UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
LANGITKU


__ADS_3

Hampir 20 menit Ansell menerima telpon dan makanan yang di pesan juga baru saja di antar.


Ansell menghampiri Sora yang juga masih sibuk dengan ponselnya, Ansell mengeryitkan alisnya melihat ekspresi Sora yang senyum-senyum sendiri menatap layar ponsel padahal bersama dengan nya Sora lebih berekspresi datar.


"asik chat sama siapa?" tanya Ansell yang duduk di sebelah Sora.


"chat dengan para pria ku" Jawab santai Sora yang masih fokus menatap layar ponselnya.


Wajah Ansell langsung berubah masam, sepertinya Sora tidak sadar mengucapkan kata pria nya. Ansell langsung mengambil ponsel dari tangan Sora.


"apa-apaan sih, kembalikan ponsel ku" protes Sora.


"kau tau arti kata cemburu?" Ansell menatap tajam ke Sora. "aku tau kau masih kesal dengan Halen tapi jangan membalas ku dengan mencari pelampiasan ke pria lain. Lebih baik kau memukulku atau memaki ku"


Sora mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali, bingung dengan apa yang barusan pria di depannya ini ucapkan.


Cemburu? siapa? Sora? oh itu pasti tidak mungkin.


Sora pun langsung terbahak, wanita itu membenahi duduknya menghadap Ansell yang wajah nya sudah di penuhi awan hitam.


Tangan Sora membelai rahang kokoh Ansell dengan sentuhan yang bisa menimbulkan sengatan-sengatan gairah yang menjalar ke seluruh tubuh apa lagi tangan Sora lainnya telah berada di atas paha Ansell. Pria itu tengah menikmati sensasi yang di berikan oleh Sora, apa kah itu cara Sora meredam amarah Ansell? tentu saja bukan. Sora sendiri tidak tahan untuk menyentuh wajah tampan pria yang di sebut sebagai kekasih nya itu.


Sora sangat pintar menarik ulur perasaan orang sehingga awan hitam yang sempat menyelimuti wajah Ansell kini berlahan menghilang.


Tanpa Ansell duga Sora mendaratkan bibir sexy nya ke bibir milik Ansell.


Mata Ansell sempat melotot karena kaget dengan tindakan tiba-tiba Sora, tapi secara berlahan ia pun tidak akan menyia-nyiakan rejeki ini.


Keduanya seolah tidak mau mengalah beradu keahlian dalam hal berciuman, dua-duanya saling berbalas menyasap, bermain lidah dan saling m*****t.


Ciuman makin lama semakin memanas, tangan Ansell sudah menjadi musafir yang melakukan perjalanan ketempat tujuan yang di mau.


Setelah merasa kadar oksigen keduanya mulai menipis barulah melepaskan pungutan mereka.


Huhhh...Huhhh... Hembusan nafas yang beradu cepat, saling menatap dengan penuh minat.


"Pria mu hanya boleh aku saja Sora" Ucap Ansell.


"akan ku pertimbangkan tuan"


Ansell kembali mencium bibir Sora, tidak berlama-lama di situ ciuman itu beralih ke leher jenjang Sora.

__ADS_1


Tangan Ansell sudah asik bermain ria di gunung kembar. Dress yang di gunakan Sora sangat memudahkan seorang Ansell melorotkannya kebawah sehingga terlihat nyata gunung kembar milik Sora.


"Oh melonku..." Ansell dengan tidak sabaran langsung melahap buah melon yang selalu menggairahkan nya. Satu tangan nya tidak membiarkan buah yang satunya di anggurin begitu saja. Ia meremas dengan gemasnya.


Sedangkan Sora bukan lah wanita yang polos, ia membalas perbuatan Ansell yang asik memainkan gunung kembarnya dengan memainkan senjata milik Ansell.


Keduanya sama-sama memiliki nilai sama karena telah mempoloskan sebagian tubuh antar satu dengan lainnya, Sora polos bagian atas sedangkan Ansell polos bagian bawah.


"Akhh...Honey bolehkah aku memasuki mu?" Tanya Ansell dengan suara yang di penuhi dengan hasrat.


"tidak mau, aku tidak mau melakukan nya di sini" jawab Sora dengan lantang lalu mendorong tubuh Ansell agar menjauh.


"jadi kau ingin melakukannya di mana? apartemen? villa? kamar mandi? mobil?" tanya Ansell dengan antusias.


"tidak semuanya, aku ingin melakukannya di kutub utara sana" Sora menjawab dengan asal.


"Wah, sungguh fantasi liar mu mengesankan" Ansell terkekeh memdengar alasan Sora di buat-buat. " Emm... kutub utara tidak begitu buruk"


"tapi ayolah Honey, ini belum tuntas" bujuk Ansell dengan wajah memohon.


Sora yang sudah menaikkan kembali dressnya seperti semula menatap Ansell dengan menggelengkan kepala. "Aku sudah membalas kerinduan mu lebih dari pelukkan, jadi jangan berharap lebih"


Ansell menghembuskan napasnya, biarlah cukup sampai disini saja. Yang penting langitnya selalu bersama dengannya. "Oh baiklah,,, kalau begitu peluk sekali lagi"


Ansell langsung melihat kebawah, memang benar dia belum memakai kembali celananya.


Ansell mengambil celana yang di tendangnya sembarang arah tadi dan memakainya lagi.


"Ansellll... Liat ini" Teriak Sora.


"Astaga Sora kau membuat ku kaget, kenapa berteriak" Ansell yang baru saja selesai memakai celananya.


"dagingnya sudah dingin" Sora menunjuk makanan yang sudah dari tadi tertata di atas meja.


"ini gara-gara kamu, dagingnya jadi dingin. Uhh perut ku sudah lapar" Keluh Sora menyalahkan Ansell. Wajahnya cemberut menatap makanan di depannya.


Ansell yang melihat wajah cemberut Sora sangat mengemaskan, ia baru tau kalau Sora bisa juga berekspresi selucu ini pikirnya.


"aku akan menyuruh orang untuk mengantinya" Ansell mengusap kepala kekasih nya itu.


"Uhh...itu memerlukan waktu lagi, perutku sudah lapar" Sora mendaratkan kepalanya didada bidang Ansell sambil memukul pelan melampiaskan kesal makanan yang di inginkan sudah dingin. Lagi-lagi Ansell di kejutkan oleh tingkah laku Sora yang tidak bisa ia prediksi.

__ADS_1


Ternyata dia bisa bermanja juga. Batin Ansell.


"Maaf honey, aku akan menyuruh orang secepatnya mengganti makanannya" Ansell mengecup pucuk kepala Sora dengan kasih sayang.


Makanan menjadi dingin bukan sepenuhnya kesalahan Ansell karena Sora yang duluan sudah memancing hasrat pria itu. Ansell hanya meneruskan apa yang sudah Sora lalukan.


"tidak perlu, aku akan memakan ini saja"


"Yakin?" Sora menganggukan kepalanya.


"baiklah, aku akan menyuapi mu"


"Emm..." Sora tidak menolak saat Ansell mau menyuapinya malah wanita itu dengan senang hati membuka mulutnya.


...


Setelah makan siang keduanya kembali ke kantor masing-masing, tentunya Sora di antar terlebih dahulu oleh Ansell ke kantor One S.


Ansell kembali ke perusahaannya dengan menggunakan mobil milik Sora.


"kau kembali menggunakan mobil milik Nona Sora?" Tanya Dion yang sempat melihat Ansell memparkirkan mobil sport berwarna hitam metalic itu di depan lobi kantor.


"iya" Jawab singkat Ansell seraya melangkah masuk ke dalam lif menuju keruangannya.


"kenapa tidak menggubungiku untuk menjemput mu?" Tanya Dion yang dengan setia mengikuti langkah Ansell.


"apa kau lihat bahwa kekasihku percaya aku membawa mobilnya, malah ia sendiri yang bilang 'bawa saja mobilnya kembali ke kantor, nanti jemput aku saat pulang kantor'. Ini sangat membahagiakan Dion, walaupun masih bersikap dingin setidaknya ia mulai menerima kehadiran ku sebagai kekasihnya" Ucap Ansell dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya.


"benarkah? perkembangan yang bagus. Aku sebagai sahabat mu turut senang mendengarnya. Setidaknya ini membuat mu semangat untuk menyelesaikan pekerjaan mu yang menumpuk" Singgung Dion.


Ansell menepuk jidatnya sendiri. "Ya Tuhan, masih banyak pekerjaan ku yang harus ku selesaikan" Ansell teringat kembali tumbukan kertas di atas mejanya.


"Sore ini bertemu dengan perusahaan xxx jadi?" Tanya Ansell.


" Tentu, nanti aku kan mengingatkan mu lagi kalau sudah waktunya"


"baiklah, aku ingin menyelsaikan sebagian pekerjaan ku dulu"


...****************...


*Sora berasal dari bahasa Jepang yang artinya Langit. 😊

__ADS_1


Sejauh ini, terima kasih bagi yang berkenan telah hadir untuk mengikuti cerita ini. Mohon dukungannya selalu agar lebih semangat lagi dalam penulisan cerita ini.


Happy Reading All... 😊


__ADS_2