UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
KAU BERVIRUS


__ADS_3

Selepasnya Halen pergi dari ruangan Ansell. Sora masih berdiri menatap dengan lekat wajah Ansell.


Ansell mendekat dan ingin memeluk wanita yang sangat dirindukannya beberapa hari ini. Tapi apa? dengan cepat Sora menghindari pelukkan Ansell. Ansell hanya bisa memeluk angin saja.


"Honey..." Ansell kembali lagi ingin menyentuh dan memeluk Sora tapi kali ini Sora tetap menghindar.


"Tuan Ansell jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu" Akhirnya Sora bersuara juga, karena dari tadi hanya menatap tajam pada Ansell.


"Kotor?" Ansell mengeryitkan alisnya tidak paham apa yang di maksud oleh Sora. Secara bergantian Ansell meneliti tangannya apa benar kotor!.


"Kau baru saja menyentuh virus. Sekarang ingin menyentuhku. Oh itu tidak bisa Tuan Ansell" Ucap Sora dengan seringaian di wajahnya.


"kalau begitu aku akan mencuci tangan ku"


" jangan hanya mencuci tangan, tapi mandi sekalian dan jangan lupa ganti pakaian mu yang baru. Kau harus steril dari virus, baru bisa menyentuhku" Kata Sora lalu mendudukkan diri di sofa.


"aku tidak terjangkit virus Sora" protes Ansell yang masih belum paham virus apa yang Sora maksud.


"kalau ku bilang kau bervirus ya bervirus. Kalau kau tidak mau membersihkan diri lebih baik aku kembali ke kantor saja" Ancam Sora.


Dengan terpaksa Ansell pergi ke kamar pribadinya untuk mandi seperti yang di inginkan Sora.


20 menit telah berlalu Ansell sudah selesai berganti pakaian dengan rapi sedangkan Sora menunggunya dengan santai di sofa sambil memainkan ponsel.


"Ehemm..." Ansell menyadarkan Sora yang tengah asik bermain ponsel. " Bagaimana apa masih ada virusnya?"


Sora menongakkan kepala meneliti dari ujung kepala sampai ujung kaki Ansell.


'Pria ini kadar ketampanan nya sehabis mandi menjadi meningkat'


" good, virus nya sudah menghilang" Sora tersenyum samar.


"apa aku sudah boleh memelukmu?" Tanya Ansell dengan sorot mata penuh harap.


"lain kali saja ya. Ayo ikut aku. Kita belum makan siang kan?" Sora beranjak dari duduknya mengambil tas melangkah pergi ke arah pintu.


Dengan cepat tangan Ansell menarik tangan Sora mencegah wanita itu keluar dari ruangan.

__ADS_1


Kini Sora berdiri di hadapan Ansell. Mata mereka saling menatap satu dengan lainnya.


"Apa kau mengerti kata rindu? Aku sangat merindukan mu aku bahkan mengerjakan pekerjaan ku dengan cepat mengurangi jam tidurku agar aku bisa cepat kembali bertemu dengan mu. Tapi kau tidak mau ku peluk, Apa kau ingin melihat ku mati karena merindukan mu hah?" Pekik Ansell dengan menahan amarah di wajahnya. Dia sangat senang Sora datang ke kantornya tapi Sora masih bersikap dingin padanya.


"Ck, kau terlalu berlebihan tuan. Bukankan rindumu sudah terbayarkan saat bersama nona Halen tadi Tuan?"


Ansell terdiam mencerna ucapan Sora setelah itu terlintas senyuman samar Ansell, kini ia sedikit mengerti. Mungkin saja Sora sedang kesal atau bahkan cemburu melihat secara langsung Halen mengoda dirinya. Tapi bukan Sora nama nya kalau ia mengakui sedang cemburu atau pun kesal, wanita itu bahkan memanfaatkan sikap arogan nya untuk menutupi kelemahan nya.


Ansell meraih tangan Sora mengenggam dengan erat. "Maafkan aku honey, aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Halen. Percaya lah, ia sendiri yang mendudukan dirinya di pangkuan ku. Aku ingin menyingkirkannya tapi kau telah melihatnya duluan" Ansell menjelaskan dengan jujur, dia tidak mau wanita dingin nya itu bertambah kesal terhadapnya.


Sora menghembuskan nafas lalu berpaling dari Ansell. "Aku sudah lapar, kalau kau tak ingin ikut. Terserah" Sora melangkahkan kakinya pergi.


Ansell menatap punggung Sora dengan tersenyum, ia mengejar langkah Sora agar berjalan sejajar dan tidak lupa Ansell mengandeng tangan wanita tersayangnya itu.


"Jangan marah lagi ya Honey, Ayo kita pergi makan"


Saat berjalan di lobi Sora melepas genggaman dari tangan Ansell, ia tidak mau para karyawan Ansell bergosip ria tentang hubungannya dengan Presedir mereka.


Ansell hanya bisa pasrah saat Sora melepaskan genggaman tangan nya. Padahal Ansell dengan sangat senang hati memperlihatkan hubungan mereka ke semua orang.


Di depan lobi sudah ada Ray menunggu Sora.


"Tuan" Ucap Dion yang berlari kecil menghampiri Ansell.


"Ray, serahkan kunci mobil pada Tuan Ansell" Pinta Sora yang langsung membuka pintu depan dan mendudukkan diri di jok depan mobil.


"Lalu aku..."


Ansell menepuk bahu Ray. "kau bisa meminta antar Dion, Mood nona mu lagi tidak bagus" Bisik Ansell memotong biacarnya Ray.


"Dion, antarkan Ray kembali ke One S" Perintah Ansell.


"Siap tuan" Ucap Dion.


"Terima kasih Tuan Ansell" Ucap Ray membungkukkan badannya. Di balas dengan anggukan kecil oleh Ansell.


Ansell menyusul Sora masuk ke dalam mobil duduk dijok depan stir.

__ADS_1


Ketika Ansell mau lajukan mobil milik Sora, kini hasrat nya kembali di uji bagaimana tidak saat ini Sora membuka blazar berwarna pink soft yang tengah di kenakannya. Dibalik blazar Sora menggunakan mini dress kemben berwarna hitam yang membuat terpampang nyata bahu serta leher mulus milik Sora sehingga beberapa kali Ansell harus menelan salivanya.


"Ehem..." Ansell mencoba metralkan dirinya yang kini pikirannya sudah mulai bertreveling.


"Mau makan di mana?" Tanya Ansell tidak berani menoleh ke samping karena ada baha dan sayap yang menggoda. 😂.


"di restoran hotel milikmu, aku suka hidangan daging disana" Jawab Sora sambil memainkan ponselnya.


"ahh...pas sekali"


"apa yang pas?"


"Tidak apa-apa" Ansell tersenyum licik.


Setiba di depan hotel, karyawan hotel terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Ansell. Biasanya ada selalu Dion yang memberi tahu kalau Ansell ingin berkunjung ke hotel.


Semuanya memberi hormat kepada pemilik hotel itu dan ini pertama kalinya Ansell membawa seorang wanita berdua masuk kehotelnya terlebih lagi mereka sangat mengenal siapa wanita itu. Banyak yang ingin mengetahui ada hubungan apa antara keduanya, tapi itu hanya di benak mereka saja. Tidak ada yang berani bertanya atau membicarakan atasan mereka kalau ingin berumur lama bekerja disana.


"Siapkan hidangan daging terbaik, bawa ke ruangan ku" Pesan Ansell pada manager hotel itu yang menghampiri Ansell setelah mengetahui keberadaan pemilik hotel ada di tempat.


"baik tuan"


...


"kau ingin membawa ku kemana? bukankan restorannya di lantai 3 ?" Tanya Sora heran karena Ansell membawanya di sebuah ruangan yang mirip kamar pribadinya.


"kita makan siang di kamar pribadi ku saja Sora, kata manager ku di resto ada yang sedang merayakan ulang tahun. Aku takut kau terganggu" kilah Ansell beralasan agar Sora mau makan di kamarnya.


"Siang hari begini mengadakan merayakan ulang tahun?" selidik Sora yang menatap curiga.


"apa salahnya merayakan ulang tahun di siang hari. Sudahlah tunggu saja makanan nya di sini" Ansell berusaha bersikap meyakinkan agar Sora tidak curiga kepadanya.


Sora bukan tipe orang yang mau berlama-lama berdebat hal yang di anggapnya sepela jadi dengan wajah datarnya Sora mendudukkan diri di sofa, menyilangkan kaki tidak lupa ia melepas kembali blazer yang di mobil sempat di gunakannya.


" daging menggiurkan" Gumam Ansell pelan tanpa bisa di dengar oleh Sora.


Drrzzz...Drrzzz getar ponsel Ansell membuyarkan pikiran mesumnya. Ansell bergegas menerima panggilan telpon itu.

__ADS_1


"Honey tunggu sebentar, aku menerima panggilan telpon" Ansell berjalan ke arah balkon kamarnya menjauhi Sora sendiri duduk di sofa.


__ADS_2