dalam menanggapi sesuatu.
Kuharap kehidupan sekolah ini bisa membantuku untuk mendapatkan kembali emosi yang telah kubunuh sejak lama ini. Sekarang aku harus fokus pada kehidupan sekolahku terlebih dahulu dan berusaha untuk tidak dikeluarkan.
Minggu ketiga bersekolah, tidak ada yang salah dengan kehidupanku, sekarang aku masih terikat sebagai pasangan bersama dengan Fisa.
"Selamat pagi kalian semua! Kuharap kalian selalu dalam keadaan sehat, kali ini aku akan memberitahu kalau mulai hari ini sistem pasangan tidak berlaku lagi.. jadi kalian akan menggunakan poin secara individual dari sekarang!"
Smith langsung memberikan sapaan pagi kepada para siswa sambil memberitahu kalau sistem pasangan sudah dihapus.
Sekarang poin yang kumiliki bersama dengan Fisa akan dibagi dua, kami berdua memiliki 1.440 poin, jadi masing-masing dari kami mendapatkan 720 poin.
"Tutup ponsel kalian! Aku akan melanjutkan materi yang kita pe-.."
"Pak Smith, kenapa poin kami belum dibagi?"
Seorang siswa mendadak bertanya pada Smith saat dia hendak menjelaskan tentang pelajaran selanjutnya.
"Wijaya.. apa kalian sudah terdaftar sebagai pasangan?"
"Maaf pak Smith, aku hanya lupa melakukan refresh pada bagian aplikasinya!"
"Astaga.. jangan membicarakan sesuatu yang tidak perlu, ini peringatan pertama jadi tidak ada pengurangan poin!"
"Ya maafkan aku pak Smith!"
__ADS_1
Selesai perbincangan tak berarah, Smith hendak kembali menjelaskan tapi aku dengan sengaja akan menyela perkataannya lalu bertanya tentang festival olahraga.
"Smith.. maaf menganggu, tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan!"
"Apa itu tidak bisa dilakukan nanti?"
"Baik, akan kutanyakan sekarang. Kapan festival olahraga diadakan? Aku mendengarnya dari kelas lain tapi entah kenapa kelas ini tidak memiliki kabar sama sekali"
"Pertanyaan bagus, Satomi Adney!"
Ekspresi Smith yang santai kini tiba-tiba menjadi serius, bahkan membuat suasana kelas menjadi sangat mencekam hingga banyak siswa yang terdiam.
"Sampah, itu adalah julukan terbaik untuk kelas 1-E.. ya, hanya kelas ini yang tidak mengikuti festival olahraga dan karena itulah aku tidak mengumumkannya!"
"Kenapa seperti itu?"
"Begini Satomi, dalam festival olahraga.. akan dibagi menjadi tim biru dan tim merah, setiap tim berisi 7 orang dari semua kelas yang berbeda dan jika kelas 1-E juga mengikutinya, maka itu akan menjadi pertarungan 7 melawan 8 orang!"
Aku mengerti sekarang, kelas 1-E menjadi kelas buangan yang hanya akan membuat salah satu tim dalam festival olahraga menjadi timpang.
"Bapak Smith, apa aku tidak bisa pindah kelas? Padahal aku sudah menunggu festival olahraga sejak lama bahkan sebelum aku masuk ke sini!"
Charles yang sedari tadi menyimak kini bertanya pada Smith.
"Kalau begitu lakukan saja tahun depan! Kalian pasti mengikutinya!"
"Jawab pertanyaannya dengan benar, Bapak Smith! Jika aku mendapatkan pengurangan poin hanya karena meminta hak jawaban atas pertanyaanku, maka sekolah ini juga sampah!"
Situasinya lumayan gawat sekarang, Charles memang terlihat tenang tapi dia siap menerkam Smith dari dalam. Terlebih lagi Smith yang sekarang juga terlihat berbeda dari biasanya.
"Charles Bark, kau menarik juga! Baiklah akan ku jawab.. jika kau ingin naik kelas, cara yang bisa dilakukan untuk kelas 1-E hanyalah menang duel melawan kelas 1-A.. sebenarnya kau bisa mendapatkan tiket pindah kelas jika memenangkan festival olahraga, tapi sangat disayangkan tahun ini kalian tidak bisa mengikutinya!"
"Terima kasih, tapi bagaimana cara berduel?"
"Kusarankan untuk jangan melakukannya, karena kelas A jauh lebih kuat dari sampah seperti kalian! Lagipula jika kau berhasil menang sekalipun, kau belum langsung bisa naik kelas!"
__ADS_1
"Kenapa seperti itu? Bukankah kau bilang aku akan naik kelas jika menang?"
"Itu jika kau sudah menang tiga kali, maka kau akan dipromosikan ke kelas D lalu seseorang di kelas D dengan nilai terendah akan turun ke kelas E!"
"Aku mengerti, sekarang bagaimana cara duelnya?"
"Duel tidak bisa dilakukan sembarangan, aku hanya akan menjelaskan singkat dan tak secara detail kali ini.. intinya kau perlu persetujuan kedua belah pihak dan beberapa saksi seperti wali kelas untuk melakukan duel, persetujuan memilih permainan juga diperlukan di kedua belah pihak. Jika pihak lawan menolak maka duel tidak bisa dilakukan.. jika pihak lawan setuju maka beberapa saksi akan menyiapkan pertandingan yang sudah disetujui lalu kalian bisa berduel di tempat yang sudah disediakan"
"Aku kurang mengerti tapi baiklah!"
"Bagaimana? Apa kau sudah puas?!"
"Emm.. ya, terima kasih atas jawabannya!"
Aku tidak menyangka kalau sikap Charles bisa lebih tenang dibandingkan saat pertama ketika bertemu, dia juga berterimakasih kepada Smith sambil terlihat bersemangat, sepertinya Charles berniat untuk berduel melawan siswa kelas A.
Berduel melawan orang yang kemampuannya jauh lebih kuat dari kita, umumnya seseorang pasti akan menghindarinya tapi kurasa Charles akan melakukan itu dengan penuh semangat.
Sudah dua Minggu semenjak Beny di dropout, tentu saja ini membawa banyak perubahan seperti sikap Charles dan Lina yang lebih baik. Namun berbeda dengan Fisa, saat ini dia terlihat murung dan tidak berniat untuk mendengarkan apapun, aku sudah tahu alasannya tapi walaupun begitu, aku akan terus diam karena tugasku sekarang hanyalah melindunginya dari Mr.X.
Sudah hampir satu Minggu Mr.X tidak bergerak, kurasa dia akan bergerak dalam beberapa Minggu lagi jika terdapat momen yang pas untuk mengancam Fisa.
Tapi bagaimanapun, aku akan mencoba untuk benar-benar serius dan menguak Mr.X dalam waktu tiga hari. Jika lebih dari itu, maka aku belum serius dan tidak akan pernah serius dalam kasus ini.
Sudah beberapa kali aku mengatakan kalau aku sudah serius, tapi nyatanya jika selalu perasaan kosong yang terakhir didapatkan, maka aku belum serius untuk beberapa hal ini.
Kuharap aku benar-benar serius dan menguak Mr.X dalam waktu yang sudah kutentukan sendiri yaitu selama tiga hari, Smith adalah satu-satunya sekutu yang bisa membantuku dalam situasi sekarang.
Sudah saatnya untuk menghentikan masa jaya Mr.X yang sudah berlangsung selama 20 tahun, sekarang saatnya untuk menggantikan kekuasaan ke orang yang bisa lebih bertanggung jawab.
________________________________________
Catatan Author:
Maaf kalau satu Minggu ini tidak ada kabar karena author lagi sakit, kemungkinan pulihnya bakalan seminggu lagi dan mulai Minggu depan author sudah bisa upload sesuai jadwal. Sekarang author bakal upload ga menentu dulu buat ngisi kekosongan, sekali lagi mohon maaf dan maklum ya😇
__ADS_1