
Weekend adalah waktu kebanyakkan orang untuk bersantai, jalan-jalan atau menghabiskan waktu di rumah saja bersama keluarga atau me time.
Begitu juga dengan Sora, weekend ini dia ingin menghabiskan waktunya berleha-leha di rumahnya. No Work.
Tapi itu hanya impian semata bagi Sora. Semenjak usainya perayaan ulang tahun One S dimana Ansell Qin mendegklarasikan hubungannya dengan Sora. Ansell benar-benar tidak membiarkan Sora jauh darinya. Kemana Sora pergi Ansell berusaha membututinya seperti anak itik yang tidak bisa pisah pada induknya.
"Apa kau tidak ada kerjaan lain? bertemu rekan bisnis? perjalanan dinas? dan lainnya begitu" Ucap Sora dengan mengendus kesal karena Ansell selalu menempel padanya. Walaupun dia belum pernah pacaran tapi dia tau bahwa pacaran tidak harus selalu bersama persekian detik seperti saat ini. Huhh...
"ini weekend honey" Jawab Ansell dengan santai merebahkan kepalanya dipangkuan Sora. Sebenarnya Sora ingin menghindar tapi dia sudah lelah menghindar dari tadi dengan sikap Ansell yang ingin lengket terus padanya.
"kau tidak menghabiskan waktu bersama keluargamu?" Tanya Sora lagi agar ada celah untuk mengusir Ansell berada di dalam apartement nya ini. Seharusnya saat ini dia lagi bersantai di Mansion Moonlight tapi gara-gara Ansell mau tidak mau dia harus berada di apartement.
"Keluarga ku jauh" Jawab Ansell tangan nya kini bermain dengan rambut hitam halus nan panjang Sora, menggulung-gulung dengan jemarinya.
"dimana?"
"apa kau ingin bertemu dengan keluarga ku?"
"Huh...Lupakan" Sora memutar bola matanya kini dia sudah malas berbiacara dengan Ansell. Bye weekend.
Sora mendiamkan Ansell yang masih berbaring di pa ha nya, Sora mencari film yang ingin di tontonnya setidaknya dia masih bisa menonton dengan tidak menghiraukan Ansell, di usir pun sepertinya tidak akan mempan.
Ansell yang merasa Sora lagi menikmati film dilayar tv juga memilih tidak menganggu Sora, dia sadari tadi diam menatap wajah cantik kekasihnya itu.
Karena merasa haus, Sora meraih gelas yang berisi air putih sudah ada di atas meja. Itu adalah moment yang menguntungkan buat Ansell karena wajah Ansell bisa merasakan kekenyalan da da Sora saat dia mencondongkan tubuhnya kedepan untuk mengambil air minumnya.
"Enak..." Gumam Ansell dengan tersenyum matanya pun tertutup seolah begitu menikmati sentuhan tidak di sengaja tadi.
"Apanya yang enak?" Tanya Sora yang mendengar gumaman Ansell tapi mata nya tetap terfokus ke layar tv. Ia belum menyadari apa yang di maksud Ansell.
"Buah melon" Jawab Ansell.
"Oh kau ingin makan buah melon? Ambil saja tidak perlu sungkan"
Ansell langsung membuka matanya "serius kau memperbolehkan aku memakan buah melon mu?" Tanya Ansell untuk meyakinkan. Sora sudah memberi kesempatan pikirnya, jadi jangan di sia-siakan.
__ADS_1
"hei, aku bukan orang yang pelit, silahkan saja kalau kau ingin memakan nya" Tangan Sora menunjuk kedapur tapi mata Ansell tidak melihatnya karena matanya sudah terfokus pada da da nan indah itu.
Ansell pun langsung duduk dan mengangkat tubuh Sora duduk di pangukan menghadap dirinya.
Sontak Sora kaget saat tubuhnya dengan gampang di pindahkan oleh Ansell. "Hei...Apa yang kau lakukan?" protes Sora.
"mau makan buah melon"
"Buahnya ada di dalam kulkas, didapur" Sora ingin menyingkir dari pangkuan Ansell tapi tidak bisa pinggangnya di tahan Ansell dengan erat.
"bukan kah buah melon nya sudah didepan ku ini" tangan Ansell sudah berhasil masuk kedalam baju Sora, karena memang saat ini Sora menggunakan pakaian santai atasan t-shirt yang kedodoran dan bawahan hot pants. Satu kata yang ada dalam benak Ansell yaitu Seksi.
Sora mengerti sudah arti melon yang di maksud oleh Ansell. Seketika ia merutuki betapa bodohnya dirinya yang lambat mengerti maksud Ansell karena terlalu fokus pada film yang sedang ia nonton. Seharusnya dia lebih waspada kepada pria licik satu ini, walaupun Ansell tidak pernah memaksa untuk berhubungan yang lebih intim tapi dia selalu memanfaatkan situasi yang menguntungkan baginya. Huhh.
Kini t-shirt Sora sudah naik keatas walaupun tidak terlepas dari tubuhnya.
Ansell menatap lekat sajian buah di depan nya.
"bentuk yang sempurna" puji Ansell dan langsung memendamkan wajahnya di antara dua buah da da Sora.
"buah nya manis dan sangat enak" ucap Ansell.
"tentu saja, ku rawat dengan baik" balas Sora dengan sombongnya.
Ansell langsung terkekeh dengan apa barusan dia dengar. "ternyata kau bisa bercanda juga". Sora tidak menjawab hanya menatap wajah tampan itu.
"soalnya kau selalu bersikap datar atau cuek pada diriku, padahal aku adalah kekasih mu" Ucapan Ansell berubah menjadi sendu, ia mendekap Sora dengan erat.
"itu lah diriku" balas Sora.
"ya aku tau itu, setidaknya tersenyumlah saat bersama ku". Sora tidak membalas lagi ucapan Ansell, ia memilih diam. kembali. Karena sebenarnya dia merasa bingung saat dekat dengan Ansell, untuk bermanja bukanlah sifat dirinya. Harus tersenyum? dia memang tidak mudah untuk tersenyum kalau tidak ada hal yang membuatnya tersenyum. Dia juga bukan wanita yang suka bermanis-manis dengan lawan jenisnya.
"mau ikut aku, aku ingin makan sesuatu" ajak Sora, setidaknya ini bisa menebus rasa bersalah lebih tepatnya rasa tidak enak nya selama ini selalu bersikap datar terhadap Ansell apa lagi tadi sekilas terlihat wajah sedih Ansell.
Ansell yang di ajak Sora langsung menunjukkan antusias, jangan pernah menyia-nyiakan ajakan langka nyonya muda satu ini.
__ADS_1
"kau mau makan apa? aku pasti akan menemani mu"
"sebentar, aku menghubungi Ken dulu" Sora beranjak dari pangkuan Ansell dan membenahi baju yang di gunakannya berantakkan gara-gara kelakuan Ansell.
"untuk apa menghubungi Ken?" Tanya Ansell.
"Sssttt..." Sora menempelkan jari telunjuknya kebibir Ansell agar Ansell dapat diam dulu jangan menganggunya saat menelpon.
"Ken, aku ingin makan ramen seperti biasanya" Ucap Sora pada Ken memalui ponsel nya.
"kau ingin makan ramen? kenapa meminta pada Ken?" Tanya Ansell lagi karena merasa cemburu hanya untuk makan saja kekasihnya itu menghubungi asistennya padahal saat ini mereka sedang bersama.
"jangan berdebat dengan ku, kalau kau tidak suka kau boleh tidak ikut" Sahut Sora melenggang menuju kamar untuk menganti pakaiannya.
"Aku ikut, tidak ku biarkan kau makan bersama pria lain"
...
Wajah Ansell terlihat bingung, katanya ingin makan reman. Seharusnya berada di restoran atau kedai ramen kan? tapi kini dia sudah berada di sebuah jet pribadi.
Sebelum Ansell menyusul Sora duduk, ia menarik lengan Ken.
"Ken, ini mau kemana sebenarnya?" tanya Ansell.
"ke Jepang tuan" Jawab Ken.
" Jepang? Untuk apa?"
" apa nona Sora tidak memberi tahu tuan bahwa nona ingin makan ramen?"
Ansell menatap tajam Ken langsung mengeryitkan alisnya. Kini dia mengerti sudah. " jangan bilang makan ramen di Jepan?" Selidik Ansell.
"itu benar tuan, Nona hanya makan ramen di kedai langganannya yang ada di Jepang" Jawan Ken lalu meninggalkan Ansell yang masih bengong dengan hal unik kekasihnya yang baru di ketahui.
Untung saja aku juga punya jet pribadi, aku harus siaga sewaktu-waktu dia meminta makanan yang langsung dari negaranya hahaha. Batin Ansell .
__ADS_1