
Sora masuk kedalam toilet wanita. dia memperhatikan pantulan dirinya di cermin di keluarkan nya sebuah lipstik merah di dalam tasnya. Di oleskan nya lipstik itu dibibir agar menambah warna yang sudah sedikit memudar di bibir indah nya itu.
"Aku sudah mulai bosan" Gumam Sora yang ingin pergi keluar dari toilet.
Saat Sora keluar dari toilet wanita, Ansell Qin datang menghampirinya.
"can I help you, honey" Sapa Ansell Qin.
Sebenarnya saat Sora pergi ke toilet dan meinggalkan para Asisten nya itu Ansell Qin mengikuti Sora dari belakang dan menunggu nya keluar dari toilet wanita.
"Tuan Qin" Sora tersenyum manis di hadapan Tuan Qin. Berkat Ken dan Lian dia jadi sudah mengetahui siapa Pria yang berada di depan nya saat ini.
"Kita bertemu lagi Nona"
" jangan katakan Tuan Qin sengaja mengikuti ku" Sora mendekat kedepan Ansell Qin dan melingkarkan kedua tangan nya di leher Ansell.
tindakan Sora membuat Ansell mengembangkan senyum di bibirnya.
Tangan satunya turun meraba dada Ansell Qin dan turun ke pinggangnya.
"jangan memancingku Nona" Ansell Qin pun meraih pinggang Sora dan memeluknya dengan erat, tapi tidak sesuai dengan di harapkan oleh Ansell.
Crekkk...Sora mengarahkan pistol ketubuh Ansell, pistol itu diambil oleh Sora dari balik Jas milik Ansell.
"Jangan terlalu berharap Tuan Qin, itu tidak baik untuk kesehatan mu"
" Terima kasih Nona sudah memperhatikan kesehatan ku" Ansell tersenyum santai walaupun posisi pistol tepat berada di samping tulang rusuknya
Sora menarik pistol nya dari tubuh Ansell. " Boleh aku meminta ini, untuk mainan ku di rumah" Sora memutar pistol itu menggunakan jarinya.
"Sialahkan"
Sora tersenyum licik kepada Ansell dan ingin pergi meninggalan Pria itu tapi tiba-tiba tangan nya ditahan kembali oleh Ansell.
Karena tangan nya di tarik oleh Ansell, Sora mengarahkan kembali pistolnya tepat di bawah dagu Ansell.
"Wow...tenang Honey, aku hanya ingin tau siapa nama mu"
__ADS_1
Sora kembali menurunkan pistolnya. " Sora " Ucap singkat Sora lalu beranjak pergi meninggalkan Ansell Qin.
Ansell tersenyum simpul melihat kepergian Sora rasa ketertarikan nya kian bertambah kepada Sora saat bertemu langsung dengan wanita yang sudah membuatnya penasaran.
"Wanita yang menarik" Gumam Ansell Qin.
Setelah meninggalkan Ansell Qin, Sora bukannya kembali ke tempat para Asisten nya tetapi dia menuju ke ruangan yang sudah di informasikan oleh Jimi.
" Selamat Malam Tuan Chan, aku di minta untuk menemani Tuan malam ini " Sora yang masih berdiri di depan pintu yang barusan saja di bukanya.
Jimi yang juga ada di ruangan itu pun langsung melotot melihat Nona Muda ada di satu ruangan dengan nya.
Sora tidak mempedulikan Jimi yang kaget melihatnya, Sora menghampiri Pejabat Yan Chan dan menuangkan wiski ke dalam gelas Pejabat Yan Chan.
Tersengar suara tertawa senang dari Yan Chan melihat Sora menghampirinya walaupun kanan kirinya sudah ada wanita penghibur menemaninya.
Yan Chan menyuruh salah satu wanita penghibur itu sedikit menjauh agar Sora bisa duduk di dekatnya.
" Kemari lah cantik, lihatlah dirimu kau sangat berbeda betapa cantiknya di dirimu" Yan Chan terpesona setelah melihat Sora dari dekat.
Jimi sungguh kesal melihat Yan Chan yang seperti domba jantan yang sedang kelaparan. Rasanya dia ingin sekali memukul kepala Pejabat Yan Chan itu dengan botol wiski yang ada di atas meja.
"Terima Kasih Manager Jim, sebetar lagi teman ku akan datang"
" baiklah Pejabat Yan Chan, selamat bersenang-senang" Dengan berat hati Jimi keluar dari ruangan tapi sebelum itu dia sempat melirik ke Sora, Sora menganggukkan kepala nya pelan memperbolehkan Jimi untuk keluar dari ruangan itu.
Saat sudah keluar dari ruangan itu Jimi langsung menghubungi Ken. " Ken, Kenapa kalian membiarkan Nona mendekati langsung Pejabat Yan Chan" Ucap Jimi dengan kesal rekannya tidak menjadi bodohkan untuk membiarkan Nona nya sendiri turun tangan.
Di tempat awal mereka menunggu, setelah menerima telpon dari Jimi Ken terdiam tanpa ekspresi apa pun.
"Ray, seharunya kau ikuti saja Nona secara diam-diam" Ucap Ken.
" Apa yang terjadi?" Lian bisa menebak bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana mereka.
"Nona Sora pergi sendiri menemui Pejabat Yan Chan" Ucap Ken.
"Apa..." Lian, JJ dan Ray teriak kaget bersama-sama.
__ADS_1
Tapi tidak berapa lama ke empat pria itu saling pandang satu sama lain dan mereka tidak bisa menahan tawa mereka.
" habislah kau Jimi" celetuk JJ yang masih terkekeh dengan yang lainnya.
Mau bagaimana lagi mereka mempunyai bos yang memiliki sifat tidak sabaran dan gampang bosan. jadi hal seperti ini sudah sering terjadi dan kali ini Jimi kena sialnya karena dia sedikit lebih lambat untuk mengetahui dengan siapa Pejabat Yan Chan akan bertemu.
"baiklah, aku akan kesana. Kalau ku beri kode baru kalian bergerak" Ucap Ken lalu menyusul ke tempat Sora berada.
"Aku ikut dengan mu" Ray yang bangun dari duduknya.
" jangan, terlalu mencolok kalau banyak yang kesana" Ken pun meninggalkan ke tiga rekan Asisten nya itu.
Sedangkan JJ dari tadi fokus melihat ke layar tablet nya terlihat Nona nya sedang di goda oleh pria hidung belang.
"Apa kau orang baru yang bekerja di sini?" tanya Yan Chan tangan nya merangkul pundak Sora. Rasanya kaki Sora ingin menendang wajah pria tua di sampingnya saat ini.
" aku bukan pekerja di sini, aku di panggil bila ada orang penting seperti Tuan saja" Sora berusaha bersabar agar kakinya tidak menendang wajah pria tua ini.
"Pantas kau terlihat begitu special sayang, bersenang-senang lah malam ini aku akan memberikan nilai berapa pun yang kau mau" Goda Yan Chan. Sora hanya tersenyum terpaksa kepada pejabat Yan Chan.
yang benar saja, kekayaan pejabat Yan Chan tidak apa-apa nya di mata Sora.
Tidak lama ada 2 orang pria masuk keruangan itu. Sora masih bersikap tenang dan tanpa ada yang bisa menyadari bahwa dia sudah tidak sabar ingin mengakhiri ini semua.
"Maaf Tuan Chan, kami sengaja mengulur waktu" Ucap salah satu Pria itu.
" Tidak masalah, Segeralah" Pinta Yan Chan.
kedua pria itu tampak terdiam sejenak mengamati sekelilingnya. " Tuan bisa kah para wanita ini keluar dulu, setelah itu kau boleh bersenang-senang lagi" Ucap salah satu pria itu.
Sial...Gumam Sora.
jangan sampai dia disuruh keluar juga, jika tidak mau tidak mau dia harus menurunkan senjatanya di sini.
Yan Chan langsung memerintahkan para wanita yang dalam ruangan itu keluar, terkecuali Sora. Yan Chan merasa enggan berpisah dengan Sora takutnya Sora di ambil para pria yang haus yang di luar ruanga ini.
" Wanita ini biarkan di sini, dia adalah orang ku" Ucap Yan Chan dengan bangga di samping nya ada wanita cantik.
__ADS_1
" Ck...ternyata dia bodoh" Gumam Dessy dengan wajah tersenyum kaku.