
Tubuh Ansell terjatuh kebelakang setelah di dorong Sora karena arah tembakan mencuncur ke arah mereka berdua.
Sora sempat melihat pantulan seseorang yang akan menembak dari pas bunga yang di atas meja.
Setelah tembakan di luncurkan di dalam ruangan itu tiba-tiba lampunya padam, sepertinya ada yang sengaja memutus aliran listrik.
"kau tidak apa-apa?" Tanya Sora membantu Ansell tuk bangun.
" hei seharusnya aku yang tanya seperti itu" harga dirinya rasanya terenyak di lindungi oleh seorang wanita. Rasanya tidak pantas.
Karena didalam ruangan menjadi gelap semua orang yang ada di situ menjadi panik. Bagaimana tidak di dalam ruangan itu di hadirin oleh para pengusaha dan pejabat, tentu menjadi buruan yang menarik.
"Sora, kau tidak apa-apa?" terdengar suara Lian yang tidak jauh darinya.
" aku baik-baik saja. Lindungi paman Leo segera bawa keluar dari tempat ini" Jawab Sora yang terdengar suaranya santai tidak ada rasa takut selayaknya wanita biasanya.
"bagaimana dengan mu?" Tanya Lian lagi.
"ada playboy ini melindungi ku, pergi lah cepat bawa paman Leo pergi dari sini"
Ansell mengeryitkan alisnya dia berpikir siapa yang di maksud Sora playboy? Apakah dirinya?
"baiklah aku akan pergi, setelah itu aku kembali menjemputmu. Berhati-hatilah"
" Ok"
Dorr...Dorr...Dorr
Tidak lama kemudian suara tembakan kembali terdengar dan mengarah kembali pada Sora dan Ansell.
Keduanya pun lari meninggalkan ruangan itu, sesuai dugaan Sora orang-orang itu ikut mengejar pastinya mengincar salah satu dari mereka.
Sora dan Ansell berlari ke sebuah jalanan yang cukup sepi walaupun jam belum menunjukan waktu tengah malam.
"Astaga mereka terus mengejar" Ucap Ansell.
terdengar suara tembakkan dilepaskan ke arah mereka lagi. Sora dan Ansell dengan cepat gerakan menghindari tembakan.
" Sial..." Pekik Ansell. Sedangkan Sora hanya diam saja.
"siapa yang mereka incar, kau apa aku? kita berpencar dulu tembakkan itu ditargetkan kesiapa!" Ucap Ansell dan dibalas anggukan Sora tanda setuju dengan ide Ansell.
Saat mereka berpencar sangat jelas sekali tembakkan itu diarahkan kepada Sora, jelas itu membuat Ansell bertanya-tanya. Kenapa Sora? ada apa dengan dia? Siapa dia? masalah apa yang menimpanya?.
Ansell kembali lagi mendekati Sora dan menarik tangan Sora agar terhindar dari tembakkan mereka bersembunyi disisi tembok bangunan sekitar jalanan itu. Ansell masih menatap Sora dengan tangan mengenggam tangan Sora dengan erat. Banyak rasa penasaran yang belum ada jawaban nya di benak Ansell.
Sora mengayunkan tangan nya agar terlepas dari genggaman Ansell.
__ADS_1
"Kau masih tampak tenang, siapa mereka? kenapa sampai kau yang di incar?" Tanya Ansell.
"Entahlah" Jawab Sora yang malas menjawab rentetan pertanyaan Ansell.
Sora mengambil ponsel didalam tas untuk menghunungi Lian.
" apa paman Leo sudah berada di tempat aman? lalu jemput aku" Ucap Sora di ponsel menghubungi Lian setelah itu dia menutup panggilan di ponselnya.
Sora seolah tidak mempedulikan Ansell yang ada di samping yang merasa butuh banyak penjelasan. Tapi siapa Ansell bagi Sora, kenapa harus menjelaskan kepada Ansell? mereka tidak memiliki hubungan apa-apa bukan?.
Dengan gaun yang panjang melebihi matakaki membuat Sora mengharuskan merobek sampai lututnya dan melepas sepatu high heel nya untuk memudahkan Sora berlari.
Sora menarik kembali gaunnya lebih tinggi lagi sampai kepanggal pahanya untuk mengambil pistol yang tersembunyi di balik gaunnya.
" kita akan tertembak kalau tidak melawan dan berdiam diri di sini" Ucap Sora yang memecah keheranan Ansell.
" kau mempunyai ini kan?" Tanya Sora menggoyang-goyangkan pistolnya ke udara.
Ansell manarik nafas panjangnya mengambil pistol di balik jas hitamnya.
Sebelum Sora bergerak Ansell kembali menarik tangan Sora. " katakan siapa dirimu sebenarnya, biar aku tidak mati penasaran" Ucap Ansell.
Sora menatap Ansell dengan senyuman. "jangan mati dulu, nanti kau akan tau juga"
Terdengar kembali tembakan diarahkan kepada keduanya. Sora dan Ansell membalas tembakkan orang-orang yang belum diketahui apa tujuannya.
"Sepatu ku mahal" Jawab Sora sekenanya saja.
Wanita ya tetap wanita. Batin Ansell.
Suara tembakkan saling bersahutan seperti di film laga action Hollywood. Sora dan Ansell saling membelakangi terlihat sangat serasi dan piawai mengarahkan tembakkan tidak ada kekakuan antara keduanya.
" Hebat juga cara menembakmu" Puji Ansell sambil tangan nya mengarahkan tembakkan ke musuh.
"Terima Kasih, tapi aku tidak punya uang cash untuk membayar pujian mu" balas Sora.
Ansell tidak bisa menahan tawa nya. " Hahaha...Tidak perlu uang, ciuman pun ku terima" Goda Ansell.
Sora hanya diam, dia malas untuk menggapi Ansell. Tidak lama tersengar suara mobil Lian, Sora berlari ke arah mobil tanpa mempedulikan Ansell.
"Heii...kau meninggalkan ku?" Teriak Ansell pada Sora yang sudah masuk ke dalam mobil.
"minta anak buah mu menjemput mu" Balas Sora berteriak dari dalam mobilnya dan mobil melasat dengan kecepatan diatas rata-rata. Sedangkan musuh masih saja meluncurkan tembakkannya.
"Sial wanita itu meninggalkan ku" Gerutu Ansell. Dia mencari tempat bersembunyi agar bisa menghubungi Dion agar menjemputnya.
Tidak menunggu begitu lama Dion pun tiba untuk menjemput Ansell. Orang-orang yang menembaki juga sudah tidak mengejar lagi. Mungkin karena yang di targetkan sudah pergi.
__ADS_1
"siapa yang menyerang mu?" Tanya Dion yang sedang menyetir mobil.
" Entahlah, yang pasti mereka mengejar Sora" Jawab Ansell yang sedikit kesal mengingat Sora meninggalkannya.
"Apa?...kenapa bisa wanita itu yang dikejar?"
" aku juga tidak tau. Kembali ke apartement ku"
...
Mansion Moonlight
Ken berlari menemui Sora yang sedang menggunakan piama tidurnya.
" Ken, ada apa?" Tanya Sora menoleh kearah pintu.
Ken menghampiri Sora dengan wajah cemas. " Kau tidak apa-apa?"
Tak lama Jimi masuk membawa segelas susu hangat untuk Sora. " minum lah selagi masih hangat" Ucap Jimi, Sora mengambil gelas susu dari tangan Jimi dan langsung meneguk habis susu tersebut.
Setelah melihat Sora menghabiskan susu hangatnya Jimi keluar kamar melewati Ken menepuk bahunya.
Ken melangkah menuju ranjang Sora dan ikut membaringkan tubuhnya.
" tidurlah, aku akan menemanimu malam ini" Ucap Ken.
" Emm..." respon Sora yang sudah memejamkan matanya.
Setelah melihat Sora terlelap dengan damai, Ken pergi keruangan terlarang di situ sudah ada Lian, JJ, Jimi dan Rey.
"Apa ada kebocoran tentang peralihan jabatan CEO sehingga Sora di incar?" Tanya Ken.
"sepertinya bukan, mereka dari black rose" jawab JJ.
"Oh...berani sekali mereka mengusik Sora, akan ku pastikan markas mereka hancur lebur" Ucap Ken dengan senyuman iblisnya.
"betul, kita hancurkan mereka" Sahut Rey.
" Tapi kita fokus dulu dengan peralihan jabatan Sora, di perketat saja keamanannya " Ucap Ken.
" setuju" Jawab Lian dan disusul anggukan semuanya.
...
Tiba lah hari di mana peralihan jabatan di mana Sora akan sepenuhnya menjabat menjadi CEO One S.
Sudah hadir para wartawan yang akan meliput pemberitahuan besar ini. Seluruh para susunan direksi hadir semua.
__ADS_1
Arlecia dan istrinya juga sudah berada di China. Sebagian orang akan menebak bahwa Arlecia lah yang akan menempati jabatan CEO ini, tidak ada yang menduga bahwa CEO nya adalah seorang wanita muda.