
Ansell yang baru keluar dari ruang kerja nya untuk mengecek email yang di kirim oleh Dion, seketika itu matanya menatap tajam melihat Sora yang buru-buru ingin membuka pintu Apartement Ansell.
" Honey, mau kemana?" tanya Ansell dengan nada setengah berteriak. Tubuh Sora pun terdiam di depan pintu, seperti orang yang ketahuan ingin kabur, tapi memang iya sih.😂
"kembali ke apartement ku" Jawab Sora dengan malas.
"ingat kan, malam ini kau harus bersama ku"
"aku hanya ingin mengambil baju ku"
"Lian sudah mengantar baju mu, mau alasan apa lagi?"
"Lian melupakan pakaian dalam ku dan ponsel ku, jadi aku ingin mengambilnya"
Ansell yang sudah mendekat ke arah Sora memeluknya dari belakang, lagi-lagi aroma manis dari tubuh Sora membuat Ansell harus menahan jiwa perkasanya keluar.
Flasback On
Saat Sora fokus dengan televisi diada di kamar Ansell terdengar suara bunyi bell, sudah bisa di pastikan itu adalah Lian yang sedang mengantarkan yang Sora pinta Karena tidak pernah sekali pun orang boleh bertamu di apartement Ansell kecuali Dion dan Asisten rumah tangganya.
Sora meminta piyama tidur, baju untuk esok harinya, tidak lupa pakaian dalamnya juga dan ponselnya yang tertinggal untuk di antar ke apartemet Ansell.
Sora pun yang hendak beranjak dari duduknya di cegah oleh Ansell.
" Kau duduk saja, biar aku yang mengambilkan pakaian mu" Ucap Ansell yang baru saja memakai pakaian nya sehabis mandi.
Karena tidak mau berdebat Sora hanya diam saja dan kembali menonton televisi.
" Nona Sora dimana?" Tanya Lian ketika pintu Apartement Ansell terbuka.
" Dia aman bersama ku, mana pakaian Sora?"
Lian pun menyerahkan paperbag ketangan Ansell.
"besok aku kan menjembut Nona jam..." Belum selesai kalimat Lian sudah di potong oleh Ansell.
" Aku yang akan mengantarnya ke kantor"
"terima kasih, bye" Ansell pun langsung menutup kembali pintu apartemetnya tanpa sempat Lian merespon.
Lian yang masih berdiri mematung di depan pintu hanya bisa mengedip-ngedipkan mata beberapa kali dan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal melihat tinggah Ansell pria yang di segani dunia bisnis itu.
Sebelum menyerahkan paperbag kepada Sora, dengan senyum liciknya Ansell membongkar paperbag itu. Dikeluarkannya baju kerja, pakaian dalam dan ponsel Sora hanya menyisakan piyama tidur.
Setelah itu barulah dia memberikan paparbag itu ke Sora.
__ADS_1
" hanya ini saja?" Tanya Sora mengelurkan piyama dari paperbag.
"Kenapa?" Tanya Ansell dengan wajah tidak berdosa.
" tidak apa-apa" Jawab Sora dengan mengembuskan kasar nafasnya.
"Kalau begitu aku ke ruang kerja sebentar setelah itu kita makan malam, Tunggu aku hanya sebentar" Ucap Ansell lalu keluar dari kamarnya dengan wajah senyum-senyum sendiri.
Fashback Off
"Aww...Ansell apa yang kau lakukan?" Dengan refleks Sora mendorong tubuh Ansell karena Ansell menggigil lehernya seperti Vampir yang ingin menghisap darah manusia.
"kau sangat mengemaskan Honey" Ucap Ansell sambil terkekeh karena melihat wajah Sora merengut kesal.
" Biarkan aku keluar sebentar, bagaimana aku bisa pake pakaian ku kalau tidak ada pakaian dalam Ansell" Kesal Sora.
"No Honey. Penelitian mengatakan lebih baik tidur jangan menggunakan dalaman, baik untuk kesehatan"
"penelitian otak mesum mu itu" cibir Sora lalu melangkah meninggalkan Ansell yang masih berdiri depan pintu sambil ketawa senang.
...
Setelah makan malam Sora benar-benar hanya memakai piyama tanpa dalaman untung saja piyama yang di pilihkan Lian panjang sampai setengah betis walaupun bagian atasnya cukup terbuka karena hanya bertali spaghetti sehingga tercetak nyata gunung kembar Sora yang menantang membuat Ansell berkali-kali menelan saliva nya.
"apa yang kau lakukan?" lagi-lagi Sora bertanya dengan kelakukan Ansell. Walaupun dia bisa saja menghajar habis-habisan Ansell tetap saja Sora harus waspada kepada Ansell yang otaknya penuh dengan pikiran mesum.
Sempurna. batin Sora.
Diam-diam Sora mengakui ke indahan tubuh Ansell yang memiliki pahatan yang sempurna. Walaupun dia juga sering melihat tubuh pria lain seperti tubuh kakaknya Arlecia, Ken, Lian, Ray dan juga Kei saat meraka berlatih bersama. Sora sempat membanding-banding dalam pikiran nya sendiri.
"Biarkan malam ini aku memelukmu Sora" Pinta Ansell.
" kenapa kau banyak maunya sih, kau tidak bolehin aku tidur di kamar lain, sekarang meminta berpelukkan sambil tidur. Ingat kau bukan kekasih ku Tuan Ansell"
"Sebentar lagi kau akan menjadi kekasih ku, bukan...kau akan menjadi istri ku" Yakin Ansell.
" Tidak akan" Tegas Sora lalu berbaring membelakangi Ansell.
"Apakah ada pria lain yang kau sukai?" Tiba-tiba Ansell bertanya dengan nada yang getir.
" Ada" jawab singkat Sora.
Seketika suhu ruangan menjadi panas, Ansell merasa cemburu saat Sora mengakui ada pria yang di sukainya. Ansell mengepalkan tangannya dengan kuat rasanya dia ingin sekali menghajar wajah pria yang di sukai oleh Sora.
" Siapa?"
__ADS_1
" tidak penting buat mu"
" kalau dia lebih baik dari ku, aku akan menyerah"
" benarkah?"
" Emm...jadi siapa?"
" pangeran yang ada di timur tengah"
Mendengarnya Ansell mengeryitkan alis.
Pangeran di timur tengah kan ada beberapa, tapi yang mana? Di Negara yang mana?
" Namanya?"
"Lain kali saja aku kan memberi tahumu, Aku sudah mengantuk. Besok aku harus menghadari beberapa pertemuan"
Walaupun Ansell masih penasaran tapi dia tidak akan mempertanyakan lagi untuk malam ini.
Dia akan menikmati malam ini untuk tidur bersama Sora memeluk erat dalam dekalannya, jangan sampai pikiran mengenai pria yang di sukai Sora merusak kebahagiannya malam ini.
"Baiklah Honey, Good night sweet dream" Ansell melabuhkan ciuman dipuncuk kepala Sora lalu memeluknya dengan erat seolah tidak membiarkan wanitanya ini pergi darinya.
Sora tersentak merasakan pelukkan Ansell dan ciuman yang mendarat di pucuk kepalanya, malas untuk protes jadi hanya membiarkan pria itu memeluknya tidak lebih. Karena Sora termasuk manusia yang mudah untuk tidur tidak lama dia sudah memulai mengarungi dunia mimpi tanpa mempedulikan Ansell yang masih terjaga.
...
Keesokkan harinya Ansell terlihat duduk bersandar di kepala ranjang manatapi kemolekkan tubuh Sora. Dia sendiri tidak bisa tidur sampai pagi menjelang. Karena dia harus beberapa kali ke kamar mandi untuk mendinginkan hasratnya.
"kau menyiksaku sampai tidak bisa tidur Sora. Kau wanita pertama yang membuat aku menahan semuanya" Gumam Ansell.
"saat terjaga kau begitu anggun, ternyata tidur mu cukup berantakkan" Ansell terkekeh melihat tidur Sora seperti anak kecil.
Tak lama kemudian Sora mengerjabkan matanya.
"Jimi apa air mandi ku telah siap" Ucap Sora yang belum sadar kalau dia masih di kamar Ansell.
Ansell memperhatikan Sora turun dari ranjang untuk melangkah ke kamar mandi dengan wajah yang setengah mengantuk. Mata Ansell tiba-tiba melotot melihat Sora tanpa sadar menurunkan piyama tidurnya sehingga terlihat tubuh polos Sora tanpa satu helai benang pun.
" Eheemm...Sora" Ansell tampak kikuk sendiri menatap pemandangan tubuh yang semalam membuatnya tidak bisa tidur.
Sadar bahwa suara itu bukan suara Jimi, Sora pun tersadar bahwa dia tidur di apartement Ansell. Sora menatap tajam wajah Ansell dengan cepat dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"apa kau tiap harinya selalu di layani, Honey?" Tanya Ansell dengan suara serak. Wajah yang penuh hasrat kini berbuah dengan dengan kekesalan. Membayangkan dengan mudahnya para Asisten Sora melihat tubuh indah wanita itu.
__ADS_1
"Tentu, mereka Asisten ku itu tugas mereka" jawab Sora seraya melangkah ke kamar mandi, tapi langkahnya berhenti melihat ada pakaian serta ponselnya di atas nakas. Tanpa banyak bertanya Sora mengambil lalu masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Ansell masih duduk dengan kekesalan nya. Dia harus secepatnya memiliki Sora agar tidak ada pria lain yang mendekatinya, walaupun Asisten pribadi Sora sekali pun.