
Sudah seminggu penolakan cinta Sora pada Ansell terjadi dan selama seminggu itu juga sosok Ansell yang tegas uring-uringan dalam bekerja sampai-sampai Dion kewalahan menangani pekerjaan Ansell. Karena Ansell benar-benar tidak ada mood mau melakukan apa pun jadi dia menyerahkan semua pekerjaan nya pada Dion.
" Ansell " Pekik Dion. " Kalau begini terus perusahaan mu akan bangkrut" Dion sudah tidak tahan melihat Ansell yang datang kekantor tapi hanya untuk berbaring di sofanya melamun sepanjang hari.
"di luar sana banyak wanita yang mengantri mengejarmu dan malah telah siap naik ke ranjangmu, kenapa kau begitu lemah sekarang hanya di tolak oleh satu wanita"
" kau tidak mengerti rasanya di tolak "
" ya,,, aku memang tidak mengerti tapi setidaknya jangan patah hati begini semuanya jadi kacau" Dion ikut mendudukan diri di sofa lainnya.
"bagaimana malam ini kita ke club saja, aku akan mencarikan mu wanita cantik" Dion mengatakan idenya agar sahabat sekaligus atasannya itu bisa seperti biasanya tidak seperti saat ini, mood baiknya entah menguap ke mana.
" tidak berminat " Ansell melirik Dion sekilas lalu kembali menatap langit-langit di ruangannya.
Dion menghembuskan nafasnya,diambilnya botol wine yang sudah ada di atas meja lalu menuang di dalam gelas.
Seketika Wine itu habis dengan sekali tegukkan. Dion meminum Wine seperti meminum air putih saja.
Dion benar-benar frustasi melihat sahabatnya itu seperti mayat hidup karena patah hati di tolak cintanya. Mungkin karena pertama kalinya menyatakan cinta dan langsung di tolak makanya patah hati membuat perasaan Ansell sangat kacau.
"mau ku kasih saran?" Dion menatap Ansell. " Kalau sangat menginginkannya kejar saja terus dirinya, kasih perhatian, kasih kejutaan yang romantis, cari tau apa kesukaannya, lakukan apa yang bisa membuat dia yakin terhadap mu. Bagaimana pun dia tetap seoarang wanita yang suka pada hal yang manis-manis, romantis dan suka di perhatikan. Ku yakin cepat atau lambat dia akan luluh terhadap perjuangan mu dalam mengejar dirinya"
Mendengar panjang lebar saran dari Dion, Ansell langsung bangkit dari baringnya di sofa. Dia pun melempar bantal sofa ke arah Dion. Dengan sigap Dion menangkis lemparan bantal Ansell.
"Damn it, kenapa baru sekarang memberi saran nya, kenapa tidak dari kemarin-kemarin?" Maki Ansell.
Dion terkekeh melihat reaksi Ansell. "bagaimana aku bisa teringat akan memberi mu saran! kalau pekerjaan ku satu minggu ini benar-benar membuatku melupakan dunia luar"
Tanpa menghiraukan lagi Ansell bergegas merapikan jas nya dan bersiap-siap untuk pergi.
__ADS_1
"Hai, mau kemana kau?" Pekik Dion.
" Mengejar cinta" Jawab Ansell tanpa menoleh Ke Dion dan tetap melangkah meninggalkan ruangannya.
...
" Jimi, aku lelah sekali" Keluh Sora merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk di kursi untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
" tunggu sebentar aku akan membawakan mu vitamin" Ucap Jimi.
" Emm...JJ dan Ray di mana?" Tanya Sora.
"JJ lagi kencan dengan komputernya sedangkan Ray..."Lian menjeda ucapannya dan langsung terkekeh.
Sora mengeryitkan alisnya menatap Lian dengan penuh tanda tanya.
"Ray sedang memberi pelajaran kepada seluruh security di sini" Lian kembali menjelaskan melihat raut wajah Sora yang ingin mendengar lebih lanjut.
" Apa kau lupa kemarin belakang mobil ada lecet sedikit, Ray tidak merasa dia sudah membuat lecet itu mobil jadi dia merasa security di sini tidak memperhatikan keamanan dengan benar sehingga ada orang tanpa sengaja menyentuh mobilmu" Lian kembali menjelaskan.
Jimi kembali dengan botol obat vitamin di tangan nya sedangkan Ken yang juga dari tadi ada di dalam ruangan Sora masih bergelut dengan pekerjaan nya dia tidak memperdulikan Lian dan Sora yang sedang berbincang.
" Ya tuhan Lian, kenapa kau tidak bilang saja aku yang bikin mobil itu lecet" Sora memijit-mijit dahinya karena tidak sanggup memikirkan apa yang akan di lakukan oleh Ray kepada para security itu.
" Hahaha, biarkan saja. Aku dengan sengaja tidak memberitahunya dan bisa menebak dia akan melakukan itu. Bukan kah ini seru" Lian terkekeh membayangkan Ray memberi pelajaran kepada para security.
" Sekarang aku merasa kasian pada security itu" Gumam Sora.
Masalah mobil memang lah benar bahwa pelaku utama yang membuat mobil Sora lecet adalah Sora sendiri. Karena dia sempat keluar sebentar sendiri hanya 20 menit untuk menemui Anzu dan Meyline di toko kue yang tidak jauh dari kantornya. Dia meminta Lian dan Ken memperbolehkan dia keluar sendiri tanpa mengawalan, awalnya Ken menantang keras tapi bukan Sora namanya kalau tidak mempunyai alasan licik. Tapi tanpa di sangka ketika mau dia kembali saat dia memundurkan mobilnya Sora menabrak mobil orang lain yang terparkir.
__ADS_1
Jelas Lian dan Ken langsung turun tangan mengurus semuanya, menganti rugi mobil yang telah di tabrak Sora sedangkan mobil Sora rencananya hari ini baru lah menyuruh orang untuk memperbaikinya. Tanpa di sangka sebelum berangkat ke kantor Ray sudah melihat mobil itu lecet.
Drzzzttt...
Ponsel Ken di atas meja bergetar, dengan malas Ken mengambil Ponselnya.
" ada apa J?" Tanya Ken pada JJ yang menelponnya.
"Ansell ingin bertemu dengan mu, temui dia di ruang tunggu di lantai bawah" Jawab JJ.
Tidak memakan waktu lama Ken pergi menemui Ansell seperti yang sudah di katakan oleh JJ.
Awalnya kedua pria yang sama-sama memiliki sifat dingin hanya saling tatap, dengan tatapan entah apa artinya. Sehingga kemudian Ansell membuka suara nya terlebih dahulu karena saat ini memang dia memerlukan Ken.
"Apa kabar mu Tuan Ken?" Tanya Ansell.
" tidak perlu basa basi langsung saja, ada apa Tuan Muda Qin mencari ku" Jawab Ken, dia memang suka langsung membahas ke intinya tanpa basa basi.
Ansell terkekeh. " Aku suka gayamu"
" Kau pasti tau apa tujuan ku ke sini. Soal pekerjaan tidak lah mungkin karena perusahaan kita tidak saling bekerja sama. Jadi kemungkinan besar kau pasti bisa menebaknya" Ucap Ansell.
Ken tersenyum sinis terhadap Ansell di depannya. Seperti dugaan Ken, Ansell kesini dan mencarinya pasti ada hubungannya dengan Sora.
Ya, Gadis itu telah menolak cinta Ansell satu minggu yang lalu.
"Silahkan" Ucap Ken singkat, untuk mempersilahkan Ansell berbicara dan bertanya sesukanya. Dia siap mendengarkan dan menjawab.
Mungkin keduanya memiliki otak yang cerdas jadi berbicara menggunakan tatanan bahasa yang sulit di mengerti orang dengan cepat, Keduanya tampak saling memahami dan terlihat lebih santai.
__ADS_1
" Ok, ada yang ingin ku tanyakan pada mu" seketika Ansell tampak serius. "apa hubungan mu yang sebenarnya dengan Sora?"