
Kembali kerutinitas Sora tengah sibuk mengecek file yang ada di leptopnya karena baru saja One S berkerja sama dengan perusahaan yang ada di Singapur. Dua hari ini harinya cukup tenang karena tidak ada lelaki licik yang katanya adalah kekasihnya yang selalu membututinya seperti anak itik. Karena hal pekerjaan Ansell berangkat keluar negeri karena tidak bisa di wakilkan makanya dia sendiri yang berangkat langsung. Padahal ia sangat enggan berjauhan dengan Sora.
Drrzzz,,,drrzzz...
Suara getar ponsel Sora mengalihkan kefokusannya.
Dilihatnya tertera 'Pria Licik' yang tengah menelponnya.
Sora enggan mengangkat tapi ponselnya terus bergetar. Dengan napas berat Sora pun menerima panggilan dari Ansell.
"Hallo Honey, kenapa lama sekali mengangkat telpon ku"
"ini jam kerja Ansell, aku lagi sibuk"
"oh sorry, but i miss you"
Sora hanya menggeleng-gelengkan kepala merasa jengah dengar ucapan Ansell yang berkata selalu merindukannya.
"bagaimana pekerjaan mu" lebih baik membicarakan soal pekerjaan pikirnya. "apa kau sudah makan?"
"kau mengkhawatirkan aku belum makan, Honey?" Terdengar suara Ansell yang berubah menjadi senang.
Sepertinya aku salah bicara. batin Sora.
"Em..iya, maka dari itu kau harus segera makan. Kalau memang kau tidak mau membuat ku khawatir" Sora pun terpaksa berbicara seperti itu agar Ansell cepat-cepat mengakhiri telponnya.
"Baiklah Honey, sekarang juga aku segara makan. Nanti aku menghubungi mu lagi. Love you" Ansell begitu senang ini pertama kali Sora memberi perhatian kepada nya walaupun hanya sekedar mengingatkan dia makan, rasanya seperti memenangkan sebuah lotre bahkan ini rasanya melebihi dari itu.
"Huh...akhirnya dia mengakhiri telponnya. Menghadapi orang licik kita harus lebih licik lagi" Gumam Sora seraya tersenyum menyeringai.
__ADS_1
...
Di ruang para Asistennya yaitu 'pintu terlarang'. Suara leptop dan ponsel milik JJ berbunyi khas yang membuat semua di ruangan menatap JJ.
"Siapa yang datang? Tuan Ansell?" Tanya Jimi.
"Bukan, pimpinan dari Black Rose. Martin Hou" Jawab JJ membesar layar cctv yang baru saja di pantaunya.
Semuanya kaget mendengar nama itu. "ku pikir Tuan Ansell, setauku dia berada di luar negeri" Ucap Lian.
" Tuan Ansell sudah ku masukkan datanya di sistem sensor ku. Kepala ku jadi pusing juga akhirnya setiap dia datang semua barang elektronik ku berbunyi" Ucap JJ.
"kalian tau sendiri tuan Ansell ke sini sehari bisa berapa kali" tambah JJ mengingat bagaimana seorang Ansell selalu ingin bersama Sora.
"Ken, kemana?" Tanya Lian
"bukannya dia sekarang lagi di ruang meeting, meeting dengan divisi pemasaran" Jawab JJ.
"Kalau begitu aku akan menyambut Martin Hou, Ray kau langsung ke ruang Sora" Ucap Lian dan diangguki kepala oleh Ray.
...
Ceklekk...pintu ruang kerja Sora terbuka.
Lian yang sudah menyambut dengan ramah kedatangan Martin Hou, menuntu tamunya itu ke ruangan Sora.
" Selamat Siang Nona Sora" Sapa Martin terlebih dahulu.
" Selamat siang, silahkan duduk Tuan Martin" Balas Sora dengan sopan serta senyuman yang menawan yang sempat membuat seorang Martin terpesona.
__ADS_1
"ternyata anda mengenal saya" Ucap Martin seraya mendudukkan dirinya di sofa yang telah di persilahkan Sora.
Lagi-lagi Sora tersenyum dengan anggunnya.
"Siapa yang tidak kenal dengan pemilik perusahaan Group Hou, yang selalu di puja oleh para wanita" puji Sora. Sudah jauh hari JJ memberitahukan identitas Martin Hou kepada Sora bukan hanya dia pimpinan Black Rose tapi ia juga pemilik dari Group Hou salah satu perusahaan besar di China ini. Selain itu Martin juga memiliki paras yang tampan yang mampu membuat para wanita mudah bertekuk lutut pada dirinya.
"oh, Nona terlalu meninggikan saya. Saya bukan apa-apanya di banding dengan daya tarik seorang Sora Zhang" Ucap Martin merendah sekaligus memuji Sora.
Sora yang mendengarnya pun terkekeh pelan. "Apa tujuan anda ke sini taun?" Tanya Sora tanpa basa-basi. Namun sebelum itu Sora memerintahkan Ray untuk memanggil OB untuk membawakan minuman untuk tamunya.
Martin tersenyum sumbang. "ternyata anda tidak suka berbasa basi"
"baiklah, tujuan saya kemari yaitu ingin menawarkan kerjasama dengan anda. Nona pasti tau Group Hou baru saja melakukan penggarapan tanah di wilayah Timur untuk pembangunan Apartement Elit dan taman kota. Jadi di sini saya menawarkan kepada nona sebagai pimpinan One S untuk bergabung dalam proyek tersebut. Syarat dan keuntungan bisa bicarakan setelah nona setuju untuk bekerja sama" Terang panjang lebar Martin agar Sora tertarik.
Sebenarnya Group Hou tidak mengait One S dalam proyek itu pun tidak memiliki masalah finansial. Tapi karena ada tujuan Martin di balik semua ini maka dari itu dia turun tangan sendiri untuk menemui Sora.
Didalam hati Martin menyimpan kekesalan yang besar terhadap Arlecia yang merupakan pimpinan tertinggi Organisasi Sky yang selalu membuat rencana dan transaksinya di black rose selalu kacau sehingga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bukan hanya itu Arlecia pernah secara langsung melukai adiknya dengan senjata api sewaktu penyergapan transaksi perdagangan manusia saat itu di Macau.
Adiknya tidak bisa di selamatkan walaupun sempat di bawa ke rumah sakit.
Ada dendam tersendiri Martin terhadap Arlecia, Tapi ia tau kekuatan dan pertahanan Klan Taira sungguh lah kuat. Terbukti selama ini dia selalu gagal menembus benteng Arlecia sehingga muncul lah Sora sebagai adik kandung Arlecia. Membuat ini kesempatan yang baik untuk mendekati adik Arlecia untuk menjalankan rencananya membuat hancur Klan Taira atau seorang Arlecia.
"Wow, aku tau itu. Itu proyek yang sangat prosfek sekali. Keuntungan nya sudah bisa di perkirakan karena letaknya cukup strategis" Ucap Sora yang mendanggapi dengan ketertarikkan.
"ternyata anda sudah bisa memperdiksinya, anda luar biasa Nona" Puji Martin.
Sora kembali tersenyum dengan manisnya. Percayalah ini hanya senyum yang di ciptakan oleh Sora dengan senatural mungkin di saat dia bertemu dengan rekan bisnis atau sebagainya. Seketika tidak lagi bertatap muka dengan para rekan bisnisnya maka wajanya kembali ke mode datar. Karena memang dia wanita yang tidak mudah tersenyum kalau tidak ada yang memicunya untuk tersenyum.
Oh sial, kenapa wanita ini begitu cantik dan manis. Jantung ku sampai bertedak tak karuan begini. Gumam Martin di dalam hatinya.
__ADS_1
"Tuan Martin kirimkan saja filenya melalui Asisten saya" Sora menunjuk Lian dan Ray yang masih berada di ruangan itu untuk mendampingi Sora. " akan saya pelajarai terlebih dahulu, setelah itu saya akan memberi keputusan"
"Baik Nona, saya harap kita bisa berkerja sama. Kalau begitu saya permisi dulu. Terima Kasih" Ucap Martin berdiri dari tempat duduknya lalu mengulurkan tangan. Sora pun membalas uluran tangan Martin.