Uniregular Sport School

Uniregular Sport School
Chapter 31


__ADS_3

POV (Fisa Campbell)


Aku merasa putus asa dan pada akhirnya aku terus mengikuti perkataan Beny, dia membawaku ke tempat yang terlihat terbengkalai lalu masuk ke dalamnya.


Lalu Beny menyuruhku untuk bersembunyi terlebih dahulu, dan aku dengan tatapan yang kosong melakukan perintahnya, aku hanya bersembunyi dibalik rak yang terisi dengan bola-bola bekas.


Baru beberapa menit berada disini, aku terkejut melihat Satomi yang mendadak membuka pintu lalu masuk ke dalam sini, tapi aku sudah terlanjur kesal dan memutuskan untuk mengabaikannya.


Aku mendengar percakapan diantara mereka dan lagi-lagi aku terkejut ketika mengetahui kalau Satomi sedang mencari ku sekarang.


Beny juga kembali menyuruhku untuk keluar dari persembunyian setelah Satomi menanyakan keberadaan ku, lalu aku pun keluar mendatanginya sesuai perintah.


Semuanya sudah berlalu, sekarang aku hanya pasrah dan putus asa, pandanganku selalu kosong dan perasaan yang kualami tidak ada lagi. Padahal aku akan sangat senang dan bertindak agresif ketika melihat Satomi, tapi sekarang tidak lagi.


Setelah perbincangan singkat yang tidak ku pedulikan, Satomi mendadak berlari ke arah Beny lalu memukul perut bagian atasnya, lalu tak lama kemudian dia langsung jatuh pingsan. Lalu disusul dengan mereka bertiga yang tidak berdaya setelah melawan Satomi.


Padahal aku sudah melihat orang yang kucintai sedang menyelematkan ku, tapi perasaanku tetap kosong dan pada akhirnya aku ketakutan sambil menyandarkan diriku pada tembok ruangan ini.


Dia menanyakan tentang kondisiku lalu pergi keluar setelahnya, dan saat inilah aku sadar kalau dia benar-benar mengkhawatirkan diriku.


Kini aku mendapatkan emosiku kembali dan menangis sejadi-jadinya, aku baru saja mengingat kalau jumlah mereka di luar sangat banyak, bahkan aku tidak mengerti kenapa dia bisa masuk ke dalam, padahal ada banyak orang disana.


Lebih baik lupakan saja kejadian buruknya, karena akan sangat bagus jika aku mengingat kejadian yang membuatku sangat senang.


Tentu saja aku merasa senang, bagaimana tidak, orang yang kucintai mempunyai perasaan yang sama terhadapku dan dia juga menjadi yang pertama untuk menyampaikan perasaan itu.


Aku juga sangat senang karena Satomi bisa bertahan melawan banyak orang tanpa terluka, aku sudah tidak peduli lagi dengan orang lain, selama orang yang kucintai baik-baik saja, itu sudah cukup.


"Satomi, aku sangat mencintaimu.. apa kau tahu itu?"


"Hmm.. sudah berapa kali kau mengatakan itu, ayolah makan dulu dengan benar!"


"Hehe.."


Setelah berciuman cukup lama, aku dan Satomi akhirnya meninggalkan gudang terbengkalai lalu pergi untuk makan sesuatu.


"Kau makan lahap sekali, apa kau sangat kelaparan Satomi?"


"Aku terus memikirkan mu dan mendadak lupa kalau perutku merasa lapar"


"Apa itu bisa terjadi?"


"Entahlah"


Aku menjadi sangat malu ketika mendengar perkataannya, ternyata dia memang khawatir padaku.


"Makanan apa yang kau makan itu?"


"Oh, ini ramen.. salah satu makanan daerah asal ku!"


Makanan yang dimakan oleh Satomi, aku baru pertama kali melihatnya, makanan ini berisi penuh mie berkuah dengan beberapa toping diatasnya. Jadi namanya Ramen, ini adalah makanan khas Jepang, negara tempat asal Satomi.

__ADS_1


"Ramen.. kelihatannya enak ya!"


"Apa kau mau mencobanya? Mendekat lah!"


"Eh.. tidak-tidak, kau makan saja.. lagipula kau sangat lapar bukan?"


"Buka mulutmu! Aaa...!"


Astaga, rasanya jantungku tidak akan aman saat melihat Satomi yang biasanya tenang mendadak jadi seperti ini. Tapi anehnya tubuhku bergerak sendiri dan mendekat ke sumpit yang dipegang oleh Satomi.


"Nyamm! Umm.. ini enak!"


"Ya.. ini adalah makanan kesukaanku!"


Rasanya memang enak, rasa mie yang cukup kenyal dan lembut untuk dikunyah bercampur dengan kuah penuh bumbu.


Tunggu.. barusan aku kepikiran kalau ini adalah ciuman tidak langsung, Satomi memakai sumpit yang sama untuk menyuapiku dan aku menerima suapan itu. Padahal aku sudah berciuman secara langsung padanya, tapi tetap saja aku merasa malu ketika menyadarinya.


"Fisa, ada apa? Wajahmu memerah.. apa kau sedang demam? Maafkan aku, ini semua salahku!"


"Tidak, aku tidak demam!"


"Lalu kenapa?"


"Spaghetti ini, rasanya pedas sekali!"


Aku terpaksa berbohong untuk menutupi perasaan malu yang kualami, padahal sebenarnya aku sangat menyukai makanan pedas dan sama sekali tidak masalah walaupun sepedas apapun makanan itu.


"Begitu ya.. aku jadi lega"


"Fisa, apa kau mau lagi?"


"Tidak.. aku ingin menghabiskan makananku terlebih dulu"


Satomi kembali menawarkan ramen miliknya, aku pun harus menolaknya dengan alasan makananku sendiri saja belum dihabiskan.


"Aku akan menunggumu menghabiskannya, lagipula semuanya sudah menjadi lebih tenang sekarang"


"Apa maksudmu?"


"Mr.X tidak akan bertindak lagi untuk sekarang, lalu Beny juga sudah pasti akan di dropout sore ini, dan bagian akhirnya semua yang terlibat masalah di gudang itu akan mendapatkan pengurangan 100 poin sama rata.. termasuk kita berdua"


"Tunggu, darimana kau tahu itu?"


"Sekutu baruku.."


"Siapa dia? Apakah seorang perempuan?!"


"Bukan.. dia adalah seorang lelaki dengan tinggi yang melebihi pintu"


Aku sempat terpikir kalau sekutu baru yang dimiliki Satomi adalah seorang perempuan, tapi aku lega ketika mendengar kalau dia adalah seorang lelaki.

__ADS_1


Lelaki yang melebihi pintu, aku tidak tahu siapa dia, bahkan aku cukup yakin kalau tidak ada siswa kelas satu yang memiliki tinggi seperti itu, kecuali seorang wali kelasku yaitu Smith Afton.


"Kau bersekutu dengan guru Smith!?"


"Hebat juga kau bisa menebaknya langsung! Ya.. benar sekali, aku tahu semua hal itu darinya"


"Satomi.. kau menyeramkan, kau bahkan bisa bersekutu dengan seorang guru.. rasanya menyeramkan sekali!"


"Tenang saja! Dia hanya akan membantuku ketika ada sesuatu yang benar-benar salah"


"Ayo pergi, aku sudah menghabiskannya!"


"Ya.."


Makanan sudah dihabiskan, sekarang kami berdua membayar sebesar 5 poin lalu pergi keluar setelahnya.


"Fisa.. bisa ikut aku sekarang?"


"Aku akan selalu mengikuti mu, jadi jangan bertanya lagi!"


"Begitu ya.."


Saat diluar, Satomi memintaku untuk ikut dengannya dan aku pun dengan cepat langsung menyetujuinya.


"Ada apa?"


"Hmphh!"


Aku agak kesal karena dia masih saja tidak peka, padahal sekarang kami berdua sudah resmi berpacaran. Aku ingin bergandengan tangan dengannya!


"Apa boleh buat, ini.. silahkan! Tuan putri!"


"Eh..!!??"


Satomi langsung menurunkan sedikit badannya dan menyiapkan kedua tangannya, sepertinya dia berniat untuk menggendongku seperti tuan putri yang ada di kebanyakan adegan romantis dalam film, tapi bagaimanapun aku tetap tidak bisa menerimanya karena itu terlalu memalukan.


"Bodoh sekali, aku hanya ingin kita bergandengan tangan.. kau telah bersalah karena membuat seorang perempuan mengatakannya!


"Begitu ya.. maafkan aku! Aku akan lebih berusaha dalam membaca pikiranmu!"


"Hmphh.."


Aku menggembungkan pipiku dengan sangat jelas dan kurasa dia malah merasa senang ketika melihatku seperti ini.


"Baiklah, ayo pergi!"


Satomi mendekatkan tangan kirinya lalu menggenggam tangan kananku dengan lembut, lalu aku pun menerimanya dengan senang hati.


Sekarang kami sedang bergandengan tangan sambil berjalan, tentu saja hal ini membuat jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya, aku juga sangat senang karena bisa berpacaran dengannya, rasanya seperti mimpi saja.


Aku penasaran kemana dia akan membawaku, tapi kurasa dia akan membawa diriku ke tempat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

__ADS_1


Sudah kuduga aku akan jatuh cinta pada orang yang ku anggap sangat menarik, aku tidak menyukai wajah maupun fisiknya, hanya saja aku sangat menyukai sikap tenangnya dan cara yang dia lakukan untuk mengatasi setiap situasi yang sulit.


Biarkan aku mengatakannya sekali lagi. Satomi, aku sangat mencintaimu dan apapun yang kau lakukan, aku akan terus mengikutinya dan aku juga akan membela dirimu ketika sedang dalam masalah.


__ADS_2