
Acara pesta ulang tahun One S masih berlangsung meriah, karena bukan hanya para pengusaha yang datang para kalangan pejabat pemerintahan dan juga selebritis terkenal turut di undang.
Banyak yang antusias untuk hadir ke pesta tersebut karena kali ini mereka akan bertemu langsung dengan Keluarga Zhang yang sempat beberapa tahun terakhir ini tidak ada kabarnya.
Kali ini Keluarga Zhang kembali lagi menampakkan diri, bahkan sebagaian undangan datang karena ingin melihat sosok Sora yang sebagai CEO One S. Umurnya yang terbilang masih sangat muda dan lagi dia adalah seorang wanita membuat para pengusaha lainnya meragukan keputusan Xiang Zhang untuk menyerahkan perusahan itu kepada putrinya, kenapa bukan putranya Arlecia Zhang yang mengambil alih.
Ansell mencari keberadaan Sora tapi tidak menemukannya. Di lihatnya seluruh sudut dan para tamu undangan untuk menemukan sosok Sora tapi hasilnya nihil.
"kenapa kau suka sekali menghilang" Gumam Ansell.
Akhirnya dengan terpaksa menghampiri Arlecia yang tengah berbincang dengan prince Eren dengan santai.
"Emm...dimana Sora saat ini?" tanya Ansell tanpa basa basi, sebelumnya dia menatap tajam kepada prince Eren sehingga pangeran tampan itu merasa bingung kenapa dia di tatap sinis sedangkan Eren tidak pernah merasa mengenal bahkan berbuat masalah dengan lelaki yang tengah menatapnya dengan tajam.
"Di dalam resot, tapi..." Ucapan Arlecia mengantung karena Ansell sudah melangkah pergi.
Didalam resot, Ansell mencari kembali keberadaan Sora tapi tetap tidak di temukannya.
"Anda mencari Nona?" Tanya seseorang tiba-tiba menghampirinya.
Ansell baru menyadari ternyata di pesta tadi kelima Asisten Sora juga menghilang tapi kini salah satunya berada di hadapan nya.
"Iya, dimana dia?" kini raut wajah kesal Ansell berubah dengan kekhawatiran ketika melihat perlengkapan medis untuk menangani luka sedang di bawa oleh Jimi.
"Aku tidak ada waktu tuan, kalau anda mau anda bisa ikut bersama ku ketempat nona" Ajak Jimi karena dia harus ke lokasi Sora berada.
Flashback On
"JJ sekitar berapa jumlah mereka?" Tanya Ken menggunakan earphone yang selalu tersambung.
"20 orang" jawab JJ yang menatap layar monitornya memantau dan memberi tahu letak-letak musuh yang terlihat oleh cctv yang telah dia pasang.
"oh shitt...mereka melempar granat" Pekik JJ melihat ke layar bahwa ada pergerakan musuh yang sedang melempar granat.
Duarrr...
Duarrr,,,Duarrr,,,Duarrr
Suara ledakan granat bersamaan dengan suara kembang Api yang sengaja di luncurkan agar suara ledakan granat tidak kedengaran sampai ke pesta. JJ sudah mempersiapkan ini sebelumnya.
__ADS_1
"Sora..." terdengar suara teriakkan Ray.
"apa yang terjadi? tanya Ken.
"Sora terkena ledakkan itu...cepat suruh Jimi kemari" Ucap Ray.
Jimi yang mendengarnya langsung tanpa banyak bertanya langsung mengambil peralatannya dan segera kelokasi.
Flashback Off
...
Melihat Sora yang duduk bersandar di pohon di jaga oleh Ray. Ansell langsung mengencangkan larinya untuk menghampiri Sora.
"Sora kau tidak apa-apa?" Tanya Ansell melihat kaki kanan Sora terdapat luka.
"kenapa kau ada di sini?" Sora tidak mempedulikan pertanyaan Ansell dan dia balik bertanya.
Belum sempat Ansell menjawab, tanpa berdosa Jimi memutus keintiman mereka berdua karena harus segera mengobati Sora.
Di tempat lain masih terdengar suara tembakkan para tim sky untuk melawan musuh.
"Sora kau tidak apa-apa? aku sangat mengkhawatirkan mu" tanya Lian lewat earphone.
"JJ apa kau tidak salah hitung jumlah mereka kenapa semakin banyak, mereka ngajak perang?" protes Ken.
"hahaha aku lupa mengatakan di arah mu baru saja ada dua mobil menurunkan pasukannya lagi, sorry Ken aku tadi fokus ke Nona Sora" Jawab JJ sambil terkekeh.
"Shitt...Lian apa keadaan tempat mu sudah aman?" Ken bertanya ke pada Lian. "Sepertinya arahmu sudah tidak ada suara tembakkan"
"Disini selesai, aku segera ketempat mu" Sahut Lian.
Beberapa menit kemudian.
"Ray, lindungan Nona ada granat ke arah kalian" Teriak JJ memberitahukan situasi.
Duarrr...
Tersengar suara ledakan granat lagi dan JJ kembali meluncurkan kembang api di udara membuat Arlecia yang masih berbincang dengan para tamu undangan hanya mengeryitkan alisnya, karena setaunya kembang api hanya di luncurkan sesudah peniupan lilin tadi.
__ADS_1
"Oh god, siapa yang berani melempar granat ini lagi ke arah ku" Teriak Sora dengan kemarahan di wajahnya.
Untung saja ada JJ yang sudah memberitahukan jadi Sora dan lainnya bisa menghindar.
Sora pun langsung berdiri dari tubuhnya yang tadi sempat bertiarap di atas tanah.
"Ck...aku merasa sangat marah sekarang berani sekali mereka melempar granat dua kali ke arah ku, sudah bosan hidup rupanya" Dengan marah Sora pun langsung membentangkan busur panahnya yang tadi sempat terlipat. " JJ beri tau aku dimana saja mereka" perintah Sora.
"Siap" Jawab JJ.
"Hei,,," Ansell yang ingin mencegah Sora tangannya langsung di cekal oleh Ray.
"Maaf tuan, kalau Nona bilang dia sedang marah berarti tidak bisa di cegah" Ucap Ray.
"Tapi kenapa dia menggunakan panahan dia pasti tertembak kalau seperti itu" Pekik Ansell yang secara logika panahan kalah cepat dengan pistol. Dia tidak mau melihat wanitanya terluka.
Ansell pun mengeluarkan pistolnya dari balik jas dan ingin membantu Sora. Tapi lagi-lagi Ansell di cegah oleh Ray.
"Satu hal yang anda harus tau, Saat nona marah jangan mengambil jatah Nona untuk menghabisi mangsa nya nanti dia berbalik marah kepada anda" Ucap Ray dengan datar.
"jadi kita hanya menonton dia saja begitu? melihat dia terluka?" Ansell sampai kesal sendiri, tidak habis pikir Asisten Sora ini dengan entengnya membiarkan Sora melawan musuhnya sendiri.
"Tidak, kita tetap waspada dan mengawasinya. Lihatlah" Ray menujuk kearah Sora dengan dagunya.
Seketika itu mata Ansell tidak mengedip sedikit pun, kini dia tengah terkagum dan terpesona sekian kalinya terhadap wanita di cintainya yang dengan lihainya memainkan busur panah.
Sora kini terlihat seperti Agen Clint Barton/Hawkeye di film The Avengers karena kecepatan tangan dan gerak tubuhnya membuat anak panahnya mengenai dengan tepat pada musuhnya.
"Dia wanita yang hebat dan tangguh" Ucap Ansell tanpa melepas pandangannya pada Sora.
"itu sangat benar tuan, dia bahkan bisa mematahkan kepala anda" Ray dengan sengaja mengucapkan kata-kata memprovokasi.
"aku percaya itu" Jawab Ansell langsung pergi menghampiri Sora.
"Aura cinta nya begitu terasa dan dia bahkan tidak terpengaruh dengan ucapan kasarmu" Tiba-tiba Jimi bersuara.
"Eh...kau masih di sini?" Tanya Ray.
"kau pikir aku apa? dari tadi berdiri di samping mu" Jimi menatap kesal karena Ray tidak sadar keberadaannya.
__ADS_1
"Oh..." jawab Ray singkat dan Jimi hanya menggelengkan kepalanya karena temannya yang satu ini memang unik tidak pernah mempedulikan keadaan sekitarnya terkecuali Sora seorang.
Tidak membutuhkan waktu lama para musuh pun bisa di kalahkan oleh Sora dan timnya. Para musuh yang masih di tpat kejadian di bereskan oleh tim Sky agar tidak meninggalkan jejak pertempuran sekitaran resot.