UPSCALE LOVE

UPSCALE LOVE
CEMBURU


__ADS_3

Sora merentangkan kedua tangan nya, dia merasa tidurnya begitu nyenyak sehingga bangun dari tidurnya tubuhnya merasa fresh. Memang benar kualitas tidur yang baik akan membuat tubuh kita merasa lebih nyaman dan bersemangat menjalani rutinitas sehari-hari.


" Morning sayang" Sapa Jimi yang sudah dari tadi ada di kamar Sora untuk menyiapkan kebutuhan Sora.


" Morning Jim" balas Sora seraya beranjak dari tempat tidur.


" ini, ganti pakaian mu" Jimi memberikan pakaian olahraga. Hampir setiap pagi Sora selalu melakukan olahraga sebelum berangkat ke kantor.


" Mana jus ku ?" Pinta Sora.


" ini jus aneh mu" Jimi memberikan segelas jus ketangan Sora, Sora hanya tersenyum kecut mendengar jus kesukaan nya dikatain jus aneh oleh Jimi.


Bagaimana tidak jus itu terbuat dari Wartel, Brokoli, Tomat, Pisang, dan Alpukat. Setiap minggu jus nya akan berganti buah dan sayuran yang lainnya. Harus di kombinasikan minimal 5 macam buah dan sayuran.


Tidak ada yang berani mencobanya, tapi diliat dari reaksi saat Sora meminumnya dia sangat menikmatinya bahkan mengatakan jus nya enak. Walau dibilang enak pun membayangkan kombinasi sayuran dan buahan nya yang di mix menjadi satu sudah menghilangkan ***** untuk sekedar mencicipi.


" yang lain sudah siap?" Tanya Sora.


" Sudah, Mereka menunggu mu di area panahan" Jawab Jimi.


Pagi ini Sora akan berlatih panahan dengan Ken, Lian dan Ray.


Jangan di tanya di mana JJ, sudah pasti dia masih tidur. Dia akan terbangun saat waktunya sarapan. Sedangkan Jimi dia jarang sekali ikut yang lainnya latihan hanya sesekali ikut olahraga biasa saja. Karena memang dia tidak menyukainya.


...


" Ahhh...Meleset" pekik Sora karena 3 anak panahnya tidak mengenai titik tengah target, hanya mengenai lingkaran besar target.


" kau lama tidak latihan memanah, tangan mu sedikit kaku" Ucap Ken memegang tangan sora dan membenarkan posisinya.


"tapi Sora makin hebat dalam menembak" Sambung Lian yang dalam posisi siap-siap melepaskan anak panah.


Tlak Taakkk...(sekira gitu lah suara anak panah yang mengenai target 😂) Anak panah Lian mengenai titik tengah target.


Sora menghembuskan nafas dengan kasar melihat Lian membidik tepat sasaran.


"aku mencoba lagi"


" fokus dan tenang, itu inti dari memanah" Ucap Ken.


Sora memejamkan kedua matanya, tangan nya berlahan menaikkan busur panah dan menariknya berlahan. Sora membuka mata menatap fokus titik hitam yang ada di tengah-tengah target lalu melepaskan anak panahnya.


Kali ini anak panahnya mengenai sasaran dengan tepat.


Berlahan sudut bibir Sora melengkung, dia puas dengan bidikan nya.


Ketiga Astisten nya bertepuk tangan melihat aksi Sora.

__ADS_1


"kau tetap hebat" Puji Ray.


Mereka pun kembali melanjutkan latihan Panahan.


Satu setengah jam cukup untuk pemanasan dipagi hari sebelum pergi ke kantor.


...


Dalam perjalanan menuju ke One S seperti biasa Lian akan menyampaikan jadwal harian Sora. Saat Sora fokus mendengarkan Lian ponsel di dalam tas Sora berdering, terlihat sang Ayah menelponnya.


" Hallo Ayah, bagaimana kabarmu?"


" Hallo putri kecil ayah, kabar ayah baik. Bagaimana dengan mu?"


" seperti yang ayah dengar, aku baik-baik saja. Ayah dan ibu sedang di mana sekarang?"


"di Jepang bersama kakak mu"


"Oh,,,kalian hadir kan saat ulang tahun One S?"


"Tentu sayang, kami semua akan hadir di Beach Party mu" Terdengar kekehan Xiang Zhang meningat Sora anak gadisnya yang selalu di anggapnya putri kecil itu merayakan ulang tahun One S berbeda dari tahun-tahun sebelum nya.


Yah...dia sebagai ayah hanya bisa memaklumi mungkin ini adalah salah satu resiko pimpinan yang masih berjiwa muda.


"baiklah kalau begitu ayah...sampaikan peluk cium ku pada ibu, Aku merindukan nya kalian semua. Jaga kesehatan mu ayah"


Xiang Zhang mengakhiri telpon nya kepada sang putri. Xiang Zhang merasa lega mendengar suara Sora yang seperti biasanya tiada keluhan atau tekanan yang menjadi beban kesaharian yang di jalani Sora. Karena menangani perusahaan sebesar One S di tambah keterlibatan Sora di organisasi sky tidak lah mudah. Tapi seperti nya Sora biasa-biasa aja menjalaninya, malah dia masih bisa meluangkan waktu untuk bersenang-senang bersama Akira dan kelima Asistennya.


...


Waktu telah menunjukan waktunya makan siang. Sora selalu menyantap makan siangnya di ruang kerjanya karena Jimi sudah menyiapkan semuanya tanpa harus pergi keluar kantor untuk makan siang. Tentu saja Sora makan siang bersama dengan kelima Asistennya.


Saat Sora dan kelima Asistennya ingin menyantap makan siang tiba-tiba jam tangan dan ponsel milik JJ berbunyi notip masuk secara bersamaan.


" ada apa?" Tanya Ken karena sudah hapal dengan bunyi suara yang menunjukkan ada tamu tidak di undang datang.


" Tuan Ansell datang kemari " Semuanya langsung manatap ke JJ.


" Hei, hei kenapa menatap ku seperti itu" Protes JJ.


" Biarkan saja dia, kita lanjutkan saja makan kita" Ucap Sora dan di balas anggukkan semuanya.


Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar sudah di pastikan itu adalah Ansell Qin.


Lian pun beranjak dari tempat duduk untuk membukakan pintu. Ketika pintu di buka Ansell nampak terkejut mungkin dia datang di waktu yang salah.


"Wow...sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat. Sorry menganggu makan siang kalian" Ucap Ansell merasa tidak enak.

__ADS_1


"Apa kau sudah makan siang?" Tanya Sora yang sedang menikmati makan nya.


"Aku..." Belum sempat menjawab Sora memotong ucapan Ansell.


" bergabunglah, makan siang bersama kami. Kebetulan Jimi memesan lebih makanannya"


Ansell mengangguk setuju lalu Ken mempersilahkan Ansell duduk di dekat Sora untuk sama-sama menikmati makan siang.


"apa kalian sering makan siang bersama-sama?" Tanya Ansell.


"Setiap waktu makan" sahut Sora.


" Maksudnya?"


"waktu sarapan, makan siang dan makan malam kami selalu makan bersama" JJ memperjelas ucapan Sora.


Ansell membulatkan matanya tidak percaya sebegitu akrab nya kah Sora terhadap kelima pria yang menjadi Asisten nya ini.


" Wah...bagaimana kalian bisa sarapan dan makan malam tiap harinya?" tanya Ansell yang bertambah penasaran.


" tentu saja bisa tuan muda Qin, karena kami semua tinggal bersama" Kali ini Jimi yang menjawab.


" Apa? Kalian tinggal bersama?" Pekik Ansell karena keterkejutan nya terhadap fakta Sora tinggal bersama kelima Asistennya.


Tiba-tiba saja rasa panas dan sesak di dana nya muncul secara bersamaan, rahang nya pun terlihat mengeras. Sorot matanya menunjukan rasa ketidak sukaan nya.


Pantas saja dia tidak mau memberi tahu alamat tempat tinggalnya. Ternyata dia tinggal bersama pria-pria ini. Batin Ansell.


Setelah itu Ansell hanya terdiam tanpa berbicara lagi sampai semuanya menyelesaikan makan siang.


Kini di ruangan kerja Sora hanya ada Sora dan Ansell saja.


Sora menatap Ansell dengan aneh, kenapa pria ini jadi pendiam?


" Apa yang kau pikirkan?" Tanya Sora.


" Eh...Tidak ada, Aku kemari hanya ingin melihat mu. Karena sudah melihat mu aku akan kembali ke kantor ku" Ucap Ansell dengan sorot mata yang masih kesal.


Entah ini cemburu atau apa tapi dia tidak bisa terima kalau sora tinggal bersama para pria.


"kau ingin pergi begitu saja setelah aku memberi mu makan siang!"


Ansell mengeryitkan alisnya, menatap Sora yang sedang merapikan lipstiknya.


" kau harus menbayar makan siang mu Tuan" Tambah Sora lagi.


Ansell pun menyeringai. " berapa yang harus ku bayar?"

__ADS_1


" Ayo, temani aku menjemput keponakan ku di sekolah. Itu sebagai bayaran nya"


__ADS_2