UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
WECHAT


__ADS_3

Hebusan angin pantai membuat rambut hitam indah itu berlambai-lambai, seorang wanita cantik dengan keringat yang menetes dari dahi turun ke rahang sedang duduk meluruskan kakinya terduduk di hamparan pasir putih.


" Nona ini air untuk mu" Ucap Lian menyerahkan sebotol air minum.


Sora menerima botol air itu dari tangan Lian dan langsung meneguk nya. Botol air di kembalikan lagi kepada Lian.


"Bagaimana? saat kau berusaha lari menuju ke tempat ini dengan keringat bercucuran serta tenaga yang hampir habis tapi itu terbayar saat kau melihat pemandangan ini. kau akan lebih menikmati ke indahan ini sekarang setelah kau kembali lagi ke sini dengan cara yang mudah hal itu tidak akan sama lagi. kau akan merasa tempat ini biasa saja." Ucap Sora pandangan nya menatap lurus laut yang luas.


"Emm...kau benar Sora hal yang kita dapatkan dengan mudah itu tidaklah menarik" Lian yang duduk di samping Sora dan meminum air di dalam botol yang ada di tangan nya.


"Aku suka kau menyebut nama ku, bagaimana pun kau adalah kakak ku"


"kami semua kakak mu Sora" Lian tersenyum dan mengacak-acak rambut Sora. " Aku akan meminta Ray untuk menjemput kita"


" apa kau tidak ingin kembali dengan lari lagi" Goda Sora.


"Tidak, matahari sudah mulai tinggi" Lian gak mau pingsan hanya karena tidak sanggup lari lagi.


"Astaga jarak nya cuma 3,5 KM saja" Ucap Sora meremehkan.


...


Setibanya di mansion moonlight, semuanya sudah pada duduk di meja makan untuk sarapan pagi.


"Kalian sarapan saja dulu, aku ingin mandi" Ucap Sora.


" sarapan saja dulu, setelah itu baru mandi. begitu juga dirimu Lian" Ken yang sudah seperti kepala keluarga. kadang aura nya lebih menakutkan di bandingkan majikan sendiri.


Sora dan Lian seperti anak bebek yang menurut saja apa kata induknya. Keduanya mengurungkan niat untuk mandi terlebih dahulu dan duduk di kursi mereka untuk memulai sarapan.


"Akira, hari ini hari libur apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Sora kepada Akira yang duduk di sebelahnya sedang makan sandwich.


"Tidak ada Mom, aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bermain komputer" jawab Akira.


"Hei..bocah jangan terlalu lama main dengan komputer mu tidak baik untuk mata mu sayang"


"Mom, aku bukan bocah lagi aku sudah dewasa" protes Akira.

__ADS_1


" benar kah?" Goda Sora.


"Benar, Aku sudah dewasa hanya saja tubuhku yang masih kecil" Jawab Polos Akira membuat semua yang ada di meja makan tertawa mendengar celotehan nya.


...


Jepang


Di Klan Taira yang sekarang di ketuai oleh Arlecia Zhang kini sedang mengeksekusi beberapa anggotanya yang berkhianat.


Di tangan nya ada sebuah samuari yang tajam terdapat darah yang masih segar yang mengalir pada samurai tersebut.


Anggota yang berkhianat terdapat 5 orang dan semuanya sudah tidak bernyawa. Terlihat dari besetan yang terdapat disetiap leher para penghiyanat itu.


" Kei, bereskan semua ini" Perintah Arlecia.


"Siap Tuan" Jawab Kei Asisten dan tangan kanan Arlecia Zhang. Yang mempunyai kepribadian yang unik yaitu suka mendengar jeritan musuh yang kesakitan atau meminta ampun pada nya. Menurutnya itu sebuah kebahagian yang menyenangkan.


Asisten Kei memerintahkan anak buah nya untuk membawa keluar manusia yang sudah tidak bernyawa untuk di hilangkan jejaknya.


"Apa aku bisa libur?" Tanya Arlecia yang duduk di kursi kebesaran nya.


Arlecia menghendus dengan kesal, dia sangat tidak suka bekerja duduk di dalam kantor bersama kertas-kertas yang menumpuk.


Tapi mau bagaimana lagi di sebuah Klan agar tetap kuat dia juga harus membangun kekuasaan bisnisnya agar Klan nya bisa tetap bertahan dan berkuasa. Kini Arlecia mempunyai perusahaan sendiri di Jepang, walaupun tidak sebesar perusahaan Ons S di China tapi sudah cukup untuk menopang Klan Taira yang kuat dan di segani di Jepang khususnya di kota Tokyo dan Osaka.


Arlecia sendiri memilih Osaka tempat markas besar Klan Taira. Entah apa alasan nya hanya Arlecia yang tau.


Klan Taira tidak hanya berkuasa di Jepang tetapi klan Taira juga mengkibarkan sayap nya sampai menjalar ke Negara lima bintang yang di kenal dengan Organisasi Sky yang di ambil dari nama adiknya Sora yang sama-sama mempunyai arti Langit.


"apa adik ku mengirimkan informasi terbarunya?" Tanya Arlecia


"iya Tuan, JJ sudah mengirimkan semuanya melalui email" Jawab Asisten Kei.


"Tuan, sebentar lagi kau akan di bunuh oleh Nona Sora kalau saja Organisasi Sky kau alihkan pada nya" Ucap Kei lagi.


" Hei,,, aku tidak mengalihkan aku cuma ingin dia mengendalikan sementara waktu, karena aku sedang sibuk di sini" Arlecia berdalih karena dia malas harus bolak balik antara Jepang dan China. Kebetulan ada adik nya di China jadi biarkan saja Adiknya mengerjakan semuanya baik itu perusahaan maupun organisasi bawah tanahnya itu.

__ADS_1


"Tapi memang benar dia bisa saja membunuhku, Adik ku itu lebih menakutkan dari pada seekor serigala" Arlecia terkekeh membayangkan wajah kekesalan adiknya. Sedangkan Asisten Kei tetap berdiri dihadapan Arlecia dengan wajah datarnya.


...


Sora yang tengah beristirahat di kamar melihat hp nya terdapat sebuah pesan diaplikasi wechat nya.


"Siapa ini" Gumam Sora.


"Apa kabar mu Nona Sora" yang tertulis di wechat.


Awalnya Sora ingin mengabaikan saja tapi dia cukup penasaran jarang sekali ada yang mengirim pesan melalui wechat pada dirinya. Karena memang dia tidak mempunyai teman.


"Siapa?" balas Sora dengan singkat.


Tidak lama kemudian ada balasan lagi dari yang mengirim chat.


"kita sudah bertemu di Club Star Nona"


Sora berpikir siapa sebenar nya yang mengirim pesan ini, apa musuh nya?


Sora teringat akan seseorang yang tidak sengaja bertemu dengan nya saat di club star.


" Ansell Qin" Tulisnya.


Sora mendapatkan balasan berupa emoji dengan mata love 😍.


"kau merindukan ku?" Balasan dari Pria itu


"Cih, kita baru bertemu 2 kali jangan terlalu berharap, dari mana kau tau Id Wechat ku?"


"setelah tau nama mu, mendapatkan Id wechat mu sangat lah mudah. Walaupun aku masih belum tau siapa dirimu sebenarnya"


Sora tersenyum, walaupun JJ menutup rapat-rapat Identitas Sora tapi dia masih saja bisa kecolongan seperti ini setidak nya Ansell Qin cukup pintar menurut Sora.


"apa kau masih penasaran dengan diriku!" Balas Sora lagi.


"Masih, tapi sekarang aku tidak peduli dengan identitas mu yang aku inginkan lebih dekat dengan dirimu"

__ADS_1


pria yang pintar, ingin dekat dengan ku secara otomatis akan memudahkan mu mengetahui identitas ku. licik dan pintar aku suka itu. batin Sora, dirinya sambil tersenyum memandangi layar hpnya.


Ken dan lainnya merasa heran kenapa Sora mengunci kamarnya dan ini pertama kali nya Sora lakukan itu. Sedangkan di Kantor Ansell Qin, Dion merasa ada yang aneh terhadap Ansell karena dari tadi terlihat tersenyum-senyum sendiri dengan hp nya. Sedang berbalas pesan dengan siapa dirinya?


__ADS_2