UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
RESMI


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan sudah berkumpul Sora dan kelima Asistennya serta Ansell yang selalu mengikuti langkah Sora.


Awalnya Arlecia ingin sekali ikut dalam perkumpulan itu tapi di urungkannya karena lebih memilih menemani istri tercinta nya untuk tidur, bisa di katakan dia adalah ketua klan Taira yang bucin akut pada Anzu istrinya.


"Apa ada bagian yang lain yang sakit?" tanya Jimi yang sudah selesai mengobati kembali luka di kaki Sora.


"sepertinya dipunggung ku sedikit nyeri" Jawab Sora dengan menggerakkan punggung nya kekiri dan ke kanan.


"coba ku liat mungkin punggung mu mengalami memar" Jimi pun ingin membuka pakaian atasan yang di gunakan Sora.


"apa yang kau lakukan?" Ansell mencengkram tangan Jimi yang hendak membuka pakaian Sora.


"Aku ingin mengobatinya" Jawab Jimi dengan sedikit meringis karena tangan dicengkram kuat oleh Ansell.


"tidak harus membuka bajunya" Ansell menatap Jimi dengan tajam sedangkan yang lainnya hanya menonton perdebatan keduanya.


"Ansell, Jimi hanya ingin melihat punggung ku, dia ingin mengobati ku" Jelas Sora.


"tidak boleh, mulai sekarang para Asistenmu tidak boleh melihat lekuk tubuhmu" Tegas Ansell.


"kau tidak ada hak untuk mengatur Asisten ku" Pekik Sora


"Ada, karena kau sudah menjadi kekasih ku jadi..."


"Sejak kapan aku menjadi kekasih mu?" Sora yang langsung mencela ucapan Ansell.


Ansell pun menyeringai licik. " Kau lupa saat di pantai tadi"


Sora pun mencoba mengingat dan dia merutuki dirinya sendiri kenapa bisa mengucapkan kata terserah jadinya Ansell mengannggap dia bersedia menjadi ke kasih Ansell.

__ADS_1


"Ehemm...boleh kita kesampingkan dulu urusan percintaan kalian" ucap Ken ingin menyelesaikan ini dengan cepat karena dia sudah lelah. Tujuan nya cuma satu yaitu ingin tidur dengan damai.


"bisa kau keluar dulu" pinta Sora kepada Ansell


"kenapa?"


"ini urusan internal kami, orang luar tidak boleh ikut" Sora sudah menatap tajam Ansell. Mau tidak mau dengan terpaksa Ansell keluar dari ruangan itu.


"Sora, betulan kau sudah jadian dengan Ansell?" Tanya JJ yang penasaran.


"apa membahas hubungan ku dengan nya lebih penting?" Tanya Sora seraya mengambil segelas Vodka yang sudah tersedia di atas meja.


"JJ..." Tegur Ken, membuat JJ tidak mempertanyakan lagi hubungan majikannya dengan seorang Ansell.


"banyak yang terluka?" Tanya Sora saat melihat semuanya terdiam.


"hanya ada beberapa saja yang terkena luka tembak kini sudah di tangani oleh dokter dan ada dua orang yang meninggal, tembakkan tepat mengenai jatung dan kepala" Terang Lian.


"baik"


"mereka menargetkan aku untuk melumpuhkan seorang Arlecia, tapi mereka salah hahahaha" Sora tertawa merasa lucu setiap musuh Arlecia dia lah yang jadi sasaran untuk menjatuhkan Arlecia.


Sudah bisa di pastikan bila ada penyerangan selalu ada hubungan nya dengan kakak tampannya itu, karena selama ini Sora tidak pernah terlibat langsung dan nama nya selalu bersih.


Sekarang Sora yang merupakan adik dari ketua klan Taira menjadi sasaran empuk karena sudah secara terang-terangan menjadi CEO One S untuk memancing keluarnya ketua klan Taira atau ketua organisasi Sky.


"kalau kita ada waktu aku ingin sesekali menemui ketua black rose agar dia paham Adik seorang Arlecia tidak bisa di remehkan" Ucap Sora dengan seringai liciknya.


"Nanti akan ku aturkan waktu yang tepat" ucap Ken.

__ADS_1


"apa perlu memperketat penjagaan?" Tanya Lian.


"Emm, tambah pengawal bayangan saja untuk Akira. Jangan sampai mereka tau anak Arlecia ada di sini" Jawab Sora.


"Tuan dan Nyonya besar bagaimana?" Lian bertanya lagi.


"tenang saja semua musuh Arlecia sudah tau membunuh orang tua ku tidak akan berpengaruh besar pada Arlecia, jadi mereka tidak akan menyia-yiakan waktu untuk itu terkecuali orang yang ingin menjatuhkan One S karena bagaimana pun Ayah ku masih memegang saham tertinggi kematiannya akan menurunkan drastis harga saham One S di situlah kesempatan untuk menjatuhkan One S. Sangat rentan bukan ?" Jelas Sora panjang lebar dengan kecerdasan otaknya dia bisa menganalisis keadaan.


Memang benar bahkan kematian orang tua Sora dan Arlecia pun tidak akan mempengaruhi Arlecia dalam bertindak. Karena sudah terbukti dulunya Xiang Zhang yang masih menjabat sebagai Ceo One S di serang secara langsung oleh para mafia saat Xiang Zhang dan istri sedang dalam perjalanan menghadiri sebuah pesta. Mobil mereka dihadang dan di ledakkan untung saja kedua nya bisa di selamatkan oleh tim bayangan klan Taira. Walaupun kedua orangtuanya terluka parah di rumah sakit Arlecia dengan bersabar menahan amarahnya tidak mengambil tindakkan agar kedepannya orang tua nya tidak jadi sasaran lagi.


Ini sudah kesepakatan antara Arlecia dan ayahnya bila terjadi sesuatu dengan ayah ibunya, Arlecia tidak boleh menampakkan diri atau balik menyerang. Itulah keputusan yang harus di ambil agar para musuh tidak menjadikan orangtua Arlecia sebagai sasaran dan isu tidak kepedulian Arlecia terhadap orang tuanya menyebar begitu cepat di kalangan dunia hitam sehingga sampai saat ini orangtuanya tidak lagi di jadi incaran. Namun siapa yang sangka seorang Arlecia mempunyai seorang Adik kembali lah penyerangan terhadap orang terdekat Arlecia. Tapi kali ini mereka tidak akan mudah menyentuh seorang Sora karena mereka tidak tau siapa sebenarnya seorang Sora.


"Emm kalau begitu kita alihkan saja saham yang berada di tuan besar ke pada mu Sora" ucap JJ.


"Nanti ku pikirkan lagi, tapi untuk saat ini lindungi saja Akira dan untuk orang tua ku cukup hapus jejeka mereka yang sering berpergian agar tidak mudah di ketahui keberadaan nya. Kalian sudah tau kan orang tua ku sudah dikawal oleh anak buah nya sendiri di tambah pengawal bayangan dari klan Taira"


"yang ingin ku pastikan hanya satu, black rose itu apa hanya sekedar ingin memperluas kekuasaan dengan menaklukan Arlecia atau ada incaran besar di balik semua ini yang belum aku ketahui" Ucap Sora tampak berpikir.


...


Pagi hari nya keluarga besar Zhang, Keluarga paman Leo dan para Asisten melakukan sarapan pagi bersama. Kali ini di meja makan ada Prince Eren dan Ansell Qin yang ikut sarapan bersama.


"Selamat menikmati sarapannya Prince Eren dan Tuan Ansell" Sapa Xiang Zhang.


"Terima kasih Tuan Zhang" Balas Prince Eren.


"Terima kasih calon ayah mertua" ucap Ansell dengan senyumannya.


Sontak saja semua yang ada di meja makan terkejut dengan ucapan Ansell dengan terang-terangan bilang calon ayah mertua kepada Xiang Zhang hanya Arlecia sendiri saja tersenyum melihat tidakkan cepat Ansell.

__ADS_1


Sora yang duduk di samping Ansell langsung mengijak kaki lelaki itu. "apa yang kau katakan?" Sora menatap tajam Ansell.


"Honey, bukankah kita sepasang kekasih berarti ayahmu calon mertua ku" Jawab Ansell dengan santainya karena ini kesempatan dirinya memberi tahu hubungannya denga Sora karena orang terdekat Sora semuanya berkempul apa lagi ada Prince Eren agar pria itu tau Sora ada miliknya satu-satunya.


__ADS_2