
"Ayah, aku tidak suka di jodohkan" Protes seorang gadis cantik dengan rambut coklat terang yang tergerai indah panjang dan bergelombang.
"Ayah, tidak menjodohkan mu. Cuma sudah berjanji pada Nona Sora agar kau menemuinya. Itu saja" Bujuk Leo.
"Yakin, hanya itu saja?" Tanya gadis itu penuh selidik. " Kakak Kei aja belum menikah kenapa harus aku yang mau di jodohkan" Gumamnya berlalu menuju kamar.
Vanessa Fernando adalah Anak bungsu Leo Fernando. Leo bukanlah warga asli di China dia berasal dari Australia. Pertemuan nya dengan Xiang Zhang belasan tahun yang silam membuatnya menjadi orang kepercayaan Xiang Zhang sampai saat ini.
Dia bertemu jodohnya di salah satu kota di China saat dia melakukan tugas di luar kota bersama Xiang Zhang.
Gadis cantik itu baru saja menyelesaikan sarjananya di Negara Asal ayahnya Australia. Dia seumuran dengan Sora dan lebih muda beberapa bulan saja.
Jangan bertanya kapan Sora menyelesaikan sarjananya? Sora terlahir dengan kecerdasan di atas rata-rata, selama menempuh pendidikan formal dia selalu mengikuti percepatan kelas. Begitu pun dengan kuliahnya dia hanya menyelesaikan dalam waktu dua tahun saja.
...
Masih di dalam ruangan tunggu kedua lelaki berwajah tampan dan dingin saling melemparkan tatapan mengintimidasi.
Ken menyeringai tipis dengan pertanyaan Ansell yang menurutnya sangat menggelikan.
" Tuan Ansell tau sendiri bahwa aku Asisten pribadinya!"
"Ya aku tau itu, selebihnya apa hubungan mu dengan dia? apa Tuan Ken punya perasaan lebih padanya bukan hanya sekedar menjadi Asisten pribadi?"
Ken sedikit mentautkan alisnya tak lama tersenyum tipis yang masih menatap lekat pada Ansell.
" Kenapa hanya saya saja yang Tuan tanya padahal masih ada 4 Asisten lagi pribadinya nona"
Bukan nya menjawab Ken tampak ingin membuat Ansell bertambah penasaran.
" yang lain ada giliran nya, karena Tuan Ken paling tampan dari yang lain" Ucap Ansell dengan wajah datar.
Ken langsung melepaskan tawanya, tidak di sangka dia akan di akui tampan oleh pria sekelas Ansell yang paling di segani di dunia bisnis.
Melihat tawa Ken, Ansell tetap bergembing.
__ADS_1
"Maaf" Ucap Ken menyadari dia telah sepontan tertawa, menatap geli baru saja di akui tampan oleh seorang pria. " Terima kasih atas pujiannya Tuan, anda juga tampan" Ken kembali terkekeh
"tentu saja, aku lebih tampan dari mu" Balas Ansell dengan percaya dirinya. Tapi tidak bisa di pungkiri Ansell memang memiliki wajah yang ketampanan nya di atas rata-rata. Sungguh tuhan telah memciptakan kesempurnaan pada dirinya membuat para wanita dengan mudahnya bertekuk lutut di hadapannya. Ketampanan yang tiada celah.
What the f**k, Kenapa malah saling memuji ketampanan sih. menjijikkan. Gumam Ken di dalam hati.
" tentu saja aku mempunyai perasaan yang lebih terhadap Nona Sora" Ucap Ken dan wajah Ansell tiba-tiba memanas.
" tapi bukan perasaan yang ingin memonopolinya atau menjadikan nya wanita ku. Perasaan ku seperti seorang kakak melindungi seorang adik. Aku sangat yakin yang lainnya juga sama seperti ku bukan mempunyai perasaan untuk mencintainya sebagai wanita" Terang Ken yang cukup jelas mengambarkan posisi mereka sebagai Asisten. Tidak ada perasaan berlebih untuk memiliki selama ini terhadap Sora.
Wajah yang sempat memanas kini mengisyaratkan senyum senang di wajahnya. Setidaknya Ansell mengetahui bahwa kelima Asisten Sora bukan lah saingan nya dalam hal percintaan.
"kalian tidak mencegah ku untuk mendekati Nona kalian?" Tanya Ansell kembali.
" Itu hak anda Tuan, kami hanya memastikan keamanan Nona dan mempermudah pekerjaannya"
" Aku ingin menemuinya " Ansell tampak bersemangat.
" Silahkan" Ken mempersilahkan Ansell tidak ada larangan untuk Ansell menemui Sora.
Sora percaya sepenuhnya pada Ken untuk menyeleksi orang-orang yang ingin bertemu dengan nya tanpa berbuat janji temu terdahulu.
...
Sora, Jimi dan Lian bengong melihat ke arah pintu ruang kerja masuknya Ken bersama Ansell yang ketampanannya cukup bisa menggetarkan jiwa seorang Sora.
" Selamat Siang Nona Sora " Sapa Ansell dengan senyum yang menawan.
Sora menghembuskan nafas yang sempat tertahan melihat kedatangan Ansell. " Selamat siang Tuan Muda Qin"
" Selamat siang Tuan Muda Qin" Sapa Jimi dan Lian secara bersamaan. Keduanya sudah melihat kode dari Ken agar meninggalkan ruangan ini.
" Selamat siang " Ansell menatap sekilas Jimi dan Lian.
" silahkan Tuan, kami permisi " Ucap Ken sambil membungkukkan badan dan meninggalkan ruangan kerja sora di susul dengan Jimi dan Lian.
__ADS_1
" ada hal apa membuat tuan muda Qin ke kantor ku?" Tanya Sora beranjak dari kursi kebesaran nya mendekat pada Ansell.
Dengan cepat Ansell meraih pinggang langsingnya Sora. Di peluknya dengan erat penuh keposesifan membuat Ansell bisa menghirup aroma manis dari tubuh Sora.
Tangan Sora sudah ingin meraih pistol di balik rok yang di gunakannya tapi tangan nya dengan cepat di cekal oleh Ansell.
Keduanya saling tatap dengan kuat. Ansell meneliti keseluruhan wajah cantik Sora betapa eloknya wajah wanita yang sedang dihadapannya ini seperti seorang bidadari yang turun ke bumi.
" Aku merindukan mu Sora, sangat merindukan mu"
" kau telah membuatku gila dalam satu minggu ini karena sudah menolakku. Aku mencintai mu Sora"
Sora tetap bergembing menatap lekat manik mata coklat terang itu dengan garis alis yang tegas.
Tubuhnya seolah kaku, ada apa dengan dirinya saat ini? tidak biasanya dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, aliran darahnya seperti mengalir dengan cepat. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan perasaan yang aneh seperti ini. Pikiran nya ingin menghindar tapi hatinya merasakan kenyamanan di dekat Pria sedang memeluknya saat ini.
Ansell menyentuhkan dahinya ke dahi Sora. Keduanya bisa merasakan kehangatan nafas yang berhembus dari keduanya.
" hentikan kekonyolan mu Tuan Qin" Sora mendorong tubuh Ansell dengan satu tangan nya yang sudah dari tadi berada di dada Ansell.
" kenapa aku harus menerima mu menjadi ke kasih ku?"
Tanya Sora yang sudah melepaskan diri dari pelukkan Ansell.
" karena hanya aku yang layak memiliki mu" Jawab Ansell dengan sombongnya.
"Anda terlalu percaya diri Tuan, tapi Tuan Qin bukan lah tipe ku" Sora tersenyum licik.
" Seperti apa tipe mu?"
" Anda ingin tau?" Ansell dengan cepat menganggukkan kepala nya.
" Aku suka pria yang pastinya Tampan, Tangguh, kaya tentunya dia harus perkasa" Goda Sora seraya mengedipkan matanya pada Ansell.
Seandainya saja Sora sudah menjadi miliknya, dia kan langsung ******* bibir ranum berwarna merah yang sangat menggoda. Sejak awal Ansell sudah menahan ingin me****t bibir sora dan menjelajahi rungga mulut dengan lidahnya. Tapi apalah daya Ansell saat ini hanya bisa membayangkan nya saja.
__ADS_1
"Bukan kah semuanya ada pada diri ku"