
Sora yang baru saja menyampaikan sambutannya sebagai CEO One S dan acara meniup lilin yang di lakukan keluarga Zhang untuk perayaan ulang tahun One S, setelah itu menghampiri beberapa rekan bisnisnya.
Suasana cukup meriah dengan di iringi musik serta langit yang bertaburan bintang seperti mendukung acara pesta itu berlangsung.
"Hallo my princess" Sapa seseorang pada Sora.
Dengan kaget Sora menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang telah diliatnya. " Oh my god, my prince. Kau datang" Sora pun langsung menghamur dalam pelukan seorang pria.
"Ya demi dirimu, aku pasti akan meninggalkan pekerjan sepenting apa pun" Ucap pria itu dengan membalas pelukkan Sora.
Pria itu bernama Prince Eren Malik berasal dari Dubai. Prince Eren teman masa kuliah Sora saat menyelesaikan pendidikan di Amerika.
"Kau selalu tampan My Prince, aku sungguh tidak percaya bisa bertemu dengan mu" Sora membelai wajah tampan dan mempesona Prince Eren.
"kau tidak berubah, selalu seenaknya" Prince Eren tersenyum.
Dari jauh mereka berdua seperti pasangan kekasih yang baru saja bertemu, tatapan yang penuh kasih serta senyum bahagia terlihat pada wajah keduanya.
Ansell yang baru saja memasuki area pesta dan di ikuti oleh Dion mendadak menghentikan langkahnya melihat seorang pria menghampiri Sora.
Dengan rahang mengeras menahan kesal ketika melihat Sora langsung memeluk terlebih membelai wajah pria itu.
Padahal dirinya sudah begitu senang ketika ingin menghampiri Sora.
"Kau kenal pria itu?" Tanya Ansell dengan menujuk Eren dengan dagunya.
Dion memperhatikan sebentar pria yang tengah berbicara di depan Sora. "itu bukan nya Prince Eren Malik, Pangeran Dubai!" Selidik Dion.
"Emm, oh itu pria yang kau sukai?" Gumam Ansell di dalam hatinya.
"aku akan menghampiri Sora untuk mengucapkan selamat" Ucap Ansell.
Saat ingin melangkah tangan nya di tarik oleh seorang Wanita cantik dengan postur tinggi seperti model dan tentunya Seksi.
"Ansell, kau juga di sini?" Tanya wanita itu bernama Halen Wu. Ia adalah salah satu anak pengusaha kaya yang sekarang menjabat sebagai Direktur keuangan di perusahan ayahnya.
Ansell hanya melirik sebentar pada Halen lalu melanjutkan kembali langkahnya.
__ADS_1
"Ansell, kenapa belakangan kau tidak menjawab panggilan telpon ku" Cegah Halen lagi dengan menarik kembali tangan Ansell.
"kita tidak punya urusan yang penting" jawab Ansell dingin lalu melepaskan tangan Halen dari tangan nya.
Halen dan Ansell pernah dekat dan lumayan sering terlihat jalan bersama. Tapi hubungan mereka tidak lebih dari teman dekat atau bisa di bilang teman kencan saja. Ansell tidak pernah menganggap lebih dari itu sebaliknya Halen merasa mereka menjalin hubungan yang special walaupun Ansell sendiri tidak pernah mengatakannya.
Halen dengan percaya diri bahwa Ansell punya perasaan terhadap dirinya terlihat Ansell selalu menyetujui bila Halen mengajak nya jalan dan selalu menjadi pendengar yang baik bila saat Halen bercerita.
Halen tau bahwa bukan hanya dirinya yang berusaha mendekati seorang Ansell banyak wanita-wanita pengusaha lainnya atau wanita dari anak konglomerat yang mengincar diri Ansell, tapi lagi-lagi dia cukup berbangga hati, ia adalah wanita yang cukup lama bertahan di sisi Ansell.
Halen ingin sekali berteriak untuk melampiaskan kekesalannya, kenapa Ansell sekarang ini berubah tidak mempedulikan dirinya walaupun dia tau sifat dingin Ansell tapi pria itu tidak pernah mengacuhkannya selama ini.
...
"Ehemm..." Suara deheman Ansell berhasil menghentikan Sora yang masih asyiknya berbicara dengan Prince Eren.
"Nona Sora selamat atas ulang tahun One S, saya doakan sukses selalu" Ansell mengulurkan tangannya.
Sora pun menyambut tangan Ansell disertai dengan senyuman. "Terima kasih Tuan Ansell sudah hadir, semoga anda menikmati pestanya"
"Ayo My Prince, aku akan menemani mu menyapa keluarga ku" Ajak Sora mengajak Prince Eren pergi. "Maaf Tuan Ansell, saya ke sana dulu"
"Apa mereka pasangan kekasih?" Tanya Dion menghampiri Ansell dengan membawa dua gelas berisi Wine.
Ansell menatap tajam pada Dion tanpa berkata apa pun.
Jika saja ini bukan pesta yang di adakan oleh Perusahaan Sora mungkin kini dia benar-benar akan menbawa Sora pergi.
Ia tidak mungkin menghancurkan pesta ini hanya karena kecemburuannya melihat Sora dekat dengan pria lain, dan lagi dia bukan lah siapa-siapa Sora saat ini.
Selama pesta berlangsung Ansell selalu melihat gerak gerik Sora, sehingga ada kesempatannya mendekati Sora saat Ken Asisten pribadi Sora membawa Sora ke pinggir pantai untuk menghindari kebisingan, terlihat keduanya membicarakan hal yang serius.
"Buru saja mereka langsung, jangan sampai mendekat ke area resot" Perintah Sora.
"Baiklah, Ray tetap di sini menjagamu" Ucap Ken.
"tidak, Ray akan membantumu. Ingat aku tidak mau terdengar suara tembakan sampai kedengaran dari sini, itu bisa menghebohkan para tamu undangan" Ken mengganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Sora.
__ADS_1
Ketika Sora ingin kembali ke pesta tangan nya di tarik dan masuk kedalam dekapan seseorang yang tak lain adalah Ansell.
"Honey..."
"Apa yang ka...." ucapan Sora terpotong karena Ansell mendaratkan ciuman di bibir Sora.
Ansell tak kuasa menahan kekesalan nya kini dia melampiaskan dengan ******* dalam-dalam bibir manis itu. Lidahnya pun menari-nari dalam rongga mulut Sora. Tangannya memeluk erat tubuh Sora tidak akan di biarkan lepas dengan mudah.
Merasa hampir kehabisan nafas Sora pun mendorong Ansell kebelakang. "apa-apaan kau Ansell" Pekik Sora menatap tajam wajah Ansell seraya mengusap bibirnya yang basah.
"apa pangeran yang tampan itu pria yang kau sukai?" Tanya Ansell dengan membalas tatapan tajam Sora.
"tentu saj..." Lagi-lagi ucapan Sora di potong dengan ciuman Ansell yang mendarat di bibir ranum Sora.
"Jangan di teruskan Sora" pekik Ansell seraya melepaskan ciumannya.
"Kau yang bertanya" Sora membalas pekikan Ansell.
"kau begitu mempesona malam ini, kau begitu seksi aku tidak suka melihat mata para pria menatap punggung dan paha mu yang terbuka ini. Kau dengan santainya memeluk, membelai wajah pria bahkan tersenyum dengan manisnya. Aku membenci hal itu Sora"
"Sora menikahlah dengan ku, kalau terlalu cepat untuk mu. Jadi kekasih ku saja dulu" Sambung Ansell sedangkan kan Sora masih diam menatap Ansell.
"Sora..."
"terserah mu Ansell, terserah mu" Ucap Sora sudah malas meladeni Ansell, lalu melangkah untuk meninggalkan Ansell karena sadari tadi Sora mendengar dan menyimak percakapan para Asistennya melakui earphone yang terpasang di telinganya.
Mendengar kata terserah dari Sora terasa mendapat persetujuan, Ansell pun tersenyum senang melihat Sor yang berjalan menuju area pesta.
"ku artikan sekarang kita resmi menjadi sepasang kekasih" Teriak Ansell.
...
Saat kembali ke pesta Sora langsung menghampiri kakaknya. "Kak aku akan menyusul Ken dan lainnya"
" jangan sudah ada yang mereka" Larang Arlecia.
"ku pastikan hanya sebentar, tangan ku lama tidak bertarung" Sora mengedipkan matanya lalu pergi ke dalam resot untuk menganti pakaian nya.
__ADS_1
"apa saya perlu mendampingi Nona Tuan?" Tanya Kei pada Arlecia.
"tidak perlu, kau tetap berjaga di sini saja" Titah Arlecia di balas dengan anggukan Kei.