UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
TANPA ASISTEN


__ADS_3

Pada keesokkan hari nya, seperti biasa mereka semua berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Sebelum Jimi memanggil Sora untuk sarapan di lihatnya wanita itu sudah rapi dengan pakaian nya. Wanita itu terlihat elegan dan cantik di sertai dengan dandanan titis di wajahnya tanpa menganggu kecantikan alaminya.


Kelima Asisten nya tercengang melihat Sora yang pagi-pagi sekali sudah rapi bahkan dia tidak memanggil Jimi untuk membantunya menyiapkan air untuk mandi dan memilih pakaian untuk di gunakan nya.


" Selamat pagi Nona" bersamaan kelima Asistennya mencapa dirinya.


"pagi..." Balas singkat Sora.


"Akira, Daddy mu akan mengirimkan pengawal buat mu. Apa kau tidak keberatan sayang?" Tanya Sora yang duduk di sebelah Akira.


" aku tidak menyukai itu, tidak bisa kah aku pergi ke sekolah sendiri saja. Misalnya menggunakan sepeda!"


" Oh Tuhan itu sangat berbahaya dan lagi jarak dari Mansion ke sekolahmu lumayan jauh" Sora memutar tubuh nya ke samping agar bisa memperhatikan anak kecil itu.


"apa kau suka kebebasan?" Tanya Sora lagi.


" Tentu saja Mom, cukup antar jemput saja aku ke sekolah selebihnya jangan ada pengawal" Protes Akira.


Sora terkekeh melihat wajah serius anak berumur 5 tahun itu. Bagaimana pun juga dia sangat mengerti perasaan anak itu yang sejak dini selalu di jaga ketet oleh keluarganya.


Akira masih anak kecil yang juga ingin punya cerita yang menyenangkan di masa sekolahnya.


" Kalian dengar itu, mulai sekarang beri kebebasan pada Akira. Apa pun yang ingin dia lakukan" Ucap Sora kepada ke lima Asistennya dan di balas anggukan dari semuanya.


"Selamat Akira hari kebebasan mu mulai hari ini segera di mulai" Goda JJ.


"Terima kasih paman" Balas Akira dengan wajah yang senang.


" Apa kau yakin Sora?" Ken sedikit meragukan perintah Sora itu.


"ingat, didalam tubuh Akira terdapat darah Daddy nya yang mengerikan. Berjalan dengannya waktu dia akan memahami statusnya di Keluarga ini" Jawab Sora.


"Jangan khawatir paman Ken, aku bisa jaga diriku sendiri" Celutuk Akira yang melihat wajah Ken yang sedikit khawatir.


"Oh baiklah paman tidak akan khawatir lagi"


"Oh iya ngomong-ngomong kenapa sepagi ini kau sudah berpakaian rapi sayang?" Tanya Jimi


Sora menghentikan kunyahan di mulutnya dan melihat tajam ke arah Jimi. Jimi sedikit mengelitik ngeri seperti ada yang meniup-niup bulu kuduknya.

__ADS_1


"Aku ada janji dengan seseorang" Jawab Sora ketus.


"Janji?" Ucap semua nya serempak.


Hampir setengah umurnya Sora sampai saat ini, Sora tidak pernah janji temu dengan seseorang kecuali janji ketemunya di atur oleh Ken atau pun Lian.


"aku akan menyetir sendiri, tidak ada yang boleh mengikuti ku" Ucap Sora dengan tegas.


" Tidak bisa, aku akan mengantar mu" Kali ini Ray angkat bicara.


"bolehkah satu hari saja aku tidak liat wajah kalian, sangat membosankan" Sora bangkit dari duduknya dan memanggil maid untuk mengambilkan kunci mobilnya.


" Tapi kemana kau akan pergi?" Tanya Ken


" Setidaknya beritahu kami, kau akan pergi kemana!" Tambah Lian.


"itu pertanyaan yang bodoh, kalau kalian mencoba mengikuti ku akan ku lepas alat pelacak yang ada di tangan ku ini" Ancam Sora.


Kelima Asisten nya cuma hanya bisa terima dan membiarkan Sora pergi keluar rumah seorang diri.


" Ayo sayang, Mommy akan mengantar mu ke sekolah" Sora mengelus-elus kepala Akira.


Akira bersorak senang karena hari ini dia di antar langsung oleh Sora tanpa pembawal tanpa Asisten.


" Biarkan saja dia, dia sudah dewasa" Ucap Ken kepada Ray dan Lian yang sudah berdiri ingin mengejar Sora.


" Tapi..." Lian ingin protes tapi tertahan.


" Sudah lah" Ucap Ken setelah menyerup kopinya. " Benar kata Sora kita menanyakan hal bodoh pada dirinya, padahal kita dengan mudah mengetahui dia berada di mana"


" Uhh...aku merasa seperti ayah yang melepas kepergian anak gadisnya" Keluh Jimi.


" Yah itu benar kita tidak selamanya bisa di sisinya, suatu saat dia akan menikah dan mempunyai keluarga nya sendiri" Celetuk JJ.


Dan semua mata teman nya itu melihat JJ dengan wajah yang tidak percaya JJ bisa mengucapkan kata-kata yang bijaksana.


"Coba kau ulangi lagi kata-kata mu tadi, aku akan merekamnya" Goda Lian yang mengambil hp di saku celananya. Semuanya terkekeh dan ikut menggoda JJ.


" JJ pantau terus kemana Sora pergi dan beritahu kita" Ucap Ken.

__ADS_1


" Tanpa kau suruh pun, pasti aku lakukan"


Kemana pun Sora pergi dengan mudah nya mereka akan mengetahui keberadaan Sora karena di tangan kiri Sora sudah tertanam alat pelacak yang berukuran nano yang di ciptakan sendiri oleh JJ.


...


Setelah mengantar Akira ke sekolahannya, Sora kembali melajukan mobilnya ke Perusahaan milik Ansell Qin.


Waktu masih terlalu pagi untuk dia pergi ke perusahaan Ansell Qin tapi dia tidak peduli.


Setelah kemarin dia berbalas wechat dengan Ansell Qin di situ ada pemikiran nya ingin sedikit bermain dengan Ansell Qin. Menurutnya ini akan menarik dan menghilangkan kebosanan nya.


" Apa Tuan Ansell Qin sudah ada di kantornya?" Tanya Sora kepada salah satu wanita yang berada di resepsionis.


" 10 menit yang lalu Presedir Qin sudah tiba, ada yang perlu saya bantu?" Tanya Kembali resepsionis itu.


" Aku ingin menemuinya " Jawab Sora.


Resepsionis itu memperhatikan dengan seksama kepada Sora. " Maaf nona apa anda sudah ada janji!"


"Sudah" jawab Sora asal. Padahal dirinya sendiri tidak pernah berjanji ketemu dengan Ansell Qin.


" Mohon tunggu sebentar" wanita yang ada di resepsionis itu pun langsung menghubungi Sekretaris Ansell Qin.


" Maaf Nona, Sekretaris Presedir Qin bilang tidak ada janji dengan anda. Mungkin anda ingin membuat janji baru?" Wanita itu sudah berpikir kalau Sora sengaja mengarang ada janji untuk ketemu dengan Ansell Qin, ini bukan pertama kali nya terjadi sudah beberapa kali wanita datang ke Perusahaan Qin hanya untuk mendekati seorang Ansell Qin.


Sora tersenyum ramah kepada wanita itu, Sora sudah menebak dia tidak bisa semudah itu untuk bertemu dengan Ansell. Seandainya terlalu mudah untuk menemui pria itu tentu saja dia akan sedikit kecewa karena perusahaan sebesar perusahaan Qin tidak seharusnya membiarkan orang luar masuk dengan mudah nya apa lagi langsung ingin bertemu CEO nya.


" Boleh aku duduk di situ sebentar?" tanya Sora menunjuk sofa yang ada di ruang tunggu lobi.


" Silahkan Nona" jawab Wanita resepsionis itu.


" Terima Kasih"


Sora duduk di sofa lobi dengan memperhatikan di sekelilingnya. Dia memperhatian setiap sudut Perusahaan terbesar nomor dua itu.


" Selera nya cukup bagus" Gumam Sora.


Sora pun mengambil hp di dalam tas nya dia menekan kontak Ansell Qin yang sudah dia simpan di hp nya.

__ADS_1


Lain hal nya di mansion moonlight, JJ yang memantau keberadaan Sora sedikit bingung apa yang di lakukan Nona nya itu di Perusahaan Qin! apa yang di maksudnya ada janji itu adalah bertemu dengan Ansell Qin?.


JJ pun memberi tahu kepada Ken yang telah pergi ke Perusahan One S Grup bersama dengan Lian dan Ray.


__ADS_2