
Wanita bertubuh tinggi berwajah cantik tentunya di dukung dengan body sexy, berjalan melenggang bak model. Dengan wajah angkuh tanpa mempedulikan sekitarnya masuk begitu saja ke perusahaan milik Ansell Qin.
"Maaf Nona, Anda mau kemana?" Tanya penjaga lif khusus para pejabat tinggi kepada wanita itu.
"jangan menghalangi jalan ku" bentak wanita itu yang tidak lain adalah Halen.
"Nona, ini lif khusus presedir"
"aku ingin menemui Presedir mu, apa kau tidak tau kalau aku adalah kekasih atasanmu" Ucap Halen dengan sombongnya. Para penjaga itu bukannya tidak tau siapa seorang Halen, mereka tau wanita ini cukup sering menginjakkan kaki keperusahaan ini. Tapi untuk kali ini yang mempunyai perusahaan sudah mengatakan untuk melarang siapa saja yang masuk seenaknya ke dalam kantornya tanpa konfirmasi termasuk Halen.
"maaf Nona, walaupun ada berkata istrinya presedir juga saya tidak akan membolehkan anda masuk begitu saja menuju ruangan presedir" Sahut penjaga itu dengan mimik mengejek kearah Halen.
Karena kejadian Sora melihat Halen masuk keruangan Ansell, dari waktu itu lah Ansell lebih memperketat tidak ada yang boleh seenaknya datang ke ruangannya walaupun mengaku saudara, teman atau pun lainnya terutama perempuan harus kompirmasi dulu pada resepsionis. Terkecuali Ansell sendiri yang mengkonfirmasi sebelumnya, seperti Sora memiliki hak khusus yang di perbolehkan keluar masuk ke kantornya.
"kau liat saja nanti penjaga rendahan, aku akan meminta Ansell untuk memecatmu" Pekik Halen merasa di rendahkan.
"Maaf nona, saya hanya menjalankan perintah saja" penjaga itu tidak terpancing emosi dengan kemarahan Halen.
Halen yang menatap kesal kepenjaga itu mengambil ponselnya di dalam tas untuk menghubungi Ansell.
"Hallo, ada apa Halen?" terdengar suara Ansell yang mengangkat panggilan dari Halen.
"Ansell sayang, aku ingin ke ruangan mu tapi para penjaga lif ini tidak membiarkan ku naik ke tempat mu" sahut Halen dengan manja ia sengaja menghubungi Ansell dengan mengloudspeaker panggilannya agar penjaga itu tau kalau ia special bagi seorang Ansell.
"oh itu" Ansell menjeda kalimatnya. "memang sudah tugasnya menghalangi orang yang tidak ada kepentingan untuk bertemu dengan ku" Terdengar Ansell menjawab dengan begitu santai.
"tapi aku kan biasa ke ruangan mu, kasih tau kepada karyawan mu jangan lagi mencegah aku untuk ke ruangan kerja mu" Suara Halen dibuat-buat seperti wanita yang lemah lembut dan tertindas.
__ADS_1
"Halen jangan menganggu kerja ku, kau tidak ada kepentingan jadi kembali saja ke kantor mu"
Mendengar ucapan Ansell, Halen langsung melihat tajam kepada kedua penjaga lif itu yang sedang menahan senyum. Senyum meremehkan.
Merasa di permalukan Halen langsung pergi meninggalkan perusahaan Ansell dengan hentakan kaki yang menggunakan heels dengan kerasnya, untung saja tidak patah. Wajahnya pun memerah menahan kesal karena tidak dianggap penting oleh Ansell.
Ansell, kau milik ku jangan harap kau bisa menjauhiku. Batin Halen.
...
Dilain tempat Sora yang lagi memijit-mijit keningnya setelah menghadiri meeting dengan tim pemasaran.
"ada yang bisa jelaskan ini?" tanya Sora dengan dingin. Bahkan ia melempar berkas-berkas yang ada di atas mejanya.
Keempat asistennya hanya bisa diam mengetahui kemarahan Sora.
"kenapa kalian bisa lengah begini?"
"apa kemampuan kalian menurun, Hemm? sehingga bisa kecolongan dengan semut kecil, ini sangat memalukan"
"maaf Nona, mungkin kami terlalu santai hingga terjadi kebocoran informasi. Secepatnya kami akan mengurus semua ini dalam waktu 24 jam" Sahut Lian.
Saat seperti ini mereka benar-benar seperti atasan dan bawahan, mempunyai jarak yang tidak sebanding padahal keseharian mereka lebih dari teman tapi saudara.
Melihat raut wajah para asisten yang menyesal karena kelalaian setitik mereka Sora menarik napasnya dalam-dalam untuk menetralkan emosinya.
"level marahku pada kalian hanya sebatas ini saja, aku tidak mau ada kegagalan. Aku tidak mau nama kalian tercoreng karena kesalahan kecil ini. Kualitas yang sudah di bangun jangan mudah di runtuhkan"
__ADS_1
Seketika Lian, JJ, Ray dan Jimi mendongakkan wajah meraka menatap Sora dengan haru. Bagaimana wanita ini marah takut nama para asisten nya di remehkan diluar sana, bukan nama sendiri yang akan di cemooh karena tidak becus memimpin perusahaan.
Begitu lah Sora, isi pemikiran nya sulit di tebak. Tapi dia sangat melindungi kelima Asistennya seperti kelima Asistennya melindunginya segenap jiwa raga mereka.
"ternyata kalian memang manusia" ejek Sora kini sudah bisa bercanda dan tersenyum kepada para asistennya.
Keempat Asisten nya membalas tersenyum haru karena ini adalah kesalahan pertama yang berkaitan dengan One S. Saat ini Ken masih berada di Jepang membantu Arlecia.
"kalau begitu Ray jemput Zeo ku kesini" Pinta Sora.
"what? kenapa dibawa ke sini?" Tanya Ray karena pasti akan menimbulkan keributan di One S kalau melihat kucing besar itu.
"bermain dengan Zeo membuat ku bisa berpikir jernih lagi, cepat jemput dia atau bonus mu dibagi dua dengan Jimi" Ancam Sora.
Ray melirik Jimi lagi tersenyum senang sedangkan Ray gak akan rela bonusnya akan di bagi karena Jimi juga mendapatkan bonus yang sama. "aku tak akan rela membaginya untuk Jimi" gumam Ray dengan cepat ia keluar dari ruang kerja Sora untuk melaksanakan apa yang di pinta Nona nya itu.
Satu setengah jam kemudian.
Kucing besar berwarna black orange melenggang masuk ke lobi dengan santai tanpa harness khusus hewan peliharan disisinya di dampingi oleh Ray dan di belakangnya ada 2 orang pengawal khusus yang selama ini merawat nya seolah dia merupakan pemilik kedua One S. Seketika saja karyawan yang berlalu lalang langsung menjerit histeris tentunya memjadi heboh.
Para keamanan ingin mengamankan Zeo tapi di larang langsung oleh Ray, kucing itu tampak cuek saja melihat sekitarnya ketakutan melihat keberadaannya, ia tidak akan menyerang orang tanpa di perintah Sora. Perutnya selalu diisi dengan daging berkualitas membuat nya enggan repot-repot menerkam orang hanya untuk makan tapi jiwa sebagai hewan pemangsa masih melekat pada Zeo seketika Sora sebagai majikan nya memberi perintah untuk menyerang.
"Tuh kan, jadi heboh" Gumam pelan Ray mengeleng-gelengkan kepala melihat ada karyawan berlarian bahkan ada yang pingsan.
Banyak yang bertanya-tanya kenapa bisa seekor harimau berkeliaran masuk kedalam perusahaan. Tidak ada yang tau bahwa itu adalah peliharaan presedir mereka. Tak ada satu pun yang berani protes karena salah satu asisten presedir lah yang membawa masuk hewan tersebut.
Zeo berlaku seperti manusia ia pun tau menunggu pintu lif terbuka untuk membawanya ke ruangan majikannya. Sesampainya di ruang kerja presedir, Zeo langsung disambut dengan pelukkan oleh Sora.
__ADS_1