
POV (Fisa Campbell)
Satomi berhutang padaku karena aku dengan sengaja menemui Ling lalu mencuri ponselnya. Aku juga mengetahui kata sandi ponsel yang dimiliki oleh Ling, aku mengetahuinya ketika melihat gerakan tangannya, itu hanyalah kombinasi pin angka yang mudah ditebak olehku.
Ponsel sudah berhasil tercuri, aku juga membuat kejadian ini seolah-olah hanya kebetulan kalau ponselnya hilang.
Sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah curiga dengan Ling, dia terlihat pendiam walaupun sebenarnya dia memiliki pengaruh yang besar, banyak siswa yang tidak berani melakukan apapun kepadanya, tentu saja hal ini membuatku curiga.
Lalu aku terpikir kalau memberikan ponsel Ling kepada Satomi adalah keputusan yang tepat. Aku tidak tahu apa isi dari ponselnya, tapi aku yakin kalau Satomi akan bisa berpikir lebih baik dariku, jadi aku mencoba untuk membantunya dengan meletakkan ponsel Ling di dekat tempat Satomi biasa bersantai.
Ini memang agak beresiko karena ketika siswa lain menemukan ponsel Ling sebelum Satomi, maka rencana yang sudah ku susun menjadi gagal total. Namun beruntung, Satomi adalah orang pertama yang melihat ponsel itu lalu memainkannya.
Sekarang aku harus melupakan hal itu dan fokus terhadap dua hal, yaitu mengurus Elaina dan duel yang akan kulakukan dengan Ling. Aku sebenarnya tidak keberatan dengan duelnya, bahkan jika Ling sangat kuat, aku tidak peduli karena banyak orang sudah menganggapku lemah, tapi masalahnya adalah aku sama sekali tidak mengerti rencana yang akan Satomi jalankan.
Dia tidak memberikan detail rencananya karena dia yang sekarang hanya peduli kepada Mr.X, bahkan Satomi sama sekali tidak peduli dengan Elaina, buktinya saja dia membiarkan ku berdua dengan Elaina saat di taman kemarin.
Aku tidak melakukan apapun pada Elaina saat itu karena aku tidak ingin membuat Satomi kecewa dan marah padaku.
"Waktu duel akan diadakan dalam enam jam lagi, apa kau sudah siap?"
"Hmph! Jangan seenaknya menyuruhku!"
Aku dan Satomi sedang berbicara di dalam kelas membahas tentang rencana yang akan dijalankan, sekarang adalah waktu istirahat.
"Jika kau tidak ingin, maka bisakah kau mengantikan ku untuk menyelinap? Kau bisa mengandalkan Conceal mu itu bukan?"
"Tidak, aku ingin berduel saja.. aku tidak akan mengeluarkan kemampuanku untuk orang asing!"
"Begitu ya?"
"Jadi kau sudah mengajukan duelnya.. dan olahraga yang akan dilakukan adalah sprint, memasukkan bola kecil ke dalam keranjang, lalu bola basket. Semuanya sangat merepotkan, staminaku akan habis hari ini!"
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, Ling hanya akan setuju jika berduel dengan ke-tiga permainan itu"
"Aku mengerti.. sekarang aku hanya perlu menekan tombol setuju di ponselku ini bukan?"
Mengeluarkan ponsel dari kantong, aku langsung membuka notifikasi duel yang sudah tertampil di layar ponselku. Lalu dengan santai aku menekan tombol setuju dalam pelaksanaan duel yang akan dilakukan.
"Dengar Fisa, kau tidak perlu memenangkannya jika kau memang tidak mampu.. tapi kuharap kau bisa bermain lebih lama dengan cara menahan Ling selama mungkin!"
"Dan saat itu kau akan menyelinap lalu mengambil beberapa hal yang penting, jadi pada dasarnya kau hanya ingin aku mengulur waktu. Satomi, aku mempunyai permintaan setelah ini.. bisakah kau menunjukkan senyuman mu ketika aku berhasil melakukannya dengan baik?"
"Jika hanya itu, ya.. mungkin aku bisa, tapi kenapa harus senyumanku?"
Sudah kuduga dia akan bertanya hal seperti itu, aku hanya ingin tahu apakah dia akan tersenyum tulus seolah-olah berterimakasih padaku. Aku selalu bisa membaca ekspresi orang lain, walaupun aku selalu kesulitan membaca ekspresi Satomi, tapi pada saat tersenyumlah semuanya akan terbaca dengan mudah.
"Aku tidak akan menjawabnya, lagipula kau bilang hanya itu.. berarti itu hanya hal kecil dan mudah untuk dilakukan!"
"Begitu ya? Aku memang tidak memaksamu untuk menjawab, tapi tolong ulur waktunya dengan baik!"
Selesai dengan pembicaraan, Satomi langsung keluar kelas tanpa mengucapkan kata apapun padaku, aku tahu kalau dia ingin menemui Elaina karena dia yang sekarang sudah mulai bisa aku baca ekspresinya.
Aku tidak mengikutinya karena aku tidak ingin membuatnya kesal lalu membenciku, dia memang pernah mengatakan kalau akan menjadikanku musuh jika mengganggu Elaina. Namun bagaimanapun aku tetap akan mengusik Elaina tapi dengan cara yang lebih halus, aku yakin kalau cara yang kulakukan ini tidak akan membuat Satomi kesal.
Aku akan mengurus Elaina nanti, karena sekarang aku harus fokus dalam membantu Satomi untuk menguak Mr.X yang sudah menganggu kehidupan santainya.
Lima jam sudah berlalu, sekarang waktu menunjukkan pukul satu siang. Walaupun masih ada waktu satu jam lagi, tapi aku sudah dipanggil untuk memasuki gedung olahraga.
Sesampainya disana aku langsung disambut oleh banyak orang dan ternyata memang benar kalau akan ada taruhan yang sudah diresmikan oleh pihak sekolah seperti kata Satomi sebelumnya.
Aku mendengar beberapa siswa yang saling berbicara tentang banyak poin yang mereka taruhkan untuk duel yang akan terjadi. Suara mereka menggema di gedung ini jadi aku masih bisa mendengar beberapa dengan jelas.
"Fisa Campbell, aku agak terkejut ketika peraturan baru diumumkan.. kau langsung mengajakku untuk berduel"
__ADS_1
"Begitulah.. aku ingin mengalahkan mu, Linqzo!"
"Kau harus menang sebanyak enam kali jika melawan kelas B, yah.. semoga beruntung, waktu duel dipercepat karena beberapa urusan, kuharap kau memberikan perlawan yang bagus!"
Ling memang mencurigakan, itulah yang kupikirkan beberapa hari kebelakang ini. Dia bahkan dengan blak-blakan memberitahu kalau duel dipercepat karena urusan yang tidak aku mengerti, tentu saja hal ini semakin menambah kecurigaan ku kalau Ling memang berhubungan erat dengan Mr.X.
"Ah benar juga, Linqzo.. judi legal ternyata juga mulai berlaku saat ada peraturan baru, beberapa orang bertaruh banyak poin padamu"
"..."
Dia hanya diam ketika aku berkata seperti itu lalu pergi meninggalkanku untuk bersiap di posisinya sendiri karena kami akan bermain memasukkan bola kecil ke dalam keranjang sekarang. Lalu tidak lama terdengar sebuah suara mikrofon yang lumayan menggema di dalam gedung ini.
"Yooo.. selamat datang semuanya, kali ini kita akan menyaksikan duel untuk naik kelas yang dilakukan oleh Linq Zhao dari kelas 1-B dan juga Fisa Campbell dari kelas 1-E! Akankah Fisa berhasil memenangkan pertandingannya? Ataukah Ling yang sudah terkenal kuat akan memenangkannya? Saksikan hanya disini!"
"Wohoooo!!"
Suasana meriah terasa dari banyak siswa yang menonton dan bertaruh. Aku tidak melihat Satomi sekarang, aku berpikir kalau dia akan bertindak ditengah pertandingan nanti.
"Sekarang mereka berdua akan memainkan game 'Memasukkan bola kecil ke dalam keranjang basket', untuk peraturannya sederhana.. kalian berdua akan berada ditengah-tengah lalu mengambil bola yang sudah disediakan, setelahnya sudah pasti kalau kalian akan melempar bola itu ke dalam ring basket.. kalian diberi waktu lima menit untuk terus melempar, kemenangan akan didapatkan ketika salah satu dari kalian memasukkan bola lebih banyak. Apa kalian siap?!"
"Ya, aku siap!"
"Aku siap kapan saja!"
Kami berdua mengatakan hal yang maksudnya sama setelah ditanyai oleh suara mikrofon.
"PRITTT!!!"
Lalu tak lama kemudian peluit berbunyi dan membuat suasana gedung olahraga menjadi lebih heboh.
Bersambung...
__ADS_1