
Dua hari sudah berlalu Sora selalu di sibukkan dengan pekerjaan nya. Banyak proyek yang harus dia kejar penyelesaian nya, belum lagi di bidang perawatan dan kecantikan harus mengeluarkan produk baru agar produk yang di luncurkan oleh perusahaan nya bisa bersaing dengan perusahaan lainnya.
One S yang merupakan perusahaan yang menggeluti beberapa sektor dan itu membuat kepala Sora sedikit kaku. Kadang dia merutuki waktu kenapa waktu hanya di hitung 24 jam kenapa tidak 60 jam atau 100 jam dalam sehari, sehingg dia mempunyai waktu banyak untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.
Sora adalah tipe atasan yang tidak suka menunda pekerjaan untuk esok hari nya karena alhasilnya pekerjaan nya akan menumpuk kalau di tunda. Sedangkan tiap harinya pekerjaan seperti mengantri menunggu Sora untuk diselesaikan nya.
"Sora, kau yakin ingin bekerja sama dengan Martin Hou" Tanya Ken yang baru saja selesai membaca file dari Group Hou.
"kalau berbicara keuntungan, bekerja sama dengan nya cukup menguntungkan. Bukan kah ini sangat menarik Ken? dia menawarkan kerja sama ini karena ada niat terselubung kan? jadi ikuti saja permainannya. Kita liat apa yang akan di lakukan pria itu" Ucap Sora dengan seringaian di wajahnya.
"kalau menurut mu begitu, aku akan mengatur pertemuan mu kembali dengan Martin Hou" Ucap Ken dan di balas anggukan oleh Sora.
"Emm...apa kau tidak kangen dengan seseorang?" Goda Ken.
Sora mengeryitkan alisnya. "maksudmu?"
"kekasihmu" Jawab Ken dengan senyum menyeringai di wajahnya. Sora tau siapa yang di maksud oleh Ken.
"apa dia bisa di katakan kekasih?" tanya Sora dengan menopang dagunya dengan tangan.
"terus kau tidak mau mengakuinya padahal dia sudah mendeklarasikan hubungan mu di depan Tuan Besar?" Tanya Ken lagi.
"Entahlah, aku masih bimbang"
"apa yang kau bimbangkan? bukankah dia memenuhi semua aspek keteria mu?"
"bagaimana suatu saat nanti dia menghiyanati ku?" Sora balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Ken.
Ken mengeryitkan alisnya lalu tertawa terbahak. Jarang-jarang dia tertawa dengan keras.
"kali ini aku sadar kalau kau benar-benar seorang wanita" Ucap Ken di sela tawanya.
"hei maksudmu apa? kau pikir aku wanita jadi-jadian" Sora langsung melempar pulpen kearah Ken. Dengan sigap ken menghindar dari lemparan Sora.
"hahaha kalau hal itu yang kau takutkan, hajar saja dia sampai jera. Lagi pula ada kami, terutama aku. Aku tidak akan membiarkan dia menghianatimu dalam bentuk apa pun" Ucap Ken dengan tulus.
Sora pun langsung tersenyum senang kanapa dia harus menakutkan hal yang sepele seperti itu, bahkan dia bisa saja melakukan apa pun terhadap orang yang ingin melukainya.
"Oh kau terbaik Ken, kemari lah peluk aku" Pinta Sora dengan manja.
Ken pun mendekat pada Sora langsung memeluknya. "jangan sering-sering manja seperti ini lagi kepada kami berlima" Pinta Ken sambil mengusap rambut panjang Sora.
__ADS_1
"kenapa?" Tanya Sora seperti anak kecil.
"nanti kami akan di hajar oleh Ansell Qin" Jawab Ken memperingatkan sambil terkekeh mengingat begitu posesifnya seorang Ansell kalau berdekatan dengan Sora.
Sora ikut terkekeh. "kalau tidak ada dia tidak apa-apa kan?" Ucap Sora dengan nada bercanda.
Ceklek...pintu ruang kerja Sora di buka.
"Ada acara apa nie peluk-pelukkan?" Tanya Lian yang baru saja masuk dengan membawa setumpuk dokumen.
"Oh Lian, sini aku juga ingin memeluk mu" Lian pun mengampiri Sora setelah meletakkan dokumen di atas meja.
Sora langsung memeluknya. Lian menaikan kedua alisnya seolah bertanya ada apa? kepada Ken karena tiba-tiba Sora ingin memeluknya.
Ken hanya menaikkan kedua bahunya dengan tersenyum yang di kulum.
...
Pada malam harinya di mansion moonlight Sora dan kelima asistennya tidak lupa dengan Akira tengah menikmati makan malam bersama.
"Lian, Vivian akan menjadi sekretaris mu?" Tanya Sora, Lian hanya menganggukan kepalanya karena mulutnya kini penuh dengan makanan.
"Bagus, kau harus lebih semangat lagi dalam bekerja karena ada calon istri yang membantumu" Goda Sora.
"eittts, selain kita tidak ada yang boleh ke pintu terlarang mau pun ruangan terlarang, seorang Ansell saja tidak boleh begitu pun juga vivian" jawab Sora.
"bisa-bisa Lian akan pacaran tiap hari" Sekarang Jimi yang menggoda Lian.
" ya tuhan, dia saja menolak perjodohan itu" elak Lian.
"apa pesona mu sudah memudar?" ejek Ray.
"kalian ini dari tadi hanya menyudutkan ku, bagaimana malam ini jadi gak?" Lian mengalihkan pembicaraan.
"tentu saja, aku sudah memesan tempat" jawab JJ.
"mau kemana kalian, kenapa tidak mengajak aku?" tanya Sora dengan wajah cemberut.
" mereka mau ke club malam" Ken yang menjawab.
"Memangnya kau tidak ikut?" Lian malah bertanya kepada Ken.
__ADS_1
Ken menggeleng-gelengkan kepalanya. " Gak, besok pagi-pagi aku harus berangkat ke Jepang" Jawab Ken karena ada pekerjaan mengenai organisasi sky maka mengharuskan Ken ke Jepang menemui Arlecia.
"kenapa tidak mengajak ku?" Sora mengentakkan tangan nya di atas meja.
"Bukan begitu ini acara lelaki siapa tau mendapatkan wanita yang sesuai, sudah lama kita tidak bermain" jawab JJ dengan kerlingan mata pada Sora.
"terserah lah" Ucap Sora kembali melanjutkan makannya. Sedangkan Akira yang dari tadi hanya diam menikmati makanannya. Dia tidak mau ikut dalam perbincangan orang dewasa.
...
Jimi sudah membantu Sora membersihkan diri dan menyiapkan sebuah piyama yang akan di gunakan Sora untuk tidur.
Sora merebahkan diri di atas ranjang nya.
"minta Ken menemani mu tidur, kalau kau tidak bisa tidur. Lampunya akan ku matikan. Aku pergi dulu, yang lain sudah menunggu" Ucap Jimi melangkah kan kaki keluar dari kamar tidur Sora.
" iya, hati-hati" Balas Sora.
Baru saja ingin memejamkan mata ponsel Sora di atas nakas berdering ada panggilan video call masuk.
"Iss kenapa malam-malam gini video call sih" Gumam Sora.
Sora mengambil posisi duduk sebelum mengangkat video call dari Ansell.
" hai honey, apa kau sudah tidur" Tanya Ansell ketika Sora menerima panggilan videonya.
"apa kau tidak liat, aku baru saja ingin tidur" Jawab Ketus Sora dia menjauhkan sedikit kamera ponselnya agar Ansell bisa melihat pakaian yang di kenakan yang menyatakan bahwa dia akan mau tidur karena sudah memakai piyama tidur.
Tanpa disadari Sora, diseberang sana Ansell tengah menelan salivanya beberapa kali karena melihat piyama yang di gunakan Sora terlihat seksi dengan menampakkan dengan nyata cetakkan dada sintal Sora.
"Honey, boleh kau turunkan sedikit lagi piyama tidurmu, aku ingin melihat buah melon ku" Ucap Ansell dengan wajah ***** nya.
Sora langsung melihat ke dadanya yang memang tercetak nyata di balik piyama tipis Sora. " Dasar otak mesum" Pekik Sora.
Terdengar kekehan Ansell melihat Sora yang baru menyadari keseksiannya sendiri. "Aku baru saja sampai ke apartemen, tadi langsung ke apartemenmu tapi kamunya tidak ada. Kamu sedang di mana?" Tanya Ansell dengan wajah kembali serius.
Sora terdiam sejenak tidak mungkin dia mengatakan sedang di mansion, karena belum saatnya Ansell tau keberadaan mansionnya. " Aku sedang di kota Sanghai, besok aku sudah kembali" Sora berbohong agar mempunyai alasan untuk menjawab pertanyaan Ansell.
" Oh, kembali dari Sanghai kau harus ke kantor ku, aku sangat merindukan mu" Ansell tidak curiga sedikit pun karena dia mengerti posisi Sora yang sebagai CEO perusahaan besar sering berpergian karena urusan bisnis.
Sora hanya menganggukkan kepala. Setelah itu keduanya mengakhiri video call.
__ADS_1
"Iss kenapa aku dengan cepat mengiyakan permintaan nya untuk kekantornya, apa karena aku merasa bersalah telah membohonginya bilang aku pergi ke kota Sanghai? terserah lah aku ingin tidur saja" Gumam Sora lalu memejamkan matanya.