UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
HOTEL, MAKAN SIANG


__ADS_3

Kantor Ansell


Setelah mengakhiri rapat Ansell bergegas kembali keruanganya karena ia sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang sudah kekasihnya kirimkan untuknya.


Saat barang itu datang ia sudah di minta Dion untuk pergi ke ruang rapat sehingga mengurungkan niatnya untuk membuka barang kiriman dari sora. Maka dari itu ia sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang di kirimkan oleh wanita yang sudah membuat hari-harinya menjadi gila.


Tapi belum sempat ia membuka ruanganya, sekretarisnya memberi tahukan bahwa ada tamu yang sedang menunggunya di ruang tunggu Lobi bawah.


Ansell mengeryitkan alisnya meoleh ke Dion yang berdiri di belakangnya.


“memangnya setelah ini aku ada janji bertemu dengan orang?” tanya Ansell pada Asistennya itu.


“Tidak” jawab singat Dion, ia sangat tahu betu jadwal yang di lakukan oleh atasnya itu karena ialah yang mengatur semuanya.


“Siapa?” Dion bertanya pada sekretaris yang seperti model karena penampilanya sungguh sangat mengiurkan mata.


“Presedir dari One S” Jawab sekretaris itu.


“Hah...”Ansell melotot tajam pada sekretaris cantik itu, tanpa banyak kata langsung melangkah kan kaki dengan lebar menuju lief. Dengan cepat pun Dion mengikuti Ansell untuk turun menemui Sora.


Para karyawan terlihat heran melihat Ansell yang berjalan seperti terburu-buru tapi terlihat dengan jelas bukan raut wajah cemas atau marah tapi raut wajah bahagia, saat ini Ansell sedang tersenyum. Pemandangan yang sangat langka yang bisa di nikmati oleh karyawan yang melihat bos besar tersenyum memukau.


“Honey...” Sapa Ansell saat membuka pintu ruang tunggu, di lihatnya wanita cantik sedang duduk dengan anggunnya di samping wanita itu selalu ada yang setia menemani.


“Tuan Ansell” Ken menyapa Ansell, hanya di balas anggukkan kepala oleh Ansell.


Ansell berjalan mendekati Sora. “kenapa tidak menunggu ku di ruangan ku saja” Ansell sudah ingin meraih tubuh kekasihnya itu tapi dengan cepat di tepis oleh Sora.


“aku ingin mengajakmu makan siang” Ucap Sora tanpa basa basi.


“oh iya bagaimana dengan hadiah yang ku berikan kepada mu? Suka?” tanya Sora kemudian.


Ansell hanya mengaruk kepala nya yang tidak gatal karena ia belum sempat mengetahui hadiah apa yang di berikan oleh Sora.


“aku belum sempat membukanya tadi aku ada rapat, rencananya aku ingin membukanya tapimengetahui kau ada di sini aku buru-buru menemuimu. Maaf” Ansell merasa tidak enak seolah ia telah mengabaikan hadiah pemberian dari kekasihnya itu apa lagi Sora saat ini dengan inisiatifnya sendiri mengajaknya makan siang.


“nanti kau bisa membukanya” Sora mengerti. “ ayo, aku sudah lapar”


“kita hanya pergi berdua” Tambah Sora lagi.

__ADS_1


Ken pun memberikan kontak mobil Sora pada Ansell. Ansell mengulum senyum mengetahui akan mengabiskan waktu makan siang hanya berdua dengan Sora. Ia merasa sangat senang sekali.


keduanya sudah masuk ke dalam mobil, Ansell sedang melajukan kendaraan wajah nya tampak berseri-seri ia tidak menyangka kekasih yang datar ini mengajak makan siang duluan. ini moment langka, jarang-jarang loh ya hahaha.


Honey, ada yang ingin kau makan?” Tanya Ansell.


“gak ada” di jawab singat oleh Sora.


“terserah mau makan apa, kau yang tentukan” tambah wanita itu lagi.


Tanpa banyak tanya lgi Ansell melajukan mobilnya menuju hotel miliknya karena memang hotel yang di miliki Ansell memiliki restoran yang terkenal dengan makanan yang enak.


Sora mengeryitkan alisnya menyadari mobil sudah terparkir di depan lobi hotel. Melihat sang pemilik yang turun dari mobil yang bukan milik tuannya dengan tergesa-gesa para penjaga berbaris memberi hormat menyambut kedatangan Ansell.


Ansell sendiri yang membukakan pintu mobil untuk Sora, mengulurkan tangan agar di sambut oleh kekasih datarnya itu.


Seperti biasa Sora malas bertanya hanya mengikuti langkah Ansell.


“siapkan makan terbaik antar ke kamar ku” intruksi Ansell pada karyawannya yang sedang berada di meja resepsionis.


“baik tuan”


Ansell berjalan menuju lief yang dari tadi mengenggam tangan kekasihnya tanpa terlepas sedikit pun. Selepas Ansell sudah masuk ke dalam lief banyak karyawan yang mengisahkan bos besarnya itu karena melihat Sora yang digandeng oleh Ansel. Ini bukan pertama kalinya Ansell membawa Sora ke hotelnya.


“ makan duduk di restoran saja sudah cukup kan, kenapa harus ke kamar sih” Keluh Sora yang mendudukkan dirinya di sofa saat mereka sudah masuk ke kamar khusus untuk Ansell.


“aku tidak suka ada yang menganggu kita” sahut Ansell yang ikut duduk di samping Sora.


“Ansell,,,” Sora meraba wajah tampan kekasih dengan lembut. Ansell menikmati sentuhan jari lentik Sora.


“ Ansell aku belum begitu mengenal mu lebih dalam, aku tidak tahu kehidupan mu yang sebenarnya”


“maksudnya?”


“apa yang kau kerjakan selain bisnis mu?” Sora sungguh wanita yang tidak bisa sekedar basa basi atau pun sedikit merayu agar sedikit informasi yang bisa ia dapatkan. Dia sangat tidak cocok jadi mata-mata.


Ansell mengenggam erat tangan Sora yang sedang membelai wajahnya. “ tidak ada, hanya bisnis yang ku jalankan” lalu Ansell terdiam sejenak, Sora tidak menyia-nyiakan untuk memperhatikan raut wajah kekasihnya itu.


“sebenarnya sih ada yang lain ku kerjakan, tapi sepertinya tidak perlu kau ketahu honey” Ucap selanjutnya pria tampan itu.

__ADS_1


“apa itu” suara Sora sedikit memaksa.


“ku bilang gak penting untuk kau ketahui”


“oh jadi begitu, aku pulang saja” Sora mencoba menjadi wanita biasanya dengan berpura-pura meraju biar sang pria mengikuti keinginannya.


Tapi Ansell malah tertawa melihat sikap kekasihnya itu bagaimana tidak Sora bukannya terlihat seperti orang meraju tapi seperti orang yang ingin menantang berkelahi.


Tidak lama bel kamar berbunyi sepertinya makanan yang meraka pesan sudah datang. Saat Ansell membukakan pintu kamar, Sora memijit-mijit meningnya sepertinya ia harus mencari les privat untuk menjadi wanita yang manis.


Makanan tersusun rapi di atas meja, Sora hanya melihat makanan itu tanpa menyentuhnya. Pikirannya masih berperang bagaimana caranya Ansell mau menceritakan apa saja pekerjaan yang di tekuninya selama ini selain bisnis.


Wanita itu sungguh tidak ada kata untuk merayu ia lebih suka melakukan dengan tindakan.


“honey, apa makanannya tidak membuat mu berselera. Katakan apa yang ingin kau makan aku akan meminta orang menyiapkan lagi untuk mu” Ucap Ansell mengelus belakang Sora.


“Eh,,,tidak. Ini sudah cukup”


“apa yang kau pikirkan, sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu” Ucap Ansell sambil memulai makannya, Sora hanya mengambil olahan daging untuk ia makan.


“iya, aku sekarang lagi banyak pekerjaan” Jawab Sora dengan jujur ia meang mempunyai banyak pekerjaan. Memiliki banyak Asisten bukan berarti pekerjaannya berkurang.


“jangan terlalu memaksakan. Apa Arlecia kakakmu ada pekerjaannya di sini?”


Mendengar nama kakaknya disebut Sora langsung mendengus kesal.


“ia datang kesini membuat pekerjaan ku bertambah banyak” Gerutu Sora. Kakaknya kalau datang padanya selalu membawa masalah saja ingin rasanya Sora meninju wajah tampan kakaknya itu.


Setelah menyelesaikan makan siang, Sora mencari-cari ponselnya di dalam tas tapi ia baru teringat bahwa ponselnya rusak akibat lemparannya kearah lemari kaca di dalam ruangannya tadi pagi saat emosi pada Arlecia.


“Uhhh...kenapa sampai lupa seharusnya aku meminta pada JJ ponsel baru” ucap wanita itu pelan.


“ada apa?”


“aku ngin menghubungi Ken untuk menjemputku disini tapi ponsel ku tidak ada” Keluh Sora.


Senyuman licik pun terlintas di wajah Ansell, ia mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Ken.


Tapi bukan pesan memberitahukan untuk menjemput Sora sebaliknya agar tidak menjemut Sora dengan alasan keduanya ada urusan pekerjaan.

__ADS_1


“aku sudah mengirim pesan pada Ken”


“terima kasih”


__ADS_2