UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
SALAH PAHAM


__ADS_3

Keesokkan harinya aktifitas yang kemarin terulang lagi pada hari ini yaitu melakukan pekerjaan yang harus di selesaikan.


"ini ruangan mu, apa yang belum kau ketahui segara bertanya pada ku" Ucap Lian kepada seorang wanita.


Wanita itu menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Lian. Wanita itu tidak lain adalah Vivian putri dari paman Leo.


"kalau kau mencari diriku jangan masuk ke ruangan pintu terlarang atau ruangan kerja Nona Sora, kau bisa menelpon ku" tambah Lian lagi. Vivian hanya menganggukan kepala menandakan dia mengerti apa yang di ucapkan oleh Lian.


Keduanya kembali dalam diam mereka menyadari bahwa mereka sudah di jodohkan Sora dan paman Leo tapi sampai saat ini belum ada keresmian hubungan keduanya. Jadi mereka berdua hanya bisa bersikap profesional saja.


"ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Lian sebelum dia beranjak dari meja kerja Vivian karena dia harus menyelesaikan beberapa dokumen sebelum jam makan siang.


"apa hanya aku seorang diri di ruangan ini?" Tanya Vivian karena ruangan kerjanya satu lantai dengan ruangan presedir jadi sudah di pastikan tidak ada karyawan yang melakukan pekerjaannya di ruangan itu selain staf khusus yang di bentuk oleh Lian. Ia sedikit merinding dengan suasana senyap di ruang kerja barunya ini.


Lian tersenyum melihat wajah Vivian yang nampak takut melihat ruangan yang begitu sunyi.


"tenang disini tidak ada hantunya" Goda Lian.


"Bukan itu maksudku" Jawab Vivian dengan cepat dia tidak mau ada pikiran yang aneh-aneh apa lagi mengenai makhluk halus.


"Terus?"


"seperti bekerja di hutan" Sahut Vivian.


Lian terkekeh betapa lucunya calon istrinya itu, eiiitt calon istri? perjodohan mereka saja belum resmi apa pantas di bilang calon istri?


"tenang saja, pagi begini memang sepi tapi jam 10 keatas nanti ada 5 orang Tim Audit yang bekerja di ruangan ini. Kalau pagi gini sih mereka berada di lantai 2 untuk mengecek kinerja karyawan tiap harinya" Lian menjelaskan kepada Vivian.


Terlihat wajah Vivian tampak lega setelah mendengar ada orang lain yang bekerja di satu ruangan bersama nya jadi dirinya tidak sendiri di ruangan tersebut.


Tim Audit sendiri baru saja dibentuk oleh Lian, sudah satu bulan berjalan. Lian sengaja membentuk Tim Audit dengan orang pilihan agar bisa membantunya menangai permasalahan yang terjadi di One S.


"ada lagi yang ingin kau tanyakan, sebelum aku pergi?"

__ADS_1


"emm apa aku perlu berhadapan langsung dengan Nona Sora, aku sangat tau Nona Sora tidak begitu menyukai seorang wanita jadi bawahannya"


" tidak perlu, untuk menghadap pada Nona Sora itu urusan ku. Satu hal kau bukan bawahan Nona Sora tapi bawahan ku. Mengerti?"


"baik, Aku sudah mengerti" Lian pun pergi meninggalkan Vivian menuju ruang pintu telarang tempat ia dan asisten Sora lainnya bekerja.


Selepas perginya Lian, Vivian memegang dadanya yang entah kenapa kalau berhadapan dengan Lian jantung nya berdetak dengan cepat. Padahal dia tidak setuju di jodohkan dengan siapa pun tapi setelah mengetahui pria bernama Lian, Vivian merasa ada sesuatu yang menjalar ke relung hatinya.


...


Sesuai janjinya semalam, Sora bergegas ke kantor Ansell di antar oleh Ray.


"Ray, kalau Ansell bertanya...katakan kalau kita baru saja sampai dari kota Sanghai, aku menggunakan itu buat alasan karena dia mencari ke aparte


ment tapi aku tidak ada" Ucap Sora memperingati Ray.


"sejak kapan kau pandai berbohong Nona?" Tanya Ray tanpa mengalihkan pandangannya kedepan fokus menyetir.


"Awww...kenapa memukul ku" protes Ray.


"itu bukan berbohong tapi sebuah alasan" dalih Sora membela diri, ia tidak mempedulikan Ray mengeluh sakit lengan nya habis di pukul.


"Iya, itu hanya sebuah alasan" Ray menggeleng-gelengkan kepalanya, ia lebih baik mengalah dari pada memperpanjang perdebatan nya dengan Sora. Ia tau betul Sora tidak akan mengalah kalau merasa benar.


...


Sesampainya di kantor Ansell, mobil lamborgini keluaran terbarunya terparkir di depan lobi perusahaan milik Ansell.


"kau ikut masuk?" tanya Sora sebelum keluar dari mobil.


"tidak, aku mau ke suatu tempat ada yang ingin ku cari" jawab Ray.


"baiklah kalau begitu, nanti aku menghubungimu saat aku mau kembali"

__ADS_1


" ya, masuklah. Aku pergi dulu"


Sora melangkah masuk kedalam perusahaan Ansell, di sana para karyawan menganggukkan kepala menyambut Sora. Siapa yang tidak tau dengan CEO One S terlebih Ansell pernah memberi tahu ke resepsionis kalau Sora datang ke kantornya langsung mempersilahka ke ruang kerjanya.


"apa ada Tuan Ansell di dalam?" Tanya Sora pada seorang sekretaris Ansell yang meja kerja nya tidak jauh dari ruang kerja Ansell.


"Ada, presedir Sora. Tap..." Kalimat sekretaris itu mengantung begitu saja karena Sora sudah mambuka pintu ruang kerja Ansell.


Ceklek...


"Upss...sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat" Ucap Sora denga wajah datarnya.


Sedangkan Ansell saat ini sedang bersama seorang wanita yang dengan manja duduk di pangkuan Ansell.


Karena kaget melihat Sora yang tiba-tiba muncul, Ansell pun langsung berdiri dari duduknya tanpa menghiraukan wanita itu terjatuh karena dorongan darinya.


Wanita itu adalah Halen Wu, ia datang ke kantor Ansell untuk mengajak Ansell makan siang bersama, ternyata Ansell menolaknya karena memang Ansell tengah menunggu kedatangan Sora.


Karena melihat Ansell selalu mengacuhkan dirinya, Halen pun berinisiatif menggoda Ansell dengan mendudukkan dirinya di pangkuan Ansell.


Bukan nya tergoda, Ansell merasa risih dengan kelakuan Halen. Ia ingin menyingkirkan Halen dari pangkuannya tapi naas nya Sora terlebih dahulu melihat adegan itu.


"Sora" Gumam Ansell, dirinya menjadi gugup ketika melihat wanita yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.


"Emm Presedir Sora" Sapa Halen dengan wajah memerah ia salah tingkah karena Sora melihat langsung ia duduk di atas pangkuan Ansell.


"Maaf menganggu kalian, Tuan Ansell mungkin lain kali saja kita bicarakan bisnis kita" Ucap Sora seolah menjadi rekan bisnis Ansell.


Wajah Ansell kini terlihat pias, ia takut Sora akan salah paham apa lagi kini Sora seolah menjadi rekan bisnisnya. Sora bukannya marah-marah malah sekarang Sora terlihat santai saja, sikap itu justru membuat Ansell bertambah takut. Ia seperti kepergok selingkuh padahal ia tidak melakukan apa-apa.


"Emm Presedir Sora silahkan saja bertemu dengan Tuan Ansell, saya juga mau pergi" Ucap Halen yang menggentikan langkah Sora sudah ingin meninggalkan ruang kerja Kelvin.


Halen tidak ada curiga dengan kedatangan Sora ke kantor Ansell karena ia hanya berpikir Sora datang menemui Ansell karena urusan bisnis yang harus mereka bicarakan. Maka dari itu Halen memilih pergi dari pada Ansell mengusirnya di hadapan Sora, itu sungguh memalukan.

__ADS_1


__ADS_2