UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
TIDAK RELA


__ADS_3

Mentari yang sudah terlihat mendaki tinggi samar-samar tertutup awan yang lumayan tebal sehingga cahayanya sedikit meredup. Menjadikan pagi seharusnya cerah kini terlihat mendung.


Tapi tidak dengan keadaan di mansion moonlight yang pagi-pagi sudah dihebohkan oleh teriakan para maid yang melihat seekor harimau berjalan dengan santainya kedalam mansion.


"Oh...Zeo akhirnya kau tiba di istana ku ini" Sora yang tengah memeluk kucing besar itu.


JJ dan Jimi masih tengah ngeri melihat Sora dengan santainya bermain dengan binatang buas itu.


" Mom..." Teriak Akira yang tengah menuruni anak tangga melihat seekor Harimau.


Selain Sora yang lainnya mengira Akira akan ketakutan melihat seekor harimau besar itu bergelut dengan Sora. Tapi mereka salah malah Akira berlari menghampiri Sora dan Zeo. Tak kalah dengan Sora Akira pun memeluk dan mengusap-usap bulu halus sang harimau.


" apa Daddy yang memberikan nya?" Tanya Akira senang. Sora hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum kepada anak berumur 5 tahun itu.


"Astaga ku pikir Akira akan ketakutan dan akan menangis, ternyata aku salah. Malah dia terlihat begitu senang seperti mendapat mainan baru" Ucap Lian.


" Kau benar ku pikir juga begitu" Sahut Ken yang membenarkan kesalah sangkaan mereka.


" Apa Nona akan membiarkan Zeo berkeliaran di dalam mansion ini?" Tanya Ray.


"Ada yang keberatan?" Tanya kembali Sora menatap kelima Asisten nya itu.


"tidak ada yg keberatan, tapi para maid sepertinya ketakutan" ucap Ray kembali.


"Mereka nantinya akan terbiasa, Zeo tidak akan memakan manusia kalau dia tidak dalam keadaan lapar" Ucap santai Sora.


Joe dan Jimi semakin mengelitik ngeri membayangkan sampai Harimau itu menerjang orang-orang di dalam mansion ini.


"Ray ini termasuk tugas tambahan buat mu, pastikan makan Zeo teratur dan kau harus mencari dua orang untuk mengurus Zeo. Kalau sampai Zeo telat makan dan membantai orang di mansion ini kau yang bertanggung jawab" Ancam Sora.


Ray menelan saliva, ini tugas yang bisa membahayakan nyawa seseorang bila dia tidak memperhatikan Zeo dengan baik.


...


Saat siang menjelang Sora pergi ke sebuah hotel Elit berbintang 5 bukan tanpa alasan dia ke hotel tersebu, karena seseorang sudah menunggunya.


" kakak..." Sapa Sora lalu menghambur dalam pelukan pria yang bertubuh tegap yang sudah menunggunya.

__ADS_1


"Ck, ada angin apa kau bersikap manja dan memanggilku kakak" Ucap sang kakak yang tidak lain adalah Arlecia Zhang.


"Hahahaha ketahuan" Ucap Sora. " Aku hanya ingin berterima kasih sudah memberikan ku kucing yang sangat imut" Sambung Sora.


Kini Arlecia mengerti Adik nya itu akan bersikap manis kalau sudah mendapatkan apa yang dimaunya. Sangat licik bukan?!


"dimana Akira?" tanya Arlecia.


"apa kau masih mempedulikan anak mu?" Tanya balik Sora.


"Hei,,,Aku ayahnya tentu aku mempedulikan anak ku"


Sora memutar matanya keatas seolah malas mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya itu. " sebentar lagi, Jimi akan membawanya ke sini"


Ya...Arlecia Zhang adalah ayah kandung dari Akira Zhang. Arlecia sudah menikah dan mempunyai satu orang putra yaitu Akira dan satu orang putri yang bernama Meyline Zhang yang masih berumur 3 tahun.


"dimana Anzu kenapa tidak datang bersama mu?" Tanya Sora perihal menanyakan keberadaan kakak iparnya.


"dia menjaga Mey, Mey sekarang sedang kena flu"


"Mey baik-baik saja" Jawab Arlecia lalu menyeruput kopi yang telah tersedia di meja tempat mereka duduk.


" aku kesini hanya sebentar, aku hanya ingin melihat keadaan mu dan Akira saja. tapi kalau di lihat dari penampilan mu saat ini kau sangat santai padahal dalam beberapa hari kedepan kau akan mengambil alih One S" Ucap Arlecia.


" untuk apa bersibuk, tinggal mengambil alih saja kan!"


Tidak lama kemudian Akira dengan riang berlari ke arah meja mereka dan di iringi oleh Jimi.


Akira langsung duduk di pangguan sang Ayah yang sudah berapa pekan tidak di jumpainya.


"Dad, kenapa tidak langsung ke Mansion? di mana Mommy dan Meyline?" Tanya Akira.


Arlecia sengaja tidak ke mansion moonlight karena memang dia ke China hanya sebentar saja. Dia harus kembali ke Jepang sesegera mungkin jadi dia memilih sebuah resto hotel yang berada di tengah kota biar tidak memakan waktu lama di jalan.


Dengan identitasnya hampir tidak diketahui banyak orang hanya di kalangan tertentu saja jadi dia cukup leluasa bertemu dengan Sora.


"Mey sekarang lagi flu, saat sudah sembuh Mommy dan Mey akan mengunjungimu. Apa kau senang di sini bersama Mommy Sora?"

__ADS_1


Akira menganggukan kepalanya dengan senyuman yang merekah di wajah cubby nya. " Sangat senang, banyak paman yang menjaga ku salah satunya paman Jimi" Akira dengan polosnya menunjuk Jimi yang duduk di samping Sora.


" Terima Kasih Jim, sudah membantu menjaga Akira" Ucap Arlecia menganggukan kepala pelan ke Jimi.


" Sudah tugas ku Tuan Muda" sahut Jimi.


" tugas mu melayani Sora, bukan menjaga Akira kan?"


" Tuan Muda bisa menambah gaji ku"


Arlecia langsung tertawa. " Aku sudah dibajak para Asisten mu Sora, Tempo hari Ken sekarang Jimi mungkin besok nya Lian, JJ ataupun Ray" Arlecia merasa lucu.


" itu sudah seharusnya, kau membutuhkan jasa mereka" Sora yang membela para Asitennya.


" Seharusnya kau membayar uang sewa juga kepada ku yang telah meminjamkan Asisten ku pada mu" Tambah Sora dengan santainya.


Terdengar kembali tawa Arlecia sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. " Hei adikku sayang, kekayaan mu melebihi kekayaan ku mana sanggup aku membayar mu"


"apa benar begitu Jimi?" Sora bertanya kepada Jimi.


" Aku tidak tau nona, kau bisa menanyakan nya pada Lian" Jawab Jimi. Sora hanya memangut-mangutkan kepalanya.


Hampir dua jam mereka mengobrol sambil menikmati makan siang. Kini Arlecia harus kembali ke Jepang banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Apalagi putrinya sedang sakit flu dia harus membantu istrinya menjaga putrinya.


Saat Sora sedang berpelukkan dengan Arlecia dan Arlecia mendaratkan ciuman di kening Sora terlihat jelas oleh Ansell Qin yang kebetulan berada di sebuah resto Hotel untuk makan siang bersama koleganya.


Kejadian yang tertangkap langsung oleh mata Ansell Qin membuatnya mengepalkan tangannya dengan erat tiba-tiba ada rasa panas di kepalanya yang hampir mengeluarkan asap ketidakrelaan melihat Sora di peluk hangat oleh Pria lain.


Wajahnya tampak membeku lagi ketika melihat sosok anak kecil terlihat riang tengah memegang tangan Sora.


"Dad, hati-hati di jalan. Aku akan menjaga Mommy Sora di sini" Teriak Akira sambil melambaikan tangan ke arah Arlecia yang akan keluar dari resto Hotel dan di ikuti oleh Kai Asistenya.


Teriakkan Akira jelas tersengar oleh Ansell Qin. " Sekarang aku sudah gila menyukai wanita yang sudah bersuami dan mempunyai anak" Gumam Ansell Qin yang masih tersengar oleh Dion di sampingnya.


" iya kau memang sudah gila menyukai istri orang" Sahut Dion.


Ansell Qin tidak menyadari bahwa Pria yang digudanya sebagai suami Sora adalah Arlecia Zhang karena memang posisi Arlecia membelakangi Ansell jadi dia tidak begitu jelas melihat wajah Arlecia terlebih lagi Arlecia menggunakan kacamata hitam.

__ADS_1


__ADS_2